<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PMI Manufaktur Archives - arventra.id</title>
	<atom:link href="https://arventra.id/tag/pmi-manufaktur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arventra.id/tag/pmi-manufaktur/</link>
	<description>Wawasan Inovasi Industri &#38; Teknologi Manufaktur Masa Depan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Sep 2026 09:46:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>PMI Manufaktur Agustus Kontraksi, DPR Soroti Risiko PHK</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 09:46:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Agustus]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Manufaktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=562</guid>

					<description><![CDATA[<p>PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 49,8, DPR Soroti Risiko PHKAktivitas industri manufaktur Indonesia kembali melemah pada Agustus 2026. PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis S&#38;P Global turun menjadi 49,8 dari 50,2 pada Juli. Penurunan tersebut membawa PMI kembali ke bawah ambang 50. Dalam indikator PMI, angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sedangkan angka di bawah 50 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/">PMI Manufaktur Agustus Kontraksi, DPR Soroti Risiko PHK</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 49,8, DPR Soroti Risiko PHK<br>Aktivitas industri manufaktur Indonesia kembali melemah pada Agustus 2026. PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis S&amp;P Global turun menjadi 49,8 dari 50,2 pada Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penurunan tersebut membawa PMI kembali ke bawah ambang 50. Dalam indikator PMI, angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sedangkan angka di bawah 50 menandakan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak meminta pemerintah merespons kondisi tersebut lebih cepat. Ia menilai pelemahan PMI perlu dibaca sebagai gambaran kondisi industri dan pasar tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi dan Tenaga Kerja Jadi Titik Tekanan<br>Pelemahan PMI Agustus terutama berkaitan dengan turunnya aktivitas produksi dan penyerapan tenaga kerja. Kedua komponen tersebut manufaktur belum sepenuhnya bersifat sementara. Penurunan produksi yang PMI harus menjadi sinyal bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan sebelum tekanan terhadapekhawatiran terhadap industri manufaktur juga berkaitan dengan penurunan PMI yang terjadi sebelumnya. Pada pert menyebut efisiensi tenaga kerja turut memengaruhi pelemahan PMI Agustus. Langkah tersebut dilakukan pelaku industri di tengah persaingan pasar domestik yang semakin aktivitas ekonomi lain. Ketika produksi melemah, dampaknya dapat terasa pada rantai pasok, distribusi, konsumsi, hingga pener birokrasi yang panjang berpotensi menambah biaya kepatuhan bagi perusahaan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi keputusan investor ketikaalah satu risiko berasal dari pelemahan nilai tukar rupiah. Depresiasi rupiah dapat meningkatkan biaya bahan baku impor bagi industri sentimen positif. Kebijakan yang mampu memperkuat produksi, menjaga biaya usaha, dan melindungi tenaga kerja menjadi pentingangan berikutnya adalah memastikan momentum tersebut berlanjut. Jika produksi kembali tumbuh dan perusahaan mampu mempertahankan tercatat melemah dalam lima dari enam periode survei terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8648072/sektor-manufaktur-ri-melemah-pengusaha-ungkap-biang-keroknya">Sektor Manufaktur RI Melemah, Pengusaha Ungkap Biang Keroknya</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pola itu menunjukkan tekanan terhadap manufaktur belum sepenuhnya bersifat sementara. Penurunan produksi yang berlangsung berulang dapat memengaruhi keputusan perusahaan dalam mempertahankan maupun menambah tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Amin mengingatkan bahwa dampak pelemahan industri dapat meluas jika pemerintah tidak segera mengambil langkah pencegahan. Industri padat karya menjadi perhatian karena sektor tersebut menampung tenaga kerja dalam jumlah besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“PMI ini bukan sekadar angka statistik. Ia mencerminkan denyut nadi sektor riil kita,” kata Amin dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 12 September 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, kontraksi PMI harus menjadi sinyal bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan sebelum tekanan terhadap perusahaan berkembang menjadi persoalan ketenagakerjaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kontraksi PMI Pernah Mencapai 46,9<br>Kekhawatiran terhadap industri manufaktur juga berkaitan dengan penurunan PMI yang terjadi sebelumnya. Pada pertengahan 2026, indeks tersebut sempat jatuh ke level 46,9.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelemahan itu kemudian memunculkan kekhawatiran mengenai potensi pemutusan hubungan kerja pada periode Agustus hingga Desember 2026. Industri tekstil, alas kaki, dan produk konsumsi menjadi sejumlah sektor yang mendapat perhatian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Amin menilai hubungan antara penurunan aktivitas manufaktur dan risiko PHK perlu diantisipasi sejak awal. Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya menunggu sampai perusahaan melakukan pengurangan pekerja dalam skala besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Korelasi antara pelemahan PMI dan risiko PHK ini sudah mulai terlihat di lapangan,” ujar Amin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia meminta pemerintah menyiapkan langkah konkret untuk menjaga aktivitas industri sekaligus mempertahankan lapangan pekerjaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Efisiensi Tenaga Kerja Tekan Aktivitas Industri<br>Kementerian Perindustrian sebelumnya menyebut efisiensi tenaga kerja turut memengaruhi pelemahan PMI Agustus. Langkah tersebut dilakukan pelaku industri di tengah persaingan pasar domestik yang semakin ketat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Amin menilai istilah efisiensi perlu dilihat lebih jauh dari sisi pekerja. Pengurangan tenaga kerja tetap berpotensi menekan pendapatan rumah tangga meskipun perusahaan tidak selalu menyebutnya sebagai PHK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berkurangnya pendapatan pekerja dapat menekan daya beli. Dampaknya kemudian berpotensi merembet ke konsumsi rumah tangga dan sektor perdagangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur juga memiliki keterkaitan dengan berbagai aktivitas ekonomi lain. Ketika produksi melemah, dampaknya dapat terasa pada rantai pasok, distribusi, konsumsi, hingga penerimaan negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biaya Logistik dan Birokrasi Masih Jadi Tantangan<br>Selain persoalan permintaan dan tenaga kerja, Amin menyoroti hambatan struktural yang memengaruhi daya saing manufaktur Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menempatkan biaya logistik dan beban birokrasi sebagai dua persoalan yang perlu mendapat perhatian. Ongkos logistik yang tinggi dapat meningkatkan biaya produksi dan mengurangi daya saing produk Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, proses birokrasi yang panjang berpotensi menambah biaya kepatuhan bagi perusahaan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi keputusan investor ketika menentukan lokasi ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia menghadapi persaingan dengan sejumlah negara di kawasan, termasuk Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Karena itu, kemampuan menawarkan biaya produksi yang kompetitif menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investasi manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selama biaya logistik dan hambatan birokrasi belum dibenahi secara serius, industri kita akan terus berada di posisi yang tidak menguntungkan,” kata Amin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesanan Baru Mulai Beri Sinyal Positif<br>Di tengah pelemahan PMI, masih terdapat sejumlah indikator yang memberikan harapan bagi sektor manufaktur. Tingkat kepercayaan pelaku bisnis meningkat hingga posisi tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks pesanan baru juga menunjukkan perbaikan tipis. Indikator tersebut kembali berada di atas level 50 untuk pertama kalinya dalam tiga bulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi itu menunjukkan sebagian pelaku usaha mulai melihat peluang pemulihan permintaan. Namun, peningkatan pesanan belum otomatis meningkatkan produksi dan kebutuhan tenaga kerja dalam waktu singkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan membutuhkan waktu untuk mengubah pesanan menjadi aktivitas produksi. Setelah produksi meningkat secara konsisten, kebutuhan tenaga kerja berpotensi mengikuti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Perlu Menjaga Momentum Pemulihan<br>Amin memandang peningkatan pesanan baru dan kepercayaan bisnis sebagai modal awal bagi pemulihan manufaktur. Namun, ia menilai momentum tersebut masih rentan terhadap tekanan ekonomi lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu risiko berasal dari pelemahan nilai tukar rupiah. Depresiasi rupiah dapat meningkatkan biaya bahan baku impor bagi industri yang masih bergantung pada pasokan dari luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suku bunga kredit juga menjadi perhatian. Biaya pembiayaan yang tinggi dapat membatasi kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan modal kerja maupun melakukan ekspansi kapasitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini modal awal yang baik untuk pemulihan, tapi momentum ini masih rapuh dan belum tentu terealisasi,” ujar Amin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, pemerintah perlu menjaga agar perbaikan pesanan baru tidak berhenti sebagai sentimen positif. Kebijakan yang mampu memperkuat produksi, menjaga biaya usaha, dan melindungi tenaga kerja menjadi penting untuk mengubah sinyal pemulihan menjadi pertumbuhan nyata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kontraksi PMI Manufaktur Indonesia pada Agustus menunjukkan industri masih menghadapi tekanan. Namun, membaiknya pesanan baru dan kepercayaan bisnis memberikan ruang bagi pemulihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tantangan berikutnya adalah memastikan momentum tersebut berlanjut. Jika produksi kembali tumbuh dan perusahaan mampu mempertahankan tenaga kerja, risiko PHK dapat ditekan sekaligus memperkuat kontribusi manufaktur terhadap perekonomian nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.cnbcindonesia.com/research/20260901075927-128-763844/kabar-buruk-awal-september-pmi-manufaktur-ri-kontraksi-phk-naik">Kabar Buruk Awal September: PMI Manufaktur RI Kontraksi, PHK Naik</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/">PMI Manufaktur Agustus Kontraksi, DPR Soroti Risiko PHK</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PMI Manufaktur ASEAN Menguat, Optimisme Tertinggi 4 Tahun</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/03/pmi-manufaktur-asean-menguat-optimisme-tertinggi-4-tahun/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/03/pmi-manufaktur-asean-menguat-optimisme-tertinggi-4-tahun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2026 09:16:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[optimisme]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Manufaktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=539</guid>

					<description><![CDATA[<p>PMI Manufaktur ASEAN Tetap Ekspansif pada Agustus 2026Aktivitas manufaktur di kawasan ASEAN mempertahankan pertumbuhan solid pada Agustus 2026. PMI manufaktur ASEAN tercatat 52,3, meski turun dari 52,8 pada Juli. Angka di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.&#160;Perlambatan indeks utama terutama dipengaruhi pertumbuhan produksi yang sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/03/pmi-manufaktur-asean-menguat-optimisme-tertinggi-4-tahun/">PMI Manufaktur ASEAN Menguat, Optimisme Tertinggi 4 Tahun</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur ASEAN Tetap Ekspansif pada Agustus 2026<br>Aktivitas manufaktur di kawasan ASEAN mempertahankan pertumbuhan solid pada Agustus 2026. PMI manufaktur ASEAN tercatat 52,3, meski turun dari 52,8 pada Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>Angka di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.</mark>&nbsp;Perlambatan indeks utama terutama dipengaruhi pertumbuhan produksi yang sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah perlambatan tersebut, kondisi permintaan tetap kuat. Pertumbuhan pesanan baru mendekati rekor survei, menunjukkan aktivitas manufaktur masih memperoleh dukungan dari permintaan domestik dan pasar yang relatif tangguh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi Melambat, tetapi Tetap Tumbuh Solid<br>S&amp;P Global mencatat pertumbuhan produksi manufaktur ASEAN sedikit melambat pada Agustus. Meski demikian, laju produksi masih tergolong kuat dan menunjukkan aktivitas industri tetap berkembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penurunan PMI utama tidak mencerminkan pelemahan menyeluruh pada sektor manufaktur. Sejumlah indikator justru menunjukkan perusahaan masih menghadapi permintaan yang kuat dan tekanan terhadap kapasitas produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maryam Baluch, Ekonom S&amp;P Global Market Intelligence, mengatakan kondisi manufaktur ASEAN masih menunjukkan perbaikan yang solid.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Perbaikan didukung oleh kondisi permintaan yang tetap tangguh, terutama di pasar domestik,” ujar Baluch dalam rilis S&amp;P Global, Kamis (3/9/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, penguatan keyakinan bisnis dan meredanya tekanan harga turut memberikan ruang bagi sektor manufaktur untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesanan Baru Mendekati Rekor Survei<br>Pesanan baru menjadi salah satu pendorong utama kinerja manufaktur ASEAN pada Agustus. Pertumbuhan pesanan tercatat cepat dan mendekati rekor yang pernah dicapai dalam survei.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Laju pertumbuhan pesanan baru hanya sedikit berada di bawah rekor yang tercatat pada Februari. Kondisi ini menunjukkan permintaan terhadap produk manufaktur masih relatif kuat meski pertumbuhan produksi sedikit melambat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kuatnya pesanan baru juga memberikan sinyal positif terhadap aktivitas produksi pada periode berikutnya. Perusahaan memiliki basis permintaan yang dapat mendukung peningkatan output apabila kapasitas produksi mampu mengikuti pertumbuhan pesanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktivitas Pembelian Tetap Meningkat<br>Perusahaan manufaktur ASEAN masih meningkatkan aktivitas pembelian pada Agustus. Pertumbuhan aktivitas tersebut tetap solid meski kecepatannya sedikit menurun dibandingkan periode sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktivitas pembelian menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kebutuhan perusahaan terhadap bahan baku dan input produksi. Peningkatan pembelian menunjukkan perusahaan masih mempersiapkan aktivitas produksi di tengah permintaan yang kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, persediaan pembelian kembali mengalami penurunan marginal. Penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan penurunan tenaga kerja yang juga relatif terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Backlog Meningkat dan Tekanan Kapasitas Tetap Tinggi<br>Pekerjaan yang belum terselesaikan atau backlog terus meningkat pada Agustus. Laju kenaikannya tercatat sama dengan Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan backlog menunjukkan perusahaan masih menghadapi tekanan dalam memenuhi seluruh pekerjaan yang masuk. Kondisi tersebut dapat mencerminkan tingginya permintaan dibandingkan kapasitas produksi yang tersedia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://akurat.co/riil/887059/pmi-manufaktur-indonesia-turun-ke-49-8-pada-agustus-2026">PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 49,8 pada Agustus 2026</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baluch menilai perlambatan produksi tidak serta-merta menghilangkan prospek penguatan sektor manufaktur. Tekanan terhadap kapasitas dan aktivitas pembelian masih menunjukkan adanya permintaan yang berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pertumbuhan produksi sedikit melambat, tetapi tetap solid secara keseluruhan,” kata Baluch.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai penurunan tenaga kerja dan persediaan pembelian kemungkinan bersifat sementara. Tekanan kapasitas, aktivitas pembelian, serta tanda-tanda pemulihan rantai pasok menjadi sejumlah faktor pendukung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keyakinan Bisnis Capai Level Tertinggi Hampir Empat Tahun<br>Optimisme perusahaan manufaktur ASEAN terhadap produksi dalam 12 bulan mendatang meningkat pada Agustus. Indeks Aktivitas Masa Depan naik selama dua bulan berturut-turut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks tersebut mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun. Kenaikan ini menunjukkan pelaku usaha semakin percaya diri terhadap prospek produksi meskipun kondisi ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan keyakinan bisnis menjadi sinyal positif bagi aktivitas manufaktur kawasan. Optimisme yang lebih tinggi dapat mendorong perusahaan mempersiapkan kapasitas dan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan Harga Mulai Mereda<br>Selain permintaan yang kuat, tekanan harga juga menunjukkan perkembangan yang lebih positif. S&amp;P Global mencatat tekanan harga mereda pada Agustus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut dapat memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengelola biaya produksi dengan lebih baik. Meredanya tekanan harga juga menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan keyakinan pelaku usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baluch mengatakan kondisi tersebut menempatkan kawasan ASEAN pada posisi yang cukup baik untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Tingkat keyakinan juga menguat, sementara tekanan harga mereda, menunjukkan bahwa kawasan ini berada dalam posisi yang baik untuk terus meningkatkan momentum,” ujarnya.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Prospek Manufaktur ASEAN Tetap Positif<br>Kinerja manufaktur ASEAN pada Agustus memperlihatkan kombinasi antara perlambatan produksi dan penguatan permintaan. PMI memang turun dari 52,8 menjadi 52,3, tetapi indeks tetap berada dalam zona ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan pesanan baru yang mendekati rekor memberikan dukungan terhadap prospek aktivitas industri. Peningkatan backlog juga menunjukkan kapasitas produksi masih menghadapi tekanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Optimisme bisnis yang mencapai level tertinggi hampir empat tahun menjadi faktor tambahan yang memperkuat prospek kawasan. Perkembangan tersebut menunjukkan pelaku usaha melihat peluang pertumbuhan produksi dalam beberapa bulan mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">S&amp;P Global menilai kondisi manufaktur ASEAN memiliki peluang mempertahankan momentum pada paruh kedua 2026. Triwulan ketiga juga diperkirakan dapat mencatat kinerja lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, kekuatan permintaan, kemampuan perusahaan meningkatkan produksi, kondisi rantai pasok, serta perkembangan harga akan menjadi faktor penting. Kombinasi faktor tersebut akan menentukan apakah ekspansi manufaktur ASEAN dapat bertahan hingga akhir 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://vibiznews.com/index.php/2026/09/02/indeks-kospi-rabu-ditutup-turun-tajam-saham-teknologi-dan-manufaktur-merosot/">Indeks Kospi Rabu Ditutup Turun Tajam; Saham Teknologi dan Manufaktur Merosot</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/03/pmi-manufaktur-asean-menguat-optimisme-tertinggi-4-tahun/">PMI Manufaktur ASEAN Menguat, Optimisme Tertinggi 4 Tahun</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/03/pmi-manufaktur-asean-menguat-optimisme-tertinggi-4-tahun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenperin: PMI Manufaktur Ekspansi, Industri Bergairah</title>
		<link>https://arventra.id/2026/08/04/kemenperin-pmi-manufaktur-ekspansi-industri-bergairah/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/08/04/kemenperin-pmi-manufaktur-ekspansi-industri-bergairah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 14:50:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[ekspansi]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Manufaktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=461</guid>

					<description><![CDATA[<p>PMI Manufaktur Indonesia Kembali Ekspansi, Kemenperin Optimistis Industri Nasional Menguat Sektor manufaktur Indonesia kembali menunjukkan tanda pemulihan pada awal kuartal III 2026. Berdasarkan survei S&#38;P Global, Purchasing Managers&#8217; Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juli 2026 naik ke level 50,2 dari 46,9 pada Juni 2026. Kenaikan tersebut membawa PMI kembali ke zona ekspansi setelah beberapa bulan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/04/kemenperin-pmi-manufaktur-ekspansi-industri-bergairah/">Kemenperin: PMI Manufaktur Ekspansi, Industri Bergairah</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Indonesia Kembali Ekspansi, Kemenperin Optimistis Industri Nasional Menguat</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor manufaktur Indonesia kembali menunjukkan tanda pemulihan pada awal kuartal III 2026. Berdasarkan survei S&amp;P Global, Purchasing Managers&#8217; Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juli 2026 naik ke level 50,2 dari 46,9 pada Juni 2026. Kenaikan tersebut membawa PMI kembali ke zona ekspansi setelah beberapa bulan berada di bawah level 50, sekaligus mencerminkan membaiknya aktivitas industri pengolahan nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Output Produksi, Pesanan Baru, dan Penyerapan Tenaga Kerja Mulai Meningkat</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan PMI Juli 2026 didorong oleh pulihnya aktivitas produksi yang untuk pertama kalinya kembali tumbuh sejak Februari 2026. Selain itu, permintaan baru mulai stabil setelah sebelumnya melemah, sementara perusahaan manufaktur kembali membuka lapangan kerja baru usai empat bulan melakukan penyesuaian tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam metodologi PMI, angka di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur sedang berekspansi. Sebaliknya, angka di bawah 50 menandakan kontraksi. Karena itu, capaian 50,2 menjadi sinyal bahwa kondisi industri nasional mulai bergerak ke arah yang lebih positif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan peningkatan PMI mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha di tengah tantangan ekonomi global dan fluktuasi harga bahan baku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami menyambut baik kembalinya PMI Manufaktur Indonesia ke level ekspansif 50,2 pada Juli 2026. Kenaikan 3,3 poin dari bulan Juni mengonfirmasi bahwa roda produksi industri pengolahan kembali bergerak lebih cepat. Peningkatan output dan bertambahnya lapangan kerja menunjukkan kepercayaan konsumen serta permintaan domestik terus membaik,&#8221; ujar Febri dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://ekbis.sindonews.com/read/1735545/34/aktivitas-manufaktur-ri-bangkit-industri-kembali-masuk-fase-ekspansi-1785834486#goog_rewarded">Aktivitas Manufaktur RI Bangkit, Industri Kembali Masuk Fase Ekspansi</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Survei S&amp;P Global juga menunjukkan optimisme pelaku industri terhadap prospek usaha selama 12 bulan mendatang mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Pada saat yang sama, laju kenaikan harga bahan baku melambat ke titik terendah dalam empat bulan sehingga tekanan biaya produksi mulai berkurang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan HGBT dan Relaksasi Bea Masuk Dinilai Perkuat Daya Saing Industri</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenperin menilai tren pemulihan manufaktur tidak lepas dari dukungan sejumlah kebijakan pemerintah. Salah satu faktor utama ialah keberlanjutan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang memberikan kepastian harga energi bagi industri pengguna gas bumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Febri, kebijakan tersebut membantu menjaga daya saing berbagai sektor strategis, seperti industri pupuk, petrokimia, keramik, kaca, baja, sarung tangan karet, hingga oleokimia. Kepastian biaya energi dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi produksi dan memperkuat keyakinan pelaku usaha untuk berekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain HGBT, pemerintah juga menerapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai relaksasi bea masuk impor bahan baku plastik. Kebijakan itu memberikan keringanan biaya bagi industri yang bergantung pada bahan baku impor, termasuk sektor kemasan, makanan dan minuman, otomotif, serta elektronika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Relaksasi tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan biaya input yang sempat meningkat akibat pelemahan nilai tukar dan gangguan rantai pasok global. Dengan biaya produksi yang lebih terkendali, perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas produksi maupun investasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Febri menegaskan kombinasi kebijakan HGBT dan relaksasi bea masuk menjadi bentuk dukungan pemerintah dalam menjaga daya saing industri nasional. Menurutnya, kedua kebijakan itu terbukti membantu menekan inflasi biaya input sekaligus meningkatkan optimisme pelaku usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momentum Pemulihan Perlu Dijaga</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembalinya PMI Manufaktur Indonesia ke zona ekspansi menjadi sinyal awal bahwa aktivitas industri nasional mulai pulih setelah menghadapi tekanan selama beberapa bulan terakhir. Meski demikian, keberlanjutan tren positif tersebut tetap bergantung pada stabilitas permintaan domestik, kondisi ekonomi global, serta konsistensi kebijakan yang mendukung iklim investasi dan efisiensi biaya produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika momentum ini terus terjaga, sektor manufaktur berpotensi kembali menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja, dan ekspansi investasi di berbagai industri strategis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://premium.bisnis.com/read/20260804/658/1993525/aral-di-balik-pemulihan-pmi-manufaktur-indonesia-pada-juli-2026">Aral di Balik Pemulihan PMI Manufaktur Indonesia pada Juli 2026</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/04/kemenperin-pmi-manufaktur-ekspansi-industri-bergairah/">Kemenperin: PMI Manufaktur Ekspansi, Industri Bergairah</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/08/04/kemenperin-pmi-manufaktur-ekspansi-industri-bergairah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PMI Manufaktur Anjlok, Kemnaker Antisipasi PHK</title>
		<link>https://arventra.id/2026/07/05/pmi-manufaktur-anjlok-kemnaker-antisipasi-phk/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/07/05/pmi-manufaktur-anjlok-kemnaker-antisipasi-phk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 11:11:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Otomasi & Robotika Industri]]></category>
		<category><![CDATA[kemnaker]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Manufaktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=392</guid>

