<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Suplai Rantai &amp; Logistik Digital Archives - arventra.id</title>
	<atom:link href="https://arventra.id/category/suplai-rantai-logistik-digital/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arventra.id/category/suplai-rantai-logistik-digital/</link>
	<description>Wawasan Inovasi Industri &#38; Teknologi Manufaktur Masa Depan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Sep 2026 09:46:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>
	<item>
		<title>PMI Manufaktur Agustus Kontraksi, DPR Soroti Risiko PHK</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 09:46:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Agustus]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Manufaktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=562</guid>

					<description><![CDATA[<p>PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 49,8, DPR Soroti Risiko PHKAktivitas industri manufaktur Indonesia kembali melemah pada Agustus 2026. PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis S&#38;P Global turun menjadi 49,8 dari 50,2 pada Juli. Penurunan tersebut membawa PMI kembali ke bawah ambang 50. Dalam indikator PMI, angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sedangkan angka di bawah 50 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/">PMI Manufaktur Agustus Kontraksi, DPR Soroti Risiko PHK</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 49,8, DPR Soroti Risiko PHK<br>Aktivitas industri manufaktur Indonesia kembali melemah pada Agustus 2026. PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis S&amp;P Global turun menjadi 49,8 dari 50,2 pada Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penurunan tersebut membawa PMI kembali ke bawah ambang 50. Dalam indikator PMI, angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sedangkan angka di bawah 50 menandakan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak meminta pemerintah merespons kondisi tersebut lebih cepat. Ia menilai pelemahan PMI perlu dibaca sebagai gambaran kondisi industri dan pasar tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi dan Tenaga Kerja Jadi Titik Tekanan<br>Pelemahan PMI Agustus terutama berkaitan dengan turunnya aktivitas produksi dan penyerapan tenaga kerja. Kedua komponen tersebut manufaktur belum sepenuhnya bersifat sementara. Penurunan produksi yang PMI harus menjadi sinyal bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan sebelum tekanan terhadapekhawatiran terhadap industri manufaktur juga berkaitan dengan penurunan PMI yang terjadi sebelumnya. Pada pert menyebut efisiensi tenaga kerja turut memengaruhi pelemahan PMI Agustus. Langkah tersebut dilakukan pelaku industri di tengah persaingan pasar domestik yang semakin aktivitas ekonomi lain. Ketika produksi melemah, dampaknya dapat terasa pada rantai pasok, distribusi, konsumsi, hingga pener birokrasi yang panjang berpotensi menambah biaya kepatuhan bagi perusahaan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi keputusan investor ketikaalah satu risiko berasal dari pelemahan nilai tukar rupiah. Depresiasi rupiah dapat meningkatkan biaya bahan baku impor bagi industri sentimen positif. Kebijakan yang mampu memperkuat produksi, menjaga biaya usaha, dan melindungi tenaga kerja menjadi pentingangan berikutnya adalah memastikan momentum tersebut berlanjut. Jika produksi kembali tumbuh dan perusahaan mampu mempertahankan tercatat melemah dalam lima dari enam periode survei terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8648072/sektor-manufaktur-ri-melemah-pengusaha-ungkap-biang-keroknya">Sektor Manufaktur RI Melemah, Pengusaha Ungkap Biang Keroknya</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pola itu menunjukkan tekanan terhadap manufaktur belum sepenuhnya bersifat sementara. Penurunan produksi yang berlangsung berulang dapat memengaruhi keputusan perusahaan dalam mempertahankan maupun menambah tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Amin mengingatkan bahwa dampak pelemahan industri dapat meluas jika pemerintah tidak segera mengambil langkah pencegahan. Industri padat karya menjadi perhatian karena sektor tersebut menampung tenaga kerja dalam jumlah besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“PMI ini bukan sekadar angka statistik. Ia mencerminkan denyut nadi sektor riil kita,” kata Amin dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 12 September 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, kontraksi PMI harus menjadi sinyal bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan sebelum tekanan terhadap perusahaan berkembang menjadi persoalan ketenagakerjaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kontraksi PMI Pernah Mencapai 46,9<br>Kekhawatiran terhadap industri manufaktur juga berkaitan dengan penurunan PMI yang terjadi sebelumnya. Pada pertengahan 2026, indeks tersebut sempat jatuh ke level 46,9.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelemahan itu kemudian memunculkan kekhawatiran mengenai potensi pemutusan hubungan kerja pada periode Agustus hingga Desember 2026. Industri tekstil, alas kaki, dan produk konsumsi menjadi sejumlah sektor yang mendapat perhatian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Amin menilai hubungan antara penurunan aktivitas manufaktur dan risiko PHK perlu diantisipasi sejak awal. Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya menunggu sampai perusahaan melakukan pengurangan pekerja dalam skala besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Korelasi antara pelemahan PMI dan risiko PHK ini sudah mulai terlihat di lapangan,” ujar Amin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia meminta pemerintah menyiapkan langkah konkret untuk menjaga aktivitas industri sekaligus mempertahankan lapangan pekerjaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Efisiensi Tenaga Kerja Tekan Aktivitas Industri<br>Kementerian Perindustrian sebelumnya menyebut efisiensi tenaga kerja turut memengaruhi pelemahan PMI Agustus. Langkah tersebut dilakukan pelaku industri di tengah persaingan pasar domestik yang semakin ketat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Amin menilai istilah efisiensi perlu dilihat lebih jauh dari sisi pekerja. Pengurangan tenaga kerja tetap berpotensi menekan pendapatan rumah tangga meskipun perusahaan tidak selalu menyebutnya sebagai PHK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berkurangnya pendapatan pekerja dapat menekan daya beli. Dampaknya kemudian berpotensi merembet ke konsumsi rumah tangga dan sektor perdagangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur juga memiliki keterkaitan dengan berbagai aktivitas ekonomi lain. Ketika produksi melemah, dampaknya dapat terasa pada rantai pasok, distribusi, konsumsi, hingga penerimaan negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biaya Logistik dan Birokrasi Masih Jadi Tantangan<br>Selain persoalan permintaan dan tenaga kerja, Amin menyoroti hambatan struktural yang memengaruhi daya saing manufaktur Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menempatkan biaya logistik dan beban birokrasi sebagai dua persoalan yang perlu mendapat perhatian. Ongkos logistik yang tinggi dapat meningkatkan biaya produksi dan mengurangi daya saing produk Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, proses birokrasi yang panjang berpotensi menambah biaya kepatuhan bagi perusahaan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi keputusan investor ketika menentukan lokasi ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia menghadapi persaingan dengan sejumlah negara di kawasan, termasuk Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Karena itu, kemampuan menawarkan biaya produksi yang kompetitif menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investasi manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selama biaya logistik dan hambatan birokrasi belum dibenahi secara serius, industri kita akan terus berada di posisi yang tidak menguntungkan,” kata Amin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesanan Baru Mulai Beri Sinyal Positif<br>Di tengah pelemahan PMI, masih terdapat sejumlah indikator yang memberikan harapan bagi sektor manufaktur. Tingkat kepercayaan pelaku bisnis meningkat hingga posisi tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks pesanan baru juga menunjukkan perbaikan tipis. Indikator tersebut kembali berada di atas level 50 untuk pertama kalinya dalam tiga bulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi itu menunjukkan sebagian pelaku usaha mulai melihat peluang pemulihan permintaan. Namun, peningkatan pesanan belum otomatis meningkatkan produksi dan kebutuhan tenaga kerja dalam waktu singkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan membutuhkan waktu untuk mengubah pesanan menjadi aktivitas produksi. Setelah produksi meningkat secara konsisten, kebutuhan tenaga kerja berpotensi mengikuti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Perlu Menjaga Momentum Pemulihan<br>Amin memandang peningkatan pesanan baru dan kepercayaan bisnis sebagai modal awal bagi pemulihan manufaktur. Namun, ia menilai momentum tersebut masih rentan terhadap tekanan ekonomi lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu risiko berasal dari pelemahan nilai tukar rupiah. Depresiasi rupiah dapat meningkatkan biaya bahan baku impor bagi industri yang masih bergantung pada pasokan dari luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suku bunga kredit juga menjadi perhatian. Biaya pembiayaan yang tinggi dapat membatasi kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan modal kerja maupun melakukan ekspansi kapasitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini modal awal yang baik untuk pemulihan, tapi momentum ini masih rapuh dan belum tentu terealisasi,” ujar Amin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, pemerintah perlu menjaga agar perbaikan pesanan baru tidak berhenti sebagai sentimen positif. Kebijakan yang mampu memperkuat produksi, menjaga biaya usaha, dan melindungi tenaga kerja menjadi penting untuk mengubah sinyal pemulihan menjadi pertumbuhan nyata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kontraksi PMI Manufaktur Indonesia pada Agustus menunjukkan industri masih menghadapi tekanan. Namun, membaiknya pesanan baru dan kepercayaan bisnis memberikan ruang bagi pemulihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tantangan berikutnya adalah memastikan momentum tersebut berlanjut. Jika produksi kembali tumbuh dan perusahaan mampu mempertahankan tenaga kerja, risiko PHK dapat ditekan sekaligus memperkuat kontribusi manufaktur terhadap perekonomian nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.cnbcindonesia.com/research/20260901075927-128-763844/kabar-buruk-awal-september-pmi-manufaktur-ri-kontraksi-phk-naik">Kabar Buruk Awal September: PMI Manufaktur RI Kontraksi, PHK Naik</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/">PMI Manufaktur Agustus Kontraksi, DPR Soroti Risiko PHK</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keyakinan Manufaktur Jepang Melesat, Tertinggi Sejak 2021</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/11/keyakinan-manufaktur-jepang-melesat-tertinggi-sejak-2021/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/11/keyakinan-manufaktur-jepang-melesat-tertinggi-sejak-2021/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 09:40:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Keyakinan]]></category>
		<category><![CDATA[Manufaktur Jepang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=555</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keyakinan Manufaktur Jepang Menguat pada Kuartal III 2026Sentimen bisnis perusahaan besar Jepang kembali berada di zona positif pada kuartal III 2026. Perbaikan tersebut terutama berasal dari sektor manufaktur yang mencatat kenaikan keyakinan cukup signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya. Baca Juga &#8220;Investor Bosan ke China, RI Bisa Jadi Raja Industri Manufaktur Asia&#8220; Berdasarkan Business Outlook Survey Kementerian [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/11/keyakinan-manufaktur-jepang-melesat-tertinggi-sejak-2021/">Keyakinan Manufaktur Jepang Melesat, Tertinggi Sejak 2021</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Keyakinan Manufaktur Jepang Menguat pada Kuartal III 2026<br>Sentimen bisnis perusahaan besar Jepang kembali berada di zona positif pada kuartal III 2026. Perbaikan tersebut terutama berasal dari sektor manufaktur yang mencatat kenaikan keyakinan cukup signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.suara.com/bisnis/2026/09/11/095700/investor-bosan-ke-china-ri-bisa-jadi-raja-industri-manufaktur-asia">Investor Bosan ke China, RI Bisa Jadi Raja Industri Manufaktur Asia</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan Business Outlook Survey Kementerian Keuangan Jepang yang dirilis Jumat, 11 September 2026, indeks bisnis perusahaan dengan modal minimal ¥1 miliar mencapai 5,3 poin pada Juli-September.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Angka tersebut meningkat tajam dari minus 0,5 poin pada April-Juni 2026. Kondisi ini menunjukkan lebih banyak perusahaan besar yang menilai prospek bisnis membaik dibandingkan perusahaan yang melihat kondisi memburuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks Manufaktur Jepang Melonjak pada Kuartal III<br>Sektor manufaktur menjadi pendorong utama pemulihan sentimen perusahaan besar Jepang. Indeks bisnis manufaktur meningkat dari minus 1,8 poin menjadi 7,6 poin dalam satu kuartal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Realisasi Manufaktur Lampaui Proyeksi Ekonom<br>Capaian tersebut juga berada jauh di atas konsensus ekonom yang memperkirakan indeks manufaktur hanya mencapai 2,5 poin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan ini menunjukkan perubahan persepsi pelaku industri terhadap kondisi bisnis memasuki paruh kedua 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, sektor nonmanufaktur juga mencatat perbaikan. Indeks bisnis sektor tersebut naik dari 0,0 poin pada kuartal II menjadi 4,2 poin pada kuartal III.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perbaikan di kedua sektor memperlihatkan pemulihan sentimen tidak hanya terjadi pada aktivitas produksi. Perusahaan jasa dan sektor nonmanufaktur juga mulai melihat kondisi usaha yang lebih mendukung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan Besar Masih Optimistis pada Kuartal Berikutnya<br>Pelaku usaha besar Jepang belum menunjukkan perubahan signifikan terhadap prospek jangka pendek. Indeks bisnis seluruh industri diperkirakan mencapai 6,0 poin pada Oktober-Desember 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prospek Manufaktur Sedikit Menurun tetapi Tetap Positif<br>Indeks manufaktur diperkirakan berada di 5,8 poin pada kuartal IV 2026. Angka tersebut kemudian diproyeksikan mencapai 4,9 poin pada kuartal I 2027.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun mengalami penurunan dibandingkan kuartal III, kedua proyeksi masih berada di zona positif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor nonmanufaktur justru diperkirakan menguat menjadi 6,1 poin pada kuartal IV. Indeks tersebut kemudian diproyeksikan berada di 4,5 poin pada Januari-Maret 2027.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proyeksi tersebut memberikan gambaran bahwa dunia usaha masih melihat peluang pertumbuhan meski momentum penguatan dapat berbeda antarperiode.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemulihan Sentimen Belum Merata Berdasarkan Skala Perusahaan<br>Kenaikan keyakinan bisnis tidak terjadi secara seragam di seluruh kelompok perusahaan. Perusahaan menengah menunjukkan perbaikan, sementara perusahaan dengan modal lebih kecil masih menghadapi sentimen negatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan Kecil Masih Berada di Zona Pesimistis<br>Perusahaan dengan modal ¥100 juta hingga kurang dari ¥1 miliar mencatat kenaikan indeks seluruh industri dari minus 3,9 menjadi 0,8 poin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, perusahaan dengan modal ¥10 juta hingga kurang dari ¥100 juta masih mencatat indeks minus 10,9 poin. Angka tersebut membaik dari minus 17,6 poin pada kuartal sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perbedaan ini menunjukkan bahwa pemulihan kondisi bisnis masih lebih kuat dirasakan perusahaan berskala besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesenjangan tersebut juga terlihat dalam penilaian terhadap perekonomian domestik. Indeks perusahaan besar meningkat dari minus 4,5 menjadi 2,9 poin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, perusahaan dengan modal ¥10 juta hingga kurang dari ¥100 juta masih mencatat indeks minus 19,2 poin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekurangan Tenaga Kerja Masih Menekan Perusahaan Jepang<br>Selain sentimen bisnis, perusahaan besar Jepang juga menghadapi persoalan ketersediaan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks ketenagakerjaan perusahaan dengan modal minimal ¥1 miliar meningkat dari 25,7 poin pada akhir Juni menjadi 26,7 poin pada akhir September.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nonmanufaktur Menghadapi Kekurangan Pekerja Lebih Besar<br>Indeks tersebut menggambarkan selisih antara perusahaan yang menyatakan tenaga kerja tidak mencukupi dan perusahaan yang menilai jumlah pekerja berlebihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan kekurangan tenaga kerja paling besar terlihat pada sektor nonmanufaktur. Indeksnya mencapai 28,5 poin pada akhir September.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada sektor manufaktur, indeks tersebut berada di 22,8 poin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, perusahaan besar memperkirakan tekanan kekurangan tenaga kerja akan berkurang dalam beberapa bulan berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks ketenagakerjaan diproyeksikan turun menjadi 23,2 poin pada akhir Desember 2026 dan 21,6 poin pada akhir Maret 2027.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prospek Penjualan dan Laba Perusahaan Ikut Menguat<br>Optimisme perusahaan besar juga tercermin dalam perkiraan kinerja keuangan pada tahun fiskal 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penjualan seluruh industri diproyeksikan tumbuh 4,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor manufaktur diperkirakan mencatat pertumbuhan penjualan 5,7 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur Memimpin Prospek Pertumbuhan Laba<br>Sektor nonmanufaktur diperkirakan mencatat pertumbuhan penjualan 3,5 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi laba biasa atau ordinary profits, seluruh industri diproyeksikan tumbuh 2,3 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur kembali mencatat prospek yang lebih kuat dengan perkiraan pertumbuhan laba sebesar 5,8 persen. Sementara itu, laba sektor nonmanufaktur diperkirakan hanya meningkat 1,0 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perbedaan tersebut memperkuat posisi manufaktur sebagai salah satu sektor utama yang menopang pemulihan sentimen perusahaan besar Jepang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Business Outlook Survey Jadi Sinyal Awal Ekonomi Jepang<br>Business Outlook Survey menjadi salah satu indikator untuk melihat perubahan persepsi dunia usaha Jepang terhadap kondisi ekonomi dan bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Survei ini penting karena perusahaan dapat merespons perubahan permintaan, biaya produksi, tenaga kerja, dan kondisi pasar sebelum dampaknya terlihat dalam sejumlah indikator ekonomi lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil Survei Menjadi Perhatian Menjelang Tankan<br>Perkembangan sentimen bisnis juga akan menjadi perhatian menjelang publikasi survei Tankan Bank of Japan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Business Outlook Survey biasanya dapat memberikan gambaran awal mengenai arah sentimen perusahaan sebelum survei Bank of Japan tersebut dirilis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan indeks manufaktur pada kuartal III menjadi sinyal positif bagi perekonomian Jepang. Namun, kesenjangan berdasarkan skala perusahaan dan persoalan tenaga kerja menunjukkan bahwa pemulihan belum sepenuhnya merata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan penjualan, meningkatkan produktivitas, dan mengatasi kekurangan tenaga kerja akan menjadi faktor penting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan prospek bisnis yang masih berada di zona positif, perusahaan besar Jepang memasuki paruh kedua 2026 dengan kepercayaan diri yang lebih kuat. Tantangannya adalah memastikan optimisme tersebut meluas ke perusahaan kecil dan menengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://foto.bisnis.com/view/20260909/2003341/midea-produksi-3-juta-unit-perkuat-indonesia-jadi-basis-manufaktur">Midea Produksi 3 Juta Unit, Perkuat Indonesia Jadi Basis Manufaktur</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/11/keyakinan-manufaktur-jepang-melesat-tertinggi-sejak-2021/">Keyakinan Manufaktur Jepang Melesat, Tertinggi Sejak 2021</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/11/keyakinan-manufaktur-jepang-melesat-tertinggi-sejak-2021/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unicycive Digugat, Saham Anjlok 39% Usai Masalah FDA</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/08/unicycive-digugat-saham-anjlok-39-usai-masalah-fda/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/08/unicycive-digugat-saham-anjlok-39-usai-masalah-fda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 15:16:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[FDA]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<category><![CDATA[Unicycive]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=552</guid>

					<description><![CDATA[<p>Unicycive Digugat Investor Setelah Saham Anjlok 39% Akibat Masalah FDAUnicycive Therapeutics, Inc. menghadapi gugatan class action dari investor terkait dugaan kegagalan perusahaan mengungkap persoalan manufaktur yang menjadi perhatian regulator Amerika Serikat. Persoalan tersebut berkaitan dengan proses produksi obat pengikat fosfat oksilanthanum karbonat untuk pasien penyakit ginjal kronis. Masalah manufaktur disebut melibatkan vendor pihak ketiga yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/08/unicycive-digugat-saham-anjlok-39-usai-masalah-fda/">Unicycive Digugat, Saham Anjlok 39% Usai Masalah FDA</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Unicycive Digugat Investor Setelah Saham Anjlok 39% Akibat Masalah FDA<br>Unicycive Therapeutics, Inc. menghadapi gugatan class action dari investor terkait dugaan kegagalan perusahaan mengungkap persoalan manufaktur yang menjadi perhatian regulator Amerika Serikat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persoalan tersebut berkaitan dengan proses produksi obat pengikat fosfat oksilanthanum karbonat untuk pasien penyakit ginjal kronis. Masalah manufaktur disebut melibatkan vendor pihak ketiga yang digunakan dalam proses produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gugatan tersebut muncul setelah U.S. Food and Drug Administration (FDA) menerbitkan Complete Response Letter (CRL) pada Juni 2026. Surat tersebut kembali menyoroti persoalan manufaktur yang sebelumnya telah menjadi perhatian regulator.</p>



<p class="wp-block-paragraph">FDA Kembali Soroti Persoalan Manufaktur Obat Unicycive<br>FDA menerbitkan CRL sebagai respons terhadap pengajuan New Drug Application (NDA) Unicycive untuk oksilanthanum karbonat. Surat tersebut menunjukkan bahwa regulator belum dapat memberikan persetujuan berdasarkan pengajuan yang tersedia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://mediaindonesia.com/ekonomi/930952/operasional-manufaktur-cokelat-dimodernisasi-dengan-sistem-erp-terintegrasi">Operasional Manufaktur Cokelat Dimodernisasi dengan Sistem ERP Terintegrasi</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Permasalahan manufaktur menjadi salah satu perhatian penting dalam proses peninjauan. Persoalan tersebut berkaitan dengan fasilitas atau vendor pihak ketiga yang terlibat dalam pembuatan produk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, FDA juga telah menyampaikan kekhawatiran terkait manufaktur kepada perusahaan. Kemunculan kembali isu tersebut dalam CRL Juni 2026 meningkatkan ketidakpastian mengenai waktu persetujuan obat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi perusahaan bioteknologi, persoalan manufaktur dapat menjadi faktor penting dalam proses persetujuan. FDA tidak hanya menilai keamanan dan efektivitas obat, tetapi juga konsistensi serta kemampuan proses produksi memenuhi standar yang ditetapkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saham Unicycive Turun 39% Setelah Keputusan FDA<br>Perkembangan tersebut berdampak langsung terhadap saham Unicycive. Saham perusahaan dilaporkan turun sekitar 39% setelah pasar merespons penerbitan CRL oleh FDA.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penurunan tersebut mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek persetujuan obat. Penundaan regulasi dapat berdampak terhadap jadwal komersialisasi, kebutuhan pendanaan, serta ekspektasi pendapatan perusahaan bioteknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perusahaan tahap pengembangan, valuasi saham sering kali sangat dipengaruhi perkembangan kandidat obat. Keputusan regulator yang menunda proses persetujuan dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap potensi produk tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, penurunan harga saham tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran hukum oleh perusahaan. Dugaan dalam gugatan class action tetap harus dibuktikan melalui proses hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Investor Periode Desember 2025 hingga Juni 2026 Jadi Fokus Gugatan<br>Gugatan tersebut ditujukan kepada investor yang membeli saham Unicycive selama periode tertentu. Investor yang melakukan pembelian antara Desember 2025 dan Juni 2026 disebut dapat menjadi bagian dari class action.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggugat mendalilkan bahwa Unicycive gagal mengungkapkan informasi material mengenai persoalan manufaktur. Informasi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi keputusan investasi dan harga saham perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Class action memungkinkan sejumlah investor dengan klaim yang serupa mengajukan perkara secara bersama. Dalam perkara sekuritas, pengadilan akan menilai berbagai aspek, termasuk informasi yang disampaikan perusahaan dan dampaknya terhadap investor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Investor yang masuk dalam periode gugatan perlu mengikuti perkembangan resmi perkara. Status keanggotaan, batas waktu, serta persyaratan untuk bergabung dapat berubah berdasarkan proses hukum yang berjalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masalah Manufaktur Menjadi Risiko Penting bagi Bioteknologi<br>Kasus Unicycive menunjukkan bahwa pengembangan obat tidak berhenti pada keberhasilan penelitian klinis. Perusahaan juga harus memastikan fasilitas produksi dan rantai pasok mampu memenuhi persyaratan regulator.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Vendor pihak ketiga dapat menjadi bagian penting dari strategi manufaktur perusahaan bioteknologi. Namun, ketergantungan tersebut juga menciptakan risiko apabila fasilitas atau proses produksi vendor menghadapi persoalan kepatuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">FDA dapat meminta perusahaan memperbaiki persoalan manufaktur sebelum memberikan persetujuan. Perbaikan tersebut dapat membutuhkan evaluasi tambahan, perubahan proses produksi, atau inspeksi fasilitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi itu berpotensi memperpanjang waktu menuju komersialisasi. Dampaknya dapat meluas ke kebutuhan modal kerja, strategi peluncuran produk, serta proyeksi keuangan perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prospek Unicycive Bergantung pada Penyelesaian Persoalan FDA<br>Unicycive masih menghadapi pekerjaan untuk menanggapi kekhawatiran FDA terkait proses manufaktur. Penyelesaian persoalan tersebut menjadi faktor penting dalam menentukan perkembangan berikutnya dari pengajuan obat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan perlu menunjukkan bahwa proses produksinya mampu memenuhi persyaratan regulator secara konsisten. Respons terhadap FDA juga dapat menjadi perhatian utama investor dalam menilai prospek perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi pasar, perkembangan selanjutnya kemungkinan akan bergantung pada langkah regulator dan respons Unicycive. Kejelasan mengenai penyelesaian masalah manufaktur dapat membantu mengurangi ketidakpastian terkait jadwal persetujuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, gugatan class action akan berjalan melalui jalur hukum tersendiri. Investor perlu membedakan proses gugatan dengan proses regulasi FDA karena keduanya memiliki tujuan dan mekanisme yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa risiko investasi perusahaan bioteknologi tidak hanya berasal dari hasil uji klinis. Persoalan manufaktur, kepatuhan regulasi, dan ketergantungan pada pihak ketiga juga dapat memengaruhi prospek bisnis serta nilai saham.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://surabaya.suaramerdeka.com/ekonomi/106117606847/sinergi-pln-uit-jbm-dan-industri-manufaktur-di-hari-pelanggan-nasional">Sinergi PLN UIT JBM dan Industri Manufaktur di Hari Pelanggan Nasional</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/08/unicycive-digugat-saham-anjlok-39-usai-masalah-fda/">Unicycive Digugat, Saham Anjlok 39% Usai Masalah FDA</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/08/unicycive-digugat-saham-anjlok-39-usai-masalah-fda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manufaktur Tertekan, Penyerapan Tenaga Kerja Berpotensi Turun</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/03/manufaktur-tertekan-penyerapan-tenaga-kerja-berpotensi-turun/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/03/manufaktur-tertekan-penyerapan-tenaga-kerja-berpotensi-turun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2026 09:12:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[Tenaga Kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=536</guid>

					<description><![CDATA[<p>Manufaktur Indonesia Masuk Kontraksi, Penyerapan Tenaga Kerja TertekanAktivitas manufaktur Indonesia kembali melemah pada Agustus 2026. Kondisi tersebut tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang turun ke 49,8 dari 50,2 pada Juli 2026. Penurunan PMI ke bawah level 50 menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi dibandingkan bulan sebelumnya. Pelemahan produksi dan permintaan juga meningkatkan tekanan terhadap [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/03/manufaktur-tertekan-penyerapan-tenaga-kerja-berpotensi-turun/">Manufaktur Tertekan, Penyerapan Tenaga Kerja Berpotensi Turun</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur Indonesia Masuk Kontraksi, Penyerapan Tenaga Kerja Tertekan<br>Aktivitas manufaktur Indonesia kembali melemah pada Agustus 2026. Kondisi tersebut tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang turun ke 49,8 dari 50,2 pada Juli 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penurunan PMI ke bawah level 50 menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi dibandingkan bulan sebelumnya. Pelemahan produksi dan permintaan juga meningkatkan tekanan terhadap perusahaan, termasuk dalam menjaga tingkat penyerapan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="Agustus 2026, Sektor Manufaktur Indonesia Kembali Terkontraksi">Video: Agustus 2026, Sektor Manufaktur Indonesia Kembali Terkontraksi</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Turun ke Level 49,8<br>S&amp;P Global mencatat PMI manufaktur Indonesia berada di level 49,8 pada Agustus 2026. Angka tersebut turun 0,4 poin dibandingkan posisi 50,2 pada Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam indikator PMI, angka di atas 50 menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur. Sebaliknya, angka di bawah 50 mengindikasikan kontraksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pergerakan PMI menjadi salah satu indikator yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi operasional sektor manufaktur. Penurunan pada Agustus menunjukkan aktivitas industri kembali menghadapi tekanan setelah sempat berada di zona ekspansi pada bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena manufaktur memiliki keterkaitan dengan berbagai aktivitas ekonomi. Perubahan produksi dapat memengaruhi kebutuhan tenaga kerja, pembelian bahan baku, distribusi, hingga aktivitas pemasok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi Manufaktur Kembali Mengalami Penurunan<br>S&amp;P Global mencatat produksi manufaktur Indonesia menurun pada Agustus. Pelemahan tersebut antara lain dipengaruhi persaingan yang semakin ketat dan permintaan yang masih lemah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan harga barang juga menjadi salah satu faktor yang membebani kondisi industri. Tekanan biaya dan permintaan dapat membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam meningkatkan kapasitas produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika pesanan baru tidak tumbuh kuat, perusahaan cenderung menyesuaikan aktivitas produksi dengan kondisi pasar. Penyesuaian tersebut dapat mencakup pengaturan kapasitas, jam operasional, hingga kebutuhan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyerapan Tenaga Kerja Menurun dalam Lima dari Enam Periode<br>Pelemahan aktivitas industri turut terlihat pada indikator ketenagakerjaan. Penyerapan tenaga kerja sektor manufaktur Indonesia tercatat menurun dalam lima dari enam periode survei terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut menunjukkan perusahaan manufaktur masih menghadapi tantangan dalam mempertahankan atau meningkatkan kebutuhan tenaga kerja. Penurunan produksi menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan perusahaan dalam merekrut pekerja baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, data tersebut tidak serta-merta menunjukkan terjadinya pemutusan hubungan kerja secara luas. Penurunan ketenagakerjaan dalam survei dapat mencerminkan berkurangnya perekrutan atau penyesuaian jumlah pekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">S&amp;P Global Nilai Kondisi Permintaan Masih Netral<br>Economist at S&amp;P Global Market Intelligence Maryam Baluch mengatakan kondisi sektor manufaktur Indonesia sedikit memburuk pada Agustus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Data PMI terbaru menunjukkan kondisi sektor manufaktur Indonesia sedikit memburuk karena produksi kembali menurun dan ketenagakerjaan membalikkan perbaikan yang tercatat pada bulan sebelumnya,” kata Maryam dalam rilisnya, Selasa (1/9/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, kondisi permintaan secara umum masih berada dalam kategori netral. Situasi tersebut menunjukkan belum adanya penguatan permintaan yang cukup untuk mendorong peningkatan aktivitas produksi secara signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kombinasi permintaan yang belum kuat dan persaingan yang meningkat dapat membuat produsen mengambil langkah lebih hati-hati. Perusahaan perlu menjaga efisiensi sekaligus menyesuaikan produksi dengan kemampuan pasar menyerap barang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Efisiensi Berpotensi Menjadi Pilihan Perusahaan<br>Pelemahan manufaktur dapat meningkatkan kemungkinan perusahaan melakukan efisiensi operasional. Langkah tersebut dapat dilakukan untuk menjaga arus kas dan menyesuaikan biaya dengan tingkat produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Efisiensi tidak selalu berarti pengurangan jumlah pekerja. Perusahaan dapat melakukan penyesuaian melalui pengaturan jam kerja, pengurangan lembur, penundaan perekrutan, atau optimalisasi proses produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika tekanan berlangsung lebih lama, perusahaan dapat mempertimbangkan langkah yang lebih besar terhadap struktur tenaga kerja. Karena itu, perkembangan PMI dalam beberapa bulan mendatang menjadi penting untuk melihat apakah pelemahan tersebut bersifat sementara atau berlanjut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan Permintaan Menjadi Faktor Kunci<br>Pemulihan permintaan akan menjadi salah satu faktor penting bagi perbaikan aktivitas manufaktur. Peningkatan pesanan dapat mendorong perusahaan kembali meningkatkan produksi dan kebutuhan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, permintaan yang tetap lemah dapat mempertahankan tekanan terhadap sektor industri. Perusahaan kemungkinan akan lebih fokus menjaga efisiensi sambil menunggu kondisi pasar membaik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah dan pelaku industri juga perlu memperhatikan daya saing produk manufaktur. Persaingan yang semakin ketat menuntut produsen meningkatkan produktivitas, menjaga biaya, serta mempertahankan kualitas produk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur Perlu Menjaga Produktivitas dan Daya Saing<br>Pelemahan PMI manufaktur pada Agustus menunjukkan tantangan yang masih dihadapi sektor industri Indonesia. Produksi yang menurun dan tekanan terhadap ketenagakerjaan menjadi sinyal bahwa pemulihan sektor manufaktur belum sepenuhnya stabil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi ini juga menunjukkan pentingnya menjaga permintaan domestik dan daya saing industri. Perusahaan membutuhkan pasar yang sehat agar dapat mempertahankan produksi serta menciptakan peluang kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, perkembangan pesanan baru, produksi, harga input, dan ketenagakerjaan akan menjadi indikator penting. Jika permintaan kembali menguat, manufaktur berpeluang meningkatkan produksi dan penyerapan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, apabila tekanan permintaan berlanjut, perusahaan kemungkinan tetap mengutamakan efisiensi. Karena itu, data PMI pada periode berikutnya akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat arah manufaktur dan pasar kerja Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://sulsel.disway.id/bantaeng/read/16649/48-mahasiswa-baru-ak-manufaktur-bantaeng-mulai-pendidikan-vokasi-siap-hadapi-dunia-industri">48 Mahasiswa Baru AK-Manufaktur Bantaeng Mulai Pendidikan Vokasi, Siap Hadapi Dunia Industri</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/03/manufaktur-tertekan-penyerapan-tenaga-kerja-berpotensi-turun/">Manufaktur Tertekan, Penyerapan Tenaga Kerja Berpotensi Turun</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/03/manufaktur-tertekan-penyerapan-tenaga-kerja-berpotensi-turun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IKI Manufaktur Agustus 2026 Turun, Industri Tetap Ekspansi</title>
		<link>https://arventra.id/2026/08/31/iki-manufaktur-agustus-2026-turun-industri-tetap-ekspansi/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/08/31/iki-manufaktur-agustus-2026-turun-industri-tetap-ekspansi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 16:13:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[ekspansi]]></category>
		<category><![CDATA[IKI Manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=530</guid>

					<description><![CDATA[<p>IKI Manufaktur Agustus 2026 Turun, Industri Nasional Tetap EkspansiKementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri manufaktur nasional masih berada dalam zona ekspansi pada Agustus 2026. Namun, laju ekspansi melemah dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi tersebut tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang berada di level 52,30. Angka itu turun 0,80 poin dari IKI Juli 2026 yang mencapai 53,10. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/31/iki-manufaktur-agustus-2026-turun-industri-tetap-ekspansi/">IKI Manufaktur Agustus 2026 Turun, Industri Tetap Ekspansi</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">IKI Manufaktur Agustus 2026 Turun, Industri Nasional Tetap Ekspansi<br>Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri manufaktur nasional masih berada dalam zona ekspansi pada Agustus 2026. Namun, laju ekspansi melemah dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang berada di level 52,30. Angka itu turun 0,80 poin dari IKI Juli 2026 yang mencapai 53,10.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, IKI juga turun 1,25 poin dari 53,55. Meski melemah, indeks masih berada di atas level 50 yang menjadi batas ekspansi dan kontraksi dalam metodologi Kemenperin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">22 Subsektor Manufaktur Masih Berada di Zona Ekspansi<br>Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 22 subsektor mencatat ekspansi pada Agustus 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki yang berada dalam zona kontraksi. Sementara itu, subsektor yang mengalami ekspansi mencakup industri dengan kontribusi 98,6% terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas pada kuartal II 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.industry.co.id/read/155170/menperin-agus-industri-manufaktur-tetap-jadi-penopang-ekonomi-nasional">Menperin Agus: Industri Manufaktur Tetap Jadi Penopang Ekonomi Nasional</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah industri minuman serta industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pelemahan IKI secara keseluruhan belum menggambarkan kontraksi luas di sektor manufaktur. Mayoritas subsektor masih mampu mempertahankan aktivitas produksinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesanan Baru Melambat, Produksi Manufaktur Menguat<br>Tiga komponen utama membentuk IKI, yaitu pesanan baru, produksi, dan persediaan produk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Variabel pesanan baru tercatat 53,13 pada Agustus 2026. Nilai tersebut turun 0,67 poin dari Juli yang berada di level 53,80.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski melemah, pesanan baru masih berada di atas 50. Artinya, permintaan baru terhadap produk industri tetap berada dalam zona ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan pesanan baru, variabel produksi justru meningkat. Indeks produksi naik 0,55 poin dari 54,55 menjadi 55,10.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut menunjukkan kegiatan produksi masih relatif kuat. Namun, pertumbuhan produksi yang lebih tinggi perlu diimbangi dengan penyerapan pasar agar tidak menambah tekanan pada persediaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persediaan Produk Masih Berada dalam Zona Kontraksi<br>Komponen persediaan produk mencatat perubahan paling besar di antara tiga variabel IKI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nilai indeks persediaan turun 3,16 poin menjadi 46,02 pada Agustus 2026. Angka tersebut masih berada di bawah level 50 atau dalam zona kontraksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Posisi tersebut perlu dibaca bersama dengan indikator pesanan baru dan produksi. Produksi yang tetap ekspansif sementara pesanan baru melambat dapat membuat perusahaan perlu lebih cermat mengatur stok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengelolaan persediaan menjadi penting agar perusahaan dapat menjaga kelancaran produksi sekaligus menyesuaikan output dengan perkembangan permintaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IKI Ekspor dan Domestik Sama-sama Melambat<br>Perlambatan industri terjadi pada orientasi pasar ekspor maupun domestik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IKI Ekspor Agustus 2026 tercatat 53,09. Angka tersebut turun 0,80 poin dibandingkan Juli yang mencapai 53,95.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, IKI Domestik berada di level 51,13. Nilai tersebut melemah 0,86 poin dari 51,99 pada bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua indikator tetap berada di atas level 50. Dengan demikian, aktivitas manufaktur yang melayani pasar ekspor dan domestik masih berada dalam fase ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, pelemahan keduanya menunjukkan pelaku industri menghadapi momentum permintaan yang lebih moderat dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mayoritas Pelaku Usaha Menilai Bisnis Stabil<br>Kondisi kegiatan usaha pada Agustus 2026 masih menunjukkan ketahanan. Kemenperin mencatat 78,6% responden menilai kondisi bisnis mereka membaik atau stabil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 34,2% pelaku usaha menyatakan kegiatan bisnis membaik. Sementara itu, 44,4% responden menilai kondisi usahanya stabil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun kelompok yang menyatakan kondisi bisnis menurun mencapai 21,4%. Persentase tersebut turun dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data tersebut menunjukkan mayoritas pelaku industri belum melihat kondisi bisnis sebagai tekanan yang serius. Namun, peningkatan kelompok usaha yang berada dalam kondisi stabil juga menunjukkan ruang pertumbuhan perlu terus dijaga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Optimisme Industri untuk Enam Bulan Masih Terjaga<br>Pelaku industri masih menunjukkan optimisme terhadap kondisi usaha dalam enam bulan mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenperin mencatat 66,6% pelaku usaha optimistis terhadap prospek bisnisnya. Angka tersebut turun 1,2 poin dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 27,4% responden memperkirakan kondisi bisnis akan stabil. Persentase tersebut meningkat 2,2 poin dari periode sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, pelaku usaha yang memiliki pandangan pesimistis mencapai 6%. Angka tersebut turun 1 poin dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komposisi tersebut menunjukkan optimisme masih menjadi pandangan dominan di kalangan pelaku industri. Namun, perlambatan IKI tetap menjadi faktor yang perlu dipantau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prospek Manufaktur Bergantung pada Permintaan dan Penyerapan Produksi<br>IKI Agustus 2026 menunjukkan industri manufaktur Indonesia masih tumbuh meski momentumnya melemah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi tetap berada dalam zona ekspansi, sedangkan pesanan baru juga masih tumbuh. Namun, penurunan indeks persediaan menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan dalam membaca keseimbangan antara produksi dan permintaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan pasar domestik dan ekspor akan menjadi faktor penting bagi kinerja manufaktur dalam beberapa bulan mendatang. Perusahaan juga perlu menyesuaikan produksi dengan perkembangan pesanan untuk menjaga efisiensi persediaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan 22 dari 23 subsektor masih mencatat ekspansi, fondasi industri nasional relatif terjaga. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan pertumbuhan permintaan sekaligus memastikan produksi terserap pasar secara berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://industri.kontan.co.id/news/genap-berusia-50-tahun-bridgestone-indonesia-fokus-perkuat-manufaktur-lokal">Genap Berusia 50 Tahun, Bridgestone Indonesia Fokus Perkuat Manufaktur Lokal</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/31/iki-manufaktur-agustus-2026-turun-industri-tetap-ekspansi/">IKI Manufaktur Agustus 2026 Turun, Industri Tetap Ekspansi</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/08/31/iki-manufaktur-agustus-2026-turun-industri-tetap-ekspansi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stok Barang Menumpuk, Sinyal Tekanan Manufaktur RI</title>
		<link>https://arventra.id/2026/08/31/stok-barang-menumpuk-sinyal-tekanan-manufaktur-ri/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/08/31/stok-barang-menumpuk-sinyal-tekanan-manufaktur-ri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 16:08:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Manufaktur RI]]></category>
		<category><![CDATA[Sinyal]]></category>
		<category><![CDATA[Stok Barang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=527</guid>

					<description><![CDATA[<p>IKI Agustus 2026 Melambat, Stok Manufaktur Masih MenumpukKementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 berada di level 52,30. Angka tersebut masih berada di atas ambang 50 yang menandakan industri manufaktur nasional tetap berada dalam fase ekspansi. Namun, ekspansi industri mengalami perlambatan dibandingkan Juli 2026 dan Agustus 2025. Kondisi tersebut terlihat dari sejumlah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/31/stok-barang-menumpuk-sinyal-tekanan-manufaktur-ri/">Stok Barang Menumpuk, Sinyal Tekanan Manufaktur RI</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">IKI Agustus 2026 Melambat, Stok Manufaktur Masih Menumpuk<br>Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 berada di level 52,30. Angka tersebut masih berada di atas ambang 50 yang menandakan industri manufaktur nasional tetap berada dalam fase ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, ekspansi industri mengalami perlambatan dibandingkan Juli 2026 dan Agustus 2025. Kondisi tersebut terlihat dari sejumlah indikator, terutama pesanan baru dan persediaan produk manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan IKI Agustus turun 0,80 poin dari level 53,10 pada Juli 2026. Angka tersebut juga lebih rendah 1,25 poin dibandingkan IKI Agustus 2025 yang mencapai 53,55.</p>



<p class="wp-block-paragraph">22 Subsektor Manufaktur Masih Mengalami Ekspansi<br>Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis Kemenperin, sebanyak 22 subsektor masih mencatat ekspansi. Hanya industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki atau KBLI 15 yang mengalami kontraksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Subsektor yang berada dalam fase ekspansi memberikan kontribusi sekitar 98,6% terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas pada kuartal II 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Artinya, subsektor yang ekspansi adalah industri-industri besar,” kata Febri dalam konferensi pers Kemenperin, Senin, 31 Agustus 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi pada Agustus 2026 adalah industri minuman atau KBLI 11 serta industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia atau KBLI 20.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persediaan Produk Jadi Masih Menjadi Perhatian<br>Kemenperin menyusun IKI berdasarkan tiga variabel utama, yaitu pesanan baru, produksi, dan persediaan produk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada Agustus 2026, indeks variabel pesanan baru mencapai 53,13. Angka tersebut melambat 0,67 poin dibandingkan periode sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, indeks produksi justru meningkat 0,55 poin menjadi 55,10. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas produksi masih berjalan meskipun permintaan mengalami perlambatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perhatian terbesar terdapat pada variabel persediaan produk. Indeksnya turun 3,16 poin menjadi 46,02 dan masih berada dalam kategori kontraksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri Tahan Produk Sambil Menunggu Pasar Pulih<br>Febri mengatakan fenomena penumpukan stok yang terjadi pada Juli masih berlanjut pada Agustus 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, permintaan dan produksi dalam negeri tetap meningkat berdasarkan indikator IKI. Namun, persediaan produk manufaktur di gudang juga cenderung bertambah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Industri menahan melepas barangnya ke pasar domestik atau pun ekspor karena menunggu berbagai perubahan perbaikan pasar domestik maupun pasar ekspor,” ujar Febri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi tersebut menunjukkan perusahaan masih berhati-hati dalam melepas produk ke pasar. Di sisi lain, produksi tetap berjalan karena pelaku industri melihat prospek ekonomi Indonesia dan global masih berpotensi membaik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IKI Ekspor dan Domestik Sama-Sama Melambat<br>Berdasarkan orientasi pasar, sektor manufaktur domestik dan ekspor masih berada dalam fase ekspansi. Namun, keduanya mengalami perlambatan pada Agustus 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://rri.co.id/medan/ekonomi/keuangan/2694550/manufaktur-china-membaik-ihsg-dan-rupiah-tertekan-sentimen-global">Manufaktur China Membaik, IHSG dan Rupiah Tertekan Sentimen Global</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">IKI ekspor tercatat 53,09 atau turun 0,80 poin dari 53,95 pada Juli 2026. Sementara itu, IKI domestik mencapai 51,13 atau melemah 0,86 poin dari 51,99 pada bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perbedaan tersebut menunjukkan aktivitas manufaktur masih tumbuh di kedua pasar. Namun, laju ekspansi belum sekuat periode sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harga CPO Dorong Kinerja Industri Makanan<br>Industri makanan menjadi salah satu subsektor dengan nilai IKI tinggi pada Agustus 2026. Kemenperin mengaitkan kondisi tersebut dengan perkembangan industri sawit, khususnya kenaikan harga crude palm oil atau CPO di pasar ekspor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Febri mengatakan kenaikan harga CPO memberikan dukungan terhadap aktivitas industri makanan. Namun, terdapat pula penundaan permintaan CPO terkait rencana transformasi biodiesel dari B40 menuju B50.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah berharap permintaan CPO domestik tetap meningkat seiring kebijakan ketahanan energi dan pengembangan biodiesel nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biaya Logistik Tekan Aktivitas Ekspor Manufaktur<br>Selain faktor permintaan, peningkatan biaya logistik internasional menjadi salah satu tantangan bagi sektor manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Febri, kenaikan biaya tersebut memengaruhi pembelian bahan baku impor maupun pengiriman produk manufaktur untuk kebutuhan ekspor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi ini turut menjadi faktor yang menekan IKI ekspor pada Agustus. Biaya logistik yang lebih tinggi dapat meningkatkan beban produksi sekaligus memengaruhi daya saing produk di pasar global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mayoritas Pelaku Usaha Masih Melihat Kondisi Positif<br>Meski ekspansi melambat, sebagian besar pelaku usaha masih menilai kondisi bisnis mereka membaik atau stabil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 78,6% responden menyatakan kegiatan usahanya membaik atau stabil pada Agustus 2026. Rinciannya, 34,2% menyatakan kondisi usaha membaik dan 44,4% menilai kondisi usahanya stabil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proporsi pelaku usaha yang menyatakan kondisi membaik turun 0,4 poin. Sementara itu, kelompok yang menyebut kondisi usaha stabil meningkat 1,1 poin dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun pelaku usaha yang menyatakan kondisi bisnis menurun mencapai 21,4%. Angka tersebut turun 0,7 poin dibandingkan Juli 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hal ini menunjukkan, kegiatan usaha industri pada bulan Agustus cenderung stagnan,” kata Febri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Optimisme Enam Bulan ke Depan Masih Terjaga<br>Kemenperin juga mencatat mayoritas pelaku usaha tetap optimistis terhadap prospek bisnis dalam enam bulan mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tingkat optimisme mencapai 66,6% pada Agustus 2026. Angka tersebut turun 1,2 poin dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 27,4% pelaku usaha memperkirakan kondisi bisnis mereka akan stabil. Persentase tersebut meningkat 2,2 poin dari periode sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, tingkat pesimisme berada di angka 6,0%. Angka tersebut turun 1,0 poin dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur RI Hadapi Tantangan Permintaan dan Stok<br>Data IKI Agustus menunjukkan manufaktur Indonesia belum masuk fase kontraksi. Namun, perlambatan pesanan baru dan penumpukan persediaan menjadi sinyal yang perlu diperhatikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi yang tetap ekspansif menunjukkan perusahaan masih mempertahankan aktivitas operasional. Kondisi tersebut juga mencerminkan keyakinan pelaku industri terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tantangan berikutnya adalah memastikan produksi dapat terserap pasar. Perbaikan permintaan domestik dan ekspor akan menjadi faktor penting untuk mengurangi penumpukan stok di gudang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenperin menilai resiliensi manufaktur Indonesia masih relatif kuat dibandingkan manufaktur sejumlah negara lain. Ke depan, perkembangan permintaan, biaya logistik, serta kemampuan industri mengelola persediaan akan menjadi indikator penting bagi kinerja sektor manufaktur nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://industri.kontan.co.id/news/genap-berusia-50-tahun-bridgestone-indonesia-fokus-perkuat-manufaktur-lokal">Genap Berusia 50 Tahun, Bridgestone Indonesia Fokus Perkuat Manufaktur Lokal</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/31/stok-barang-menumpuk-sinyal-tekanan-manufaktur-ri/">Stok Barang Menumpuk, Sinyal Tekanan Manufaktur RI</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/08/31/stok-barang-menumpuk-sinyal-tekanan-manufaktur-ri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kekurangan Tenaga Teknis Bikin Industri Pendukung Khawatir Kehilangan Pesanan</title>
		<link>https://arventra.id/2026/08/26/kekurangan-tenaga-teknis-bikin-industri-pendukung-khawatir-kehilangan-pesanan/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/08/26/kekurangan-tenaga-teknis-bikin-industri-pendukung-khawatir-kehilangan-pesanan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 05:57:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[Pesanan]]></category>
		<category><![CDATA[Tenaga Teknis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=513</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kekurangan Tenaga Teknis Menghambat Pemenuhan Pesanan Industri HanoiKekurangan tenaga kerja terampil mulai menekan kemampuan perusahaan industri pendukung di Hanoi, Vietnam, dalam memenuhi peningkatan pesanan. Ekspansi pabrik dan penggunaan teknologi produksi yang semakin maju membuat kebutuhan teknisi, insinyur, serta pekerja terampil terus meningkat. Sejumlah perusahaan bahkan mengaku telah memiliki pesanan, tetapi kekurangan tenaga kerja untuk memproduksinya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/26/kekurangan-tenaga-teknis-bikin-industri-pendukung-khawatir-kehilangan-pesanan/">Kekurangan Tenaga Teknis Bikin Industri Pendukung Khawatir Kehilangan Pesanan</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kekurangan Tenaga Teknis Menghambat Pemenuhan Pesanan Industri Hanoi<br>Kekurangan tenaga kerja terampil mulai menekan kemampuan perusahaan industri pendukung di Hanoi, Vietnam, dalam memenuhi peningkatan pesanan. Ekspansi pabrik dan penggunaan teknologi produksi yang semakin maju membuat kebutuhan teknisi, insinyur, serta pekerja terampil terus meningkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah perusahaan bahkan mengaku telah memiliki pesanan, tetapi kekurangan tenaga kerja untuk memproduksinya sesuai tenggat pelanggan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan kapasitas pabrik belum selalu diikuti ketersediaan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan Memiliki Pesanan, tetapi Kekurangan Pekerja<br>Masalah tersebut mengemuka dalam acara kerja sama dan penandatanganan memorandum antara Asosiasi Perusahaan Industri Pendukung Hanoi (HANSIBA), Pusat Layanan Administrasi Publik Hanoi, dan Pusat Layanan Ketenagakerjaan Hanoi pada 25 Agustus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://ekonomi.bisnis.com/read/20260826/44/1998879/program-plts-100-gw-butuh-dukungan-pembiayaan-dan-kemudahan-perizinanhttps://ekonomi.bisnis.com/read/20260826/44/1998879/program-plts-100-gw-butuh-dukungan-pembiayaan-dan-kemudahan-perizinan">Program PLTS 100 GW Butuh Dukungan Pembiayaan dan Kemudahan Perizinan</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perwakilan perusahaan yang hadir menilai kesenjangan antara kebutuhan rekrutmen dan ketersediaan tenaga kerja masih cukup besar. Mereka menghadapi tantangan ganda, yaitu mencari pekerja dalam jumlah memadai dan memastikan kandidat memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Le Quy Kha, Ketua Dewan Direksi sekaligus Direktur Jenderal Tomeco Electromechanical Joint Stock Company, menggambarkan kondisi tersebut melalui kebutuhan tenaga kerja di pabrik perusahaan di Phu Xuyen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun pertama operasional, pabrik Tomeco membutuhkan sekitar 160 pekerja. Namun, perusahaan sejauh ini baru merekrut sekitar 70 orang. Kekurangan tersebut menjadi tekanan karena perusahaan harus melayani pasar domestik sekaligus memenuhi pesanan ekspor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kha mengatakan kondisi itu terkadang membuat perusahaan memiliki pesanan, tetapi tidak mempunyai cukup tenaga kerja untuk menyelesaikannya sesuai tenggat yang ditetapkan pelanggan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tenaga Teknis Membutuhkan Pelatihan Tambahan<br>Kendala perusahaan tidak berhenti pada jumlah pekerja. Kualitas dan kesiapan tenaga kerja juga menjadi persoalan karena pekerja baru tidak selalu dapat langsung masuk ke lini produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pekerja membutuhkan pelatihan mengenai keterampilan teknis, proses manufaktur, standar kualitas, dan spesifikasi produk. Kebutuhan tersebut semakin penting bagi perusahaan yang menghasilkan barang berdasarkan standar internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Kha, perusahaan membutuhkan waktu cukup panjang untuk menyiapkan pekerja terampil. Perekrutan dalam jumlah besar secara bersamaan juga dapat meningkatkan tekanan terhadap kapasitas pelatihan internal perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Durasi pelatihan yang lebih panjang berarti perusahaan harus menanggung biaya tambahan. Pada saat yang sama, pabrik tetap harus menjaga kapasitas produksi dan memenuhi jadwal pengiriman kepada pelanggan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi tersebut membuat perusahaan membutuhkan pola kerja sama yang lebih erat dengan lembaga pelatihan dan layanan ketenagakerjaan. Perusahaan juga perlu terlibat dalam penyusunan materi pelatihan agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan lini produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri Teknologi Tinggi Membutuhkan Insinyur dan Teknisi<br>Kebutuhan tenaga teknis juga dirasakan Thanh Giong Computer Joint Stock Company. Direktur Jenderal perusahaan, Tran Nam Hai, menyebut manufaktur peralatan komputer dan teknologi membutuhkan teknisi serta insinyur dengan kompetensi tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan telah menggunakan berbagai saluran untuk mencari tenaga kerja. Namun, akses terhadap kandidat berkualitas tetap menjadi tantangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan teknologi membuat kebutuhan kompetensi di pabrik bergerak cepat. Karena itu, perusahaan tidak hanya membutuhkan jumlah pekerja yang mencukupi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka membutuhkan pekerja yang mampu beradaptasi dengan peralatan, teknologi, dan proses produksi baru. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika otomatisasi dan teknologi tinggi masuk ke berbagai tahapan manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekspansi Pabrik Mendorong Permintaan Tenaga Terampil<br>HANSIBA mencatat banyak anggotanya kini bekerja sama dengan mitra internasional untuk memproduksi barang berteknologi tinggi di Hanoi. Sektor tersebut mencakup elektronik, komputer, mekanik presisi, dan kedirgantaraan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan fasilitas produksi meningkatkan kebutuhan terhadap insinyur, teknisi, dan pekerja terampil. Investasi pada mesin dan teknologi tidak otomatis meningkatkan kapasitas produksi jika perusahaan tidak memiliki tenaga kerja yang mampu mengoperasikannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi ini membuat ketersediaan tenaga teknis menjadi bagian penting dari strategi ekspansi industri. Perusahaan membutuhkan sistem yang dapat mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan kandidat yang memiliki kompetensi relevan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bursa Kerja Perlu Menyesuaikan Kebutuhan Industri<br>Nguyen Huu Luong, Direktur Pusat Layanan Ketenagakerjaan Hanoi, mengatakan perkembangan bisnis meningkatkan tuntutan terhadap kualifikasi, keterampilan profesional, dan kemampuan adaptasi pekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pusat tersebut memanfaatkan Sistem Bursa Kerja Hanoi melalui berbagai kegiatan. Bentuknya mencakup bursa kerja tatap muka, daring, tematik, dan bergerak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Platform tersebut dapat membantu perusahaan menyampaikan kebutuhan rekrutmen dan menjangkau kandidat secara lebih luas. Data mengenai kebutuhan tenaga kerja juga dapat diperbarui agar lebih mencerminkan perubahan pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk posisi dengan kebutuhan keterampilan tinggi, proses rekrutmen perlu berjalan bersama pelatihan dan pelatihan ulang. Keterlibatan perusahaan sejak tahap penyusunan kompetensi dapat membuat materi pelatihan lebih sesuai dengan teknologi dan proses produksi aktual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perencanaan Tenaga Kerja Harus Mengikuti Ekspansi Pabrik<br>Pengalaman Tomeco menunjukkan bahwa perusahaan membutuhkan perencanaan tenaga kerja jauh sebelum kapasitas produksi bertambah. Pabrik yang membutuhkan 160 pekerja tetapi baru memperoleh sekitar 70 orang menghadapi kesenjangan yang cukup besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masalah juga muncul setelah perusahaan berhasil merekrut pekerja. Kandidat yang diterima tetap membutuhkan waktu untuk menguasai keterampilan teknis dan standar produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, perusahaan perlu memperkirakan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan rencana investasi, ekspansi fasilitas, teknologi baru, dan perkembangan pesanan. Perencanaan lebih awal memberi waktu bagi perusahaan untuk merekrut dan melatih pekerja sebelum kebutuhan produksi mencapai puncaknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekurangan Tenaga Teknis Dapat Membatasi Pertumbuhan Pesanan<br>Bagi perusahaan yang melayani pasar ekspor, kekurangan tenaga kerja dapat memengaruhi jadwal produksi dan pengiriman. Lini produksi yang berjalan di bawah kapasitas berpotensi memperpanjang waktu penyelesaian pesanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kondisi tertentu, keterbatasan tenaga kerja juga dapat memengaruhi keputusan perusahaan untuk menerima pesanan tambahan. Karena itu, ketersediaan pekerja terampil tidak hanya berkaitan dengan operasional pabrik, tetapi juga kemampuan perusahaan memperluas pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, industri pendukung Hanoi membutuhkan hubungan yang lebih terintegrasi antara perusahaan, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta layanan ketenagakerjaan. Model tersebut dapat membantu menyelaraskan kebutuhan kompetensi dengan perkembangan teknologi produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi industri berteknologi tinggi, keberhasilan ekspansi tidak cukup bergantung pada investasi mesin dan fasilitas. Ketersediaan teknisi, insinyur, dan pekerja terampil akan turut menentukan kemampuan perusahaan mempertahankan pesanan, meningkatkan kapasitas, dan memperkuat posisi dalam rantai pasok global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<em><strong><a href="https://www.suara.com/bisnis/2026/08/24/154814/ai-mulai-masuk-industri-manufaktur-integrasi-data-jadi-kunci-sebelum-terapkan-teknologi">AI Mulai Masuk Industri Manufaktur, Integrasi Data Jadi Kunci Sebelum Terapkan Teknologi</a></strong></em>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/26/kekurangan-tenaga-teknis-bikin-industri-pendukung-khawatir-kehilangan-pesanan/">Kekurangan Tenaga Teknis Bikin Industri Pendukung Khawatir Kehilangan Pesanan</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/08/26/kekurangan-tenaga-teknis-bikin-industri-pendukung-khawatir-kehilangan-pesanan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menperin: Manufaktur Lampaui Ekonomi, Industrialisasi Tepat</title>
		<link>https://arventra.id/2026/08/20/menperin-manufaktur-lampaui-ekonomi-industrialisasi-tepat/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/08/20/menperin-manufaktur-lampaui-ekonomi-industrialisasi-tepat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 15:46:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Industrialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[Menperin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=504</guid>

					<description><![CDATA[<p>Manufaktur Lampaui Pertumbuhan Ekonomi, Menperin Nilai Industrialisasi TepatMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai kinerja manufaktur pada triwulan II 2026 menunjukkan arah industrialisasi nasional berada di jalur yang tepat. Industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen secara tahunan, sedikit lebih tinggi daripada ekonomi nasional yang tumbuh 5,29 persen. Baca Juga &#8220;Toyota merambah bisnis manufaktur pesawat&#8220; Data Badan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/20/menperin-manufaktur-lampaui-ekonomi-industrialisasi-tepat/">Menperin: Manufaktur Lampaui Ekonomi, Industrialisasi Tepat</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur Lampaui Pertumbuhan Ekonomi, Menperin Nilai Industrialisasi Tepat<br>Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai kinerja manufaktur pada triwulan II 2026 menunjukkan arah industrialisasi nasional berada di jalur yang tepat. Industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen secara tahunan, sedikit lebih tinggi daripada ekonomi nasional yang tumbuh 5,29 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://otomotif.antaranews.com/berita/5630604/toyota-merambah-bisnis-manufaktur-pesawat">Toyota merambah bisnis manufaktur pesawat</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&nbsp;<mark>Secara kuartalan, ekonomi juga tumbuh 3,73 persen dibandingkan triwulan I 2026.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Agus, capaian manufaktur mencerminkan dampak kebijakan pemerintah yang menempatkan industri sebagai salah satu fondasi pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menjalankan strategi tersebut melalui penguatan struktur industri, hilirisasi, peningkatan nilai tambah, dan penciptaan lapangan kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Arahan Bapak Presiden Prabowo sangat jelas, yaitu menjadikan sektor industri sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional,&#8221; ujar Agus dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengatakan Kementerian Perindustrian menerjemahkan arahan tersebut melalui Strategi Besar Industrialisasi Nasional (SBIN). Strategi itu diarahkan untuk memperkuat kemampuan industri nasional sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indikator Bisnis Manufaktur Masih Berada di Zona Ekspansi<br>Kinerja manufaktur tidak hanya terlihat dari pertumbuhan output. Kondisi dunia usaha juga menunjukkan aktivitas industri masih bergerak dalam fase ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BPS mencatat Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) pada triwulan II 2026 berada di level 52,31. Angka tersebut masuk zona ekspansi dan menguat dibandingkan periode sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IKBM merupakan indikator awal yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas produksi industri pengolahan. Indeks tersebut dapat menjadi salah satu acuan untuk membaca perubahan siklus bisnis sebelum tercermin sepenuhnya dalam indikator ekonomi makro.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada triwulan II 2026, komponen pesanan, produksi, dan stok dalam IKBM tercatat mengalami ekspansi. Sementara itu, komponen tenaga kerja dan waktu pengiriman masih berada dalam kondisi kontraksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agus menilai konsistensi indikator tersebut menunjukkan pelaku industri masih memiliki optimisme terhadap prospek usaha. Aktivitas produksi, investasi, dan permintaan terhadap produk manufaktur dinilai tetap bergerak positif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah Subsektor Menjadi Penopang Pertumbuhan Manufaktur<br>Pertumbuhan industri pengolahan pada triwulan II 2026 ditopang sejumlah subsektor strategis. Industri makanan dan minuman menjadi salah satu sektor yang mencatat pertumbuhan tinggi dengan laju 6,51 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kinerja makanan dan minuman didukung permintaan dari pasar domestik dan ekspor. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peran konsumsi sekaligus peluang pasar luar negeri terhadap produk manufaktur Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik mencatat pertumbuhan 8,04 persen. Subsektor tersebut menjadi salah satu yang tumbuh paling tinggi pada periode tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Permintaan global terhadap komponen elektronik, baterai, dan berbagai peralatan listrik turut menjadi faktor pendukung. Perkembangan ini juga memperlihatkan pentingnya penguatan industri berbasis teknologi dalam struktur manufaktur nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 4,99 persen. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan permintaan domestik terhadap bahan kimia dan berbagai produk turunannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan Impor Barang Konsumsi Jadi Catatan Pemerintah<br>Di tengah pertumbuhan manufaktur, pemerintah juga mencermati perkembangan konsumsi masyarakat. Salah satu indikatornya terlihat dari nilai impor barang konsumsi yang meningkat 27,15 persen secara tahunan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Agus, peningkatan impor barang konsumsi dapat menjadi indikasi bahwa daya beli dan konsumsi rumah tangga masih menunjukkan perkembangan positif. Permintaan domestik yang kuat memberikan peluang bagi industri untuk memperluas produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kenaikan impor juga menunjukkan adanya kebutuhan pasar yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi industri dalam negeri. Keterbatasan kapasitas bahan baku dan komponen tertentu membuat sebagian kebutuhan masih bergantung pada produk impor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pertumbuhan konsumsi masyarakat merupakan sinyal positif bagi dunia industri karena menunjukkan permintaan domestik yang tetap kuat,&#8221; kata Agus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai kondisi tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat struktur industri nasional. Peningkatan kapasitas produksi dalam negeri diharapkan dapat membuat lebih banyak kebutuhan pasar domestik dipenuhi oleh produk dan bahan baku lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Dorong Penguatan Industri Penyedia Bahan Baku<br>Agus mengatakan kenaikan impor barang konsumsi juga menjadi pengingat bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan yang mendukung industri domestik. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan kapasitas industri penyedia bahan baku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penguatan sektor hulu diperlukan agar rantai pasok manufaktur nasional semakin terintegrasi. Kapasitas produksi yang lebih kuat dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah juga perlu memastikan kebijakan industri mampu menciptakan iklim usaha yang mendukung peningkatan kapasitas. Hal tersebut mencakup produktivitas, teknologi, investasi, kualitas tenaga kerja, dan akses terhadap pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah tersebut menjadi semakin penting karena industri manufaktur berperan besar dalam struktur ekonomi Indonesia. Penguatan industri hulu dan hilir dapat meningkatkan kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan domestik sekaligus memperluas ekspor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Net Ekspor Masih Menjadi Tantangan Pertumbuhan<br>Meski sejumlah indikator manufaktur menunjukkan kinerja positif, pemerintah masih menghadapi tantangan dari sisi perdagangan. Pada triwulan II 2026, komponen net ekspor memberikan andil negatif 0,78 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah terus mendorong peningkatan daya saing industri. Agus menyebut peningkatan produktivitas dan hilirisasi sebagai bagian dari langkah untuk memperkuat kinerja perdagangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diversifikasi produk bernilai tambah juga menjadi perhatian. Industri perlu meningkatkan kemampuan menghasilkan produk yang lebih kompleks sehingga tidak hanya mengandalkan komoditas atau produk dengan nilai tambah rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perluasan pasar ekspor menjadi strategi lain yang didorong pemerintah. Industri nasional perlu memperkuat kualitas dan efisiensi agar mampu mempertahankan daya saing di tengah persaingan pasar global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur Tetap Menjadi Penyerap Tenaga Kerja Besar<br>Selain memberikan kontribusi terhadap output ekonomi, industri manufaktur juga memiliki peran besar dalam penyerapan tenaga kerja. Data Mei 2026 menunjukkan industri pengolahan menyumbang 13,53 persen terhadap penyerapan tenaga kerja nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Angka tersebut berasal dari total penduduk bekerja yang mencapai 148,19 juta orang. Data ini menunjukkan sektor industri tetap menjadi salah satu sumber lapangan kerja utama bagi masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agus menilai kondisi tersebut memperkuat alasan pemerintah mempertahankan manufaktur sebagai tulang punggung perekonomian. Pertumbuhan industri tidak hanya menghasilkan nilai tambah, tetapi juga membuka kesempatan kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Inilah yang menjadi alasan mengapa pemerintah terus menempatkan sektor industri manufaktur sebagai tulang punggung perekonomian,&#8221; tegas Agus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, implementasi SBIN akan terus dipercepat agar industri nasional semakin kuat. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus meningkatkan kemampuan ekspor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri Pengolahan Dominasi Kontribusi terhadap PDB<br>Berdasarkan data BPS, industri pengolahan memberikan kontribusi 18,50 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Kontribusi tersebut menjadikan industri pengolahan sebagai salah satu lapangan usaha dengan peran terbesar dalam perekonomian nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada triwulan II 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan. BPS juga mencatat bahwa kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mendominasi struktur ekonomi nasional dengan kontribusi 56,47 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.vietnam.vn/id/ap-luc-chi-phi-2026-doanh-nghiep-san-xuat-tim-loi-giai-nang-hieu-qua-van-hanh">Tekanan biaya di tahun 2026: Bisnis manufaktur mencari solusi untuk meningkatkan efisiensi operasional.</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/20/menperin-manufaktur-lampaui-ekonomi-industrialisasi-tepat/">Menperin: Manufaktur Lampaui Ekonomi, Industrialisasi Tepat</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/08/20/menperin-manufaktur-lampaui-ekonomi-industrialisasi-tepat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Emas Turun, Manufaktur New York Capai Level 4 Tahun</title>
		<link>https://arventra.id/2026/08/17/harga-emas-turun-manufaktur-new-york-capai-level-4-tahun/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/08/17/harga-emas-turun-manufaktur-new-york-capai-level-4-tahun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 16:06:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Emas]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[New York]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=494</guid>

					<description><![CDATA[<p>Harga Emas Turun setelah Manufaktur New York Menguat Harga emas bergerak turun setelah data manufaktur New York menunjukkan penguatan aktivitas ekonomi pada Agustus 2026. Indeks kondisi bisnis umum Empire State Manufacturing Survey naik lima poin menjadi 20,6, level tertinggi dalam lebih dari empat tahun. Data tersebut memberikan sinyal bahwa aktivitas manufaktur di New York berkembang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/17/harga-emas-turun-manufaktur-new-york-capai-level-4-tahun/">Harga Emas Turun, Manufaktur New York Capai Level 4 Tahun</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Harga Emas Turun setelah Manufaktur New York Menguat</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harga emas bergerak turun setelah data manufaktur New York menunjukkan penguatan aktivitas ekonomi pada Agustus 2026. Indeks kondisi bisnis umum Empire State Manufacturing Survey naik lima poin menjadi 20,6, level tertinggi dalam lebih dari empat tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data tersebut memberikan sinyal bahwa aktivitas manufaktur di New York berkembang kuat. Kondisi ekonomi yang lebih solid dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter dan turut membentuk arah permintaan emas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks Manufaktur New York Naik ke 20,6</p>



<p class="wp-block-paragraph">Federal Reserve Bank of New York melaporkan indeks kondisi bisnis umum mencapai 20,6 pada Agustus. Angka tersebut meningkat dari bulan sebelumnya dan menjadi level tertinggi dalam lebih dari empat tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Survei tersebut mengumpulkan tanggapan dari perusahaan manufaktur di New York State. Sekitar 200 eksekutif manufaktur menerima survei setiap bulan, dengan sekitar 100 respons biasanya diterima.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan indeks menunjukkan lebih banyak perusahaan melaporkan peningkatan aktivitas dibandingkan penurunan. Namun, indikator ini menggambarkan kondisi manufaktur regional dan tidak secara langsung mewakili seluruh perekonomian Amerika Serikat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<em><strong><a href="https://databoks.katadata.co.id/ekonomi-makro/statistik/6a7af2c90b14d/kondisi-bisnis-manufaktur-di-asean-cenderung-membaik-pada-juli-2026">Kondisi Bisnis Manufaktur di ASEAN Cenderung Membaik pada Juli 2026</a></strong></em>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesanan dan Pengiriman Terus Bertambah</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penguatan manufaktur terlihat dari beberapa komponen utama survei. Indeks pesanan baru mencapai 17,3, sedangkan indeks pengiriman berada di 11,7.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua indikator tersebut menunjukkan peningkatan pesanan dan pengiriman selama Agustus. Indeks pesanan yang belum terpenuhi juga naik 11 poin menjadi 15,5.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut menunjukkan permintaan terhadap produk manufaktur tetap kuat. Namun, peningkatan aktivitas juga diikuti tekanan pada rantai pasok dan waktu pengiriman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gangguan Pasokan Masih Menjadi Tantangan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks waktu pengiriman meningkat delapan poin menjadi 20,6. Angka tersebut menunjukkan waktu pengiriman menjadi jauh lebih panjang dibandingkan periode sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, indeks ketersediaan pasokan turun menjadi minus 13,4. Penurunan tersebut menunjukkan ketersediaan bahan dan komponen semakin terbatas menurut perusahaan yang mengikuti survei.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan pada pasokan dapat meningkatkan biaya produksi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena perusahaan juga melaporkan kenaikan harga input yang lebih cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan Biaya Input Tetap Tinggi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks harga yang dibayar perusahaan naik enam poin menjadi 58,6. Angka tersebut menunjukkan laju kenaikan harga input meningkat pada Agustus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, indeks harga yang diterima perusahaan turun lima poin menjadi 22,7. Meski melambat, angka tersebut tetap menunjukkan kenaikan harga jual di tingkat produsen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perbedaan kedua indikator tersebut menunjukkan perusahaan menghadapi tekanan biaya yang cukup kuat. Kemampuan perusahaan meneruskan kenaikan biaya kepada pelanggan menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam perkembangan inflasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lapangan Kerja Manufaktur Masih Bertambah</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan aktivitas manufaktur turut disertai peningkatan lapangan kerja. Indeks jumlah karyawan berada di 9,3, sedangkan indeks rata-rata jam kerja naik menjadi 6,9.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua indikator tersebut menunjukkan tingkat pekerjaan dan jam kerja meningkat secara moderat. Data ini memberikan tambahan gambaran mengenai kondisi tenaga kerja di sektor manufaktur New York.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelaku Usaha Optimistis terhadap Enam Bulan ke Depan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan manufaktur yang disurvei masih melihat prospek bisnis secara positif. Indeks kondisi bisnis umum untuk enam bulan mendatang naik empat poin menjadi 32,1.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Responden memperkirakan pesanan baru dan pengiriman akan meningkat secara signifikan. Mereka juga memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja akan menguat dalam enam bulan berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, pelaku usaha memperkirakan ketersediaan pasokan semakin memburuk. Mereka juga memperkirakan kenaikan harga tetap tinggi, sehingga tekanan biaya masih menjadi risiko bagi kegiatan produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dampak Penguatan Ekonomi terhadap Harga Emas</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penguatan data ekonomi dapat memengaruhi harga emas melalui ekspektasi terhadap kebijakan moneter. Jika pasar menilai pertumbuhan ekonomi tetap kuat, ekspektasi terhadap suku bunga dapat berubah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Emas tidak menghasilkan bunga seperti obligasi atau instrumen berbasis deposito. Karena itu, perubahan ekspektasi suku bunga dan imbal hasil aset berbunga dapat memengaruhi daya tarik emas relatif terhadap aset lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, satu indikator regional tidak cukup untuk menentukan arah harga emas. Investor biasanya mempertimbangkan kombinasi data inflasi, tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, nilai dolar AS, imbal hasil obligasi, serta kebijakan Federal Reserve.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data Manufaktur Menjadi Salah Satu Indikator Ekonomi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Empire State Manufacturing Survey merupakan survei bulanan terhadap perusahaan manufaktur di New York State. Responden melaporkan perubahan berbagai indikator dibandingkan bulan sebelumnya serta memberikan perkiraan untuk enam bulan berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena dirilis relatif awal dalam bulan, survei tersebut dapat memberikan gambaran awal mengenai aktivitas manufaktur. Namun, cakupannya terbatas pada sektor manufaktur di wilayah New York.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, investor perlu menggabungkannya dengan indikator ekonomi Amerika Serikat lainnya. Pendekatan tersebut memberikan konteks yang lebih lengkap sebelum menarik kesimpulan mengenai arah ekonomi dan pasar emas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prospek Harga Emas Perlu Dipantau Bersama Data Ekonomi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penurunan harga emas setelah data manufaktur New York menguat menunjukkan bagaimana pasar dapat merespons perubahan ekspektasi ekonomi. Indeks 20,6 memberikan sinyal positif mengenai aktivitas bisnis regional, tetapi juga memperlihatkan tekanan pasokan dan biaya input.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, perhatian pasar kemungkinan tetap tertuju pada data ekonomi Amerika Serikat yang lebih luas. Inflasi, pasar tenaga kerja, suku bunga, dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah harga emas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi investor, data manufaktur New York sebaiknya dipandang sebagai salah satu bagian dari gambaran ekonomi. Pergerakan harga emas tetap membutuhkan analisis terhadap berbagai indikator sebelum mengambil keputusan investasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://internasional.kontan.co.id/news/pmi-sektor-manufaktur-as-stagnan-di-juli-optimisme-pengusaha-juga-merosot">IKBM Menguat, Manufaktur Bertahan di Zona Ekspansi</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/17/harga-emas-turun-manufaktur-new-york-capai-level-4-tahun/">Harga Emas Turun, Manufaktur New York Capai Level 4 Tahun</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/08/17/harga-emas-turun-manufaktur-new-york-capai-level-4-tahun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekonom: Perlambatan Manufaktur Bisa Tekan Pajak 2026</title>
		<link>https://arventra.id/2026/08/15/ekonom-perlambatan-manufaktur-bisa-tekan-pajak-2026/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/08/15/ekonom-perlambatan-manufaktur-bisa-tekan-pajak-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 13:37:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[ekonom]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=491</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ekonom Ingatkan Perlambatan Manufaktur Bisa Tekan Pajak 2026 Perlambatan industri pengolahan pada kuartal II-2026 mulai menjadi perhatian karena dapat memengaruhi penerimaan pajak pada semester II. Meski demikian, kinerja penerimaan pajak dari sektor manufaktur hingga semester I masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan penerimaan pajak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/15/ekonom-perlambatan-manufaktur-bisa-tekan-pajak-2026/">Ekonom: Perlambatan Manufaktur Bisa Tekan Pajak 2026</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ekonom Ingatkan Perlambatan Manufaktur Bisa Tekan Pajak 2026</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlambatan industri pengolahan pada kuartal II-2026 mulai menjadi perhatian karena dapat memengaruhi penerimaan pajak pada semester II. Meski demikian, kinerja penerimaan pajak dari sektor manufaktur hingga semester I masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan penerimaan pajak industri pengolahan tumbuh 19,9 persen secara tahunan pada semester I-2026. Kontribusinya mencapai sekitar 22,8 persen terhadap total penerimaan pajak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Yusuf, pertumbuhan penerimaan yang lebih tinggi daripada pertumbuhan produksi menunjukkan basis pajak manufaktur masih relatif kuat. Kondisi tersebut antara lain didukung aktivitas impor bahan baku, kenaikan PPN impor, dan pemulihan permintaan pada sejumlah rantai pasok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://surabaya.bisnis.com/read/20260812/531/1995809/barata-indonesia-tuntaskan-proyek-reaktor-biodiesel-b100">Barata Indonesia Tuntaskan Proyek Reaktor Biodiesel B100</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kinerja produksi dan penerimaan pajak tidak selalu bergerak bersamaan. Profitabilitas perusahaan, restitusi, serta kebijakan insentif perpajakan juga dapat memengaruhi penerimaan negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlambatan Produksi Berisiko Menekan Basis Pajak</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yusuf mengingatkan perlambatan manufaktur yang berlanjut dapat memberikan tekanan terhadap penerimaan pajak. Risiko tersebut semakin besar jika pelemahan terjadi pada subsektor berorientasi ekspor atau permintaan dari pasar global menurun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jika perlambatan manufaktur berlanjut, margin perusahaan bisa ikut tertekan dan pada akhirnya berdampak pada PPh badan maupun PPN dalam negeri,” ujar Yusuf kepada KONTAN, Selasa (11/8/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelemahan margin perusahaan menjadi perhatian karena laba merupakan salah satu dasar penting dalam penerimaan Pajak Penghasilan Badan. Penurunan penjualan juga dapat memengaruhi transaksi domestik yang menjadi basis penerimaan Pajak Pertambahan Nilai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, dampaknya tidak selalu muncul secara langsung. Terdapat jeda antara perubahan aktivitas produksi, penjualan, dan laba dengan realisasi penerimaan pajak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur Masih Punya Prospek Pertumbuhan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah kekhawatiran tersebut, sejumlah indikator masih menunjukkan peluang pemulihan manufaktur. Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Manufaktur disebut berada di level 52,31.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Purchasing Managers’ Index atau PMI manufaktur juga kembali berada di zona ekspansi pada Juli 2026. Posisi di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan indikator tersebut memberikan sinyal bahwa pelemahan pada kuartal II belum otomatis menunjukkan kontraksi berkepanjangan. Namun, pemerintah tetap perlu mencermati kualitas pertumbuhan dan kondisi masing-masing subsektor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai konteks, BPS mencatat industri pengolahan menjadi salah satu penopang penting ekspor nonmigas pada awal 2026. Ekspor produk industri pengolahan pada Januari tumbuh 8,19 persen secara tahunan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indef Soroti Risiko terhadap Penerimaan Pajak</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman melihat perlambatan industri pengolahan pada kuartal II sebagai sinyal yang perlu diwaspadai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Rizal, manufaktur merupakan salah satu basis penerimaan pajak terbesar. Pelemahan sektor tersebut berpotensi memengaruhi beberapa jenis pajak sekaligus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Perlambatan industri pengolahan pada kuartal II-2026 perlu menjadi warning bagi penerimaan pajak,” kata Rizal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menyebut dampaknya dapat merambah PPh Badan, PPh Pasal 21, dan PPN. Ketika produksi, penjualan, serta margin perusahaan menurun, basis pemajakan berpotensi ikut menyusut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dampak Perlambatan Pajak Bisa Muncul Semester II</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rizal menjelaskan pelemahan aktivitas manufaktur tidak selalu langsung tercermin dalam penerimaan pajak pada periode yang sama. Perusahaan membutuhkan waktu untuk merasakan dampak perubahan produksi terhadap penjualan dan keuntungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut membuat efek perlambatan kuartal II berpotensi lebih terlihat pada penerimaan pajak semester II. Pemerintah perlu memperhatikan perkembangan sektor riil sekaligus indikator penerimaan secara berkala.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pelemahan manufaktur pada kuartal II berpotensi semakin terlihat pada penerimaan pajak semester II,” ujar Rizal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, evaluasi penerimaan pajak tidak cukup hanya melihat capaian nominal. Pemerintah juga perlu memahami perubahan aktivitas ekonomi yang menjadi sumber penerimaan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kualitas Pertumbuhan Manufaktur Jadi Perhatian</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rizal menilai kontribusi manufaktur belum menunjukkan kehilangan tenaga secara struktural. Tekanan yang terjadi saat ini lebih mencerminkan pelemahan momentum pertumbuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah karena itu perlu melihat kualitas pertumbuhan industri pengolahan. Pertumbuhan yang hanya terkonsentrasi pada subsektor tertentu belum tentu mencerminkan kondisi seluruh industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri padat karya menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian. Tekanan permintaan, kenaikan biaya produksi, rendahnya utilisasi kapasitas, dan pemutusan hubungan kerja dapat memengaruhi kemampuan sektor tersebut menghasilkan penerimaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tenaga kerja juga memiliki hubungan dengan penerimaan pajak. Pelemahan lapangan kerja formal dapat berdampak pada basis PPh Pasal 21 sekaligus menekan konsumsi rumah tangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Diminta Perkuat Sektor Riil</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rizal mengingatkan pemerintah agar tidak merespons potensi penurunan penerimaan pajak hanya dengan meningkatkan tekanan pemungutan kepada industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat fondasi sektor riil. Langkah tersebut dapat dilakukan dengan menjaga permintaan domestik, memperbaiki daya saing biaya produksi, meningkatkan utilisasi kapasitas, dan mendorong investasi manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Basis pajak yang sehat lahir dari sektor riil yang tumbuh dan menghasilkan laba, bukan semata-mata dari intensifikasi pemungutan,” katanya.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan tersebut penting karena penerimaan pajak pada dasarnya mengikuti perkembangan aktivitas ekonomi. Ketika perusahaan tumbuh dan mencetak laba, ruang penerimaan negara juga cenderung semakin besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlambatan Manufaktur Bisa Berdampak Lebih Luas</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rizal menilai risiko dari pelemahan manufaktur tidak hanya berkaitan dengan penerimaan pajak. Investasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja juga dapat ikut terpengaruh apabila perlambatan berlangsung lebih lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor lain melalui rantai pasok. Penurunan produksi dapat mengurangi permintaan terhadap bahan baku, logistik, jasa pendukung, hingga tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut membuat kebijakan menjaga momentum manufaktur menjadi penting. Pemerintah perlu memastikan industri tetap kompetitif ketika menghadapi perubahan permintaan dan tekanan biaya produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data BPS menunjukkan industri pengolahan memiliki peran penting dalam perekonomian dan ekspor. Pada awal 2026, sektor tersebut bahkan menjadi bantalan ekspor nonmigas ketika ekspor sejumlah sektor lain melemah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banggar DPR Soroti Perlambatan Industri Pengolahan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah sebelumnya turut menyoroti perlambatan industri pengolahan. Ia mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II-2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Said mengingatkan pemerintah agar tidak lengah terhadap sejumlah sektor strategis yang mulai kehilangan momentum. Industri pengolahan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan industri pengolahan disebut turun dari 5,04 persen pada kuartal I-2026 menjadi 4,52 persen pada kuartal II. Perlambatan tersebut dinilai penting karena sektor manufaktur memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Industri pengolahan menyumbangkan 18,5 persen dari PDB, sekaligus kontributor 13,5 persen tenaga kerja nasional,” kata Said.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data statistik BPS juga menempatkan industri manufaktur sebagai salah satu komponen utama dalam struktur perekonomian Indonesia. BPS menyediakan data pertumbuhan PDB industri manufaktur secara berkala sebagai indikator perkembangan sektor tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Perlu Jaga Momentum Manufaktur</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlambatan manufaktur pada kuartal II-2026 belum berarti penerimaan pajak akan langsung mengalami penurunan. Kinerja penerimaan pada semester I masih tumbuh kuat dan menunjukkan basis pajak sektor tersebut tetap besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.vietnam.vn/id/ket-noi-cong-nghe-nen-tang-voi-cac-giai-phap-ung-dung-trong-san-xuat-thuong-mai-va-doi-song">Menghubungkan teknologi platform dengan solusi aplikasi di bidang manufaktur, perdagangan, dan kehidupan sehari-hari.</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/15/ekonom-perlambatan-manufaktur-bisa-tekan-pajak-2026/">Ekonom: Perlambatan Manufaktur Bisa Tekan Pajak 2026</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/08/15/ekonom-perlambatan-manufaktur-bisa-tekan-pajak-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
