<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keramik Archives - arventra.id</title>
	<atom:link href="https://arventra.id/tag/keramik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arventra.id/tag/keramik/</link>
	<description>Wawasan Inovasi Industri &#38; Teknologi Manufaktur Masa Depan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Jun 2026 06:29:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>
	<item>
		<title>Industri Keramik Mulai Pulih, Kejar Utilitas 75 Persen</title>
		<link>https://arventra.id/2026/06/05/industri-keramik-mulai-pulih-kejar-utilitas-75-persen/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/06/05/industri-keramik-mulai-pulih-kejar-utilitas-75-persen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 06:29:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi Material & Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[impor]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[Keramik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=288</guid>

					<description><![CDATA[<p>Industri Keramik Nasional Optimistis Capai Utilisasi 75 Persen pada 2026 Industri keramik nasional menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah beberapa tahun menghadapi tekanan akibat perlambatan ekonomi dan ketidakpastian global. Seiring membaiknya permintaan pasar dan meningkatnya kapasitas produksi, pelaku industri optimistis tingkat utilisasi pabrik dapat kembali mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/05/industri-keramik-mulai-pulih-kejar-utilitas-75-persen/">Industri Keramik Mulai Pulih, Kejar Utilitas 75 Persen</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Industri Keramik Nasional Optimistis Capai Utilisasi 75 Persen pada 2026</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Industri keramik nasional menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah beberapa tahun menghadapi tekanan akibat perlambatan ekonomi dan ketidakpastian global. Seiring membaiknya permintaan pasar dan meningkatnya kapasitas produksi, pelaku industri optimistis tingkat utilisasi pabrik dapat kembali mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) memperkirakan tingkat utilisasi industri keramik nasional pada 2026 dapat mencapai kisaran 73 hingga 75 persen. Target tersebut mencerminkan tren pemulihan yang mulai terlihat sejak tahun lalu dan menjadi sinyal positif bagi sektor manufaktur berbasis material bangunan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://arventra.id/2026/06/05/pengusaha-sebut-industri-keramik-butuh-pasokan-gas-stabil/"><strong><em>Pengusaha Sebut Industri Keramik Butuh Pasokan Gas Stabil</em></strong></a>&#8220;</p>



<h3 class="wp-block-heading">ASAKI Revisi Target Utilisasi di Tengah Pemulihan Industri</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Umum ASAKI, Edy Suyanto, menjelaskan bahwa target utilisasi industri keramik sebelumnya dipatok pada level 80 persen. Namun setelah mempertimbangkan kondisi pasar dan perkembangan industri terkini, asosiasi merevisi target tersebut menjadi 73 hingga 75 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Edy, revisi target dilakukan untuk menyesuaikan proyeksi dengan realisasi di lapangan. Meski lebih rendah dari target awal, angka tersebut tetap menunjukkan peningkatan dibandingkan capaian beberapa tahun sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data industri menunjukkan tingkat utilisasi keramik nasional pernah mencapai sekitar 75 persen pada 2021. Setelah itu, angka tersebut mengalami penurunan dan menyentuh titik terendah pada 2024, yaitu sekitar 66 persen.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kinerja Produksi Mulai Meningkat pada 2025 dan 2026</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pemulihan mulai terlihat sepanjang 2025 dan berlanjut pada awal 2026. Berdasarkan data industri hingga Mei 2026, tingkat utilisasi pabrik keramik nasional telah mencapai sekitar 72 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan ini menunjukkan bahwa permintaan pasar mulai bergerak positif. Aktivitas sektor konstruksi, properti, dan renovasi bangunan menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan konsumsi produk keramik dalam negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika tren tersebut terus berlanjut hingga akhir tahun, target utilisasi 75 persen dinilai masih realistis untuk dicapai oleh industri.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Segmen Keramik Premium Tumbuh Seiring Ekspansi Industri</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selain peningkatan utilisasi, industri keramik nasional juga mencatat perkembangan pada segmen produk menengah hingga premium. Pada 2020, kontribusi segmen tersebut hanya sekitar 23 persen dari total kapasitas produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun pada 2026, porsinya meningkat menjadi sekitar 33 persen. Kenaikan ini menunjukkan bahwa produsen dalam negeri semakin fokus menghadirkan produk bernilai tambah tinggi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin beragam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan komposisi produk tersebut juga mencerminkan peningkatan kualitas manufaktur nasional. Industri tidak hanya mengejar volume produksi, tetapi juga memperkuat daya saing melalui inovasi desain dan teknologi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kapasitas Produksi Terus Bertambah untuk Penuhi Kebutuhan Domestik</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Ekspansi kapasitas menjadi salah satu strategi utama yang dilakukan industri keramik dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang periode 2020 hingga 2024, kapasitas produksi nasional bertambah sekitar 73 juta meter persegi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, pada periode 2025 hingga 2029, industri merencanakan tambahan kapasitas sekitar 90 juta meter persegi. Dengan demikian, total ekspansi yang dilakukan dan direncanakan mencapai hampir 165 juta meter persegi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut ASAKI, tambahan kapasitas tersebut memungkinkan industri dalam negeri memenuhi kebutuhan pasar domestik tanpa harus bergantung pada produk impor. Kondisi ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen keramik terbesar di dunia.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kemenperin Dorong Modernisasi dan Transformasi Industri Keramik</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kementerian Perindustrian mencatat kapasitas produksi terpasang industri keramik nasional saat ini mencapai sekitar 650 juta meter persegi per tahun. Sektor ini juga berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dengan jumlah sekitar 150 ribu pekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk meningkatkan daya saing, pemerintah terus mendorong berbagai program strategis. Langkah tersebut meliputi penerapan standar industri hijau, transformasi menuju industri 4.0, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta modernisasi fasilitas produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, pelaku industri juga didorong mengembangkan inovasi desain yang mengikuti tren global tanpa meninggalkan identitas budaya Indonesia. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk keramik nasional di pasar domestik maupun ekspor.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Peluang Industri Keramik Tetap Terbuka di Tengah Tantangan Global</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun masih menghadapi tantangan berupa biaya energi, persaingan impor, dan dinamika ekonomi global, prospek industri keramik nasional dinilai tetap menjanjikan. Pertumbuhan sektor properti, pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya kebutuhan renovasi bangunan menjadi faktor pendukung utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan tingkat utilisasi yang terus membaik, ekspansi kapasitas produksi yang berkelanjutan, dan dukungan kebijakan pemerintah, industri keramik memiliki peluang besar untuk memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika tren pemulihan dapat dipertahankan, target utilisasi hingga 75 persen pada 2026 bukan hanya menjadi indikator kebangkitan industri keramik, tetapi juga mencerminkan meningkatnya daya saing manufaktur Indonesia di tengah persaingan global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://www.liputan6.com/crypto/read/7658142/tokenisasi-saham-bikin-industri-kripto-dan-pasar-modal-makin-dekat"><strong><em>Tokenisasi Saham Bikin Industri Kripto dan Pasar Modal Makin Dekat</em></strong></a>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/05/industri-keramik-mulai-pulih-kejar-utilitas-75-persen/">Industri Keramik Mulai Pulih, Kejar Utilitas 75 Persen</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/06/05/industri-keramik-mulai-pulih-kejar-utilitas-75-persen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengusaha Sebut Industri Keramik Butuh Pasokan Gas Stabil</title>
		<link>https://arventra.id/2026/06/05/pengusaha-sebut-industri-keramik-butuh-pasokan-gas-stabil/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/06/05/pengusaha-sebut-industri-keramik-butuh-pasokan-gas-stabil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 06:21:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi Material & Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Keramik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=285</guid>

					<description><![CDATA[<p>Industri Keramik Nasional Bergantung pada Stabilitas Pasokan dan Harga Gas Bumi Industri keramik nasional menghadapi tantangan serius terkait pasokan dan harga gas bumi yang terus meningkat. Pelaku usaha menilai gas bumi merupakan faktor utama yang menentukan keberlangsungan produksi karena hingga saat ini belum tersedia sumber energi pengganti yang mampu mendukung proses manufaktur keramik secara optimal. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/05/pengusaha-sebut-industri-keramik-butuh-pasokan-gas-stabil/">Pengusaha Sebut Industri Keramik Butuh Pasokan Gas Stabil</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Industri Keramik Nasional Bergantung pada Stabilitas Pasokan dan Harga Gas Bumi</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Industri keramik nasional menghadapi tantangan serius terkait pasokan dan harga gas bumi yang terus meningkat. Pelaku usaha menilai gas bumi merupakan faktor utama yang menentukan keberlangsungan produksi karena hingga saat ini belum tersedia sumber energi pengganti yang mampu mendukung proses manufaktur keramik secara optimal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah upaya ekspansi industri dan meningkatnya kebutuhan pasar domestik, pelaku usaha meminta pemerintah menjamin ketersediaan pasokan gas serta menjaga harga tetap kompetitif. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempertahankan daya saing industri keramik Indonesia di pasar regional maupun global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://arventra.id/2026/06/03/41-ribu-rumah-di-cirebon-segera-terhubung-jaringan-gas/"><strong><em>41 Ribu Rumah di Cirebon Segera Terhubung Jaringan Gas</em></strong></a>&#8220;</p>



<h3 class="wp-block-heading">ASAKI Minta Pemerintah Menjamin Pasokan Gas untuk Industri</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) menegaskan bahwa kelancaran pasokan gas bumi menjadi kebutuhan mendasar bagi industri keramik nasional. Ketua Umum ASAKI, Edy Suyanto, menyebut gas bumi merupakan energi utama yang tidak dapat digantikan oleh sumber lain dalam proses produksi keramik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, keberlangsungan industri sangat bergantung pada ketersediaan gas yang stabil. Gangguan pasokan berpotensi menghambat produksi, meningkatkan biaya operasional, dan menekan daya saing perusahaan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Edy menjelaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki industri keramik yang termasuk terbesar di dunia. Posisi tersebut perlu didukung oleh kebijakan energi yang mampu menjaga keberlanjutan investasi dan ekspansi sektor manufaktur.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kenaikan Harga Regasifikasi LNG Picu Kekhawatiran Pelaku Industri</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selain masalah pasokan, industri keramik juga menghadapi ancaman kenaikan biaya energi akibat rencana penyesuaian harga regasifikasi LNG yang dijadwalkan berlaku mulai Juni 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">ASAKI mencatat harga regasifikasi LNG berpotensi meningkat dari sekitar 14,9 dolar AS menjadi kisaran 21 hingga 25 dolar AS per MMBTU. Kondisi tersebut diperkirakan akan mendorong kenaikan harga beli gas bagi industri secara signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada awal Januari 2026, rata-rata harga gas untuk industri keramik penerima program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) berada di level sekitar 9 dolar AS per MMBTU. Angka tersebut kemudian naik menjadi sekitar 11 dolar AS per MMBTU pada April 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kenaikan harga regasifikasi diberlakukan, rata-rata harga gas yang dibayar industri keramik diperkirakan dapat mencapai sekitar 15 dolar AS per MMBTU. Dalam waktu enam bulan, kenaikan tersebut berarti melampaui 60 persen.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Harga Gas Indonesia Dinilai Kurang Kompetitif di Kawasan ASEAN</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pelaku industri juga menyoroti perbedaan harga gas Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga. Menurut ASAKI, harga gas industri di Indonesia masih relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa negara ASEAN yang menjadi pesaing utama sektor manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Malaysia disebut memiliki harga gas industri sekitar 9,5 dolar AS per MMBTU, sedangkan Thailand berada di kisaran 9,9 dolar AS per MMBTU. Selisih harga tersebut dinilai dapat memengaruhi daya saing produk manufaktur Indonesia, termasuk keramik, di pasar internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biaya energi yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan harga pokok produksi sehingga mengurangi kemampuan industri dalam bersaing dengan produk impor maupun produk dari negara lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Industri Pengguna Gas Kirim Surat Keberatan kepada Pemerintah</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai respons terhadap rencana kenaikan harga gas, ASAKI telah mengirimkan surat keberatan kepada pihak distributor gas. Namun hingga saat ini, asosiasi mengaku belum menerima tanggapan resmi terkait permintaan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya ASAKI, Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) yang mewakili sekitar 20 sektor industri pengguna gas juga telah menyampaikan surat kepada pemerintah. Forum tersebut meminta perhatian khusus terhadap persoalan harga dan pasokan gas yang dinilai semakin membebani sektor manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua FIPGB, Yustinus Gunawan, menilai kenaikan harga gas dapat memberikan tekanan besar terhadap sektor riil. Menurutnya, gas bumi bukan hanya sumber energi, tetapi juga menjadi bahan baku penting yang mendukung berbagai aktivitas industri nasional.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Target Utilisasi Industri Keramik Direvisi Akibat Tantangan Energi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan biaya energi turut memengaruhi proyeksi kinerja industri keramik tahun ini. ASAKI merevisi target utilisasi industri yang sebelumnya dipatok mencapai 80 persen menjadi sekitar 73 hingga 75 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyesuaian tersebut mencerminkan kehati-hatian pelaku usaha dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk kenaikan biaya produksi dan ketidakpastian pasokan energi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data Kementerian Perindustrian menunjukkan kapasitas produksi terpasang industri keramik nasional telah mencapai sekitar 650 juta meter persegi per tahun. Tingkat utilisasi produksi diperkirakan berada di kisaran 73 persen, sementara sektor ini mampu menyerap sekitar 150 ribu tenaga kerja secara langsung.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Stabilitas Energi Menjadi Kunci Masa Depan Industri Keramik</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Industri keramik merupakan salah satu sektor manufaktur strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Kapasitas produksi yang besar dan tingginya penyerapan tenaga kerja menjadikan sektor ini penting untuk terus dijaga pertumbuhannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, pelaku usaha berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang mampu menjamin ketersediaan pasokan gas sekaligus menjaga harga tetap kompetitif. Kebijakan energi yang tepat dinilai akan menjadi faktor penentu bagi keberlanjutan investasi, peningkatan utilisasi produksi, serta daya saing industri keramik Indonesia di masa mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/6954890/batu-bara-masih-jadi-sumber-energi-utama-pembangkit-listrik-hingga-2035"><strong><em>Batu Bara Masih Jadi Sumber Energi Utama Pembangkit Listrik hingga 2035</em></strong></a>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/05/pengusaha-sebut-industri-keramik-butuh-pasokan-gas-stabil/">Pengusaha Sebut Industri Keramik Butuh Pasokan Gas Stabil</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/06/05/pengusaha-sebut-industri-keramik-butuh-pasokan-gas-stabil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