					<description><![CDATA[<p>PMI Manufaktur Indonesia Kembali Kontraksi, Kemnaker Siapkan Antisipasi Potensi Gelombang PHK Aktivitas manufaktur Indonesia kembali menunjukkan pelemahan pada Juni 2026. Penurunan Purchasing Managers&#8217; Index (PMI) Manufaktur ke level kontraksi memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi industri nasional, termasuk potensi meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengakui perlambatan tersebut dapat memengaruhi penyerapan tenaga kerja [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/07/05/pmi-manufaktur-anjlok-kemnaker-antisipasi-phk/">PMI Manufaktur Anjlok, Kemnaker Antisipasi PHK</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Indonesia Kembali Kontraksi, Kemnaker Siapkan Antisipasi Potensi Gelombang PHK</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktivitas manufaktur Indonesia kembali menunjukkan pelemahan pada Juni 2026. Penurunan Purchasing Managers&#8217; Index (PMI) Manufaktur ke level kontraksi memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi industri nasional, termasuk potensi meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengakui perlambatan tersebut dapat memengaruhi penyerapan tenaga kerja dan telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data terbaru menunjukkan sektor manufaktur menghadapi tekanan dari melemahnya permintaan domestik, penurunan pesanan ekspor, serta kenaikan biaya produksi. Kombinasi faktor tersebut membuat aktivitas produksi melambat dan meningkatkan risiko efisiensi tenaga kerja di berbagai perusahaan manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://journalarta.com/news/2026/07/05/pmi-manufaktur-juni-2026-turun-sinyal-kontraksi-sektor-industri/">PMI Manufaktur Juni 2026 Turun ke 46,9: Sinyal Serius Sektor Industri Masuk Zona Kontraksi</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemnaker Antisipasi Dampak Pelemahan Industri dengan Reskilling dan Peluang Kerja Baru</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyatakan perlambatan sektor manufaktur berpotensi berdampak langsung terhadap pasar tenaga kerja. Menurutnya, ketika aktivitas produksi menurun, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri juga dapat berkurang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengakui kemungkinan terjadinya peningkatan PHK seiring melemahnya aktivitas manufaktur. Namun, pemerintah berupaya menekan dampak tersebut agar tidak berkembang menjadi gelombang PHK yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai langkah antisipasi, Kemnaker menyiapkan berbagai program penempatan kerja di sektor lain yang masih membutuhkan tenaga kerja. Pemerintah juga memperkuat program pelatihan bagi pekerja terdampak agar memiliki kompetensi baru yang sesuai dengan kebutuhan industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program reskilling dan upskilling menjadi salah satu fokus utama. Melalui pelatihan tersebut, pekerja yang kehilangan pekerjaan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan atau menguasai bidang baru sehingga memiliki peluang lebih besar untuk kembali bekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain pelatihan, pemerintah juga terus memperluas akses informasi lowongan kerja dan mendorong kolaborasi dengan dunia usaha untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Klaim JKP Meningkat, Sinyal Pasar Tenaga Kerja Perlu Diwaspadai</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>Kemnaker juga mencermati perkembangan data Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sebagai salah satu indikator kondisi pasar tenaga kerja.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, sekitar 36.000 pekerja mengajukan klaim manfaat JKP selama Mei 2026. Angka tersebut menjadi perhatian pemerintah karena mencerminkan adanya pekerja yang kehilangan pekerjaan dan membutuhkan perlindungan sosial selama masa transisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program JKP memberikan manfaat berupa bantuan uang tunai, akses informasi pasar kerja, serta pelatihan kerja bagi peserta yang memenuhi persyaratan. Skema tersebut diharapkan dapat membantu pekerja memperoleh pekerjaan baru dalam waktu yang lebih cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, pemerintah terus memantau perkembangan jumlah klaim untuk memastikan kondisi ketenagakerjaan tetap terkendali di tengah perlambatan sektor manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Turun ke Level 46,9, Kontraksi Terdalam dalam Setahun</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan terhadap industri tercermin dari hasil survei S&amp;P Global Market Intelligence yang menunjukkan PMI Manufaktur Indonesia turun menjadi 46,9 pada Juni 2026. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan level 50,0 pada Mei 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam metodologi PMI, angka di atas 50 menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur, sedangkan angka di bawah 50 menandakan kontraksi. Dengan capaian 46,9, industri manufaktur Indonesia kembali memasuki fase perlambatan setelah sempat berada di ambang ekspansi pada bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekonom S&amp;P Global Market Intelligence, Usamah Bhatti, menyebut kontraksi Juni menjadi yang terdalam dalam satu tahun terakhir. Penurunan tersebut juga merupakan kontraksi kedua dalam tiga bulan terakhir yang menutup kinerja sektor manufaktur sepanjang semester pertama 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, melemahnya pesanan baru menjadi penyebab utama penurunan aktivitas industri. Berkurangnya permintaan membuat perusahaan mengurangi volume produksi sehingga laju output mengalami penurunan terbesar sejak April 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Permintaan Domestik dan Ekspor Sama-sama Melemah</p>



<p class="wp-block-paragraph">S&amp;P Global menilai lemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang menekan aktivitas manufaktur nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan harga berbagai kebutuhan membuat konsumsi rumah tangga melambat sehingga permintaan terhadap produk manufaktur ikut menurun. Kondisi tersebut berdampak langsung pada berkurangnya pesanan baru yang diterima perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, pasar ekspor juga belum memberikan dukungan yang kuat. Permintaan dari luar negeri tercatat mengalami penurunan paling dalam sejak Agustus 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelemahan permintaan global terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi internasional, perlambatan aktivitas perdagangan dunia, serta perubahan kebijakan perdagangan di sejumlah negara mitra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Turunnya permintaan dari pasar domestik dan ekspor secara bersamaan mempersempit ruang pertumbuhan industri manufaktur. Akibatnya, banyak perusahaan memilih menyesuaikan kapasitas produksi sambil menunggu perbaikan kondisi pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biaya Produksi Naik, Produsen Hadapi Tekanan Ganda</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menghadapi penurunan permintaan, pelaku industri juga dibebani oleh meningkatnya biaya produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harga bahan baku yang lebih tinggi serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing membuat biaya operasional perusahaan meningkat. Kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap margin keuntungan produsen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menjaga keberlangsungan usaha, sebagian perusahaan terpaksa menyesuaikan harga jual produknya. Namun, kenaikan harga juga berpotensi menekan permintaan karena daya beli konsumen belum sepenuhnya pulih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan dari sisi biaya dan permintaan menciptakan tantangan ganda bagi industri manufaktur. Situasi ini membuat perusahaan harus lebih selektif dalam mengelola produksi, investasi, hingga kebutuhan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prospek Industri Bergantung pada Pemulihan Permintaan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor manufaktur memiliki peran strategis terhadap perekonomian Indonesia karena menjadi salah satu penyumbang utama produk domestik bruto (PDB), investasi, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, perbaikan kinerja manufaktur akan sangat bergantung pada pemulihan konsumsi domestik, membaiknya permintaan ekspor, serta stabilitas biaya produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi ketenagakerjaan, langkah pemerintah melalui program reskilling, upskilling, dan perluasan kesempatan kerja menjadi bagian penting untuk mengurangi dampak perlambatan industri terhadap pekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, pelaku usaha akan mencermati perkembangan permintaan pasar, inflasi, nilai tukar, serta kebijakan ekonomi yang dapat mendukung aktivitas produksi. Jika indikator tersebut mulai membaik, sektor manufaktur berpeluang kembali memasuki fase ekspansi dan memperkuat penyerapan tenaga kerja pada paruh kedua 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://industri.kontan.co.id/news/bogasari-perkuat-bisnis-pangan-lewat-umkm-dorong-nilai-tambah-produk-lokal">Bogasari Perkuat Bisnis Pangan Lewat UMKM, Dorong Nilai Tambah Produk Lokal</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/07/05/pmi-manufaktur-anjlok-kemnaker-antisipasi-phk/">PMI Manufaktur Anjlok, Kemnaker Antisipasi PHK</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/07/05/pmi-manufaktur-anjlok-kemnaker-antisipasi-phk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
