<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>usaha Archives - arventra.id</title>
	<atom:link href="https://arventra.id/tag/usaha/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arventra.id/tag/usaha/</link>
	<description>Wawasan Inovasi Industri &#38; Teknologi Manufaktur Masa Depan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Apr 2026 15:23:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Tekanan Usaha Naik, Manufaktur Tahan Serap Tenaga Kerja</title>
		<link>https://arventra.id/2026/04/18/tekanan-usaha-naik-manufaktur-tahan-serap-tenaga-kerja/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/04/18/tekanan-usaha-naik-manufaktur-tahan-serap-tenaga-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 15:23:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi Material & Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=155</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEKANAN USAHA MENINGKAT, MANUFAKTUR EKSPANSI TANPA SERAP TENAGA KERJAAnalisis Data BI, Faktor Penekan, dan Harapan Intervensi Pemerintah Dunia usaha Indonesia menghadapi tekanan berlapis pada kuartal I/2026. Meski sektor manufaktur masih mencatatkan ekspansi, peningkatan aktivitas produksi tidak diikuti oleh penyerapan tenaga kerja. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terkait kualitas pertumbuhan ekonomi. Baca Juga &#8220;Geliat Kemenkeu Dongkrak Pertumbuhan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/04/18/tekanan-usaha-naik-manufaktur-tahan-serap-tenaga-kerja/">Tekanan Usaha Naik, Manufaktur Tahan Serap Tenaga Kerja</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">TEKANAN USAHA MENINGKAT, MANUFAKTUR EKSPANSI TANPA SERAP TENAGA KERJA<br>Analisis Data BI, Faktor Penekan, dan Harapan Intervensi Pemerintah</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dunia usaha Indonesia menghadapi tekanan berlapis pada kuartal I/2026. Meski sektor manufaktur masih mencatatkan ekspansi, peningkatan aktivitas produksi tidak diikuti oleh penyerapan tenaga kerja. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terkait kualitas pertumbuhan ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://ekonomi.bisnis.com/read/20260416/9/1967241/geliat-kemenkeu-dongkrak-pertumbuhan-sektor-padat-karya-lewat-insentif-pajak">Geliat Kemenkeu Dongkrak Pertumbuhan Sektor Padat Karya lewat Insentif Pajak</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data Bank Indonesia melalui Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) menunjukkan perlambatan aktivitas bisnis. Nilai saldo bersih tertimbang (SBT) tercatat 10,11%, turun dari 10,61% pada kuartal sebelumnya. Tren ini menjadi perlambatan tiga kuartal berturut-turut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia masih berada di zona ekspansi sebesar 52,03%. Angka ini bahkan meningkat dibandingkan kuartal IV/2025 yang berada di level 51,86%.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, indikator ketenagakerjaan justru menunjukkan kontraksi. Indeks tenaga kerja PMI tercatat 48,76%, menandakan perusahaan belum melakukan ekspansi tenaga kerja. Tren ini berlangsung sejak kuartal II/2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi Naik, Tenaga Kerja Tertahan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini memperlihatkan bahwa peningkatan produksi lebih didorong oleh efisiensi daripada ekspansi. SKDU mencatat sektor industri pengolahan mengalami kenaikan aktivitas dengan SBT 1,46%.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, penggunaan tenaga kerja di sektor tersebut justru memburuk. SBT tenaga kerja tercatat minus 0,47%, lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, menilai kondisi ini mencerminkan pertumbuhan yang tidak merata. Aktivitas usaha masih berjalan, tetapi kekuatannya melemah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, perusahaan cenderung menahan ekspansi dan lebih mengandalkan efisiensi. Mereka memaksimalkan kapasitas produksi yang ada tanpa menambah tenaga kerja baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Empat Faktor Utama Penekan Dunia Usaha</p>



<p class="wp-block-paragraph">Josua mengidentifikasi empat faktor utama yang menekan dunia usaha. Pertama, daya beli masyarakat belum pulih sepenuhnya, terutama di kelompok menengah bawah. Kondisi ini membuat permintaan tidak merata di berbagai sektor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, pelaku usaha bersikap hati-hati dalam ekspansi. Penjualan yang stagnan membuat perusahaan memilih menggunakan dana internal daripada menambah pembiayaan baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketiga, ketidakpastian global masih tinggi. Faktor geopolitik, perang dagang, dan gangguan rantai pasok menekan kepercayaan dunia usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keempat, tekanan biaya produksi meningkat. Harga bahan baku dan biaya operasional naik, sehingga margin keuntungan tertekan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan bahwa akses pembiayaan bukan menjadi masalah utama. Likuiditas perbankan masih cukup, bahkan akses kredit dinilai lebih mudah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kondisi tersebut tidak otomatis mendorong ekspansi karena pelaku usaha lebih fokus menjaga stabilitas keuangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan Eksternal dan Perubahan Perilaku Konsumen</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandangan serupa disampaikan Center of Reform on Economics melalui peneliti Yusuf Rendy Manilet. Ia menilai tekanan berasal dari sisi domestik dan global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari dalam negeri, daya beli masyarakat melemah. Penurunan jumlah kelas menengah sejak 2019 mulai berdampak pada konsumsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data menunjukkan kontribusi konsumsi kelas menengah turun dari 84% pada 2019 menjadi 81,2% pada 2025. Penurunan ini memengaruhi permintaan terhadap produk industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi eksternal, permintaan ekspor melemah dan biaya energi meningkat. Kondisi ini membuat pelaku usaha semakin berhati-hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan kredit ke sektor riil juga melambat menjadi 9,37% pada Februari 2026. Hal ini mencerminkan lemahnya permintaan pembiayaan dari dunia usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yusuf menyimpulkan bahwa ekspansi manufaktur saat ini lebih didorong efisiensi, bukan pembukaan kapasitas baru. Produksi meningkat, tetapi tidak menciptakan banyak lapangan kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dunia Usaha Tunggu Kebijakan Pemerintah</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Sarman Simanjorang, menilai pelaku usaha saat ini berada dalam posisi wait and see.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat sebagai kunci pemulihan ekonomi. Program padat karya dinilai efektif dalam meningkatkan konsumsi, terutama di daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sarman mendorong pemerintah memperluas program tersebut ke lebih banyak kementerian. Selain itu, bantuan sosial yang tepat sasaran juga diperlukan untuk menjaga konsumsi masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program magang nasional juga dinilai penting untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus mengurangi tekanan pengangguran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dampak Geopolitik dan Tantangan ke Depan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketidakpastian global turut memperburuk situasi. Konflik di Timur Tengah mengganggu jalur logistik dan pasokan bahan baku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gangguan ini berdampak pada kenaikan biaya produksi dan melemahnya nilai tukar rupiah. Akibatnya, harga produk meningkat dan menekan daya beli konsumen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan perilaku konsumen juga terlihat, terutama pada kelas menengah yang cenderung menahan belanja besar seperti properti dan kendaraan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi ini menciptakan siklus tekanan bagi dunia usaha. Permintaan melemah, biaya naik, dan ekspansi tertahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Outlook: Ekonomi Tumbuh, Tapi Kualitas Melemah</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia masih berada dalam fase pertumbuhan. Namun, kualitas pertumbuhan tersebut dinilai melemah karena tidak diikuti penciptaan lapangan kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi memang meningkat, tetapi ekspansi bersifat selektif dan defensif. Dunia usaha lebih fokus menjaga efisiensi dibandingkan memperluas kapasitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, intervensi kebijakan menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan. Penguatan daya beli, stabilitas harga, dan kepastian usaha akan menentukan arah ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kebijakan tepat sasaran, dunia usaha berpeluang kembali ekspansif dan mampu menyerap tenaga kerja secara lebih optimal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.vietnam.vn/id/ceo-lg-chau-a-viet-nam-luon-la-uu-tien-so-mot-cua-chung-toi">CEO LG Asia: Vietnam selalu menjadi prioritas utama kami.</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/04/18/tekanan-usaha-naik-manufaktur-tahan-serap-tenaga-kerja/">Tekanan Usaha Naik, Manufaktur Tahan Serap Tenaga Kerja</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/04/18/tekanan-usaha-naik-manufaktur-tahan-serap-tenaga-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
