<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>September Archives - arventra.id</title>
	<atom:link href="https://arventra.id/tag/september/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arventra.id/tag/september/</link>
	<description>Wawasan Inovasi Industri &#38; Teknologi Manufaktur Masa Depan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Oct 2026 11:35:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>
	<item>
		<title>Kemenperin: IKI September 2026 Masih Ekspansif</title>
		<link>https://arventra.id/2026/10/01/kemenperin-iki-september-2026-masih-ekspansif/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/10/01/kemenperin-iki-september-2026-masih-ekspansif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2026 11:35:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[ekspansif]]></category>
		<category><![CDATA[IKI]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[September]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=593</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kinerja Manufaktur Tetap Ekspansif pada September 2026 Aktivitas industri manufaktur Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan pada September 2026. Kementerian Perindustrian mencatat Indeks Kepercayaan Industri atau IKI berada di level 51,93. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan capaian Agustus 2026 yang mencapai 52,30. Namun, posisi IKI masih berada di atas level 50 yang menjadi batas antara ekspansi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/10/01/kemenperin-iki-september-2026-masih-ekspansif/">Kemenperin: IKI September 2026 Masih Ekspansif</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kinerja Manufaktur Tetap Ekspansif pada September 2026</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktivitas industri manufaktur Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan pada September 2026. Kementerian Perindustrian mencatat Indeks Kepercayaan Industri atau IKI berada di level 51,93.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan capaian Agustus 2026 yang mencapai 52,30. Namun, posisi IKI masih berada di atas level 50 yang menjadi batas antara ekspansi dan kontraksi aktivitas industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut menunjukkan sektor manufaktur tetap memiliki aktivitas produksi dan permintaan yang relatif terjaga. Perkembangan ini berlangsung ketika pelaku industri menghadapi perubahan kondisi ekonomi, baik dari pasar dalam negeri maupun perdagangan global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://otomotif.kompas.com/read/2026/10/01/151200115/industri-motor-jadi-penopang-ekspansi-manufaktur-september-2026">Industri Motor Jadi Penopang Ekspansi Manufaktur September 2026</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mayoritas Subsektor Masih Mencatat Pertumbuhan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan kinerja manufaktur nasional masih bertahan di zona ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Febri, perkembangan IKI September memperlihatkan bahwa aktivitas industri pengolahan tetap berjalan meski menghadapi berbagai tekanan. Perlambatan indeks juga tidak mengubah posisi mayoritas subsektor yang masih mencatat pertumbuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenperin mencatat 15 dari 23 subsektor industri pengolahan berada dalam fase ekspansi pada September. Delapan subsektor lainnya mengalami kontraksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lima belas subsektor yang masih tumbuh memiliki kontribusi sebesar 84,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto industri pengolahan nonmigas pada kuartal II 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komposisi tersebut menunjukkan bahwa subsektor yang mengalami ekspansi masih memiliki peran besar terhadap keseluruhan aktivitas industri pengolahan nonmigas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri minuman menjadi salah satu subsektor dengan capaian IKI tertinggi. Industri alat angkutan lainnya juga mencatat kinerja yang kuat pada periode yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, kontraksi terjadi pada sejumlah subsektor. Beberapa di antaranya mencakup industri kulit, kayu, kertas, karet dan plastik, komputer, elektronik dan optik, peralatan listrik, serta mesin dan perlengkapan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesanan Industri Naik, Produksi Mengalami Perlambatan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pergerakan IKI September 2026 juga terlihat dari tiga variabel utama pembentuk indeks, yaitu pesanan, produksi, dan persediaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks pesanan meningkat menjadi 53,40 dari 53,13 pada Agustus. Kenaikan tersebut menunjukkan permintaan terhadap produk industri masih memberikan dukungan terhadap aktivitas manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, indeks produksi tercatat 53,78. Angka tersebut masih menunjukkan ekspansi, meski mengalami penurunan sebesar 1,32 poin dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan pesanan dan produksi, indeks persediaan masih berada dalam zona kontraksi. Indikator tersebut tercatat sebesar 45,45 pada September.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perbedaan pergerakan ketiga indikator tersebut menggambarkan kondisi manufaktur yang tidak sepenuhnya seragam. Permintaan masih tumbuh, tetapi sebagian pelaku industri menghadapi penyesuaian pada tingkat produksi dan pengelolaan stok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasar Domestik dan Ekspor Sama-Sama Ekspansif</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kinerja industri berdasarkan orientasi pasar juga masih menunjukkan kondisi positif. Industri yang berorientasi ekspor mencatat IKI sebesar 52,60 pada September 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, kelompok industri yang menyasar pasar domestik mencatat indeks 50,94. Kedua kelompok tersebut masih berada di atas ambang ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, capaian September menunjukkan perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pelaku industri perlu mempertahankan permintaan dari kedua pasar untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tantangan juga datang dari persaingan dengan produk impor, kenaikan biaya produksi, serta perubahan kondisi perdagangan internasional. Faktor tersebut dapat memengaruhi keputusan produksi dan ekspansi industri dalam beberapa bulan berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan IKI yang masih berada di zona ekspansi, perkembangan manufaktur pada akhir 2026 akan sangat dipengaruhi kemampuan industri mempertahankan pesanan, mengelola biaya, dan menyesuaikan kapasitas produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenperin menilai kondisi tersebut perlu terus dipantau agar aktivitas industri tetap terjaga. Penguatan pasar domestik dan kemampuan mempertahankan pasar ekspor menjadi bagian penting dalam menjaga momentum manufaktur nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://epaper.mediaindonesia.com/detail/manufaktur-masih-di-fase-ekspansi">Manufaktur masih di Fase Ekspansi</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/10/01/kemenperin-iki-september-2026-masih-ekspansif/">Kemenperin: IKI September 2026 Masih Ekspansif</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/10/01/kemenperin-iki-september-2026-masih-ekspansif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PMI Manufaktur RI Kontraksi, PHK Naik Awal September</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/01/pmi-manufaktur-ri-kontraksi-phk-naik-awal-september/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/01/pmi-manufaktur-ri-kontraksi-phk-naik-awal-september/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 14:18:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keamanan Kerja (K3) Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Kontraksi]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Manufaktur RI]]></category>
		<category><![CDATA[September]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=533</guid>

					<description><![CDATA[<p>PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 49,8 pada Agustus 2026Kinerja industri manufaktur Indonesia melemah pada Agustus 2026. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia turun ke level 49,8 dan kembali masuk zona kontraksi setelah mencatat ekspansi pada Juli 2026. Data S&#38;P Global yang dirilis pada Selasa (1/9/2026) menunjukkan aktivitas manufaktur kembali menghadapi tekanan. Pelemahan produksi dan penyerapan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/01/pmi-manufaktur-ri-kontraksi-phk-naik-awal-september/">PMI Manufaktur RI Kontraksi, PHK Naik Awal September</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 49,8 pada Agustus 2026<br>Kinerja industri manufaktur Indonesia melemah pada Agustus 2026. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia turun ke level 49,8 dan kembali masuk zona kontraksi setelah mencatat ekspansi pada Juli 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data S&amp;P Global yang dirilis pada Selasa (1/9/2026) menunjukkan aktivitas manufaktur kembali menghadapi tekanan. Pelemahan produksi dan penyerapan tenaga kerja menjadi faktor utama yang menahan kinerja sektor tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Kembali di Bawah Level 50<br>PMI menggunakan angka 50 sebagai batas antara ekspansi dan kontraksi. Angka di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://money.kompas.com/read/2026/09/01/181059226/pmi-manufaktur-masuk-zona-kontraksi-kemenperin-waspadai-banjir-produk-impor">PMI Manufaktur Masuk Zona Kontraksi, Kemenperin Waspadai Banjir Produk Impor</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, angka di bawah 50 menandakan aktivitas sektor manufaktur mengalami penurunan. Dengan PMI sebesar 49,8, kondisi industri Indonesia pada Agustus berada tipis di bawah level netral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">S&amp;P Global menilai kondisi bisnis manufaktur Indonesia secara umum kembali relatif stabil pada pertengahan kuartal III 2026. Namun, penurunan produksi membuat performa sektor secara keseluruhan masih terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi manufaktur kembali turun pada Agustus meski penurunannya relatif ringan. Persaingan bisnis yang semakin ketat, permintaan yang lesu, dan kenaikan harga barang menjadi sejumlah faktor yang menekan produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesanan Baru Mulai Menguat, tetapi Masih Tipis<br>Di tengah penurunan produksi, permintaan menunjukkan tanda pemulihan terbatas. Pesanan baru meningkat untuk pertama kalinya dalam tiga bulan dan kembali berada sedikit di atas level netral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketahanan pada permintaan domestik maupun pelanggan manufaktur. Namun, peningkatannya masih terlalu kecil untuk mendorong pemulihan sektor secara menyeluruh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagian perusahaan mencatat kenaikan permintaan dan tambahan pesanan dari pelanggan. Di sisi lain, perusahaan lain masih menghadapi permintaan yang lemah, persaingan yang lebih ketat, serta daya beli pelanggan yang menurun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maryam Baluch, Ekonom S&amp;P Global Market Intelligence, mengatakan data terbaru menunjukkan sedikit penurunan kondisi manufaktur Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Maryam, penurunan produksi dan tenaga kerja kembali terjadi setelah sektor tersebut sempat membaik pada bulan sebelumnya. Sementara itu, kondisi permintaan secara umum masih berada dalam keadaan relatif netral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PHK dan Pengunduran Diri Menekan Ketenagakerjaan<br>Pelemahan aktivitas produksi turut berdampak pada pasar tenaga kerja manufaktur. Sejumlah perusahaan kembali mengurangi jumlah pekerja karena kebutuhan produksi mengalami penurunan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tingkat ketenagakerjaan kembali masuk zona kontraksi pada Agustus. Perusahaan melakukan pengurangan tenaga kerja melalui kombinasi PHK dan pengunduran diri secara sukarela.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagian perusahaan juga melaporkan kesulitan mempertahankan jumlah karyawan. Pengunduran diri sukarela menjadi salah satu faktor yang ikut menekan tingkat ketenagakerjaan sektor manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan tersebut menunjukkan tekanan pada industri tidak hanya terlihat dari sisi produksi. Perusahaan juga mulai menyesuaikan struktur tenaga kerja dengan kondisi pesanan dan kebutuhan operasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Backlog Meningkat untuk Bulan Kedua<br>Pekerjaan yang belum terselesaikan atau backlog kembali meningkat pada Agustus. Kenaikan tersebut menjadi yang kedua secara berturut-turut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, laju penumpukan pekerjaan masih berada pada tingkat moderat. Pertumbuhannya juga lebih lambat dibandingkan Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan backlog terjadi ketika perusahaan menghadapi kombinasi permintaan yang belum sepenuhnya pulih dan kapasitas operasional yang masih terbatas. Perkembangan ini menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam melihat arah produksi berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktivitas Pembelian Berhenti Menurun<br>Aktivitas pembelian perusahaan manufaktur stabil pada Agustus setelah mengalami penurunan selama lima bulan berturut-turut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagian perusahaan meningkatkan pembelian untuk memenuhi kenaikan pesanan baru. Namun, perusahaan lain masih mengurangi pembelian karena arus pesanan belum cukup kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan juga menghadapi waktu pengiriman bahan baku yang lebih panjang. Meski demikian, tingkat keterlambatan pemasok masih tergolong ringan dan hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persediaan Bahan Baku Mulai Ditambah<br>Perusahaan manufaktur meningkatkan persediaan bahan baku pada Agustus. Kenaikan tersebut menjadi yang pertama dalam lima bulan terakhir, meski skalanya masih tipis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah perusahaan memilih membangun stok pengaman untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan baku. Strategi tersebut menunjukkan pelaku industri mulai mengantisipasi risiko biaya produksi pada periode mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan bahan baku, persediaan produk jadi kembali turun. Penurunan tersebut telah berlangsung selama empat bulan berturut-turut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Laju pengurangan persediaan produk jadi berada pada tingkat moderat. Namun, kecepatannya menyamai penurunan pada Mei 2025 dan menjadi yang tercepat dalam lebih dari empat tahun terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan Harga Mulai Mereda<br>Tekanan inflasi di sektor manufaktur kembali mereda pada Agustus. Meski demikian, kenaikan harga bahan baku dan harga jual produk masih berada pada level yang tinggi secara historis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan harga bahan baku serta biaya dari pemasok tetap meningkatkan beban operasional perusahaan. Sebagian produsen kemudian meneruskan kenaikan biaya tersebut kepada konsumen melalui harga jual yang lebih tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlambatan tekanan harga menjadi salah satu perkembangan positif dalam laporan terbaru. Kondisi tersebut dapat memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengelola biaya apabila tren penurunan inflasi berlanjut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepercayaan Bisnis Mencapai Level Tertinggi dalam Tujuh Bulan<br>Di tengah lemahnya aktivitas manufaktur, pelaku usaha justru menunjukkan optimisme yang lebih kuat. Tingkat kepercayaan bisnis meningkat ke level tertinggi dalam tujuh bulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelaku usaha berharap permintaan membaik dalam 12 bulan mendatang. Mereka juga melihat kondisi pasar yang lebih stabil dapat mendukung peningkatan produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maryam Baluch menilai pemulihan kepercayaan bisnis menjadi sinyal positif. Kepercayaan tersebut terus meningkat sejak mencapai titik terendah pada April.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut S&amp;P Global, optimisme pelaku usaha menunjukkan produsen masih melihat peluang perbaikan meski kinerja manufaktur saat ini terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prospek Manufaktur Masih Bergantung pada Pemulihan Permintaan<br>PMI Manufaktur Indonesia sebesar 49,8 pada Agustus menunjukkan sektor industri kembali menghadapi kontraksi. Pelemahan produksi dan tenaga kerja menjadi perhatian utama dalam laporan terbaru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kenaikan pesanan baru memberikan sinyal bahwa permintaan mulai menunjukkan ketahanan. Stabilnya aktivitas pembelian dan meningkatnya stok bahan baku juga menunjukkan perusahaan mulai menyiapkan diri menghadapi perubahan biaya serta permintaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, pemulihan manufaktur akan sangat bergantung pada kekuatan pesanan baru, perkembangan biaya input, dan kemampuan perusahaan mempertahankan tenaga kerja. Jika permintaan membaik secara konsisten, sektor manufaktur berpeluang kembali melewati level PMI 50.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, tekanan terhadap produksi dan tenaga kerja dapat berlanjut jika permintaan tetap lemah. Data PMI pada bulan-bulan berikutnya akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah kontraksi Agustus hanya bersifat sementara atau menjadi awal pelemahan yang lebih panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<em><strong><a href="https://industri.kontan.co.id/news/lemahnya-integrasi-industri-dari-hulu-hingga-hilir-bayangi-sektor-manufaktur">Lemahnya Integrasi Industri dari Hulu hingga Hilir Bayangi Sektor Manufaktur</a></strong></em>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/01/pmi-manufaktur-ri-kontraksi-phk-naik-awal-september/">PMI Manufaktur RI Kontraksi, PHK Naik Awal September</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/01/pmi-manufaktur-ri-kontraksi-phk-naik-awal-september/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
