<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>impor Archives - arventra.id</title>
	<atom:link href="https://arventra.id/tag/impor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arventra.id/tag/impor/</link>
	<description>Wawasan Inovasi Industri &#38; Teknologi Manufaktur Masa Depan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Jun 2026 09:44:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title></title>
		<link>https://arventra.id/2026/06/15/pemerintah-perkuat-energi-domestik-kurangi-impor/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/06/15/pemerintah-perkuat-energi-domestik-kurangi-impor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 09:44:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[energi terbarukan]]></category>
		<category><![CDATA[impor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=325</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemerintah Perkuat Energi Domestik Kurangi Impor Pemerintah Perkuat Kemandirian Energi untuk Tekan Impor Minyak Pemerintah terus menyiapkan berbagai strategi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi di tengah meningkatnya kebutuhan nasional dan dinamika harga minyak dunia. Upaya ini menjadi bagian dari agenda besar menuju kemandirian energi yang menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/15/pemerintah-perkuat-energi-domestik-kurangi-impor/"></a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pemerintah Perkuat Energi Domestik Kurangi Impor</strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading"></h3>



<h2 class="wp-block-heading">Pemerintah Perkuat Kemandirian Energi untuk Tekan Impor Minyak</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah terus menyiapkan berbagai strategi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi di tengah meningkatnya kebutuhan nasional dan dinamika harga minyak dunia. Upaya ini menjadi bagian dari agenda besar menuju kemandirian energi yang menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) Muhammad Qodari menjelaskan bahwa kondisi sektor energi nasional masih menghadapi tantangan serius karena kapasitas produksi minyak dalam negeri belum mampu mengimbangi tingginya tingkat konsumsi masyarakat dan industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Qodari, perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar energi global yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk pergerakan harga minyak mentah internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menegaskan bahwa pemerintah berupaya melakukan reformasi sektor energi secara bertahap agar Indonesia memiliki ketahanan energi yang lebih kuat di masa mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Bangsa ini harus mandiri. Bangsa ini harus maju. Lepas dari ketergantungan pangan, lepas dari ketergantungan energi,” kata Qodari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://arventra.id/2026/06/15/produksi-minyak-pertamina-hulu-energi-tembus-1-juta-barel/"><strong><em>Produksi Minyak Pertamina Hulu Energi Tembus 1 Juta Barel</em></strong></a>&#8220;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Tantangan Produksi Minyak dan Tingginya Kebutuhan Energi Nasional</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu tantangan terbesar Indonesia adalah kesenjangan antara kebutuhan energi dan kemampuan produksi minyak dalam negeri. Konsumsi energi nasional masih jauh lebih tinggi dibandingkan kapasitas produksi yang tersedia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Qodari menyebut kebutuhan minyak Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi dalam negeri masih berada di kisaran 600 ribu barel per hari. Selisih tersebut membuat Indonesia harus mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi ini menunjukkan bahwa mewujudkan swasembada energi membutuhkan strategi jangka panjang, mulai dari peningkatan produksi migas, pengembangan energi alternatif, hingga efisiensi konsumsi energi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Pengembangan Biodiesel dan Bioetanol Jadi Strategi Utama</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak impor, pemerintah mempercepat pemanfaatan sumber energi berbasis bahan baku domestik. Salah satu langkah yang didorong adalah penerapan biodiesel B50 sebagai campuran bahan bakar solar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain biodiesel, pemerintah juga mengembangkan program bioetanol E20 yang digunakan sebagai campuran bahan bakar bensin. Diversifikasi energi tersebut diharapkan dapat menekan penggunaan bahan bakar berbasis minyak impor sekaligus memperkuat industri energi dalam negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai program energi baru dan terbarukan juga menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang Indonesia untuk mencapai ketahanan energi yang lebih berkelanjutan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Gejolak Global Berpengaruh terhadap Harga BBM</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah mengakui bahwa perkembangan geopolitik internasional masih menjadi faktor utama yang memengaruhi harga energi. Konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, dapat memengaruhi rantai pasokan minyak dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, harga BBM nonsubsidi mengikuti perubahan harga pasar internasional. Namun, pemerintah memastikan masyarakat pengguna BBM bersubsidi tetap mendapatkan perlindungan melalui kebijakan harga yang dikendalikan pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Qodari, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak mengalami perubahan karena tetap mendapatkan dukungan dari negara.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Langkah Jangka Panjang Menuju Ketahanan Energi Indonesia</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Upaya mengurangi impor energi tidak dapat dilakukan secara instan karena membutuhkan pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas produksi, serta pengembangan teknologi energi yang lebih modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski tantangan masih besar, pemerintah optimistis berbagai strategi seperti peningkatan produksi minyak, pengembangan biodiesel dan bioetanol, serta pemanfaatan sumber energi domestik dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi impor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, keberhasilan strategi tersebut akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional, mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan, serta memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian kondisi energi global</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/7889280/umkm-paling-terdampak-kenaikan-harga-pertamax"><strong><em>UMKM Paling Terdampak Kenaikan Harga Pertamax</em></strong></a>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/15/pemerintah-perkuat-energi-domestik-kurangi-impor/"></a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/06/15/pemerintah-perkuat-energi-domestik-kurangi-impor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahlil Perintahkan Lemigas Tinjau Impor Minyak Rusia</title>
		<link>https://arventra.id/2026/06/08/bahlil-perintahkan-lemigas-tinjau-impor-minyak-rusia/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/06/08/bahlil-perintahkan-lemigas-tinjau-impor-minyak-rusia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 14:36:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[impor]]></category>
		<category><![CDATA[Lemigas]]></category>
		<category><![CDATA[Minyak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=300</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bahlil Tugaskan Lemigas Kelola Impor Minyak Rusia untuk Perkuat Ketahanan Energi Pemerintah mulai menyiapkan langkah baru dalam pengelolaan impor energi nasional dengan melibatkan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa Lemigas akan diberi peran dalam pengadaan impor minyak mentah, termasuk pasokan yang berasal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/08/bahlil-perintahkan-lemigas-tinjau-impor-minyak-rusia/">Bahlil Perintahkan Lemigas Tinjau Impor Minyak Rusia</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Bahlil Tugaskan Lemigas Kelola Impor Minyak Rusia untuk Perkuat Ketahanan Energi</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah mulai menyiapkan langkah baru dalam pengelolaan impor energi nasional dengan melibatkan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa Lemigas akan diberi peran dalam pengadaan impor minyak mentah, termasuk pasokan yang berasal dari Rusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus menyederhanakan rantai pasok impor migas. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen kerja sama energi yang terjalin antara Indonesia dan Rusia dalam beberapa waktu terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://arventra.id/2026/06/08/operasional-penuh-pipa-cisem-ii-perkuat-pasokan-gas-bumi/"><strong><em>Operasional Penuh Pipa Cisem II Perkuat Pasokan Gas Bumi</em></strong></a>&#8220;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Pemerintah Siapkan Realisasi Impor Minyak Rusia Secara Bertahap</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Bahlil menjelaskan bahwa salah satu agenda yang sedang dipersiapkan adalah impor minyak mentah dari Rusia. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama yang dicapai setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah menargetkan realisasi impor minyak mentah hingga 150 juta barel yang akan dilakukan secara bertahap sampai akhir 2026. Pasokan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas kebutuhan energi nasional di tengah dinamika pasar global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Bahlil, koordinasi dengan Lemigas akan segera dilakukan untuk memastikan kesiapan lembaga tersebut dalam menjalankan tugas baru yang diberikan pemerintah.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Lemigas Diproyeksikan Menjadi Pengelola Impor Energi Melalui Skema BLU</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Peran Lemigas dalam pengadaan energi merujuk pada ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan Liquified Petroleum Gas (LPG) untuk Ketahanan Energi Nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam regulasi tersebut, pemerintah membuka peluang bagi Badan Layanan Umum (BLU) di sektor energi untuk terlibat langsung dalam kegiatan impor komoditas strategis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lemigas sebagai BLU di bawah Kementerian ESDM diproyeksikan dapat mengelola pengadaan minyak mentah, BBM, dan LPG yang dibutuhkan untuk mendukung ketahanan energi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah menilai skema ini dapat menciptakan tata kelola yang lebih efisien sekaligus meningkatkan kontrol negara terhadap proses pengadaan energi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Skema Government to Government Dinilai Lebih Efisien</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu alasan utama pemerintah melibatkan Lemigas adalah untuk memangkas rantai distribusi impor yang selama ini melibatkan banyak pihak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui mekanisme baru tersebut, kerja sama energi dapat dilakukan langsung antarnegara atau government to government (G to G). Setelah tercapai kesepakatan antarpemerintah, implementasi teknis dapat diteruskan melalui lembaga yang ditunjuk negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Model kerja sama seperti ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi transaksi, mempercepat proses pengadaan, dan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam negosiasi pasokan energi strategis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, pendekatan G to G juga berpotensi memperkuat posisi Indonesia dalam menjalin kerja sama jangka panjang dengan negara pemasok energi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Perpres 26 Tahun 2026 Menjadi Landasan Hukum Pengadaan Energi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Ketentuan mengenai keterlibatan BLU dalam kegiatan impor energi diatur dalam Pasal 4 Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Regulasi tersebut menyebutkan bahwa BLU dapat melakukan impor berdasarkan perjanjian kerja sama yang melibatkan pemerintah Indonesia dengan pemerintah negara lain maupun pemasok energi luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi negara dalam mengamankan pasokan energi tanpa harus bergantung pada mekanisme pengadaan konvensional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah menilai langkah tersebut penting mengingat kebutuhan energi nasional terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan aktivitas industri.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Aturan Baru Beri Fleksibilitas dalam Kondisi Mendesak</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selain mengatur kerja sama impor, Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 juga memberikan ruang bagi BLU maupun Pertamina untuk melakukan pengadaan energi dalam kondisi tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasal 5 regulasi tersebut memperbolehkan adanya perbedaan harga impor berdasarkan volume, jenis produk, negara asal, maupun jadwal pengiriman apabila situasi dianggap mendesak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penetapan kondisi mendesak berada di bawah kewenangan Menteri ESDM. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia ketika terjadi gangguan pasokan global atau lonjakan kebutuhan domestik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan adanya fleksibilitas tersebut, pemerintah memiliki instrumen yang lebih cepat dalam merespons dinamika pasar energi internasional.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Impor Energi Jadi Bagian Strategi Ketahanan Energi Nasional</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan minyak mentah dan produk bahan bakar. Karena itu, diversifikasi sumber pasokan menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga stabilitas energi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kerja sama dengan Rusia berpotensi menambah alternatif sumber pasokan sekaligus memperluas pilihan pemerintah dalam mengelola kebutuhan energi jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, pemerintah tetap menekankan pentingnya pengembangan produksi energi domestik, termasuk peningkatan lifting minyak dan gas bumi serta percepatan pembangunan infrastruktur energi nasional.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Pemerintah Fokus Perkuat Keamanan Pasokan Energi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Penugasan Lemigas dalam pengelolaan impor minyak menunjukkan upaya pemerintah untuk memperkuat peran negara dalam rantai pasok energi strategis. Melalui dukungan regulasi baru dan skema kerja sama antarpemerintah, Indonesia berupaya menciptakan sistem pengadaan energi yang lebih efisien dan terintegrasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika berjalan sesuai rencana, kebijakan ini tidak hanya membantu menjamin ketersediaan pasokan energi nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan energi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi pasar energi global. Ke depan, efektivitas implementasi kebijakan ini akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan minyak, BBM, dan LPG bagi kebutuhan masyarakat serta sektor industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://www.liputan6.com/news/read/7462617/bahlil-ingin-bertemu-pencipta-lagu-mas-bahlil-ganteng"><strong><em>Bahlil Ingin Bertemu Pencipta Lagu &#8216;Mas Bahlil Ganteng</em></strong>&#8216;</a>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/08/bahlil-perintahkan-lemigas-tinjau-impor-minyak-rusia/">Bahlil Perintahkan Lemigas Tinjau Impor Minyak Rusia</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/06/08/bahlil-perintahkan-lemigas-tinjau-impor-minyak-rusia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Industri Keramik Mulai Pulih, Kejar Utilitas 75 Persen</title>
