<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>industri Archives - arventra.id</title>
	<atom:link href="https://arventra.id/tag/industri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arventra.id/tag/industri/</link>
	<description>Wawasan Inovasi Industri &#38; Teknologi Manufaktur Masa Depan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Aug 2026 16:13:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>
	<item>
		<title>IKI Manufaktur Agustus 2026 Turun, Industri Tetap Ekspansi</title>
		<link>https://arventra.id/2026/08/31/iki-manufaktur-agustus-2026-turun-industri-tetap-ekspansi/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/08/31/iki-manufaktur-agustus-2026-turun-industri-tetap-ekspansi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 16:13:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[ekspansi]]></category>
		<category><![CDATA[IKI Manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=530</guid>

					<description><![CDATA[<p>IKI Manufaktur Agustus 2026 Turun, Industri Nasional Tetap EkspansiKementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri manufaktur nasional masih berada dalam zona ekspansi pada Agustus 2026. Namun, laju ekspansi melemah dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi tersebut tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang berada di level 52,30. Angka itu turun 0,80 poin dari IKI Juli 2026 yang mencapai 53,10. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/31/iki-manufaktur-agustus-2026-turun-industri-tetap-ekspansi/">IKI Manufaktur Agustus 2026 Turun, Industri Tetap Ekspansi</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">IKI Manufaktur Agustus 2026 Turun, Industri Nasional Tetap Ekspansi<br>Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri manufaktur nasional masih berada dalam zona ekspansi pada Agustus 2026. Namun, laju ekspansi melemah dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang berada di level 52,30. Angka itu turun 0,80 poin dari IKI Juli 2026 yang mencapai 53,10.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, IKI juga turun 1,25 poin dari 53,55. Meski melemah, indeks masih berada di atas level 50 yang menjadi batas ekspansi dan kontraksi dalam metodologi Kemenperin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">22 Subsektor Manufaktur Masih Berada di Zona Ekspansi<br>Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 22 subsektor mencatat ekspansi pada Agustus 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki yang berada dalam zona kontraksi. Sementara itu, subsektor yang mengalami ekspansi mencakup industri dengan kontribusi 98,6% terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas pada kuartal II 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.industry.co.id/read/155170/menperin-agus-industri-manufaktur-tetap-jadi-penopang-ekonomi-nasional">Menperin Agus: Industri Manufaktur Tetap Jadi Penopang Ekonomi Nasional</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah industri minuman serta industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pelemahan IKI secara keseluruhan belum menggambarkan kontraksi luas di sektor manufaktur. Mayoritas subsektor masih mampu mempertahankan aktivitas produksinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesanan Baru Melambat, Produksi Manufaktur Menguat<br>Tiga komponen utama membentuk IKI, yaitu pesanan baru, produksi, dan persediaan produk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Variabel pesanan baru tercatat 53,13 pada Agustus 2026. Nilai tersebut turun 0,67 poin dari Juli yang berada di level 53,80.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski melemah, pesanan baru masih berada di atas 50. Artinya, permintaan baru terhadap produk industri tetap berada dalam zona ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan pesanan baru, variabel produksi justru meningkat. Indeks produksi naik 0,55 poin dari 54,55 menjadi 55,10.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut menunjukkan kegiatan produksi masih relatif kuat. Namun, pertumbuhan produksi yang lebih tinggi perlu diimbangi dengan penyerapan pasar agar tidak menambah tekanan pada persediaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persediaan Produk Masih Berada dalam Zona Kontraksi<br>Komponen persediaan produk mencatat perubahan paling besar di antara tiga variabel IKI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nilai indeks persediaan turun 3,16 poin menjadi 46,02 pada Agustus 2026. Angka tersebut masih berada di bawah level 50 atau dalam zona kontraksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Posisi tersebut perlu dibaca bersama dengan indikator pesanan baru dan produksi. Produksi yang tetap ekspansif sementara pesanan baru melambat dapat membuat perusahaan perlu lebih cermat mengatur stok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengelolaan persediaan menjadi penting agar perusahaan dapat menjaga kelancaran produksi sekaligus menyesuaikan output dengan perkembangan permintaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IKI Ekspor dan Domestik Sama-sama Melambat<br>Perlambatan industri terjadi pada orientasi pasar ekspor maupun domestik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IKI Ekspor Agustus 2026 tercatat 53,09. Angka tersebut turun 0,80 poin dibandingkan Juli yang mencapai 53,95.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, IKI Domestik berada di level 51,13. Nilai tersebut melemah 0,86 poin dari 51,99 pada bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua indikator tetap berada di atas level 50. Dengan demikian, aktivitas manufaktur yang melayani pasar ekspor dan domestik masih berada dalam fase ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, pelemahan keduanya menunjukkan pelaku industri menghadapi momentum permintaan yang lebih moderat dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mayoritas Pelaku Usaha Menilai Bisnis Stabil<br>Kondisi kegiatan usaha pada Agustus 2026 masih menunjukkan ketahanan. Kemenperin mencatat 78,6% responden menilai kondisi bisnis mereka membaik atau stabil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 34,2% pelaku usaha menyatakan kegiatan bisnis membaik. Sementara itu, 44,4% responden menilai kondisi usahanya stabil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun kelompok yang menyatakan kondisi bisnis menurun mencapai 21,4%. Persentase tersebut turun dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data tersebut menunjukkan mayoritas pelaku industri belum melihat kondisi bisnis sebagai tekanan yang serius. Namun, peningkatan kelompok usaha yang berada dalam kondisi stabil juga menunjukkan ruang pertumbuhan perlu terus dijaga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Optimisme Industri untuk Enam Bulan Masih Terjaga<br>Pelaku industri masih menunjukkan optimisme terhadap kondisi usaha dalam enam bulan mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenperin mencatat 66,6% pelaku usaha optimistis terhadap prospek bisnisnya. Angka tersebut turun 1,2 poin dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 27,4% responden memperkirakan kondisi bisnis akan stabil. Persentase tersebut meningkat 2,2 poin dari periode sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, pelaku usaha yang memiliki pandangan pesimistis mencapai 6%. Angka tersebut turun 1 poin dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komposisi tersebut menunjukkan optimisme masih menjadi pandangan dominan di kalangan pelaku industri. Namun, perlambatan IKI tetap menjadi faktor yang perlu dipantau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prospek Manufaktur Bergantung pada Permintaan dan Penyerapan Produksi<br>IKI Agustus 2026 menunjukkan industri manufaktur Indonesia masih tumbuh meski momentumnya melemah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi tetap berada dalam zona ekspansi, sedangkan pesanan baru juga masih tumbuh. Namun, penurunan indeks persediaan menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan dalam membaca keseimbangan antara produksi dan permintaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan pasar domestik dan ekspor akan menjadi faktor penting bagi kinerja manufaktur dalam beberapa bulan mendatang. Perusahaan juga perlu menyesuaikan produksi dengan perkembangan pesanan untuk menjaga efisiensi persediaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan 22 dari 23 subsektor masih mencatat ekspansi, fondasi industri nasional relatif terjaga. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan pertumbuhan permintaan sekaligus memastikan produksi terserap pasar secara berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://industri.kontan.co.id/news/genap-berusia-50-tahun-bridgestone-indonesia-fokus-perkuat-manufaktur-lokal">Genap Berusia 50 Tahun, Bridgestone Indonesia Fokus Perkuat Manufaktur Lokal</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/31/iki-manufaktur-agustus-2026-turun-industri-tetap-ekspansi/">IKI Manufaktur Agustus 2026 Turun, Industri Tetap Ekspansi</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/08/31/iki-manufaktur-agustus-2026-turun-industri-tetap-ekspansi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kekurangan Tenaga Teknis Bikin Industri Pendukung Khawatir Kehilangan Pesanan</title>
		<link>https://arventra.id/2026/08/26/kekurangan-tenaga-teknis-bikin-industri-pendukung-khawatir-kehilangan-pesanan/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/08/26/kekurangan-tenaga-teknis-bikin-industri-pendukung-khawatir-kehilangan-pesanan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 05:57:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[Pesanan]]></category>
		<category><![CDATA[Tenaga Teknis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=513</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kekurangan Tenaga Teknis Menghambat Pemenuhan Pesanan Industri HanoiKekurangan tenaga kerja terampil mulai menekan kemampuan perusahaan industri pendukung di Hanoi, Vietnam, dalam memenuhi peningkatan pesanan. Ekspansi pabrik dan penggunaan teknologi produksi yang semakin maju membuat kebutuhan teknisi, insinyur, serta pekerja terampil terus meningkat. Sejumlah perusahaan bahkan mengaku telah memiliki pesanan, tetapi kekurangan tenaga kerja untuk memproduksinya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/26/kekurangan-tenaga-teknis-bikin-industri-pendukung-khawatir-kehilangan-pesanan/">Kekurangan Tenaga Teknis Bikin Industri Pendukung Khawatir Kehilangan Pesanan</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kekurangan Tenaga Teknis Menghambat Pemenuhan Pesanan Industri Hanoi<br>Kekurangan tenaga kerja terampil mulai menekan kemampuan perusahaan industri pendukung di Hanoi, Vietnam, dalam memenuhi peningkatan pesanan. Ekspansi pabrik dan penggunaan teknologi produksi yang semakin maju membuat kebutuhan teknisi, insinyur, serta pekerja terampil terus meningkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah perusahaan bahkan mengaku telah memiliki pesanan, tetapi kekurangan tenaga kerja untuk memproduksinya sesuai tenggat pelanggan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan kapasitas pabrik belum selalu diikuti ketersediaan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan Memiliki Pesanan, tetapi Kekurangan Pekerja<br>Masalah tersebut mengemuka dalam acara kerja sama dan penandatanganan memorandum antara Asosiasi Perusahaan Industri Pendukung Hanoi (HANSIBA), Pusat Layanan Administrasi Publik Hanoi, dan Pusat Layanan Ketenagakerjaan Hanoi pada 25 Agustus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://ekonomi.bisnis.com/read/20260826/44/1998879/program-plts-100-gw-butuh-dukungan-pembiayaan-dan-kemudahan-perizinanhttps://ekonomi.bisnis.com/read/20260826/44/1998879/program-plts-100-gw-butuh-dukungan-pembiayaan-dan-kemudahan-perizinan">Program PLTS 100 GW Butuh Dukungan Pembiayaan dan Kemudahan Perizinan</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perwakilan perusahaan yang hadir menilai kesenjangan antara kebutuhan rekrutmen dan ketersediaan tenaga kerja masih cukup besar. Mereka menghadapi tantangan ganda, yaitu mencari pekerja dalam jumlah memadai dan memastikan kandidat memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Le Quy Kha, Ketua Dewan Direksi sekaligus Direktur Jenderal Tomeco Electromechanical Joint Stock Company, menggambarkan kondisi tersebut melalui kebutuhan tenaga kerja di pabrik perusahaan di Phu Xuyen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun pertama operasional, pabrik Tomeco membutuhkan sekitar 160 pekerja. Namun, perusahaan sejauh ini baru merekrut sekitar 70 orang. Kekurangan tersebut menjadi tekanan karena perusahaan harus melayani pasar domestik sekaligus memenuhi pesanan ekspor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kha mengatakan kondisi itu terkadang membuat perusahaan memiliki pesanan, tetapi tidak mempunyai cukup tenaga kerja untuk menyelesaikannya sesuai tenggat yang ditetapkan pelanggan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tenaga Teknis Membutuhkan Pelatihan Tambahan<br>Kendala perusahaan tidak berhenti pada jumlah pekerja. Kualitas dan kesiapan tenaga kerja juga menjadi persoalan karena pekerja baru tidak selalu dapat langsung masuk ke lini produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pekerja membutuhkan pelatihan mengenai keterampilan teknis, proses manufaktur, standar kualitas, dan spesifikasi produk. Kebutuhan tersebut semakin penting bagi perusahaan yang menghasilkan barang berdasarkan standar internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Kha, perusahaan membutuhkan waktu cukup panjang untuk menyiapkan pekerja terampil. Perekrutan dalam jumlah besar secara bersamaan juga dapat meningkatkan tekanan terhadap kapasitas pelatihan internal perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Durasi pelatihan yang lebih panjang berarti perusahaan harus menanggung biaya tambahan. Pada saat yang sama, pabrik tetap harus menjaga kapasitas produksi dan memenuhi jadwal pengiriman kepada pelanggan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi tersebut membuat perusahaan membutuhkan pola kerja sama yang lebih erat dengan lembaga pelatihan dan layanan ketenagakerjaan. Perusahaan juga perlu terlibat dalam penyusunan materi pelatihan agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan lini produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri Teknologi Tinggi Membutuhkan Insinyur dan Teknisi<br>Kebutuhan tenaga teknis juga dirasakan Thanh Giong Computer Joint Stock Company. Direktur Jenderal perusahaan, Tran Nam Hai, menyebut manufaktur peralatan komputer dan teknologi membutuhkan teknisi serta insinyur dengan kompetensi tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan telah menggunakan berbagai saluran untuk mencari tenaga kerja. Namun, akses terhadap kandidat berkualitas tetap menjadi tantangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan teknologi membuat kebutuhan kompetensi di pabrik bergerak cepat. Karena itu, perusahaan tidak hanya membutuhkan jumlah pekerja yang mencukupi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka membutuhkan pekerja yang mampu beradaptasi dengan peralatan, teknologi, dan proses produksi baru. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika otomatisasi dan teknologi tinggi masuk ke berbagai tahapan manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekspansi Pabrik Mendorong Permintaan Tenaga Terampil<br>HANSIBA mencatat banyak anggotanya kini bekerja sama dengan mitra internasional untuk memproduksi barang berteknologi tinggi di Hanoi. Sektor tersebut mencakup elektronik, komputer, mekanik presisi, dan kedirgantaraan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan fasilitas produksi meningkatkan kebutuhan terhadap insinyur, teknisi, dan pekerja terampil. Investasi pada mesin dan teknologi tidak otomatis meningkatkan kapasitas produksi jika perusahaan tidak memiliki tenaga kerja yang mampu mengoperasikannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi ini membuat ketersediaan tenaga teknis menjadi bagian penting dari strategi ekspansi industri. Perusahaan membutuhkan sistem yang dapat mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan kandidat yang memiliki kompetensi relevan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bursa Kerja Perlu Menyesuaikan Kebutuhan Industri<br>Nguyen Huu Luong, Direktur Pusat Layanan Ketenagakerjaan Hanoi, mengatakan perkembangan bisnis meningkatkan tuntutan terhadap kualifikasi, keterampilan profesional, dan kemampuan adaptasi pekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pusat tersebut memanfaatkan Sistem Bursa Kerja Hanoi melalui berbagai kegiatan. Bentuknya mencakup bursa kerja tatap muka, daring, tematik, dan bergerak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Platform tersebut dapat membantu perusahaan menyampaikan kebutuhan rekrutmen dan menjangkau kandidat secara lebih luas. Data mengenai kebutuhan tenaga kerja juga dapat diperbarui agar lebih mencerminkan perubahan pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk posisi dengan kebutuhan keterampilan tinggi, proses rekrutmen perlu berjalan bersama pelatihan dan pelatihan ulang. Keterlibatan perusahaan sejak tahap penyusunan kompetensi dapat membuat materi pelatihan lebih sesuai dengan teknologi dan proses produksi aktual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perencanaan Tenaga Kerja Harus Mengikuti Ekspansi Pabrik<br>Pengalaman Tomeco menunjukkan bahwa perusahaan membutuhkan perencanaan tenaga kerja jauh sebelum kapasitas produksi bertambah. Pabrik yang membutuhkan 160 pekerja tetapi baru memperoleh sekitar 70 orang menghadapi kesenjangan yang cukup besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masalah juga muncul setelah perusahaan berhasil merekrut pekerja. Kandidat yang diterima tetap membutuhkan waktu untuk menguasai keterampilan teknis dan standar produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, perusahaan perlu memperkirakan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan rencana investasi, ekspansi fasilitas, teknologi baru, dan perkembangan pesanan. Perencanaan lebih awal memberi waktu bagi perusahaan untuk merekrut dan melatih pekerja sebelum kebutuhan produksi mencapai puncaknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekurangan Tenaga Teknis Dapat Membatasi Pertumbuhan Pesanan<br>Bagi perusahaan yang melayani pasar ekspor, kekurangan tenaga kerja dapat memengaruhi jadwal produksi dan pengiriman. Lini produksi yang berjalan di bawah kapasitas berpotensi memperpanjang waktu penyelesaian pesanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kondisi tertentu, keterbatasan tenaga kerja juga dapat memengaruhi keputusan perusahaan untuk menerima pesanan tambahan. Karena itu, ketersediaan pekerja terampil tidak hanya berkaitan dengan operasional pabrik, tetapi juga kemampuan perusahaan memperluas pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, industri pendukung Hanoi membutuhkan hubungan yang lebih terintegrasi antara perusahaan, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta layanan ketenagakerjaan. Model tersebut dapat membantu menyelaraskan kebutuhan kompetensi dengan perkembangan teknologi produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi industri berteknologi tinggi, keberhasilan ekspansi tidak cukup bergantung pada investasi mesin dan fasilitas. Ketersediaan teknisi, insinyur, dan pekerja terampil akan turut menentukan kemampuan perusahaan mempertahankan pesanan, meningkatkan kapasitas, dan memperkuat posisi dalam rantai pasok global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<em><strong><a href="https://www.suara.com/bisnis/2026/08/24/154814/ai-mulai-masuk-industri-manufaktur-integrasi-data-jadi-kunci-sebelum-terapkan-teknologi">AI Mulai Masuk Industri Manufaktur, Integrasi Data Jadi Kunci Sebelum Terapkan Teknologi</a></strong></em>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/26/kekurangan-tenaga-teknis-bikin-industri-pendukung-khawatir-kehilangan-pesanan/">Kekurangan Tenaga Teknis Bikin Industri Pendukung Khawatir Kehilangan Pesanan</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/08/26/kekurangan-tenaga-teknis-bikin-industri-pendukung-khawatir-kehilangan-pesanan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenperin Dorong IKM Logam Masuk Rantai Pasok Industri</title>
		<link>https://arventra.id/2026/08/12/kemenperin-dorong-ikm-logam-masuk-rantai-pasok-industri/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/08/12/kemenperin-dorong-ikm-logam-masuk-rantai-pasok-industri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 16:03:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[ikm]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenperin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=485</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kemenperin Dorong IKM Logam Masuk Rantai Pasok Industri Besar Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) mendorong lebih banyak IKM logam masuk ke rantai pasok industri nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui fasilitasi kemitraan dengan industri besar di Jawa Barat pada 29-30 Juli 2026. Baca Juga &#8220;Asosiasi Garmen Ungkap Syarat Penting [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/12/kemenperin-dorong-ikm-logam-masuk-rantai-pasok-industri/">Kemenperin Dorong IKM Logam Masuk Rantai Pasok Industri</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kemenperin Dorong IKM Logam Masuk Rantai Pasok Industri Besar</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) mendorong lebih banyak IKM logam masuk ke rantai pasok industri nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui fasilitasi kemitraan dengan industri besar di Jawa Barat pada 29-30 Juli 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://ekonomi.bisnis.com/read/20260810/257/1994977/asosiasi-garmen-ungkap-syarat-penting-ekspansi-manufaktur-apa-itu">Asosiasi Garmen Ungkap Syarat Penting Ekspansi Manufaktur, Apa Itu?</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program tersebut mempertemukan IKM potensial dengan calon mitra industri besar. Kemenperin menggandeng Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK) untuk menyiapkan peserta dan membuka komunikasi bisnis secara langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jawa Barat dipilih karena memiliki basis manufaktur yang kuat. Keberadaan perusahaan nasional dan multinasional menciptakan kebutuhan terhadap bahan baku, komponen, hingga jasa pendukung produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenperin Perluas Akses IKM ke Industri Besar</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita mengatakan fasilitasi kemitraan menjadi langkah konkret untuk mempercepat integrasi IKM logam ke rantai pasok industri besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya konkret Kemenperin dalam mengakselerasi masuknya IKM logam ke dalam rantai pasok industri besar,” ujar Reni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Reni, pertemuan langsung memberikan kesempatan kepada IKM memahami kebutuhan calon pembeli. Pelaku usaha juga dapat mengetahui spesifikasi produk, standar kualitas, dan kapasitas yang dibutuhkan industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses tersebut penting karena kemampuan produksi saja belum cukup untuk menjadi pemasok industri besar. IKM perlu menyesuaikan kualitas, konsistensi produksi, serta standar operasional dengan persyaratan calon mitra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IKM Logam Berpeluang Pasok Berbagai Sektor</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenperin melihat peluang kemitraan IKM logam tidak hanya berasal dari industri manufaktur di Jawa Barat. Pelaku IKM juga dapat membangun kerja sama dengan perusahaan dari daerah lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor alat kesehatan dan komponen permesinan menjadi contoh bidang yang berpotensi menyerap produk IKM logam. Peluang tersebut dapat membantu pelaku usaha memperluas pasar sekaligus melakukan diversifikasi produk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reni mengatakan peran IKM logam juga dapat berkembang melampaui pemasok komponen.&nbsp;<mark>Pelaku usaha berpeluang menyediakan layanan perawatan, perbaikan, dan rekayasa mesin serta peralatan produksi.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Diversifikasi layanan tersebut dapat meningkatkan nilai tambah IKM. Pelaku usaha juga memiliki peluang membangun hubungan bisnis yang lebih panjang dengan industri pengguna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kunjungan Lapangan Cek Kesiapan Produksi IKM</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>Fasilitasi kemitraan diawali dengan kunjungan ke sejumlah IKM logam di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi.</mark>&nbsp;Calon mitra industri besar dapat melihat langsung kemampuan produksi peserta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kunjungan tersebut mencakup peninjauan proses produksi, kualitas produk, kapasitas, serta kesiapan IKM memenuhi kebutuhan calon pelanggan. Pendekatan lapangan membantu industri besar memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai calon pemasok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah perusahaan turut mengikuti kunjungan tersebut. Di antaranya PT Perkebunan Nusantara, PT Yogya Presisi Teknikatama Industri, PT Hitachi Construction Machinery Indonesia, dan PT Sarandi Karya Nugraha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Temu Bisnis Hubungkan IKM dengan Calon Mitra</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah kunjungan lapangan, Kemenperin menggelar Temu Bisnis IKM Logam dengan Industri Besar di Karawang pada 30 Juli 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Forum tersebut membuka komunikasi langsung antara pelaku IKM dan calon mitra. Para pihak dapat membahas kebutuhan industri, spesifikasi produk, standar kualitas, dan potensi kerja sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Forum ini menjadi wadah dialog antara pelaku IKM dengan industri besar untuk membahas kebutuhan industri,” kata Reni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Model temu bisnis memberikan kesempatan bagi IKM menyampaikan kemampuan secara langsung. Industri besar juga dapat menjelaskan persyaratan pemasok yang perlu dipenuhi sebelum memasuki hubungan komersial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">30 IKM Logam Ikut Program Kemitraan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 30 IKM logam dari Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Peserta memiliki kemampuan yang beragam dalam mendukung kebutuhan industri manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kompetensi peserta mencakup fabrikasi logam, machining, produksi komponen logam, hingga jasa pendukung industri. Keragaman tersebut menjadi modal untuk mencocokkan kemampuan IKM dengan kebutuhan calon mitra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Plt. Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Budi Setiawan mengatakan program tidak sekadar mempertemukan pelaku usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, kegiatan juga membantu IKM memahami kebutuhan pasar dan standar yang diterapkan industri besar. Pelaku usaha sekaligus dapat membangun jejaring bisnis yang berpotensi berkembang menjadi kerja sama jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri Besar Berbagi Kebutuhan dan Standar</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenperin menghadirkan sejumlah narasumber dari perusahaan BUMN dan swasta dalam kegiatan tersebut. Narasumber berasal dari berbagai sektor yang berkaitan dengan kebutuhan industri dan rantai pasok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peserta memperoleh paparan dari PT Perkebunan Nusantara, Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia (HIPELKI), dan PT Sarandi Karya Nugraha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Narasumber lainnya berasal dari PT Yogya Presisi Teknikatama Industri, Perkumpulan Alat Besar Indonesia (HINABI), PT Hitachi Construction Machinery Indonesia, dan PT United Tractors Pandu Engineering.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keterlibatan perusahaan dari berbagai sektor memberi gambaran mengenai peluang pasar yang dapat dimanfaatkan IKM. Informasi tersebut juga dapat membantu peserta menyiapkan kemampuan produksi sesuai kebutuhan industri pengguna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemitraan Diharapkan Berlanjut ke Kontrak Bisnis</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenperin berharap kegiatan fasilitasi tidak berhenti pada pertemuan dan penjajakan awal. Pemerintah mendorong agar komunikasi yang terbentuk dapat berkembang menjadi hubungan komersial yang konkret dan berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reni menilai kemitraan dengan industri besar dapat membantu IKM meningkatkan kapasitas serta memperluas skala usaha. Hubungan tersebut juga berpotensi memberikan kepastian pasar bagi pelaku IKM yang mampu memenuhi standar industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari perspektif industri nasional, semakin banyak IKM yang terhubung ke rantai pasok dapat memperkuat penggunaan pemasok domestik. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kedalaman struktur manufaktur dan mengurangi ketergantungan pada sumber pasokan tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IKM Logam Jadi Bagian Penting Rantai Pasok Nasional</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fasilitasi kemitraan di Jawa Barat menunjukkan pendekatan Kemenperin untuk mempertemukan kemampuan IKM dengan kebutuhan industri secara lebih terarah. Kunjungan lapangan dan temu bisnis memberikan ruang bagi kedua pihak untuk menilai peluang kerja sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan 30 IKM peserta dan keterlibatan berbagai perusahaan besar, program tersebut memiliki potensi menghasilkan kemitraan baru. Namun, keberhasilan akhirnya akan bergantung pada tindak lanjut dan kemampuan peserta memenuhi persyaratan komersial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenperin berharap semakin banyak IKM logam menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional. Jika kemitraan dapat berkembang secara berkelanjutan, kapasitas IKM dapat meningkat sekaligus memperkuat struktur manufaktur Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.kompas.id/artikel/dorong-mesin-kerja-manufaktur-untuk-naik-kelas">Lulusan Sarjana yang Terserap di Sektor Manufaktur Masih Minim</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/12/kemenperin-dorong-ikm-logam-masuk-rantai-pasok-industri/">Kemenperin Dorong IKM Logam Masuk Rantai Pasok Industri</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/08/12/kemenperin-dorong-ikm-logam-masuk-rantai-pasok-industri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenperin: PMI Manufaktur Ekspansi, Industri Bergairah</title>
		<link>https://arventra.id/2026/08/04/kemenperin-pmi-manufaktur-ekspansi-industri-bergairah/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/08/04/kemenperin-pmi-manufaktur-ekspansi-industri-bergairah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 14:50:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[ekspansi]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Manufaktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=461</guid>

					<description><![CDATA[<p>PMI Manufaktur Indonesia Kembali Ekspansi, Kemenperin Optimistis Industri Nasional Menguat Sektor manufaktur Indonesia kembali menunjukkan tanda pemulihan pada awal kuartal III 2026. Berdasarkan survei S&#38;P Global, Purchasing Managers&#8217; Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juli 2026 naik ke level 50,2 dari 46,9 pada Juni 2026. Kenaikan tersebut membawa PMI kembali ke zona ekspansi setelah beberapa bulan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/04/kemenperin-pmi-manufaktur-ekspansi-industri-bergairah/">Kemenperin: PMI Manufaktur Ekspansi, Industri Bergairah</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Indonesia Kembali Ekspansi, Kemenperin Optimistis Industri Nasional Menguat</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor manufaktur Indonesia kembali menunjukkan tanda pemulihan pada awal kuartal III 2026. Berdasarkan survei S&amp;P Global, Purchasing Managers&#8217; Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juli 2026 naik ke level 50,2 dari 46,9 pada Juni 2026. Kenaikan tersebut membawa PMI kembali ke zona ekspansi setelah beberapa bulan berada di bawah level 50, sekaligus mencerminkan membaiknya aktivitas industri pengolahan nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Output Produksi, Pesanan Baru, dan Penyerapan Tenaga Kerja Mulai Meningkat</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan PMI Juli 2026 didorong oleh pulihnya aktivitas produksi yang untuk pertama kalinya kembali tumbuh sejak Februari 2026. Selain itu, permintaan baru mulai stabil setelah sebelumnya melemah, sementara perusahaan manufaktur kembali membuka lapangan kerja baru usai empat bulan melakukan penyesuaian tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam metodologi PMI, angka di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur sedang berekspansi. Sebaliknya, angka di bawah 50 menandakan kontraksi. Karena itu, capaian 50,2 menjadi sinyal bahwa kondisi industri nasional mulai bergerak ke arah yang lebih positif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan peningkatan PMI mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha di tengah tantangan ekonomi global dan fluktuasi harga bahan baku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami menyambut baik kembalinya PMI Manufaktur Indonesia ke level ekspansif 50,2 pada Juli 2026. Kenaikan 3,3 poin dari bulan Juni mengonfirmasi bahwa roda produksi industri pengolahan kembali bergerak lebih cepat. Peningkatan output dan bertambahnya lapangan kerja menunjukkan kepercayaan konsumen serta permintaan domestik terus membaik,&#8221; ujar Febri dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://ekbis.sindonews.com/read/1735545/34/aktivitas-manufaktur-ri-bangkit-industri-kembali-masuk-fase-ekspansi-1785834486#goog_rewarded">Aktivitas Manufaktur RI Bangkit, Industri Kembali Masuk Fase Ekspansi</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Survei S&amp;P Global juga menunjukkan optimisme pelaku industri terhadap prospek usaha selama 12 bulan mendatang mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Pada saat yang sama, laju kenaikan harga bahan baku melambat ke titik terendah dalam empat bulan sehingga tekanan biaya produksi mulai berkurang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan HGBT dan Relaksasi Bea Masuk Dinilai Perkuat Daya Saing Industri</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenperin menilai tren pemulihan manufaktur tidak lepas dari dukungan sejumlah kebijakan pemerintah. Salah satu faktor utama ialah keberlanjutan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang memberikan kepastian harga energi bagi industri pengguna gas bumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Febri, kebijakan tersebut membantu menjaga daya saing berbagai sektor strategis, seperti industri pupuk, petrokimia, keramik, kaca, baja, sarung tangan karet, hingga oleokimia. Kepastian biaya energi dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi produksi dan memperkuat keyakinan pelaku usaha untuk berekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain HGBT, pemerintah juga menerapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai relaksasi bea masuk impor bahan baku plastik. Kebijakan itu memberikan keringanan biaya bagi industri yang bergantung pada bahan baku impor, termasuk sektor kemasan, makanan dan minuman, otomotif, serta elektronika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Relaksasi tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan biaya input yang sempat meningkat akibat pelemahan nilai tukar dan gangguan rantai pasok global. Dengan biaya produksi yang lebih terkendali, perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas produksi maupun investasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Febri menegaskan kombinasi kebijakan HGBT dan relaksasi bea masuk menjadi bentuk dukungan pemerintah dalam menjaga daya saing industri nasional. Menurutnya, kedua kebijakan itu terbukti membantu menekan inflasi biaya input sekaligus meningkatkan optimisme pelaku usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momentum Pemulihan Perlu Dijaga</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembalinya PMI Manufaktur Indonesia ke zona ekspansi menjadi sinyal awal bahwa aktivitas industri nasional mulai pulih setelah menghadapi tekanan selama beberapa bulan terakhir. Meski demikian, keberlanjutan tren positif tersebut tetap bergantung pada stabilitas permintaan domestik, kondisi ekonomi global, serta konsistensi kebijakan yang mendukung iklim investasi dan efisiensi biaya produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika momentum ini terus terjaga, sektor manufaktur berpotensi kembali menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja, dan ekspansi investasi di berbagai industri strategis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://premium.bisnis.com/read/20260804/658/1993525/aral-di-balik-pemulihan-pmi-manufaktur-indonesia-pada-juli-2026">Aral di Balik Pemulihan PMI Manufaktur Indonesia pada Juli 2026</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/04/kemenperin-pmi-manufaktur-ekspansi-industri-bergairah/">Kemenperin: PMI Manufaktur Ekspansi, Industri Bergairah</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/08/04/kemenperin-pmi-manufaktur-ekspansi-industri-bergairah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sandiaga Uno Dorong Industri Sertifikasi Jadi Sektor Strategis</title>
		<link>https://arventra.id/2026/08/01/sandiaga-uno-dorong-industri-sertifikasi-jadi-sektor-strategis/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/08/01/sandiaga-uno-dorong-industri-sertifikasi-jadi-sektor-strategis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2026 14:14:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keamanan Kerja (K3) Digital]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<category><![CDATA[Sektor Strategis]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=455</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sandiaga Uno Nilai Industri Sertifikasi Berpotensi Jadi Sektor Strategis Masa DepanStandar Global Meningkat, Kebutuhan Layanan Sertifikasi dan Assurance Semakin Besar Investor dan pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno menilai industri sertifikasi dan assurance memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu sektor strategis di masa depan. Perkembangan perdagangan global yang semakin bergantung pada standar kualitas, keberlanjutan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/01/sandiaga-uno-dorong-industri-sertifikasi-jadi-sektor-strategis/">Sandiaga Uno Dorong Industri Sertifikasi Jadi Sektor Strategis</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sandiaga Uno Nilai Industri Sertifikasi Berpotensi Jadi Sektor Strategis Masa Depan<br>Standar Global Meningkat, Kebutuhan Layanan Sertifikasi dan Assurance Semakin Besar</p>



<p class="wp-block-paragraph">Investor dan pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno menilai industri sertifikasi dan assurance memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu sektor strategis di masa depan. Perkembangan perdagangan global yang semakin bergantung pada standar kualitas, keberlanjutan, dan keamanan produk menjadi faktor utama meningkatnya kebutuhan layanan sertifikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Sandiaga, perubahan standar internasional mendorong perusahaan di berbagai sektor untuk memastikan produk dan operasional mereka memenuhi ketentuan yang berlaku di pasar global. Kondisi tersebut membuka peluang bagi industri sertifikasi, inspeksi, pengujian, serta verifikasi untuk memberikan kepastian dan kepercayaan kepada pelaku usaha maupun konsumen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://premium.bisnis.com/read/20260731/658/1992523/indeks-kepercayaan-industri-iki-menguat-benarkah-manufaktur-mulai-pulih">Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Menguat, Benarkah Manufaktur Mulai Pulih?</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan kebutuhan layanan tersebut terlihat dari berbagai sektor yang mulai memperkuat penerapan standar, mulai dari manufaktur, energi, industri halal, hingga perusahaan yang mengadopsi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>&#8221; Saya melihat industri sertifikasi dan assurance akan menjadi salah satu sektor strategis di masa depan.</mark><mark>Semakin tinggi standar yang diterapkan di berbagai negara, semakin besar pula kebutuhan terhadap lembaga yang dapat memberikan kepastian dan kepercayaan kepada pasar,&#8221; ujar Sandiaga Salahuddin Uno.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sertifikasi Jadi Faktor Penting dalam Persaingan Global</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan pola perdagangan dunia membuat standar internasional semakin berperan dalam menentukan daya saing produk. Perusahaan yang ingin memperluas pasar ekspor tidak hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga harus mampu menunjukkan kepatuhan terhadap berbagai regulasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sertifikasi menjadi salah satu instrumen penting untuk membuktikan bahwa produk telah memenuhi persyaratan tertentu. Hal tersebut mencakup aspek keamanan pangan, keberlanjutan lingkungan, kualitas produksi, hingga kepatuhan terhadap standar industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Indonesia, perkembangan industri sertifikasi memiliki posisi strategis karena dapat mendukung peningkatan daya saing produk dalam negeri. Dengan semakin banyak perusahaan yang memperoleh sertifikasi sesuai standar global, peluang produk nasional untuk masuk ke pasar internasional juga semakin terbuka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain mendukung kegiatan ekspor, layanan sertifikasi juga berperan dalam membangun kepercayaan antara produsen, mitra bisnis, regulator, dan konsumen. Kehadiran lembaga sertifikasi yang kredibel membantu memastikan bahwa klaim kualitas atau keberlanjutan suatu produk dapat dipertanggungjawabkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">MUTU Dinilai Memiliki Peluang Besar dalam Industri Assurance</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sandiaga melihat perusahaan yang bergerak di bidang inspeksi dan pengujian memiliki peluang besar untuk tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan pasar. Salah satu perusahaan yang dinilai memiliki potensi pengembangan adalah PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, MUTU memiliki pengalaman panjang dalam industri sertifikasi dan telah membangun fondasi bisnis yang kuat. Dengan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan assurance, perusahaan tersebut dinilai memiliki kesempatan untuk memperluas jangkauan bisnisnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya melihat MUTU memiliki fondasi bisnis yang kuat dan pengalaman yang panjang di bidangnya.&nbsp;<mark>Dengan meningkatnya kebutuhan terhadap sertifikasi dan assurance, saya optimistis perusahaan ini memiliki peluang besar untuk terus berkembang,&#8221; ujar Sandiaga.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">MUTU terus mengembangkan layanan yang menyesuaikan kebutuhan industri modern. Penguatan layanan tersebut mencakup sertifikasi keberlanjutan, keamanan pangan, sertifikasi halal, hingga pengembangan ekosistem pasar karbon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian dunia usaha terhadap isu keberlanjutan. Banyak perusahaan kini tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas operasional mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Layanan Verifikasi Mendukung Ekonomi Berkelanjutan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan industri sertifikasi juga berkaitan erat dengan meningkatnya penerapan prinsip ESG di tingkat global. Perusahaan yang ingin menarik investasi maupun memperluas pasar internasional semakin membutuhkan bukti bahwa kegiatan bisnis mereka berjalan sesuai standar keberlanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks tersebut, lembaga sertifikasi dan assurance memiliki peran sebagai pihak independen yang melakukan pemeriksaan, pengujian, dan verifikasi terhadap berbagai klaim perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberadaan lembaga tersebut membantu menciptakan transparansi dalam dunia usaha. Investor, konsumen, dan mitra bisnis dapat memperoleh informasi yang lebih terpercaya sebelum mengambil keputusan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, sektor sertifikasi juga mendukung transformasi industri menuju ekonomi hijau. Melalui layanan verifikasi karbon dan sertifikasi keberlanjutan, perusahaan dapat mengukur serta menunjukkan komitmen terhadap pengurangan dampak lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia Perlu Perkuat Ekosistem Sertifikasi Nasional</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat meningkatnya kebutuhan pasar, penguatan industri sertifikasi nasional menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Lembaga sertifikasi yang memiliki kompetensi dan kredibilitas dapat membantu perusahaan Indonesia memenuhi standar internasional secara lebih efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sandiaga menilai perusahaan yang mampu beradaptasi dengan perubahan standar global akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Menurutnya, kemampuan memenuhi persyaratan internasional menjadi salah satu faktor penting dalam memenangkan persaingan bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>&#8220;Perusahaan yang mampu memenuhi standar internasional akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.</mark>&nbsp;Karena itu, lembaga sertifikasi dan assurance akan memegang peranan yang semakin penting dalam mendukung pertumbuhan industri nasional,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sertifikasi tidak lagi hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis. Perusahaan yang memiliki sertifikasi terpercaya dapat meningkatkan reputasi, memperluas pasar, serta memperkuat hubungan dengan mitra global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri Sertifikasi Diproyeksikan Semakin Dibutuhkan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, kebutuhan terhadap layanan sertifikasi dan assurance diperkirakan terus meningkat seiring perubahan regulasi perdagangan dan tuntutan konsumen terhadap produk yang berkualitas serta berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan sektor ini juga membuka peluang bagi pengembangan tenaga profesional di bidang inspeksi, pengujian, audit, dan verifikasi. Ekosistem sertifikasi yang kuat dapat memberikan manfaat luas bagi industri nasional, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan semakin ketatnya standar internasional, industri sertifikasi diproyeksikan menjadi salah satu sektor pendukung utama bagi transformasi ekonomi Indonesia. Peran lembaga assurance akan semakin penting dalam memastikan dunia usaha mampu beradaptasi dengan tuntutan pasar global yang terus berubah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.medcom.id/otomotif/motor/8ko190MN-mahasiswa-ulbi-bandung-serbu-pabrik-sepeda-united-bike">Mahasiswa ULBI Bandung, &#8216;Serbu&#8217; Pabrik Sepeda United Bike!</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/01/sandiaga-uno-dorong-industri-sertifikasi-jadi-sektor-strategis/">Sandiaga Uno Dorong Industri Sertifikasi Jadi Sektor Strategis</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/08/01/sandiaga-uno-dorong-industri-sertifikasi-jadi-sektor-strategis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Optimisme Manufaktur, Industri Pengolahan Tetap Ekspansi</title>
		<link>https://arventra.id/2026/07/18/optimisme-manufaktur-industri-pengolahan-tetap-ekspansi/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/07/18/optimisme-manufaktur-industri-pengolahan-tetap-ekspansi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2026 15:11:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi Material & Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[ekspansi]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[optimisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=432</guid>

					<description><![CDATA[<p>Industri Pengolahan Indonesia Tetap Ekspansi, Optimisme Manufaktur Menguat pada 2026 Sektor industri pengolahan Indonesia menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia memperlihatkan aktivitas manufaktur masih berada pada fase ekspansi sepanjang triwulan II 2026. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa permintaan domestik dan aktivitas produksi nasional tetap [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/07/18/optimisme-manufaktur-industri-pengolahan-tetap-ekspansi/">Optimisme Manufaktur, Industri Pengolahan Tetap Ekspansi</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Industri Pengolahan Indonesia Tetap Ekspansi, Optimisme Manufaktur Menguat pada 2026</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor industri pengolahan Indonesia menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia memperlihatkan aktivitas manufaktur masih berada pada fase ekspansi sepanjang triwulan II 2026. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa permintaan domestik dan aktivitas produksi nasional tetap terjaga meski perekonomian dunia masih dibayangi berbagai tantangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.kompas.id/artikel/tantangan-ekonomi-diramal-berlanjut-perusahaan-konsumen-seimbangkan-efisiensi-dan-ekspansi">Tantangan Ekonomi Berlanjut, Emiten Konsumen Putar Otak Jaga Margin Penjualan</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bank Indonesia mencatat Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) pada triwulan II 2026 mencapai 51,43 persen. Angka tersebut berada di atas level 50 persen yang menjadi batas antara ekspansi dan kontraksi. Meski sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya, capaian ini menunjukkan sektor manufaktur masih tumbuh dan menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prospek industri juga diperkirakan semakin membaik pada triwulan III 2026. Bank Indonesia memproyeksikan PMI-BI meningkat menjadi 52,32 persen, menandakan optimisme pelaku usaha terhadap kondisi bisnis dalam beberapa bulan mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi dan Permintaan Tetap Menjadi Penggerak Utama Industri</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kinerja positif sektor manufaktur tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas produksi dan permintaan pasar. Bank Indonesia mencatat volume produksi masih menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi selama triwulan II 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktivitas produksi tetap berjalan karena perusahaan memperoleh pesanan yang stabil dari pasar domestik. Di sisi lain, persediaan barang jadi yang memadai membantu pelaku industri memenuhi kebutuhan konsumen tanpa mengalami gangguan berarti pada rantai pasok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat masih berjalan dengan baik. Selama konsumsi rumah tangga dan kebutuhan dunia usaha tetap terjaga, sektor manufaktur memiliki ruang untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kapasitas produksinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perputaran produksi juga memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi lainnya. Kegiatan manufaktur yang terus berjalan mendorong permintaan bahan baku, jasa transportasi, logistik, hingga sektor perdagangan sehingga menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beragam Subsektor Manufaktur Tunjukkan Pertumbuhan Positif</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan industri pengolahan tidak hanya terjadi pada satu kelompok usaha. Bank Indonesia mencatat sebagian besar subsektor manufaktur masih berada dalam fase ekspansi selama triwulan II 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri mesin dan perlengkapan menjadi sektor dengan pertumbuhan paling tinggi. Posisi tersebut menunjukkan meningkatnya aktivitas investasi dan kebutuhan terhadap peralatan produksi di berbagai sektor industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, industri makanan dan minuman tetap menjadi salah satu penopang utama manufaktur nasional. Kinerja subsektor ini didukung oleh permintaan masyarakat yang relatif stabil karena berkaitan langsung dengan kebutuhan konsumsi sehari-hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri logam dasar dan industri barang galian bukan logam juga masih menunjukkan pertumbuhan positif. Kinerja kedua subsektor tersebut mencerminkan aktivitas pembangunan dan kebutuhan bahan baku industri yang masih berjalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk triwulan III 2026, Bank Indonesia memperkirakan semakin banyak subsektor yang akan mencatatkan peningkatan. Selain industri mesin, sektor pengolahan tembakau serta industri alat angkutan diprediksi mengalami pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prospek Manufaktur Dinilai Masih Menjanjikan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Optimisme pelaku usaha terhadap kondisi industri tidak muncul tanpa alasan. Proyeksi peningkatan PMI-BI menjadi 52,32 persen menunjukkan perusahaan masih melihat peluang pertumbuhan dalam beberapa bulan ke depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan tersebut diperkirakan didorong oleh peningkatan volume produksi, bertambahnya pesanan, serta terjaganya persediaan barang jadi. Faktor-faktor tersebut menjadi indikator penting bahwa aktivitas industri masih memiliki fondasi yang kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, keberlanjutan pertumbuhan tetap bergantung pada sejumlah faktor pendukung. Stabilitas pasokan bahan baku, efisiensi distribusi barang, serta kepastian regulasi menjadi aspek yang terus diperhatikan oleh pelaku industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biaya logistik yang kompetitif juga memiliki peran penting dalam menjaga daya saing produk manufaktur Indonesia. Semakin efisien proses distribusi, semakin besar peluang industri meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, iklim investasi yang kondusif akan mendorong perusahaan melakukan ekspansi kapasitas produksi. Investasi baru dapat mempercepat modernisasi industri sekaligus meningkatkan kemampuan sektor manufaktur dalam menghadapi persaingan global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri Pengolahan Tetap Menjadi Penopang Ekonomi Nasional</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor manufaktur selama ini memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Industri pengolahan tidak hanya menghasilkan nilai tambah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas perdagangan, dan memperkuat rantai pasok nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika aktivitas produksi terus meningkat, dampaknya dapat dirasakan oleh berbagai sektor pendukung, mulai dari usaha kecil penyedia bahan baku hingga perusahaan logistik dan distribusi. Efek berganda tersebut menjadikan manufaktur sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kemampuan sektor industri mempertahankan ekspansi menjadi sinyal positif bagi dunia usaha. Kepercayaan pelaku industri terhadap prospek ekonomi juga dapat meningkatkan minat investasi dan memperkuat daya saing nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menjaga Momentum Pertumbuhan Menjadi Tantangan Berikutnya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski prospek industri masih positif, menjaga momentum pertumbuhan menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan perlu memastikan berbagai hambatan produksi dapat diminimalkan agar ekspansi tetap berlanjut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perbaikan infrastruktur logistik, kemudahan perizinan usaha, kepastian regulasi, serta kelancaran pasokan bahan baku menjadi faktor yang akan menentukan keberlanjutan pertumbuhan industri pengolahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan dukungan kebijakan yang tepat serta permintaan domestik yang tetap kuat, sektor manufaktur berpotensi mempertahankan tren ekspansi hingga akhir 2026. Optimisme yang tercermin dalam hasil survei Bank Indonesia menjadi modal penting bagi industri nasional untuk terus tumbuh dan memperkuat fondasi ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="PMI Manufaktur Triwulan II-2026 Berada di Zona Ekspansi">BI: PMI Manufaktur Triwulan II-2026 Berada di Zona Ekspansi</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/07/18/optimisme-manufaktur-industri-pengolahan-tetap-ekspansi/">Optimisme Manufaktur, Industri Pengolahan Tetap Ekspansi</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/07/18/optimisme-manufaktur-industri-pengolahan-tetap-ekspansi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kawasan Industri Subang Dilirik Investor Asing dan Lokal</title>
		<link>https://arventra.id/2026/07/12/kawasan-industri-subang-dilirik-investor-asing-dan-lokal/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/07/12/kawasan-industri-subang-dilirik-investor-asing-dan-lokal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 16:08:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[investor asing]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[subang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=411</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kawasan Industri Subang Jadi Pilihan Baru Investor Asing dan Domestik Kawasan industri di Subang, Jawa Barat, mulai menarik perhatian investor asing dan domestik seiring meningkatnya kebutuhan lokasi produksi yang lebih modern dan terintegrasi. Pergeseran minat investasi ini terjadi karena kawasan industri utama seperti Bekasi dan Karawang menghadapi keterbatasan lahan serta kenaikan biaya operasional. Baca Juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/07/12/kawasan-industri-subang-dilirik-investor-asing-dan-lokal/">Kawasan Industri Subang Dilirik Investor Asing dan Lokal</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kawasan Industri Subang Jadi Pilihan Baru Investor Asing dan Domestik</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kawasan industri di Subang, Jawa Barat, mulai menarik perhatian investor asing dan domestik seiring meningkatnya kebutuhan lokasi produksi yang lebih modern dan terintegrasi. Pergeseran minat investasi ini terjadi karena kawasan industri utama seperti Bekasi dan Karawang menghadapi keterbatasan lahan serta kenaikan biaya operasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="Jurus Bisnis Produk Rumah Tangga - Baby Care Era Digitalisasi">Video: Jurus Bisnis Produk Rumah Tangga &#8211; Baby Care Era Digitalisasi</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan manufaktur kini tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan, tetapi juga mencari kawasan yang mampu menyediakan ekosistem industri lengkap.&nbsp;<mark>Fasilitas logistik, akses transportasi, tenaga kerja, hingga konektivitas global menjadi faktor penting dalam menentukan lokasi investasi baru.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan kebutuhan tersebut membuat Subang muncul sebagai salah satu wilayah potensial untuk pengembangan industri masa depan. Dukungan infrastruktur strategis dan ketersediaan lahan menjadi daya tarik bagi perusahaan yang ingin memperluas kapasitas produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Investor Mulai Beralih dari Bekasi dan Karawang ke Subang</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kawasan industri Bekasi-Karawang selama ini menjadi salah satu pusat manufaktur terbesar di Indonesia. Namun, perkembangan industri yang pesat membuat wilayah tersebut menghadapi tantangan berupa keterbatasan lahan dan meningkatnya biaya operasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut mendorong sejumlah perusahaan mencari lokasi alternatif yang tetap memiliki akses strategis. Subang menjadi salah satu pilihan karena menawarkan ruang pengembangan yang lebih luas dengan potensi biaya yang lebih kompetitif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">General Manager Sales &amp; Tenant Relations Suryacipta, Binawati Dewi, mengatakan kebutuhan industri saat ini telah mengalami perubahan. Menurutnya, perusahaan tidak lagi hanya mencari tanah kosong untuk membangun fasilitas produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Kalau sebelumnya industri cukup mencari lahan, sekarang mereka mencari ekosistem yang siap pakai, mulai dari logistik, tenaga kerja, hingga konektivitas global,” ujar Binawati.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan bahwa kawasan industri masa kini harus mampu menyediakan berbagai kebutuhan pendukung agar perusahaan dapat menjalankan operasional secara efisien.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kawasan Industri Terintegrasi Jadi Daya Tarik Baru</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan industri modern membuat konsep kawasan terintegrasi semakin diminati investor. Kawasan tersebut menggabungkan area manufaktur dengan fasilitas komersial, hunian, serta layanan pendukung lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Binawati, perubahan ini bukan sekadar perpindahan lokasi investasi. Fenomena tersebut menunjukkan strategi perusahaan dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini bukan hanya soal perkembangan industri, tetapi tentang bagaimana industri beradaptasi dengan kebutuhan baru. Kawasan yang sejak awal dirancang untuk terintegrasi akan menjadi pilihan utama,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep kawasan industri terintegrasi menjadi semakin relevan dengan munculnya sektor baru seperti kendaraan listrik, elektronik, dan pusat data. Sektor-sektor tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur yang lebih kompleks dibandingkan industri konvensional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Subang Smartpolitan Dorong Pengembangan Ekosistem Industri</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu proyek yang mencerminkan perkembangan kawasan industri terintegrasi di Subang adalah Subang Smartpolitan yang dikembangkan PT Suryacipta Swadaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kawasan tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan industri modern melalui perpaduan fasilitas manufaktur, area komersial, dan lingkungan hunian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengembangan konsep tersebut menjadi bagian dari perubahan pola investasi industri di Indonesia. Investor kini semakin mempertimbangkan kualitas ekosistem kawasan sebelum menentukan lokasi pembangunan fasilitas produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan pendekatan tersebut, kawasan industri tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi yang mendukung keberlanjutan bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Infrastruktur Strategis Perkuat Daya Saing Subang</p>



<p class="wp-block-paragraph">Subang memiliki sejumlah keunggulan yang memperkuat daya tariknya sebagai tujuan investasi baru. Salah satunya adalah dukungan infrastruktur seperti Pelabuhan Patimban dan akses Tol Trans-Jawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran infrastruktur tersebut membantu meningkatkan konektivitas logistik antara kawasan industri, pusat distribusi, dan jalur perdagangan internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Subang menawarkan struktur biaya yang lebih kompetitif dibandingkan kawasan industri yang sudah berkembang lebih dahulu seperti Bekasi dan Karawang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Faktor tersebut menjadi pertimbangan penting bagi perusahaan manufaktur global yang ingin menjaga efisiensi operasional sekaligus memperluas jaringan produksi di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peluang Ekspansi Industri Masih Terbuka</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kementerian Perindustrian mencatat tingkat okupansi kawasan industri nasional berada di angka 58,19 persen pada awal tahun. Data tersebut menunjukkan masih terdapat ruang bagi pengembangan kawasan industri baru di berbagai wilayah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Laporan Colliers International juga menunjukkan bahwa keterbatasan lahan di Bekasi dan Karawang mulai mengarahkan ekspansi industri menuju wilayah seperti Purwakarta dan Subang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>Dengan dukungan infrastruktur dan ketersediaan lahan, Subang memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri baru di Jawa Barat.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Subang Berpotensi Menjadi Pusat Investasi Industri Masa Depan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan arah investasi menuju Subang menunjukkan adanya transformasi dalam kebutuhan sektor manufaktur Indonesia. Investor kini lebih memilih kawasan yang menawarkan kesiapan infrastruktur dan ekosistem bisnis dibandingkan hanya mempertimbangkan harga lahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, pengembangan kawasan industri terintegrasi di Subang diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan sektor manufaktur, teknologi, dan industri berbasis masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kombinasi lokasi strategis, fasilitas pendukung, dan peluang pengembangan yang luas, Subang berpotensi menjadi salah satu kawasan industri penting dalam peta investasi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.topbusiness.id/131869/scg-melalui-pt-berjaya-nawaplastic-indonesia-dukung-keandalan-sistem-utilitas-untuk-produktivitas-industri-manufaktur-berkelanjutan.html">SCG melalui PT Berjaya Nawaplastic Indonesia Dukung Keandalan Sistem Utilitas untuk Produktivitas Industri Manufaktur Berkelanjutan</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/07/12/kawasan-industri-subang-dilirik-investor-asing-dan-lokal/">Kawasan Industri Subang Dilirik Investor Asing dan Lokal</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/07/12/kawasan-industri-subang-dilirik-investor-asing-dan-lokal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa Itu B50? BBM Baru Berbahan Sawit Mulai Berlaku</title>
		<link>https://arventra.id/2026/06/30/apa-itu-b50-bbm-baru-berbahan-sawit-mulai-berlaku/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/06/30/apa-itu-b50-bbm-baru-berbahan-sawit-mulai-berlaku/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 08:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[B50]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[energi terbarukan]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=381</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengenal B50, Biodiesel Berbahan Sawit yang Mulai Berlaku 1 Juli 2026 Pemerintah resmi memulai penerapan biodiesel B50 pada 1 Juli 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional. Kebijakan ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor solar, meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi industri kelapa sawit dalam negeri. Melalui implementasi B50, Indonesia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/30/apa-itu-b50-bbm-baru-berbahan-sawit-mulai-berlaku/">Apa Itu B50? BBM Baru Berbahan Sawit Mulai Berlaku</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Mengenal B50, Biodiesel Berbahan Sawit yang Mulai Berlaku 1 Juli 2026</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah resmi memulai penerapan biodiesel B50 pada 1 Juli 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional. Kebijakan ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor solar, meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi industri kelapa sawit dalam negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui implementasi B50, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan biodiesel dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis minyak sawit untuk berbagai moda transportasi. Program ini merupakan kelanjutan dari kebijakan mandatori biodiesel yang sebelumnya dimulai dari B20, kemudian ditingkatkan menjadi B35 dan B40.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://arventra.id/2026/06/28/b50-jadi-langkah-besar-menuju-swasembada-energi-indonesia/"><strong><em>B50 Jadi Langkah Besar Menuju Swasembada Energi Indonesia</em></strong></a>&#8220;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Apa Itu B50 dan Mengapa Menjadi Terobosan Baru?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">B50 adalah bahan bakar diesel yang terdiri atas 50 persen solar dan 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME). FAME merupakan biodiesel yang diproduksi dari minyak nabati, terutama minyak kelapa sawit, sehingga dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan kandungan biodiesel menjadi 50 persen diharapkan mampu menekan impor solar sekaligus memperbesar penggunaan energi terbarukan dalam sektor transportasi. Kebijakan ini juga mendukung target pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi emisi dari sektor transportasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pengembangan B50 merupakan hasil riset yang telah berlangsung selama sekitar 15 tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tentu saja program B50 ini sudah mempunyai sejarah yang panjang sejak 15 tahun yang lalu, dan kali ini kita membuktikan di dunia bahwa B50 itu hanya ada di Indonesia. Kita saat ini capaiannya sudah nomor 1 di dunia,&#8221; ujar Eniya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, belum ada negara lain yang menerapkan biodiesel dengan komposisi 50 persen bahan bakar nabati untuk sektor transportasi. Karena itu, Indonesia harus menyusun sendiri standar teknis dan prosedur implementasinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Bahkan tidak ada lagi rujukan-rujukan teknis yang bisa kita akses. Jadi tidak ada contohnya. Ini yang membuat kebanggaan bagi kita sendiri,&#8221; katanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Uji Coba B50 Berjalan Sejak Akhir 2025</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum diberlakukan secara nasional, pemerintah telah melakukan pengujian B50 sejak 9 Desember 2025. Pengujian dilakukan pada berbagai jenis kendaraan dan peralatan, mulai dari mobil penumpang, truk, alat berat pertambangan, kapal, kereta api, hingga mesin pertanian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil pengujian menunjukkan performa biodiesel B50 memenuhi bahkan melampaui sejumlah standar yang direkomendasikan produsen kendaraan. Temuan tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah melanjutkan implementasi secara nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Di otomotif kita sudah lihat kemarin dari hasil target 50.000 km dan ada juga 40.000 km. Di situ semua pengujian di atas saran dari pabrikan. Jadi, misalnya filter harus diganti di 10.000. Nah, ternyata kemarin 30.000 aja belum ganti,&#8221; kata Eniya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain performa mesin, pemerintah juga meningkatkan kualitas FAME yang digunakan pada B50. Kandungan air pada biodiesel berhasil ditekan sehingga kualitas campuran dinilai lebih baik dibandingkan saat implementasi B40.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi spesifikasi FAME untuk campuran ke B50 itu lebih bagus daripada yang kemarin, yang spek 40. Karena water content-nya lebih kecil lagi,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengujian juga dilakukan pada kondisi suhu rendah di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Berdasarkan hasil uji tersebut, mesin kendaraan mampu menyala dengan cepat meski berada di lingkungan bersuhu dingin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Nah kemarin cold start engine saya di Bromo itu sudah bagus. Kurang dari 1 detik, bahkan 0,8 detik,&#8221; kata Eniya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Indonesia Menjadi Pelopor Implementasi Biodiesel B50</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan uji coba membuat pemerintah menetapkan pemberlakuan mandatori B50 mulai 1 Juli 2026. Menurut Eniya, keberhasilan penggunaan biodiesel pada kendaraan bermesin putaran tinggi menjadi indikator bahwa penerapan pada mesin berputaran rendah akan lebih mudah dilakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Intinya kalau high speed engine itu berhasil, bisa muter, bisa jalan, berarti yang lambat lebih mudah lagi. Sehingga kita berkesimpulan bisa dimandatorikan di 1 Juli,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, implementasi B50 mulai menarik perhatian berbagai negara karena belum ada referensi global mengenai biodiesel dengan komposisi campuran setinggi itu. Indonesia pun membuka peluang bagi berbagai pihak untuk mempelajari hasil pengujian yang telah dilakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pengujian B50 ini tidak ada rujukan di dunia, sehingga kita benar-benar terbuka untuk teman-teman yang melakukan pengujian. Termasuk di perkeretaapian ini kan belum ada referensinya,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penerapan B50 diharapkan tidak hanya mengurangi konsumsi solar impor, tetapi juga meningkatkan penggunaan energi terbarukan, memperkuat industri sawit nasional, dan mendukung target swasembada energi. Dengan keberhasilan implementasi tersebut, Indonesia berpotensi menjadi rujukan global dalam pengembangan biodiesel berkomposisi tinggi sekaligus mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/8098725/danantara-bangun-141-ribu-rusun-subsidi-di-meikarta"><em><strong>Danantara Bangun 141 Ribu Rusun Subsidi di Meikarta</strong></em></a>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/30/apa-itu-b50-bbm-baru-berbahan-sawit-mulai-berlaku/">Apa Itu B50? BBM Baru Berbahan Sawit Mulai Berlaku</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/06/30/apa-itu-b50-bbm-baru-berbahan-sawit-mulai-berlaku/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Infrastruktur SAF dan Biosolar B50 Disiapkan Pertamina</title>
		<link>https://arventra.id/2026/06/30/infrastruktur-saf-dan-biosolar-b50-disiapkan-pertamina/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/06/30/infrastruktur-saf-dan-biosolar-b50-disiapkan-pertamina/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 08:42:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[B50]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[SAF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=378</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pertamina Percepat Infrastruktur SAF dan Biosolar B50 untuk Dukung Transisi Energi PT Pertamina (Persero) mempercepat kesiapan infrastruktur guna mendukung implementasi Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan distribusi biosolar B50. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar, sekaligus mendukung target transisi menuju energi yang lebih bersih. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/30/infrastruktur-saf-dan-biosolar-b50-disiapkan-pertamina/">Infrastruktur SAF dan Biosolar B50 Disiapkan Pertamina</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Pertamina Percepat Infrastruktur SAF dan Biosolar B50 untuk Dukung Transisi Energi</h2>



<p class="wp-block-paragraph">PT Pertamina (Persero) mempercepat kesiapan infrastruktur guna mendukung implementasi Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan distribusi biosolar B50. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar, sekaligus mendukung target transisi menuju energi yang lebih bersih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, mengatakan kesiapan fasilitas energi menjadi faktor penting agar implementasi bahan bakar ramah lingkungan dapat berjalan lancar. Menurutnya, penguatan infrastruktur tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dan sistem operasional yang mendukung distribusi energi secara berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://arventra.id/2026/06/28/mini-lng-plant-tuban-siap-pasok-energi-jawa-hingga-sulawesi/"><strong><em>Mini LNG Plant Tuban Siap Pasok Energi Jawa hingga Sulawesi</em></strong></a>&#8220;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kesiapan Terminal Pertamina Dukung Implementasi SAF dan Biosolar B50</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kunjungannya ke sejumlah fasilitas operasional di Jawa Timur, Iriawan menilai Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda telah siap mendukung penyaluran Sustainable Aviation Fuel bagi sektor penerbangan. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu mempercepat penggunaan avtur rendah emisi sekaligus menjaga keandalan pasokan energi di bandara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kesiapan infrastruktur dan SDM untuk implementasi SAF sejalan dengan upaya memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan energi impor,&#8221; ujar Iriawan kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain meninjau AFT Juanda, Iriawan juga mengunjungi Integrated Terminal Surabaya. Terminal tersebut dinilai telah memiliki kesiapan operasional untuk mendukung distribusi biosolar B50 menjelang pemberlakuan program secara nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mendorong Integrated Terminal Surabaya menjadi proyek percontohan pengembangan energi hijau di lingkungan Pertamina. Menurutnya, terminal modern tersebut dapat menjadi model pengelolaan energi yang lebih efisien sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Pertamina terus memperkuat digitalisasi operasional melalui Pertamina Integrated Command Center (PICC) dan Terminal Automation System. Pemanfaatan teknologi tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi distribusi, memantau kondisi infrastruktur secara real time, serta memperkuat ketahanan pasokan energi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Iriawan juga mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan kerja dan keandalan fasilitas energi di tengah percepatan pengembangan bahan bakar rendah karbon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kedaulatan energi yang sejati adalah ketika kita mampu berdiri di atas kaki sendiri, mengolah apa yang dikaruniai Tuhan di bumi Nusantara ini menjadi energi bersih bagi masa depan bangsa. Kita tidak boleh menjadi bangsa yang menggantungkan nasibnya pada belas kasihan pasar global,&#8221; katanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Mengenal Biosolar B50 yang Mulai Berlaku 1 Juli 2026</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah menjadwalkan peluncuran mandatori biodiesel B50 pada 1 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Program tersebut diumumkan Presiden Prabowo Subianto dan menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang menerapkan biodiesel dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis minyak sawit untuk berbagai moda transportasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">B50 merupakan bahan bakar diesel yang terdiri atas 50 persen solar dan 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME). FAME diproduksi dari minyak nabati, terutama minyak kelapa sawit, sehingga dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program ini melanjutkan kebijakan mandatori biodiesel sebelumnya, yakni B35 dan B40. Pemerintah berharap peningkatan kandungan biodiesel mampu menekan impor solar, meningkatkan konsumsi energi terbarukan, serta memperkuat industri sawit nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan pengembangan B50 merupakan hasil riset biodiesel yang telah berlangsung sekitar 15 tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tentu saja program B50 ini sudah mempunyai sejarah yang panjang sejak 15 tahun yang lalu, dan kali ini kita membuktikan di dunia bahwa B50 itu hanya ada di Indonesia. Kita saat ini capaiannya sudah nomor 1 di dunia,&#8221; ujar Eniya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, belum ada negara lain yang menerapkan biodiesel B50 untuk sektor transportasi. Kondisi tersebut membuat Indonesia harus menyusun sendiri standar teknis dan prosedur implementasinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Bahkan tidak ada lagi rujukan-rujukan teknis yang bisa kita akses. Jadi tidak ada contohnya. Ini yang membuat kebanggaan bagi kita sendiri,&#8221; katanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Hasil Uji Coba B50 Dinilai Melampaui Standar Pabrikan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum diterapkan secara nasional, pemerintah telah menguji B50 sejak Desember 2025 pada berbagai jenis kendaraan dan alat berat. Pengujian dilakukan terhadap mobil penumpang, truk, alat berat pertambangan, kapal, kereta api, hingga mesin pertanian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eniya menyebut hasil pengujian menunjukkan performa biodiesel B50 berada di atas standar yang direkomendasikan sejumlah produsen kendaraan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Di otomotif kita sudah lihat kemarin dari hasil target 50.000 km dan ada juga 40.000 km. Di situ semua pengujian di atas saran dari pabrikan. Jadi, misalnya filter harus diganti di 10.000. Nah, ternyata kemarin 30.000 aja belum ganti,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menjelaskan kualitas FAME yang digunakan pada B50 telah ditingkatkan, terutama melalui penurunan kadar air sehingga kualitas bahan bakar menjadi lebih baik dibandingkan implementasi B40.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengujian turut dilakukan di kawasan bersuhu rendah, termasuk di Gunung Bromo, Jawa Timur. Berdasarkan hasil uji tersebut, mesin kendaraan tetap dapat dinyalakan dengan cepat meski berada pada kondisi temperatur rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Nah kemarin cold start engine saya di Bromo itu sudah bagus. Kurang dari 1 detik, bahkan 0,8 detik,&#8221; kata Eniya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Implementasi B50 Diharapkan Perkuat Ketahanan Energi Nasional</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan serangkaian pengujian menjadi dasar pemerintah memberlakukan mandatori B50 mulai 1 Juli 2026. Pemerintah menilai keberhasilan penggunaan biodiesel pada kendaraan bermesin putaran tinggi menjadi indikator bahwa penerapan pada sektor lain akan lebih mudah dilakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain memperluas penggunaan energi terbarukan, implementasi B50 diharapkan dapat mengurangi impor solar, meningkatkan nilai tambah komoditas sawit dalam negeri, dan memperkuat kemandirian energi nasional. Dukungan infrastruktur yang disiapkan Pertamina juga menjadi faktor penting agar distribusi bahan bakar baru tersebut berjalan aman, efisien, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/7999898/hoaks-pertamax-terkini-isu-seputar-harga-jadi-sasaran">H<strong><em>oaks Pertamax Terkini, Isu Seputar Harga Jadi Sasaran</em></strong></a>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/30/infrastruktur-saf-dan-biosolar-b50-disiapkan-pertamina/">Infrastruktur SAF dan Biosolar B50 Disiapkan Pertamina</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/06/30/infrastruktur-saf-dan-biosolar-b50-disiapkan-pertamina/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koperasi Jadi Motor Pencapaian Target 100 GW PLTS</title>
		<link>https://arventra.id/2026/06/25/koperasi-jadi-motor-pencapaian-target-100-gw-plts/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/06/25/koperasi-jadi-motor-pencapaian-target-100-gw-plts/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 22:27:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[PLTS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=363</guid>

					<description><![CDATA[<p>Koperasi Didorong Percepat Pengembangan PLTS untuk Dukung Target 100 GW Pemerintah semakin serius melibatkan koperasi dalam agenda transisi energi nasional. Melalui kolaborasi antara Kementerian Koperasi dan Yayasan Rumah Energi, koperasi didorong menjadi penggerak utama pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis masyarakat untuk mendukung target kapasitas terpasang 100 Gigawatt (GW). Langkah tersebut diwujudkan melalui diseminasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/25/koperasi-jadi-motor-pencapaian-target-100-gw-plts/">Koperasi Jadi Motor Pencapaian Target 100 GW PLTS</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Koperasi Didorong Percepat Pengembangan PLTS untuk Dukung Target 100 GW</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah semakin serius melibatkan koperasi dalam agenda transisi energi nasional. Melalui kolaborasi antara Kementerian Koperasi dan Yayasan Rumah Energi, koperasi didorong menjadi penggerak utama pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis masyarakat untuk mendukung target kapasitas terpasang 100 Gigawatt (GW).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah tersebut diwujudkan melalui diseminasi Handbook Praktis Panduan Pengembangan PLTS Berbasis Koperasi Hijau. Panduan ini dirancang untuk membantu koperasi memahami aspek teknis, kelembagaan, hingga model bisnis yang diperlukan dalam mengembangkan proyek energi surya secara berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain memperkenalkan panduan praktis, kedua pihak juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Rekomendasi tersebut mencakup penyederhanaan regulasi, pengembangan skema pembiayaan blended finance, peningkatan kapasitas kelembagaan koperasi, serta penguatan peran koperasi dalam agenda dekarbonisasi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://arventra.id/2026/06/23/hilirisasi-baterai-mobil-ri-siap-meluncur-juli-2026/"><strong><em>Hilirisasi Baterai Mobil RI Siap Meluncur Juli 2026</em></strong></a>&#8220;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kementerian Koperasi dan Rumah Energi Perkuat Kemitraan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai tindak lanjut dari inisiatif tersebut, Kementerian Koperasi dan Rumah Energi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) mengenai pengembangan model bisnis koperasi berbasis energi terbarukan. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat implementasi berbagai proyek energi bersih yang melibatkan masyarakat secara langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Eksekutif Rumah Energi, Sumanda Tondang, mengatakan bahwa kolaborasi tersebut menjadi jembatan antara hasil kajian, pengalaman lapangan, dan penerapan nyata di tingkat komunitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Sumanda, sejak 2021 Rumah Energi telah mengembangkan konsep Koperasi Hijau melalui berbagai penelitian, program pendampingan, dan pengujian model bisnis energi terbarukan. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk memperluas peran koperasi dalam sektor energi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai koperasi memiliki posisi strategis karena dekat dengan masyarakat dan mampu membangun model usaha yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus dampak lingkungan yang positif.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Koperasi Hijau Dinilai Penting dalam Transisi Energi Nasional</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pengembangan koperasi berbasis energi terbarukan juga sejalan dengan target pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW yang masuk dalam agenda strategis pemerintah. Target tersebut menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan porsi energi bersih dalam bauran energi nasional sekaligus mengurangi emisi karbon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks tersebut, koperasi dipandang mampu memperluas akses energi terbarukan hingga ke tingkat desa dan komunitas. Model ini memungkinkan masyarakat tidak hanya menjadi pengguna energi, tetapi juga terlibat sebagai pengelola dan penerima manfaat ekonomi dari proyek energi bersih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kementerian Koperasi dan Rumah Energi menilai penguatan ekosistem koperasi hijau dapat mempercepat terciptanya transisi energi yang lebih inklusif. Pendekatan ini juga membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan energi di daerah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kajian Tunjukkan Prospek Cerah PLTS Berbasis Koperasi</h2>



<h3 class="wp-block-heading">Tiga Proyek Percontohan Jadi Dasar Pengembangan Model Bisnis</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kegiatan yang sama, Rumah Energi memaparkan hasil kajian pengembangan model bisnis PLTS berbasis koperasi melalui program Transisi Energi Berkeadilan di Indonesia melalui Model Energi Terbarukan Berbasis Masyarakat (TERBIT).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kajian tersebut disusun berdasarkan pengalaman lapangan di tiga lokasi percontohan. Ketiganya adalah KUD Mina Fajar Sidik di Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, KPSP Setia Kawan di Pasuruan, Jawa Timur, serta KDMP Gili Genting di Sumenep, Jawa Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil studi menunjukkan bahwa PLTS berbasis koperasi memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Namun, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada ketersediaan pembiayaan yang sesuai, model bisnis yang produktif, dan dukungan regulasi yang memadai.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Investor dan Pemerintah Bahas Kelayakan Implementasi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menguji kesiapan penerapan model tersebut, penyelenggara menghadirkan investor, lembaga pembiayaan, pengembang proyek, lembaga penelitian, dan perwakilan pemerintah dalam lokakarya lanjutan RISE Series.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui sesi consultative review, para peserta membahas berbagai aspek penting, mulai dari kelayakan teknis, potensi keuntungan finansial, hingga kesiapan regulasi. Perwakilan dari Institute for Essential Services Reform (IESR), Kementerian Koperasi, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut memberikan masukan terkait pengembangan model bisnis tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diskusi tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk mempercepat pengembangan energi surya berbasis masyarakat. Dukungan investor dan lembaga pembiayaan juga dinilai krusial agar koperasi mampu membangun proyek energi yang berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keterlibatan koperasi dalam pengembangan PLTS membuka peluang baru bagi percepatan transisi energi di Indonesia. Dengan dukungan regulasi, pembiayaan, dan kapasitas kelembagaan yang memadai, koperasi berpotensi menjadi motor penggerak energi terbarukan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat. Model ini dapat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan target 100 GW PLTS dan pembangunan energi yang lebih berkelanjutan di masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/7661548/alfamart-tak-khawatir-dengan-koperasi-merah-putih-segmen-pasar-beda"><strong><em>Alfamart Tak Khawatir dengan Koperasi Merah Putih, Segmen Pasar Beda</em></strong></a>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/25/koperasi-jadi-motor-pencapaian-target-100-gw-plts/">Koperasi Jadi Motor Pencapaian Target 100 GW PLTS</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/06/25/koperasi-jadi-motor-pencapaian-target-100-gw-plts/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
