Teknologi Manufaktur BYD di Subang dan Cara Kerjanya

BYD

Mengintip Teknologi Manufaktur BYD di Subang
BYD Motor Indonesia memperkuat ekspansinya di pasar kendaraan energi baru melalui pembangunan fasilitas manufaktur di Subang, Jawa Barat. Pabrik ini dipersiapkan untuk mendukung produksi kendaraan listrik sekaligus memperkuat ekosistem industri kendaraan energi baru di Indonesia.

Fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi kendaraan. BYD juga mengarahkannya untuk membangun kemampuan manufaktur dan meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan kehadiran fasilitas manufaktur tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang BYD di Indonesia.

“Dengan menjadikan Indonesia sebagai bagian dari jaringan manufaktur BYD, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan BYD juga dapat menciptakan nilai yang semakin besar bagi Indonesia,” ujar Eagle Zhao saat dijumpai awak media di pabrik BYD, Kamis (4/9/2026).

Baca Juga “Terpopuler: Subang Jadi Pusat Kendaraan Listrik, Merek China Diminta Bangun Pabrik, hingga Evolusi Manufaktur Otomotif

Menurutnya, pengembangan fasilitas tersebut akan berjalan seiring dengan peningkatan kapabilitas manufaktur di Indonesia. BYD juga mempersiapkan pengembangan fasilitas baterai dan berbagai elemen pendukung ekosistem kendaraan energi baru.

Tiga Tahap Utama Produksi Kendaraan BYD
Fasilitas manufaktur BYD di Subang mencakup tiga proses utama. Ketiganya meliputi welding, painting, dan final assembly.

Setiap area menjalankan fungsi berbeda dalam rangkaian produksi kendaraan. Proses tersebut dimulai dari pembentukan bodi, dilanjutkan pengecatan, perakitan berbagai komponen, hingga pemeriksaan akhir kendaraan.

Integrasi ketiga proses tersebut memungkinkan kegiatan manufaktur berlangsung secara terstruktur. Sistem produksi juga dirancang untuk menjaga kualitas kendaraan sebelum unit dikirim kepada konsumen.

Teknologi Robotik Mendukung Proses Welding
Area welding menjadi tahap awal dalam rangkaian manufaktur kendaraan. Pada tahap ini, komponen bodi disatukan untuk membentuk struktur kendaraan.

BYD menerapkan sistem produksi fleksibel multi-model pada area tersebut. Sistem ini memungkinkan beberapa model kendaraan diproduksi dalam lini produksi yang sama.

Proses welding juga memanfaatkan teknologi otomatisasi dan robotik. Teknologi tersebut membantu menjaga tingkat presisi serta konsistensi ketika membentuk bodi kendaraan.

Penggunaan otomatisasi menjadi bagian penting dalam menjaga standar produksi. Sistem tersebut juga memungkinkan proses manufaktur berjalan lebih terukur ketika menangani berbagai model kendaraan.

Painting Menjaga Perlindungan dan Tampilan Bodi
Setelah struktur bodi terbentuk, kendaraan memasuki area painting. Tahap ini tidak hanya berkaitan dengan tampilan eksterior, tetapi juga perlindungan permukaan bodi kendaraan.

BYD mengintegrasikan sistem produksi dengan quality control dalam proses pengecatan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan permukaan kendaraan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Kontrol kualitas pada tahap painting menjadi penting karena hasil pengecatan memengaruhi tampilan akhir kendaraan. Proses tersebut juga berperan dalam memberikan perlindungan pada permukaan bodi.

Final Assembly Menyatukan Seluruh Komponen
Final assembly menjadi tahapan ketika berbagai komponen kendaraan disatukan menjadi kendaraan utuh. Proses ini mencakup pemasangan komponen, pemeriksaan, penyetelan, hingga pengecekan akhir.

Setiap kendaraan menjalani pemeriksaan sebelum meninggalkan fasilitas produksi. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan kendaraan memenuhi standar sebelum dikirim kepada pelanggan.

Tahap final assembly menjadi bagian penting dalam keseluruhan proses manufaktur. Kesalahan pada tahap ini dapat memengaruhi fungsi dan kualitas kendaraan ketika digunakan konsumen.

Pabrik Subang Disiapkan untuk Ekosistem Kendaraan Energi Baru
BYD tidak hanya mempersiapkan fasilitas produksi kendaraan melalui pembangunan pabrik di Subang. Perusahaan juga menyatakan komitmen untuk mengembangkan kapabilitas manufaktur, fasilitas baterai, serta elemen pendukung ekosistem kendaraan energi baru.

Langkah tersebut sejalan dengan pertumbuhan pasar kendaraan energi baru di Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikan BYD, pangsa kendaraan energi baru meningkat dari sekitar 1 persen pada 2022 menjadi 23 persen pada Juli 2026.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan perubahan minat konsumen terhadap kendaraan energi baru. Kondisi pasar juga membuka peluang bagi produsen untuk memperkuat kapasitas produksi dan rantai pasok di dalam negeri.

Penjualan BYD Indonesia Terus Bertumbuh
Sejak memasuki pasar Indonesia pada Januari 2024, BYD terus memperluas jaringan penjualan dan layanan. Perusahaan mencatat penjualan 32.800 unit pada periode Januari hingga Juli 2026.

BYD menyebut angka tersebut menghasilkan pangsa pasar sekitar 35 persen. Perusahaan juga telah mengirimkan lebih dari 100.000 kendaraan energi baru kepada konsumen Indonesia.

Untuk mendukung layanan kepada konsumen, BYD kini memiliki lebih dari 100 jaringan penjualan dan layanan di berbagai wilayah Indonesia. Perluasan jaringan tersebut menjadi bagian penting dari pengembangan bisnis kendaraan energi baru.

Manufaktur Lokal Menjadi Bagian dari Strategi Jangka Panjang
Kehadiran fasilitas manufaktur di Subang menunjukkan bahwa strategi BYD di Indonesia tidak hanya berfokus pada penjualan kendaraan. Perusahaan juga mulai membangun kapasitas produksi dan ekosistem pendukung kendaraan energi baru.

Eagle Zhao menegaskan bahwa pengembangan kemampuan manufaktur dan tenaga kerja lokal menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Investasi pada fasilitas dan sumber daya manusia diharapkan menciptakan nilai yang lebih besar bagi industri nasional.

“Sejalan dengan perjalanan tersebut, kami terus mempersiapkan pengembangan kapabilitas manufaktur di Indonesia, termasuk pengembangan fasilitas baterai dan berbagai elemen pendukung ekosistem kendaraan energi baru untuk menghadirkan nilai tambah yang dapat dirasakan dalam jangka panjang,” kata Eagle Zhao.

Dengan tiga proses utama berupa welding, painting, dan final assembly, pabrik Subang menjadi bagian penting dari strategi manufaktur BYD di Indonesia. Penggunaan otomatisasi, robotik, serta sistem kontrol kualitas mendukung proses produksi yang lebih konsisten.

Ke depan, pengembangan fasilitas manufaktur dan ekosistem kendaraan energi baru akan menjadi faktor penting dalam memperkuat industri kendaraan listrik Indonesia. Bagi BYD, Subang tidak hanya menjadi lokasi produksi, tetapi juga bagian dari upaya membangun basis manufaktur dan kemampuan industri di pasar Indonesia.

Baca Juga “BYD Resmi Operasikan Fasilitas Manufaktur Subang, Kapasitas Produksinya Mampu 150 ribu Unit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *