<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Migas Archives - arventra.id</title>
	<atom:link href="https://arventra.id/tag/migas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arventra.id/tag/migas/</link>
	<description>Wawasan Inovasi Industri &#38; Teknologi Manufaktur Masa Depan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jul 2026 05:43:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>
	<item>
		<title>Pemerintah Seimbangkan Sektor Manufaktur dan Migas</title>
		<link>https://arventra.id/2026/07/13/pemerintah-seimbangkan-sektor-manufaktur-dan-migas/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/07/13/pemerintah-seimbangkan-sektor-manufaktur-dan-migas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2026 05:43:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[Migas]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=418</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemerintah Perlu Menyeimbangkan Kebijakan Rupiah bagi Sektor Manufaktur dan MigasPelaku Industri Minta Relaksasi Penggunaan Rupiah agar Daya Saing Ekspor Tetap Terjaga Pemerintah diminta menerapkan kebijakan penggunaan rupiah secara lebih seimbang antara sektor manufaktur serta industri minyak dan gas (migas) maupun pertambangan. Pelaku usaha menilai penguatan penggunaan mata uang rupiah merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/07/13/pemerintah-seimbangkan-sektor-manufaktur-dan-migas/">Pemerintah Seimbangkan Sektor Manufaktur dan Migas</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Perlu Menyeimbangkan Kebijakan Rupiah bagi Sektor Manufaktur dan Migas<br>Pelaku Industri Minta Relaksasi Penggunaan Rupiah agar Daya Saing Ekspor Tetap Terjaga</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah diminta menerapkan kebijakan penggunaan rupiah secara lebih seimbang antara sektor manufaktur serta industri minyak dan gas (migas) maupun pertambangan. Pelaku usaha menilai penguatan penggunaan mata uang rupiah merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Namun, implementasinya perlu disesuaikan dengan karakteristik setiap sektor agar tidak menghambat aktivitas produksi, perdagangan, maupun investasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masukan tersebut muncul karena sejumlah industri masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap transaksi valuta asing (valas). Bagi sektor yang terlibat dalam rantai pasok global, penggunaan mata uang asing bukan hanya berkaitan dengan transaksi ekspor, tetapi juga pembelian bahan baku, impor mesin, pembayaran lisensi teknologi, hingga kontrak jangka panjang dengan mitra internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita, mengatakan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) memahami tujuan Bank Indonesia dalam memperkuat penggunaan rupiah di dalam negeri. Kebijakan tersebut dinilai memiliki peran penting untuk meningkatkan kepercayaan terhadap mata uang nasional sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian ekonomi global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, menurut Redma, pelaksanaan kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi riil dunia usaha. Industri tekstil masih bergantung pada transaksi valas karena sebagian besar bahan baku tertentu, bahan penolong, mesin produksi, hingga komponen teknologi masih diperoleh dari luar negeri. Di sisi lain, sebagian besar transaksi ekspor juga menggunakan mata uang asing yang telah menjadi standar perdagangan internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://kabarsdgs.com/travel-lifestyle/2026/07/26599/surabaya-printing-expo-dorong-inovasi-industri-grafika/">Surabaya Printing Expo Dorong Inovasi Industri Grafika</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut membuat perusahaan harus mengelola arus kas dalam berbagai mata uang secara bersamaan. Apabila seluruh transaksi diwajibkan menggunakan rupiah tanpa adanya fleksibilitas, pelaku usaha berpotensi menghadapi tambahan biaya konversi mata uang serta risiko fluktuasi nilai tukar yang dapat mengurangi efisiensi operasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut APSyFI, kebijakan yang lebih adaptif akan memberikan ruang bagi industri untuk tetap memenuhi kewajiban penggunaan rupiah dalam transaksi domestik tanpa mengganggu aktivitas bisnis yang berkaitan langsung dengan pasar internasional. Relaksasi tertentu dinilai dapat menjadi solusi agar tujuan kebijakan moneter tetap tercapai sekaligus menjaga daya saing industri nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri Manufaktur Masih Bergantung pada Transaksi Global</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri manufaktur Indonesia memiliki keterkaitan yang kuat dengan jaringan perdagangan internasional. Banyak perusahaan mengimpor bahan baku yang belum tersedia di dalam negeri atau belum dapat diproduksi dalam jumlah yang memadai. Selain itu, investasi pada mesin produksi modern juga sebagian besar masih berasal dari pemasok luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor tekstil menjadi salah satu contoh industri yang memiliki aktivitas perdagangan lintas negara cukup tinggi. Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, perusahaan tekstil Indonesia juga memasok produk ke berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika Serikat, hingga Timur Tengah. Transaksi ekspor tersebut umumnya menggunakan dolar Amerika Serikat atau mata uang asing lain yang telah disepakati dalam kontrak perdagangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, kebutuhan terhadap valuta asing masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan operasional industri. Pelaku usaha menilai kebijakan yang terlalu kaku dapat meningkatkan biaya transaksi dan mengurangi daya saing produk Indonesia di pasar global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain sektor tekstil, industri elektronik, otomotif, kimia, farmasi, hingga makanan dan minuman juga memiliki karakteristik serupa. Banyak perusahaan masih mengimpor bahan baku maupun komponen pendukung produksi yang pembayarannya menggunakan mata uang asing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karakteristik Migas dan Pertambangan Berbeda dengan Industri Lain</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, sektor migas dan pertambangan juga memiliki karakteristik bisnis yang berbeda dibandingkan industri manufaktur. Perdagangan minyak mentah, gas alam, batu bara, maupun berbagai komoditas mineral sebagian besar menggunakan dolar Amerika Serikat sebagai acuan transaksi internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kontrak penjualan, pembiayaan proyek, hingga investasi pada sektor energi umumnya melibatkan perusahaan multinasional dan lembaga keuangan global. Karena itu, kebutuhan terhadap transaksi valuta asing masih sangat besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelaku usaha menilai pemerintah perlu menerapkan perlakuan yang seimbang antara sektor manufaktur dan migas. Kedua sektor sama-sama memiliki kontribusi penting terhadap penerimaan negara, ekspor, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan investasi. Oleh sebab itu, kebijakan penggunaan rupiah sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan operasional masing-masing sektor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan berbasis karakteristik industri dinilai akan lebih efektif dibandingkan penerapan aturan yang bersifat seragam. Dengan demikian, tujuan memperkuat penggunaan rupiah tetap dapat berjalan tanpa menimbulkan hambatan baru bagi kegiatan usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penguatan Rupiah Tetap Menjadi Tujuan Strategis</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bank Indonesia selama beberapa tahun terakhir terus memperluas penggunaan rupiah dalam berbagai transaksi domestik sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem keuangan nasional. Kebijakan tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing, meningkatkan efisiensi sistem pembayaran, serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penguatan penggunaan rupiah juga menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi gejolak global. Ketika volatilitas pasar keuangan meningkat, penggunaan mata uang domestik yang lebih luas dapat membantu mengurangi risiko nilai tukar bagi pelaku ekonomi dalam negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, pemerintah bersama Bank Indonesia juga mendorong penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral dengan sejumlah negara mitra melalui skema Local Currency Transaction (LCT). Langkah tersebut bertujuan mengurangi dominasi dolar Amerika Serikat dalam transaksi tertentu sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi regional.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>Meski demikian, pelaku industri menilai proses transisi menuju penggunaan rupiah yang lebih luas membutuhkan waktu.</mark>&nbsp;Dunia usaha memerlukan kepastian regulasi serta mekanisme yang memberikan ruang bagi sektor-sektor yang masih bergantung pada transaksi internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepastian Regulasi Dinilai Penting bagi Iklim Investasi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelaku usaha berharap pemerintah terus membuka ruang dialog dengan asosiasi industri sebelum menerapkan kebijakan baru yang berdampak luas terhadap kegiatan bisnis. Komunikasi yang intensif dinilai penting agar setiap kebijakan dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tidak menimbulkan beban tambahan bagi dunia usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepastian regulasi juga menjadi faktor utama dalam menarik investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Investor umumnya mempertimbangkan stabilitas kebijakan, kemudahan berusaha, serta kepastian hukum sebelum menanamkan modal pada proyek jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apabila kebijakan penggunaan rupiah diterapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan industri, pelaku usaha meyakini tujuan menjaga stabilitas ekonomi dapat berjalan seiring dengan peningkatan daya saing sektor manufaktur dan energi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Menjadi Kunci</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, kementerian teknis, dan pelaku industri menjadi faktor penting dalam menyusun kebijakan yang mampu mengakomodasi kepentingan ekonomi nasional. Penguatan penggunaan rupiah tetap menjadi agenda strategis, tetapi implementasinya memerlukan pendekatan yang realistis dan sesuai dengan karakteristik masing-masing sektor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan keseimbangan kebijakan tersebut, Indonesia berpeluang menjaga stabilitas sistem keuangan tanpa mengurangi daya saing industri di pasar global. Pada saat yang sama, sektor manufaktur, migas, dan pertambangan tetap dapat menjalankan aktivitas investasi, produksi, serta ekspor secara optimal sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.vietnam.vn/id/phat-trien-cong-nghiep-vat-lieu-tao-nen-tang-cho-san-xuat">Pengembangan industri material memberikan landasan bagi produksi.</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/07/13/pemerintah-seimbangkan-sektor-manufaktur-dan-migas/">Pemerintah Seimbangkan Sektor Manufaktur dan Migas</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/07/13/pemerintah-seimbangkan-sektor-manufaktur-dan-migas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPH Migas dan Pertamina Jelaskan Penetapan Harga BBM</title>
		<link>https://arventra.id/2026/03/31/bph-migas-dan-pertamina-jelaskan-penetapan-harga-bbm/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/03/31/bph-migas-dan-pertamina-jelaskan-penetapan-harga-bbm/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 09:31:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Otomasi & Robotika Industri]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[BPH]]></category>
		<category><![CDATA[Migas]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=110</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEKANISME PENETAPAN HARGA BBM DIUNGKAP BPH MIGAS DAN PERTAMINAKEWENANGAN PENENTUAN HARGA DAN RESPONS ISU KENAIKAN APRIL 2026 BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan terkait mekanisme penetapan harga bahan bakar minyak (BBM), menyusul beredarnya isu kenaikan harga per 1 April 2026. Klarifikasi ini penting untuk menjawab keresahan masyarakat yang sempat muncul akibat informasi yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/03/31/bph-migas-dan-pertamina-jelaskan-penetapan-harga-bbm/">BPH Migas dan Pertamina Jelaskan Penetapan Harga BBM</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">MEKANISME PENETAPAN HARGA BBM DIUNGKAP BPH MIGAS DAN PERTAMINA<br>KEWENANGAN PENENTUAN HARGA DAN RESPONS ISU KENAIKAN APRIL 2026</p>



<p class="wp-block-paragraph">BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan terkait mekanisme penetapan harga bahan bakar minyak (BBM), menyusul beredarnya isu kenaikan harga per 1 April 2026. Klarifikasi ini penting untuk menjawab keresahan masyarakat yang sempat muncul akibat informasi yang belum terverifikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menegaskan bahwa lembaganya tidak memiliki kewenangan dalam menentukan harga BBM. Ia menjelaskan bahwa tugas BPH Migas berfokus pada pengaturan distribusi dan volume BBM di dalam negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Penetapan harga bukan kewenangan kami, itu berada di Dirjen Migas,” ujarnya saat ditemui di Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, kebijakan terkait harga, termasuk kompensasi dan penyesuaian BBM nonsubsidi, sepenuhnya berada di bawah kendali Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi di bawah Kementerian ESDM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://arventra.id/2026/03/29/industri-sawit-makin-kompleks-sdm-ri-harus-terampil/"><strong><em>Industri Sawit Makin Kompleks, SDM RI Harus Terampil</em></strong></a>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">SKEMA PENYESUAIAN HARGA BBM NONSUBSIDI OLEH PERTAMINA</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi operator, Pertamina melalui unit bisnisnya Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti regulasi resmi pemerintah. Salah satu dasar hukumnya adalah Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyebutkan bahwa evaluasi harga biasanya dilakukan secara berkala setiap awal bulan. Produk yang termasuk dalam kategori ini adalah bahan bakar umum seperti Pertamax dan Pertamax Turbo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Penyesuaian harga mengikuti ketentuan dan biasanya diumumkan setiap tanggal 1,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi melalui kanal komunikasi perusahaan, termasuk situs resmi Pertamina, agar tidak terpengaruh oleh informasi yang belum pasti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PEMERINTAH PASTIKAN HARGA BBM TETAP PER 1 APRIL 2026</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah spekulasi yang beredar, pemerintah memberikan kepastian bahwa tidak akan ada kenaikan harga BBM pada awal April 2026. Keputusan ini diambil setelah koordinasi antara pemerintah dan Pertamina dengan mempertimbangkan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Prabowo Subianto yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi,” ujarnya dalam pernyataan resmi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan ini sekaligus membantah kabar yang menyebutkan adanya kenaikan signifikan harga BBM dalam waktu dekat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">FAKTOR PENENTU HARGA DAN KONTEKS KEBIJAKAN ENERGI</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam praktiknya, harga BBM dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta kebijakan subsidi pemerintah. Untuk BBM nonsubsidi, harga lebih fleksibel karena mengikuti mekanisme pasar dengan tetap mengacu pada regulasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, BBM subsidi tetap dikendalikan pemerintah untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Transparansi dalam mekanisme penetapan harga menjadi penting agar publik memahami bahwa perubahan harga bukan keputusan sepihak, melainkan hasil perhitungan kompleks yang melibatkan banyak variabel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IMBAUAN RESMI DAN PROSPEK KE DEPAN</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak panik terhadap isu yang belum terkonfirmasi. Ketersediaan BBM dipastikan aman, dan distribusi tetap berjalan normal di seluruh wilayah Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami jamin pasokan aman dan harga tidak mengalami penyesuaian saat ini,” tegas Prasetyo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, pemerintah dan Pertamina akan terus memantau dinamika global dan domestik sebelum mengambil kebijakan terkait harga BBM. Masyarakat diharapkan mengandalkan informasi resmi agar tidak terpengaruh spekulasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan penjelasan ini, publik diharapkan memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai mekanisme penetapan harga BBM, sekaligus tetap tenang menghadapi dinamika kebijakan energi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://www.liputan6.com/photo/read/6307202/per-1-april-2026-harga-bbm-nonsubsidi-diprediksi-naik-10-persen"><strong><em>Per 1 April 2026, Harga BBM Nonsubsidi Diprediksi Naik 10 Persen</em></strong></a>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/03/31/bph-migas-dan-pertamina-jelaskan-penetapan-harga-bbm/">BPH Migas dan Pertamina Jelaskan Penetapan Harga BBM</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/03/31/bph-migas-dan-pertamina-jelaskan-penetapan-harga-bbm/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