		<link>https://arventra.id/2026/06/05/industri-keramik-mulai-pulih-kejar-utilitas-75-persen/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/06/05/industri-keramik-mulai-pulih-kejar-utilitas-75-persen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 06:29:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi Material & Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[impor]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[Keramik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=288</guid>

					<description><![CDATA[<p>Industri Keramik Nasional Optimistis Capai Utilisasi 75 Persen pada 2026 Industri keramik nasional menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah beberapa tahun menghadapi tekanan akibat perlambatan ekonomi dan ketidakpastian global. Seiring membaiknya permintaan pasar dan meningkatnya kapasitas produksi, pelaku industri optimistis tingkat utilisasi pabrik dapat kembali mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/05/industri-keramik-mulai-pulih-kejar-utilitas-75-persen/">Industri Keramik Mulai Pulih, Kejar Utilitas 75 Persen</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Industri Keramik Nasional Optimistis Capai Utilisasi 75 Persen pada 2026</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Industri keramik nasional menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah beberapa tahun menghadapi tekanan akibat perlambatan ekonomi dan ketidakpastian global. Seiring membaiknya permintaan pasar dan meningkatnya kapasitas produksi, pelaku industri optimistis tingkat utilisasi pabrik dapat kembali mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) memperkirakan tingkat utilisasi industri keramik nasional pada 2026 dapat mencapai kisaran 73 hingga 75 persen. Target tersebut mencerminkan tren pemulihan yang mulai terlihat sejak tahun lalu dan menjadi sinyal positif bagi sektor manufaktur berbasis material bangunan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://arventra.id/2026/06/05/pengusaha-sebut-industri-keramik-butuh-pasokan-gas-stabil/"><strong><em>Pengusaha Sebut Industri Keramik Butuh Pasokan Gas Stabil</em></strong></a>&#8220;</p>



<h3 class="wp-block-heading">ASAKI Revisi Target Utilisasi di Tengah Pemulihan Industri</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Umum ASAKI, Edy Suyanto, menjelaskan bahwa target utilisasi industri keramik sebelumnya dipatok pada level 80 persen. Namun setelah mempertimbangkan kondisi pasar dan perkembangan industri terkini, asosiasi merevisi target tersebut menjadi 73 hingga 75 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Edy, revisi target dilakukan untuk menyesuaikan proyeksi dengan realisasi di lapangan. Meski lebih rendah dari target awal, angka tersebut tetap menunjukkan peningkatan dibandingkan capaian beberapa tahun sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data industri menunjukkan tingkat utilisasi keramik nasional pernah mencapai sekitar 75 persen pada 2021. Setelah itu, angka tersebut mengalami penurunan dan menyentuh titik terendah pada 2024, yaitu sekitar 66 persen.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kinerja Produksi Mulai Meningkat pada 2025 dan 2026</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pemulihan mulai terlihat sepanjang 2025 dan berlanjut pada awal 2026. Berdasarkan data industri hingga Mei 2026, tingkat utilisasi pabrik keramik nasional telah mencapai sekitar 72 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan ini menunjukkan bahwa permintaan pasar mulai bergerak positif. Aktivitas sektor konstruksi, properti, dan renovasi bangunan menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan konsumsi produk keramik dalam negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika tren tersebut terus berlanjut hingga akhir tahun, target utilisasi 75 persen dinilai masih realistis untuk dicapai oleh industri.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Segmen Keramik Premium Tumbuh Seiring Ekspansi Industri</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selain peningkatan utilisasi, industri keramik nasional juga mencatat perkembangan pada segmen produk menengah hingga premium. Pada 2020, kontribusi segmen tersebut hanya sekitar 23 persen dari total kapasitas produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun pada 2026, porsinya meningkat menjadi sekitar 33 persen. Kenaikan ini menunjukkan bahwa produsen dalam negeri semakin fokus menghadirkan produk bernilai tambah tinggi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin beragam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan komposisi produk tersebut juga mencerminkan peningkatan kualitas manufaktur nasional. Industri tidak hanya mengejar volume produksi, tetapi juga memperkuat daya saing melalui inovasi desain dan teknologi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kapasitas Produksi Terus Bertambah untuk Penuhi Kebutuhan Domestik</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Ekspansi kapasitas menjadi salah satu strategi utama yang dilakukan industri keramik dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang periode 2020 hingga 2024, kapasitas produksi nasional bertambah sekitar 73 juta meter persegi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, pada periode 2025 hingga 2029, industri merencanakan tambahan kapasitas sekitar 90 juta meter persegi. Dengan demikian, total ekspansi yang dilakukan dan direncanakan mencapai hampir 165 juta meter persegi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut ASAKI, tambahan kapasitas tersebut memungkinkan industri dalam negeri memenuhi kebutuhan pasar domestik tanpa harus bergantung pada produk impor. Kondisi ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen keramik terbesar di dunia.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kemenperin Dorong Modernisasi dan Transformasi Industri Keramik</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kementerian Perindustrian mencatat kapasitas produksi terpasang industri keramik nasional saat ini mencapai sekitar 650 juta meter persegi per tahun. Sektor ini juga berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dengan jumlah sekitar 150 ribu pekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk meningkatkan daya saing, pemerintah terus mendorong berbagai program strategis. Langkah tersebut meliputi penerapan standar industri hijau, transformasi menuju industri 4.0, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta modernisasi fasilitas produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, pelaku industri juga didorong mengembangkan inovasi desain yang mengikuti tren global tanpa meninggalkan identitas budaya Indonesia. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk keramik nasional di pasar domestik maupun ekspor.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Peluang Industri Keramik Tetap Terbuka di Tengah Tantangan Global</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun masih menghadapi tantangan berupa biaya energi, persaingan impor, dan dinamika ekonomi global, prospek industri keramik nasional dinilai tetap menjanjikan. Pertumbuhan sektor properti, pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya kebutuhan renovasi bangunan menjadi faktor pendukung utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan tingkat utilisasi yang terus membaik, ekspansi kapasitas produksi yang berkelanjutan, dan dukungan kebijakan pemerintah, industri keramik memiliki peluang besar untuk memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika tren pemulihan dapat dipertahankan, target utilisasi hingga 75 persen pada 2026 bukan hanya menjadi indikator kebangkitan industri keramik, tetapi juga mencerminkan meningkatnya daya saing manufaktur Indonesia di tengah persaingan global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://www.liputan6.com/crypto/read/7658142/tokenisasi-saham-bikin-industri-kripto-dan-pasar-modal-makin-dekat"><strong><em>Tokenisasi Saham Bikin Industri Kripto dan Pasar Modal Makin Dekat</em></strong></a>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/05/industri-keramik-mulai-pulih-kejar-utilitas-75-persen/">Industri Keramik Mulai Pulih, Kejar Utilitas 75 Persen</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/06/05/industri-keramik-mulai-pulih-kejar-utilitas-75-persen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelemahan Rupiah Tekan Manufaktur Bergantung Impor</title>
		<link>https://arventra.id/2026/05/17/pelemahan-rupiah-tekan-manufaktur-bergantung-impor/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/05/17/pelemahan-rupiah-tekan-manufaktur-bergantung-impor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2026 08:22:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[impor]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=232</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelemahan Rupiah Tekan Industri Manufaktur yang Bergantung pada Impor Pelemahan nilai tukar rupiah memberikan tekanan besar terhadap sektor manufaktur nasional. Industri ini dinilai paling rentan terdampak karena sebagian besar bahan baku produksi masih bergantung pada impor dari luar negeri. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Bob Azam, mengatakan ketergantungan tinggi terhadap pasokan global membuat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/05/17/pelemahan-rupiah-tekan-manufaktur-bergantung-impor/">Pelemahan Rupiah Tekan Manufaktur Bergantung Impor</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pelemahan Rupiah Tekan Industri Manufaktur yang Bergantung pada Impor</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelemahan nilai tukar rupiah memberikan tekanan besar terhadap sektor manufaktur nasional. Industri ini dinilai paling rentan terdampak karena sebagian besar bahan baku produksi masih bergantung pada impor dari luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Bob Azam, mengatakan ketergantungan tinggi terhadap pasokan global membuat fluktuasi kurs langsung memengaruhi biaya operasional industri dalam negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.vietnam.vn/id/thi-truong-chung-khoan-giup-doanh-nghiep-minh-bach-quan-tri">Pasar saham membantu bisnis meningkatkan transparansi tata kelola mereka.</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Bob, sekitar 70 persen bahan baku sektor manufaktur masih berasal dari impor. Kondisi tersebut membuat depresiasi rupiah berdampak langsung pada kenaikan biaya produksi perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan Biaya Impor Perberat Beban Produksi Manufaktur</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bob menjelaskan nilai tukar rupiah telah terdepresiasi lebih dari tujuh persen dalam satu tahun terakhir. Pelemahan tersebut menyebabkan harga bahan baku impor meningkat secara signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Sektor manufaktur paling kena karena 70 persen bahan bakunya masih impor,” kata Bob dalam dialog program bisnis di Kompas TV.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan kenaikan biaya produksi kini tidak lagi berada pada level satu digit. Banyak perusahaan harus menghadapi lonjakan pengeluaran operasional hingga dua digit akibat kenaikan harga bahan baku dan biaya logistik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi ini memaksa pelaku industri melakukan efisiensi internal untuk menjaga kelangsungan bisnis di tengah tekanan ekonomi global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gangguan Rantai Pasok dan Konflik Global Picu Lonjakan Harga</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain pelemahan rupiah, industri manufaktur juga menghadapi masalah gangguan rantai pasok global. Kelangkaan barang di pasar internasional membuat banyak trader mengalihkan distribusi ke pasar spot yang memiliki harga lebih tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Bob, perpindahan pasokan tersebut menyebabkan harga bahan baku terus mengalami kenaikan di pasar global.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Saat ini supply shortage terjadi dan banyak barang dipindahkan ke pasar spot karena pasokan kurang.</mark>&nbsp;Akibatnya harga otomatis naik,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi tersebut diperparah oleh konflik geopolitik dan hambatan logistik internasional.&nbsp;<mark>Ketegangan di kawasan perdagangan global seperti Selat Hormuz turut memengaruhi distribusi barang dan biaya pengiriman.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Capital Outflow dan Ketidakpastian Global Tekan Rupiah</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bob juga menilai ketidakpastian ekonomi global memicu arus modal keluar atau capital outflow dari pasar keuangan Indonesia. Kondisi ini terjadi di pasar saham maupun obligasi dan berdampak terhadap pelemahan nilai tukar rupiah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, faktor eksternal seperti perang, gangguan logistik, dan ketidakpastian ekonomi global menjadi kombinasi tekanan yang sulit dihindari industri nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Nah ini dipengaruhi logistik, perang, Selat Hormuz, dan ketidakpastian global yang membuat capital outflow dari pasar modal kita,” kata Bob.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelemahan rupiah akibat keluarnya modal asing memperbesar beban perusahaan yang masih mengandalkan bahan baku impor untuk produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Daya Beli Lemah Batasi Kenaikan Harga Produk</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah lonjakan biaya produksi, perusahaan menghadapi tantangan lain berupa melemahnya daya beli masyarakat. Kondisi ini membuat pelaku usaha sulit menaikkan harga jual produk ke pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bob menilai ruang penyesuaian harga kini sangat terbatas karena konsumen cenderung menahan belanja di tengah tekanan ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Untuk menaikkan harga hampir tidak mungkin karena daya beli masyarakat juga sedang rendah,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi tersebut menciptakan dilema bagi industri manufaktur. Di satu sisi biaya produksi meningkat tajam, tetapi di sisi lain perusahaan tidak bisa sepenuhnya membebankan kenaikan biaya kepada konsumen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri Manufaktur Dipaksa Perkuat Efisiensi Produksi Domestik</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan biaya produksi membuat perusahaan harus mencari strategi bertahan yang lebih efisien. Banyak industri mulai memperketat pengeluaran operasional dan memaksimalkan kapasitas produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penguatan rantai pasok lokal dinilai menjadi langkah penting agar industri manufaktur lebih tahan terhadap gejolak nilai tukar dan gangguan ekonomi global di masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, percepatan substitusi impor juga dinilai dapat membantu menekan risiko kenaikan biaya produksi ketika rupiah mengalami pelemahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketergantungan Impor Jadi Tantangan Besar Industri Nasional</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelemahan rupiah kembali menunjukkan besarnya tantangan sektor manufaktur Indonesia yang masih bergantung pada bahan baku impor. Ketika kurs melemah, biaya produksi langsung meningkat dan memengaruhi daya saing industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya penguatan industri hulu dan pengembangan bahan baku lokal untuk menciptakan struktur manufaktur yang lebih mandiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah ketidakpastian global, pelaku usaha kini dituntut lebih adaptif dalam mengelola biaya, menjaga efisiensi, dan memperkuat ketahanan produksi domestik agar mampu bertahan dalam tekanan ekonomi jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="Integrasi Sistem Jadi Kunci Daya Saing Industri Manufaktur">Epicor: Integrasi Sistem Jadi Kunci Daya Saing Industri Manufaktur</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/05/17/pelemahan-rupiah-tekan-manufaktur-bergantung-impor/">Pelemahan Rupiah Tekan Manufaktur Bergantung Impor</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/05/17/pelemahan-rupiah-tekan-manufaktur-bergantung-impor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
