Perusahaan Tingkatkan Kemampuan Impor dan Ekspor

impor dan ekspor

H2 KAPASITAS IMPOR DAN EKSPOR PERUSAHAAN NINH BINH MENGUAT DI TENGAH DINAMIKA GLOBAL
H3 Strategi Pengembangan Wilayah dan Penguatan Rantai Nilai

Dalam situasi ekonomi global yang bergejolak, perusahaan di Provinsi Ninh Binh menghadapi tantangan rantai pasok dan perdagangan internasional. Namun, kondisi ini juga mendorong peningkatan strategi bisnis berbasis nilai tambah dan efisiensi operasional. Perusahaan kini lebih aktif memperkuat daya saing untuk masuk lebih dalam ke rantai nilai global.

Baca Juga “Bata Fokus Perkuat Produk dan Akselerasi Pertumbuhan di Indonesia

Pemerintah daerah Ninh Binh menerapkan strategi pembangunan berbasis tiga kawasan utama. Wilayah barat daya difokuskan pada warisan budaya, pariwisata, dan industri kreatif. Wilayah utara dikembangkan sebagai pusat teknologi tinggi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Sementara itu, wilayah tenggara diarahkan menjadi gerbang ekonomi maritim dan logistik.

Pendekatan ini memperkuat konektivitas antarwilayah dan menciptakan ruang ekonomi baru. Infrastruktur transportasi dan logistik juga dipercepat melalui pembangunan pelabuhan, kawasan industri, dan zona ekonomi pesisir. Langkah ini memberikan dukungan langsung bagi aktivitas impor dan ekspor perusahaan.

H3 Transformasi Industri dan Daya Tarik Investasi Daerah

Ninh Binh kini memiliki 20 kawasan industri aktif dengan lebih dari 1.130 proyek investasi domestik dan asing. Pemerintah daerah memperketat perencanaan investasi agar lebih terintegrasi, efisien, dan berorientasi jangka panjang. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem industri yang kompetitif dan berkelanjutan.

Transformasi ini menarik minat investor dari Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan berbagai negara lain. Fokus investasi diarahkan pada industri berteknologi tinggi dan ramah lingkungan. Hal ini memperkuat posisi Ninh Binh sebagai destinasi industri yang berkembang pesat di kawasan.

Perusahaan lokal juga mulai mengadopsi teknologi otomatisasi dan digitalisasi. Langkah ini meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, dan kualitas produk. Transformasi digital menjadi kebutuhan utama, bukan lagi pilihan bagi pelaku industri.

H3 Kinerja Ekspor Industri Otomotif dan Semen

Sektor manufaktur otomotif menjadi salah satu penggerak utama ekspor daerah. Pabrik Hyundai Thanh Cong Vietnam di Kawasan Industri Gian Khau menerapkan sistem produksi otomatis berstandar tinggi. Perusahaan ini memproduksi berbagai model kendaraan untuk pasar domestik dan internasional.

Pada 2025, pabrik tersebut menargetkan penjualan lebih dari 42.700 unit kendaraan di pasar domestik. Selain itu, ekspor ditargetkan mencapai sekitar 1.400 unit kendaraan. Perusahaan juga memperluas ekspor ke Asia Tenggara, termasuk Thailand, Myanmar, Malaysia, dan Taiwan.

Direktur Hyundai Thanh Cong Vietnam, Nguyen Minh Son, menyatakan bahwa perusahaan berfokus pada penguatan pasar domestik dan ekspansi global. Perusahaan juga mengembangkan riset produk sesuai kebutuhan pasar dan menerapkan kecerdasan buatan dalam proses produksi. Strategi ini ditujukan untuk memperkuat posisi dalam rantai pasok global Hyundai.

Sektor semen juga menunjukkan kontribusi signifikan terhadap ekspor daerah. Thanh Thang Cement Group telah mengekspor sekitar 50 persen produksi tahunannya dalam tiga tahun terakhir. Volume ekspor diperkirakan mencapai lima juta ton per tahun.

Direktur Thanh Thang Cement Group, Nguyen Thi Bich Loan, menyampaikan bahwa infrastruktur pasca-merger Ninh Binh membantu efisiensi distribusi. Lokasi strategis dan konektivitas logistik memperkuat kemampuan ekspor perusahaan secara berkelanjutan.

H3 Reformasi Administrasi dan Dukungan Kepabeanan

Pemerintah Provinsi Ninh Binh mempercepat reformasi birokrasi untuk mendukung aktivitas impor dan ekspor. Sistem layanan satu pintu diterapkan untuk mempercepat proses perizinan investasi dan administrasi bisnis. Digitalisasi layanan publik juga terus diperluas untuk meningkatkan transparansi.

Otoritas kepabeanan memainkan peran penting dalam mendukung kelancaran perdagangan internasional. Sub-Departemen Kepabeanan Wilayah IV menerapkan pendekatan pelayanan berbasis kemitraan dengan pelaku usaha. Sistem ini menekankan efisiensi, transparansi, dan pengurangan hambatan administrasi.

Kepala Sub-Departemen Kepabeanan Wilayah IV, Tran Manh Hung, menyebutkan bahwa transformasi digital menjadi fokus utama. Sistem elektronik seperti ECUS6 dan platform pendukung deklarasi bea cukai telah mempercepat proses layanan. Saat ini, seluruh pembayaran pajak dilakukan secara elektronik.

Langkah ini mengurangi kontak langsung, mempercepat proses kepabeanan, dan menekan biaya logistik perusahaan. Sistem ini juga membantu meningkatkan kepastian usaha dalam kegiatan ekspor dan impor.

H3 Data Perdagangan dan Prospek Pertumbuhan

Kinerja perdagangan Ninh Binh menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada periode 1 Januari hingga 27 Maret 2026, total omzet impor dan ekspor mencapai 14,7 miliar dolar AS. Angka ini meningkat 51,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah perusahaan yang terlibat dalam prosedur kepabeanan mencapai 1.833 entitas. Jumlah deklarasi kepabeanan juga meningkat menjadi 220.859 dokumen. Pendapatan negara dari sektor ini mencapai 1.041 miliar VND, setara 20,4 persen dari target tahunan.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga telah menerbitkan 1.951 sertifikat asal barang untuk mendukung ekspor. Langkah ini membantu perusahaan memperoleh tarif preferensial di pasar internasional. Pemerintah juga aktif mendukung implementasi perjanjian perdagangan bebas seperti VIFTA.

Ke depan, Ninh Binh diproyeksikan semakin kuat sebagai pusat industri dan logistik. Perusahaan terus meningkatkan kemampuan impor dan ekspor melalui teknologi, infrastruktur, dan kebijakan yang adaptif. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci utama pertumbuhan berkelanjutan.

Baca Juga “Pukulan Beruntun Industri Manufaktur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *