<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>setnis, Author at arventra.id</title>
	<atom:link href="https://arventra.id/author/setnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arventra.id/author/setnis/</link>
	<description>Wawasan Inovasi Industri &#38; Teknologi Manufaktur Masa Depan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Sep 2026 09:49:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>Sektor Manufaktur Kontraksi, Risiko PHK Meningkat</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/14/sektor-manufaktur-kontraksi-risiko-phk-meningkat/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/14/sektor-manufaktur-kontraksi-risiko-phk-meningkat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 09:49:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Kontraksi]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[Sektor Manufaktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=565</guid>

					<description><![CDATA[<p>PMI Manufaktur Turun ke 49,8, DPR Ingatkan Risiko PHKAktivitas manufaktur Indonesia kembali mengalami tekanan pada Agustus 2026. PMI Manufaktur Indonesia turun ke level 49,8 dan membawa sektor industri nasional kembali berada di bawah ambang ekspansi. Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak meminta pemerintah tidak mengabaikan penurunan tersebut. Menurutnya, PMI dapat menjadi indikator awal untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/14/sektor-manufaktur-kontraksi-risiko-phk-meningkat/">Sektor Manufaktur Kontraksi, Risiko PHK Meningkat</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Turun ke 49,8, DPR Ingatkan Risiko PHK<br>Aktivitas manufaktur Indonesia kembali mengalami tekanan pada Agustus 2026. PMI Manufaktur Indonesia turun ke level 49,8 dan membawa sektor industri nasional kembali berada di bawah ambang ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak meminta pemerintah tidak mengabaikan penurunan tersebut. Menurutnya, PMI dapat menjadi indikator awal untuk melihat kondisi industri dan potensi dampaknya terhadap tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri padat karya menjadi perhatian karena sektor tersebut menampung jutaan pekerjaAmin mengatakan kontraksi PMI Agustus terutama berkaitan dengan penurunan produksi dan penyerapan tenaga kerja. Kedua indikator tersebut tercatat mengalami pele. Pelemahan aktivitas produksi yang berlangsung berulang berpotensi memengaruhi keputusan perusahaan dalam mempertahankan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://infobanknews.com/menavigasi-ulang-arah-kebijakan-di-tengah-ketidakpastian-global-yang-berkelanjutan">Menavigasi Ulang Arah Kebijakan di Tengah Ketidakpastian Global yang Berkelanjutan</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi dan Penyerapan Tenaga Kerja Melemah<br>Amin mengatakan kontraksi PMI Agustus terutama berkaitan dengan penurunan produksi dan penyerapan tenaga kerja. Kedua indikator tersebut tercatat mengalami pelemahan dalam lima dari enam periode survei terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pola tersebut menunjukkan tekanan terhadap industri cukup persisten. Kondisi itu berbeda dengan pelemahan yang hanya muncul akibat perubahan aktivitas dalam satu periode tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ketika PMI kembali terkontraksi, itu sinyal yang harus direspons cepat oleh pemerintah, bukan ditunggu sampai dampaknya membesar,” ujar Amin di Jakarta, Sabtu, 12 September 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai pemerintah perlu membaca perkembangan PMI sebagai sinyal terhadap kondisi sektor riil. Respons lebih awal dinilai penting agar tekanan terhadap industri tidak berkembang menjadi persoalan ketenagakerjaan yang lebih besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PMI Pernah Anjlok ke Level 46,9<br>Kekhawatiran terhadap kondisi manufaktur juga muncul setelah PMI sempat jatuh ke level 46,9 pada pertengahan 2026. Penurunan tersebut sebelumnya memicu perhatian ekonom terhadap kemungkinan meningkatnya PHK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Risiko tersebut diperkirakan dapat terjadi pada periode Agustus hingga Desember 2026. Industri padat karya seperti tekstil, alas kaki, dan produk konsumsi menjadi sektor yang paling mendapat perhatian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Amin menilai perkembangan PMI terbaru memperkuat kebutuhan untuk melakukan langkah antisipatif. Ia mengingatkan bahwa tekanan terhadap produksi dapat berlanjut ke pasar tenaga kerja apabila tidak segera diatasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Korelasi antara pelemahan PMI dan risiko PHK ini sudah mulai terlihat di lapangan,” kata Amin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi. Kebijakan konkret diperlukan untuk menjaga aktivitas industri sekaligus mencegah tekanan lebih besar terhadap pekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenperin Soroti Efisiensi Tenaga Kerja<br>Kementerian Perindustrian sebelumnya mengaitkan pelemahan PMI Agustus dengan langkah efisiensi yang dilakukan sejumlah pelaku industri. Kebijakan tersebut muncul di tengah persaingan pasar domestik yang semakin ketat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa tekanan manufaktur tidak hanya berkaitan dengan permintaan. Perusahaan juga melakukan penyesuaian internal untuk menjaga efisiensi dan daya saing bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Amin meminta pemerintah melihat dampak efisiensi tersebut secara lebih menyeluruh. Menurutnya, pengurangan kebutuhan tenaga kerja tetap dapat meningkatkan risiko hilangnya pekerjaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai istilah efisiensi tidak boleh membuat pemerintah mengabaikan kondisi pekerja. Jika perusahaan mengurangi jumlah tenaga kerja, dampaknya dapat merembet pada pendapatan rumah tangga dan daya beli masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Kontraksi<br>Penurunan PMI menjadi perhatian karena industri manufaktur memiliki keterkaitan luas dengan perekonomian. Aktivitas pabrik memengaruhi rantai pasok, distribusi, perdagangan, serta kebutuhan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, tekanan yang berlangsung dalam beberapa periode perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Upaya menjaga produksi sekaligus mempertahankan tenaga kerja menjadi penting ketika industri menghad PMI seharusnya menjadi salah satu indikator yang digunakan pemerintah untuk membaca perkembangan sektor riil. Respons kebijakan yang lebih cepat diharapkan dapat mencegah pelemahan industri berkembang menjadi gel tekanan produksi tidak berlanjut dan penyesuaian tenaga kerja tidak berkembang menjadi kehilangan pekerjaan dalam skala dalam menjaga permintaan, produksi, dan daya saing akan menentukan seberapa besar risiko PHK dapat ditekan.api persaingan yang semakin ketat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Amin menekankan bahwa PMI seharusnya menjadi salah satu indikator yang digunakan pemerintah untuk membaca perkembangan sektor riil. Respons kebijakan yang lebih cepat diharapkan dapat mencegah pelemahan industri berkembang menjadi gelombang PHK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan PMI Agustus yang kembali berada di zona kontraksi, kondisi manufaktur masih membutuhkan perhatian. Pemerintah perlu memastikan tekanan produksi tidak berlanjut dan penyesuaian tenaga kerja tidak berkembang menjadi kehilangan pekerjaan dalam skala lebih besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan PMI pada periode berikutnya akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah industri mampu kembali memasuki fase ekspansi. Di sisi lain, kebijakan pemerintah dalam menjaga permintaan, produksi, dan daya saing akan menentukan seberapa besar risiko PHK dapat ditekan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://industri.kontan.co.id/news/pasokan-gas-dibatasi-80-industri-keramik-kurangi-produksi-dan-tenaga-kerja">Pasokan Gas Dibatasi 80%, Industri Keramik Kurangi Produksi dan Tenaga Kerja</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/14/sektor-manufaktur-kontraksi-risiko-phk-meningkat/">Sektor Manufaktur Kontraksi, Risiko PHK Meningkat</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/14/sektor-manufaktur-kontraksi-risiko-phk-meningkat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PMI Manufaktur Agustus Kontraksi, DPR Soroti Risiko PHK</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 09:46:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Agustus]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Manufaktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=562</guid>

					<description><![CDATA[<p>PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 49,8, DPR Soroti Risiko PHKAktivitas industri manufaktur Indonesia kembali melemah pada Agustus 2026. PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis S&#38;P Global turun menjadi 49,8 dari 50,2 pada Juli. Penurunan tersebut membawa PMI kembali ke bawah ambang 50. Dalam indikator PMI, angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sedangkan angka di bawah 50 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/">PMI Manufaktur Agustus Kontraksi, DPR Soroti Risiko PHK</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 49,8, DPR Soroti Risiko PHK<br>Aktivitas industri manufaktur Indonesia kembali melemah pada Agustus 2026. PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis S&amp;P Global turun menjadi 49,8 dari 50,2 pada Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penurunan tersebut membawa PMI kembali ke bawah ambang 50. Dalam indikator PMI, angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sedangkan angka di bawah 50 menandakan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak meminta pemerintah merespons kondisi tersebut lebih cepat. Ia menilai pelemahan PMI perlu dibaca sebagai gambaran kondisi industri dan pasar tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi dan Tenaga Kerja Jadi Titik Tekanan<br>Pelemahan PMI Agustus terutama berkaitan dengan turunnya aktivitas produksi dan penyerapan tenaga kerja. Kedua komponen tersebut manufaktur belum sepenuhnya bersifat sementara. Penurunan produksi yang PMI harus menjadi sinyal bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan sebelum tekanan terhadapekhawatiran terhadap industri manufaktur juga berkaitan dengan penurunan PMI yang terjadi sebelumnya. Pada pert menyebut efisiensi tenaga kerja turut memengaruhi pelemahan PMI Agustus. Langkah tersebut dilakukan pelaku industri di tengah persaingan pasar domestik yang semakin aktivitas ekonomi lain. Ketika produksi melemah, dampaknya dapat terasa pada rantai pasok, distribusi, konsumsi, hingga pener birokrasi yang panjang berpotensi menambah biaya kepatuhan bagi perusahaan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi keputusan investor ketikaalah satu risiko berasal dari pelemahan nilai tukar rupiah. Depresiasi rupiah dapat meningkatkan biaya bahan baku impor bagi industri sentimen positif. Kebijakan yang mampu memperkuat produksi, menjaga biaya usaha, dan melindungi tenaga kerja menjadi pentingangan berikutnya adalah memastikan momentum tersebut berlanjut. Jika produksi kembali tumbuh dan perusahaan mampu mempertahankan tercatat melemah dalam lima dari enam periode survei terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8648072/sektor-manufaktur-ri-melemah-pengusaha-ungkap-biang-keroknya">Sektor Manufaktur RI Melemah, Pengusaha Ungkap Biang Keroknya</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pola itu menunjukkan tekanan terhadap manufaktur belum sepenuhnya bersifat sementara. Penurunan produksi yang berlangsung berulang dapat memengaruhi keputusan perusahaan dalam mempertahankan maupun menambah tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Amin mengingatkan bahwa dampak pelemahan industri dapat meluas jika pemerintah tidak segera mengambil langkah pencegahan. Industri padat karya menjadi perhatian karena sektor tersebut menampung tenaga kerja dalam jumlah besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“PMI ini bukan sekadar angka statistik. Ia mencerminkan denyut nadi sektor riil kita,” kata Amin dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 12 September 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, kontraksi PMI harus menjadi sinyal bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan sebelum tekanan terhadap perusahaan berkembang menjadi persoalan ketenagakerjaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kontraksi PMI Pernah Mencapai 46,9<br>Kekhawatiran terhadap industri manufaktur juga berkaitan dengan penurunan PMI yang terjadi sebelumnya. Pada pertengahan 2026, indeks tersebut sempat jatuh ke level 46,9.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelemahan itu kemudian memunculkan kekhawatiran mengenai potensi pemutusan hubungan kerja pada periode Agustus hingga Desember 2026. Industri tekstil, alas kaki, dan produk konsumsi menjadi sejumlah sektor yang mendapat perhatian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Amin menilai hubungan antara penurunan aktivitas manufaktur dan risiko PHK perlu diantisipasi sejak awal. Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya menunggu sampai perusahaan melakukan pengurangan pekerja dalam skala besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Korelasi antara pelemahan PMI dan risiko PHK ini sudah mulai terlihat di lapangan,” ujar Amin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia meminta pemerintah menyiapkan langkah konkret untuk menjaga aktivitas industri sekaligus mempertahankan lapangan pekerjaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Efisiensi Tenaga Kerja Tekan Aktivitas Industri<br>Kementerian Perindustrian sebelumnya menyebut efisiensi tenaga kerja turut memengaruhi pelemahan PMI Agustus. Langkah tersebut dilakukan pelaku industri di tengah persaingan pasar domestik yang semakin ketat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Amin menilai istilah efisiensi perlu dilihat lebih jauh dari sisi pekerja. Pengurangan tenaga kerja tetap berpotensi menekan pendapatan rumah tangga meskipun perusahaan tidak selalu menyebutnya sebagai PHK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berkurangnya pendapatan pekerja dapat menekan daya beli. Dampaknya kemudian berpotensi merembet ke konsumsi rumah tangga dan sektor perdagangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur juga memiliki keterkaitan dengan berbagai aktivitas ekonomi lain. Ketika produksi melemah, dampaknya dapat terasa pada rantai pasok, distribusi, konsumsi, hingga penerimaan negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biaya Logistik dan Birokrasi Masih Jadi Tantangan<br>Selain persoalan permintaan dan tenaga kerja, Amin menyoroti hambatan struktural yang memengaruhi daya saing manufaktur Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menempatkan biaya logistik dan beban birokrasi sebagai dua persoalan yang perlu mendapat perhatian. Ongkos logistik yang tinggi dapat meningkatkan biaya produksi dan mengurangi daya saing produk Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, proses birokrasi yang panjang berpotensi menambah biaya kepatuhan bagi perusahaan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi keputusan investor ketika menentukan lokasi ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia menghadapi persaingan dengan sejumlah negara di kawasan, termasuk Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Karena itu, kemampuan menawarkan biaya produksi yang kompetitif menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investasi manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selama biaya logistik dan hambatan birokrasi belum dibenahi secara serius, industri kita akan terus berada di posisi yang tidak menguntungkan,” kata Amin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesanan Baru Mulai Beri Sinyal Positif<br>Di tengah pelemahan PMI, masih terdapat sejumlah indikator yang memberikan harapan bagi sektor manufaktur. Tingkat kepercayaan pelaku bisnis meningkat hingga posisi tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks pesanan baru juga menunjukkan perbaikan tipis. Indikator tersebut kembali berada di atas level 50 untuk pertama kalinya dalam tiga bulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi itu menunjukkan sebagian pelaku usaha mulai melihat peluang pemulihan permintaan. Namun, peningkatan pesanan belum otomatis meningkatkan produksi dan kebutuhan tenaga kerja dalam waktu singkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan membutuhkan waktu untuk mengubah pesanan menjadi aktivitas produksi. Setelah produksi meningkat secara konsisten, kebutuhan tenaga kerja berpotensi mengikuti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Perlu Menjaga Momentum Pemulihan<br>Amin memandang peningkatan pesanan baru dan kepercayaan bisnis sebagai modal awal bagi pemulihan manufaktur. Namun, ia menilai momentum tersebut masih rentan terhadap tekanan ekonomi lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu risiko berasal dari pelemahan nilai tukar rupiah. Depresiasi rupiah dapat meningkatkan biaya bahan baku impor bagi industri yang masih bergantung pada pasokan dari luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suku bunga kredit juga menjadi perhatian. Biaya pembiayaan yang tinggi dapat membatasi kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan modal kerja maupun melakukan ekspansi kapasitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini modal awal yang baik untuk pemulihan, tapi momentum ini masih rapuh dan belum tentu terealisasi,” ujar Amin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, pemerintah perlu menjaga agar perbaikan pesanan baru tidak berhenti sebagai sentimen positif. Kebijakan yang mampu memperkuat produksi, menjaga biaya usaha, dan melindungi tenaga kerja menjadi penting untuk mengubah sinyal pemulihan menjadi pertumbuhan nyata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kontraksi PMI Manufaktur Indonesia pada Agustus menunjukkan industri masih menghadapi tekanan. Namun, membaiknya pesanan baru dan kepercayaan bisnis memberikan ruang bagi pemulihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tantangan berikutnya adalah memastikan momentum tersebut berlanjut. Jika produksi kembali tumbuh dan perusahaan mampu mempertahankan tenaga kerja, risiko PHK dapat ditekan sekaligus memperkuat kontribusi manufaktur terhadap perekonomian nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.cnbcindonesia.com/research/20260901075927-128-763844/kabar-buruk-awal-september-pmi-manufaktur-ri-kontraksi-phk-naik">Kabar Buruk Awal September: PMI Manufaktur RI Kontraksi, PHK Naik</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/">PMI Manufaktur Agustus Kontraksi, DPR Soroti Risiko PHK</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KAI Kembangkan Manufaktur Botanikal untuk Rempah Lokal</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/11/kai-kembangkan-manufaktur-botanikal-untuk-rempah-lokal/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/11/kai-kembangkan-manufaktur-botanikal-untuk-rempah-lokal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 09:45:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[KAI]]></category>
		<category><![CDATA[Manufaktur Botanikal]]></category>
		<category><![CDATA[Rempah Lokal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=558</guid>

					<description><![CDATA[<p>KAI Kembangkan Manufaktur Botanikal, Dorong Hilirisasi Rempah Danau TobaPT Kebaikan Alam Indonesia (KAI) memperluas bisnis berbasis rempah dari produk minuman herbal menjadi manufaktur botanikal dan penyedia botanical ingredients. Perusahaan yang berbasis di Medan, Sumatera Utara, itu juga mendorong hilirisasi rempah dari kawasan Danau Toba. Baca Juga &#8220;Midea Genjot Investasi Manufaktur di Indonesia, Produksi Tembus 3 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/11/kai-kembangkan-manufaktur-botanikal-untuk-rempah-lokal/">KAI Kembangkan Manufaktur Botanikal untuk Rempah Lokal</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">KAI Kembangkan Manufaktur Botanikal, Dorong Hilirisasi Rempah Danau Toba<br>PT Kebaikan Alam Indonesia (KAI) memperluas bisnis berbasis rempah dari produk minuman herbal menjadi manufaktur botanikal dan penyedia botanical ingredients. Perusahaan yang berbasis di Medan, Sumatera Utara, itu juga mendorong hilirisasi rempah dari kawasan Danau Toba.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.industry.co.id/read/155772/midea-genjot-investasi-manufaktur-di-indonesia-produksi-tembus-3-juta-unit">Midea Genjot Investasi Manufaktur di Indonesia, Produksi Tembus 3 Juta Unit</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah tersebut dilakukan dengan mengembangkan produk konsumen, bahan botanikal, konsentrat, hingga layanan manufaktur untuk pelaku usaha. KAI juga mengembangkan merek ARAMU sebagai lini yang berhubungan langsung dengan konsumen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan model bisnis itu membuat rempah tidak lagi berhenti sebagai komoditas mentah. Bahan alam diolah menjadi produk dengan nilai tambah sekaligus menjadi bahan baku bagi produk milik perusahaan lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari Minuman Herbal Menuju Manufaktur Botanikal<br>Owner PT Kebaikan Alam Indonesia, Agustine, mengatakan pengembangan lini bisnis KAI mengikuti kebutuhan pasar yang semakin beragam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jadi kita kan dulu cuma lini produksi ready to drink sama tea bag. Nah, yang tea bag itu sekarang kita sudah banyak varian, sudah ada enam variannya. Terus kita ada kembangkan lini bisnis sirup,” ujarnya di rumah produksi KAI, Kamis (10/9/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengembangan sirup menjadi salah satu respons terhadap kebutuhan sektor hotel, restoran, dan kafe atau HOREKA. Produk tersebut memungkinkan pelaku usaha menghadirkan menu berbasis rempah tanpa harus melakukan seluruh proses pengolahan dari bahan mentah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Agustine, minat terhadap produk wellness dan pangan fungsional turut membuka peluang tersebut. KAI kemudian menawarkan bahan yang lebih praktis untuk digunakan dalam pengembangan menu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kesulitannya bikin produk ini kan ribet banget. Mau parut lah, bikin kotor dapur lah. Nah, jadi kita kasih solusi,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep tersebut diterapkan pada produk seperti kunyit asam. Pelaku usaha dapat menggunakan produk berbentuk sirup tanpa harus memarut dan mengolah kunyit sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">ARAMU Jadi Merek Konsumen, KAI Fokus pada Solusi B2B<br>KAI tidak hanya menjual produk siap konsumsi. Perusahaan juga mengembangkan kemampuan manufaktur untuk memenuhi kebutuhan bisnis lain melalui skema business-to-business atau B2B.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu fasilitas yang dikembangkan adalah ARAMU Origin Flagship. Tempat tersebut berfungsi sebagai ruang demonstrasi produk sekaligus pusat pelatihan bagi pelaku HOREKA.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Para pebisnis HOREKA itu tidak tahu mau racik kayak mana, menu dasarnya kayak mana. Nah, inilah kita training centernya kita bikin di sini,” ujar Agustine.</p>



<p class="wp-block-paragraph">KAI juga menyediakan layanan private label. Pelaku usaha dapat meminta penyesuaian bentuk produk, kemasan, hingga merek sesuai kebutuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan bahkan menerima kebutuhan pengolahan bahan yang lebih sederhana. Layanan tersebut mencakup pembuatan simplisia atau penggilingan bahan menjadi bubuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Model tersebut membuat KAI memiliki dua jalur bisnis. ARAMU menyasar konsumen akhir, sedangkan KAI menyediakan manufaktur, pengembangan produk, dan bahan botanikal bagi pelaku usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Botanical Ingredients Perluas Pasar Industri<br>Salah satu fokus pengembangan KAI berada pada botanical ingredients. Bahan tersebut ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan komponen berbasis tanaman tanpa harus membangun fasilitas ekstraksi sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agustine mencontohkan kebutuhan produsen permen yang ingin menambahkan karakter herbal pada produknya. Perusahaan tersebut harus menyiapkan fasilitas, keahlian, dan investasi jika ingin melakukan ekstraksi sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">KAI kemudian menawarkan ekstrak botanikal sebagai bahan yang dapat digunakan dalam proses produksi pelanggan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau kita di PT Kebaikan Alam Indonesia, kita bikin ekstraknya. Jadi mereka tidak usah bikin ekstraksi,” jelas Agustine.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut dia, pendekatan tersebut dapat membantu perusahaan menghemat investasi dan menyederhanakan proses pengembangan produk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kerja sama B2B dapat dimulai dari penyediaan bahan, pengolahan, pengemasan, hingga pengembangan merek. KAI juga dapat menyesuaikan bentuk produk berdasarkan kebutuhan pelanggan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hilirisasi Rempah Danau Toba Jadi Agenda Utama<br>Pengembangan manufaktur KAI juga berkaitan dengan upaya meningkatkan nilai tambah rempah dari kawasan Danau Toba.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita mengusung temanya itu, kita mau hilirisasi rempah dari Danau Toba,” kata Agustine.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai sebagian rempah dari kawasan tersebut masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebelum dipasarkan. Pengolahan lebih lanjut dapat menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan penjualan bahan mentah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jahe merah menjadi salah satu bahan utama yang digunakan KAI. Selain itu, perusahaan mengoptimalkan kunyit, temulawak, serai, dan rosella dalam pengembangan produknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Bahan utama yang kita gunakan itu jahe merah. Jahe merah di kawasan Danau Toba itu the best. Kemudian kita pakai kunyit, kemudian temulawak, ada serai, sama rosella,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">KAI bekerja sama dengan petani dan pengepul lokal untuk memenuhi sebagian kebutuhan bahan baku. Pola tersebut menghubungkan kegiatan manufaktur dengan rantai pasok komoditas lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan pendekatan itu, hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan proses produksi. Pengembangan tersebut juga dapat memperkuat hubungan antara pelaku manufaktur dan pemasok bahan baku di daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Standar Produksi Diperkuat untuk Membuka Pasar Ekspor<br>Ekspansi manufaktur juga mendorong KAI memperkuat standar produksi. Perusahaan sebelumnya telah mengantongi izin BPOM dan sertifikasi halal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, KAI menyebut telah memiliki standar Hazard Analysis and Critical Control Points atau HACCP serta Good Manufacturing Practices atau GMP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agustine mengatakan HACCP menjadi salah satu persyaratan yang kerap diminta calon mitra luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Biasanya permintaan luar negeri itu mereka harus minta bukan sekadar BPOM, halal yang diminta. Mereka harus minta itu ada HACCP-nya,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">KAI memperoleh sertifikasi HACCP pada 2025. Penguatan standar tersebut menjadi bagian dari persiapan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produk ARAMU sebelumnya telah dibawa konsumen ke sejumlah negara melalui mekanisme hand carry. Negara yang disebut antara lain Singapura, Malaysia, Australia, Filipina, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Eropa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, perusahaan membedakan pengalaman tersebut dari kegiatan ekspor resmi. Saat ini, KAI masih menjalani proses persyaratan untuk pasar Malaysia dan melakukan penjajakan lebih serius ke Afrika Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Business Matching Jadi Jalur Penjajakan Pasar Global<br>Untuk memperluas jaringan internasional, KAI memanfaatkan forum perdagangan dan business matching. Perusahaan dijadwalkan mengikuti Trade Expo Indonesia 2026 melalui UMKM binaan Bank Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">KAI juga akan mengikuti Indonesia Sharia Economic Festival atau ISEF 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia. Forum tersebut menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan perusahaan dengan calon mitra dan pembeli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agustine mengatakan business matching selama ini menjadi salah satu jalur yang membantu perusahaan menemukan calon pembeli dari luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita kebanyakan dapat buyer-nya dari business matching,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut dia, peluang kerja sama dapat terbentuk setelah pertemuan awal. Namun, proses realisasinya tetap bergantung pada pemenuhan persyaratan dan waktu pengurusan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produk ARAMU Menyesuaikan Selera Konsumen Muda<br>Di tengah pengembangan bisnis B2B, KAI tetap mempertahankan ARAMU sebagai merek consumer. Produk empon-empon menjadi salah satu produk utama yang masih memiliki pelanggan loyal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">ARAMU empon-empon menggunakan tiga bahan rimpang utama, yakni jahe merah, kunyit, dan temulawak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://rri.co.id/ekonomi/bisnis/2722525/catat-produksi-3-juta-unit-midea-perkuat-investasi-manufaktur-di-indonesia">Catat Produksi 3 Juta Unit, Midea Perkuat Investasi Manufaktur di Indonesia</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/11/kai-kembangkan-manufaktur-botanikal-untuk-rempah-lokal/">KAI Kembangkan Manufaktur Botanikal untuk Rempah Lokal</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/11/kai-kembangkan-manufaktur-botanikal-untuk-rempah-lokal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keyakinan Manufaktur Jepang Melesat, Tertinggi Sejak 2021</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/11/keyakinan-manufaktur-jepang-melesat-tertinggi-sejak-2021/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/11/keyakinan-manufaktur-jepang-melesat-tertinggi-sejak-2021/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 09:40:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Keyakinan]]></category>
		<category><![CDATA[Manufaktur Jepang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=555</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keyakinan Manufaktur Jepang Menguat pada Kuartal III 2026Sentimen bisnis perusahaan besar Jepang kembali berada di zona positif pada kuartal III 2026. Perbaikan tersebut terutama berasal dari sektor manufaktur yang mencatat kenaikan keyakinan cukup signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya. Baca Juga &#8220;Investor Bosan ke China, RI Bisa Jadi Raja Industri Manufaktur Asia&#8220; Berdasarkan Business Outlook Survey Kementerian [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/11/keyakinan-manufaktur-jepang-melesat-tertinggi-sejak-2021/">Keyakinan Manufaktur Jepang Melesat, Tertinggi Sejak 2021</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Keyakinan Manufaktur Jepang Menguat pada Kuartal III 2026<br>Sentimen bisnis perusahaan besar Jepang kembali berada di zona positif pada kuartal III 2026. Perbaikan tersebut terutama berasal dari sektor manufaktur yang mencatat kenaikan keyakinan cukup signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.suara.com/bisnis/2026/09/11/095700/investor-bosan-ke-china-ri-bisa-jadi-raja-industri-manufaktur-asia">Investor Bosan ke China, RI Bisa Jadi Raja Industri Manufaktur Asia</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan Business Outlook Survey Kementerian Keuangan Jepang yang dirilis Jumat, 11 September 2026, indeks bisnis perusahaan dengan modal minimal ¥1 miliar mencapai 5,3 poin pada Juli-September.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Angka tersebut meningkat tajam dari minus 0,5 poin pada April-Juni 2026. Kondisi ini menunjukkan lebih banyak perusahaan besar yang menilai prospek bisnis membaik dibandingkan perusahaan yang melihat kondisi memburuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks Manufaktur Jepang Melonjak pada Kuartal III<br>Sektor manufaktur menjadi pendorong utama pemulihan sentimen perusahaan besar Jepang. Indeks bisnis manufaktur meningkat dari minus 1,8 poin menjadi 7,6 poin dalam satu kuartal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Realisasi Manufaktur Lampaui Proyeksi Ekonom<br>Capaian tersebut juga berada jauh di atas konsensus ekonom yang memperkirakan indeks manufaktur hanya mencapai 2,5 poin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan ini menunjukkan perubahan persepsi pelaku industri terhadap kondisi bisnis memasuki paruh kedua 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, sektor nonmanufaktur juga mencatat perbaikan. Indeks bisnis sektor tersebut naik dari 0,0 poin pada kuartal II menjadi 4,2 poin pada kuartal III.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perbaikan di kedua sektor memperlihatkan pemulihan sentimen tidak hanya terjadi pada aktivitas produksi. Perusahaan jasa dan sektor nonmanufaktur juga mulai melihat kondisi usaha yang lebih mendukung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan Besar Masih Optimistis pada Kuartal Berikutnya<br>Pelaku usaha besar Jepang belum menunjukkan perubahan signifikan terhadap prospek jangka pendek. Indeks bisnis seluruh industri diperkirakan mencapai 6,0 poin pada Oktober-Desember 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prospek Manufaktur Sedikit Menurun tetapi Tetap Positif<br>Indeks manufaktur diperkirakan berada di 5,8 poin pada kuartal IV 2026. Angka tersebut kemudian diproyeksikan mencapai 4,9 poin pada kuartal I 2027.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun mengalami penurunan dibandingkan kuartal III, kedua proyeksi masih berada di zona positif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor nonmanufaktur justru diperkirakan menguat menjadi 6,1 poin pada kuartal IV. Indeks tersebut kemudian diproyeksikan berada di 4,5 poin pada Januari-Maret 2027.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proyeksi tersebut memberikan gambaran bahwa dunia usaha masih melihat peluang pertumbuhan meski momentum penguatan dapat berbeda antarperiode.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemulihan Sentimen Belum Merata Berdasarkan Skala Perusahaan<br>Kenaikan keyakinan bisnis tidak terjadi secara seragam di seluruh kelompok perusahaan. Perusahaan menengah menunjukkan perbaikan, sementara perusahaan dengan modal lebih kecil masih menghadapi sentimen negatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan Kecil Masih Berada di Zona Pesimistis<br>Perusahaan dengan modal ¥100 juta hingga kurang dari ¥1 miliar mencatat kenaikan indeks seluruh industri dari minus 3,9 menjadi 0,8 poin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, perusahaan dengan modal ¥10 juta hingga kurang dari ¥100 juta masih mencatat indeks minus 10,9 poin. Angka tersebut membaik dari minus 17,6 poin pada kuartal sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perbedaan ini menunjukkan bahwa pemulihan kondisi bisnis masih lebih kuat dirasakan perusahaan berskala besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesenjangan tersebut juga terlihat dalam penilaian terhadap perekonomian domestik. Indeks perusahaan besar meningkat dari minus 4,5 menjadi 2,9 poin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, perusahaan dengan modal ¥10 juta hingga kurang dari ¥100 juta masih mencatat indeks minus 19,2 poin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekurangan Tenaga Kerja Masih Menekan Perusahaan Jepang<br>Selain sentimen bisnis, perusahaan besar Jepang juga menghadapi persoalan ketersediaan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks ketenagakerjaan perusahaan dengan modal minimal ¥1 miliar meningkat dari 25,7 poin pada akhir Juni menjadi 26,7 poin pada akhir September.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nonmanufaktur Menghadapi Kekurangan Pekerja Lebih Besar<br>Indeks tersebut menggambarkan selisih antara perusahaan yang menyatakan tenaga kerja tidak mencukupi dan perusahaan yang menilai jumlah pekerja berlebihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan kekurangan tenaga kerja paling besar terlihat pada sektor nonmanufaktur. Indeksnya mencapai 28,5 poin pada akhir September.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada sektor manufaktur, indeks tersebut berada di 22,8 poin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, perusahaan besar memperkirakan tekanan kekurangan tenaga kerja akan berkurang dalam beberapa bulan berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks ketenagakerjaan diproyeksikan turun menjadi 23,2 poin pada akhir Desember 2026 dan 21,6 poin pada akhir Maret 2027.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prospek Penjualan dan Laba Perusahaan Ikut Menguat<br>Optimisme perusahaan besar juga tercermin dalam perkiraan kinerja keuangan pada tahun fiskal 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penjualan seluruh industri diproyeksikan tumbuh 4,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor manufaktur diperkirakan mencatat pertumbuhan penjualan 5,7 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur Memimpin Prospek Pertumbuhan Laba<br>Sektor nonmanufaktur diperkirakan mencatat pertumbuhan penjualan 3,5 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi laba biasa atau ordinary profits, seluruh industri diproyeksikan tumbuh 2,3 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur kembali mencatat prospek yang lebih kuat dengan perkiraan pertumbuhan laba sebesar 5,8 persen. Sementara itu, laba sektor nonmanufaktur diperkirakan hanya meningkat 1,0 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perbedaan tersebut memperkuat posisi manufaktur sebagai salah satu sektor utama yang menopang pemulihan sentimen perusahaan besar Jepang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Business Outlook Survey Jadi Sinyal Awal Ekonomi Jepang<br>Business Outlook Survey menjadi salah satu indikator untuk melihat perubahan persepsi dunia usaha Jepang terhadap kondisi ekonomi dan bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Survei ini penting karena perusahaan dapat merespons perubahan permintaan, biaya produksi, tenaga kerja, dan kondisi pasar sebelum dampaknya terlihat dalam sejumlah indikator ekonomi lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil Survei Menjadi Perhatian Menjelang Tankan<br>Perkembangan sentimen bisnis juga akan menjadi perhatian menjelang publikasi survei Tankan Bank of Japan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Business Outlook Survey biasanya dapat memberikan gambaran awal mengenai arah sentimen perusahaan sebelum survei Bank of Japan tersebut dirilis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan indeks manufaktur pada kuartal III menjadi sinyal positif bagi perekonomian Jepang. Namun, kesenjangan berdasarkan skala perusahaan dan persoalan tenaga kerja menunjukkan bahwa pemulihan belum sepenuhnya merata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan penjualan, meningkatkan produktivitas, dan mengatasi kekurangan tenaga kerja akan menjadi faktor penting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan prospek bisnis yang masih berada di zona positif, perusahaan besar Jepang memasuki paruh kedua 2026 dengan kepercayaan diri yang lebih kuat. Tantangannya adalah memastikan optimisme tersebut meluas ke perusahaan kecil dan menengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://foto.bisnis.com/view/20260909/2003341/midea-produksi-3-juta-unit-perkuat-indonesia-jadi-basis-manufaktur">Midea Produksi 3 Juta Unit, Perkuat Indonesia Jadi Basis Manufaktur</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/11/keyakinan-manufaktur-jepang-melesat-tertinggi-sejak-2021/">Keyakinan Manufaktur Jepang Melesat, Tertinggi Sejak 2021</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/11/keyakinan-manufaktur-jepang-melesat-tertinggi-sejak-2021/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unicycive Digugat, Saham Anjlok 39% Usai Masalah FDA</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/08/unicycive-digugat-saham-anjlok-39-usai-masalah-fda/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/08/unicycive-digugat-saham-anjlok-39-usai-masalah-fda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 15:16:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[FDA]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<category><![CDATA[Unicycive]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=552</guid>

					<description><![CDATA[<p>Unicycive Digugat Investor Setelah Saham Anjlok 39% Akibat Masalah FDAUnicycive Therapeutics, Inc. menghadapi gugatan class action dari investor terkait dugaan kegagalan perusahaan mengungkap persoalan manufaktur yang menjadi perhatian regulator Amerika Serikat. Persoalan tersebut berkaitan dengan proses produksi obat pengikat fosfat oksilanthanum karbonat untuk pasien penyakit ginjal kronis. Masalah manufaktur disebut melibatkan vendor pihak ketiga yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/08/unicycive-digugat-saham-anjlok-39-usai-masalah-fda/">Unicycive Digugat, Saham Anjlok 39% Usai Masalah FDA</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Unicycive Digugat Investor Setelah Saham Anjlok 39% Akibat Masalah FDA<br>Unicycive Therapeutics, Inc. menghadapi gugatan class action dari investor terkait dugaan kegagalan perusahaan mengungkap persoalan manufaktur yang menjadi perhatian regulator Amerika Serikat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persoalan tersebut berkaitan dengan proses produksi obat pengikat fosfat oksilanthanum karbonat untuk pasien penyakit ginjal kronis. Masalah manufaktur disebut melibatkan vendor pihak ketiga yang digunakan dalam proses produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gugatan tersebut muncul setelah U.S. Food and Drug Administration (FDA) menerbitkan Complete Response Letter (CRL) pada Juni 2026. Surat tersebut kembali menyoroti persoalan manufaktur yang sebelumnya telah menjadi perhatian regulator.</p>



<p class="wp-block-paragraph">FDA Kembali Soroti Persoalan Manufaktur Obat Unicycive<br>FDA menerbitkan CRL sebagai respons terhadap pengajuan New Drug Application (NDA) Unicycive untuk oksilanthanum karbonat. Surat tersebut menunjukkan bahwa regulator belum dapat memberikan persetujuan berdasarkan pengajuan yang tersedia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://mediaindonesia.com/ekonomi/930952/operasional-manufaktur-cokelat-dimodernisasi-dengan-sistem-erp-terintegrasi">Operasional Manufaktur Cokelat Dimodernisasi dengan Sistem ERP Terintegrasi</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Permasalahan manufaktur menjadi salah satu perhatian penting dalam proses peninjauan. Persoalan tersebut berkaitan dengan fasilitas atau vendor pihak ketiga yang terlibat dalam pembuatan produk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, FDA juga telah menyampaikan kekhawatiran terkait manufaktur kepada perusahaan. Kemunculan kembali isu tersebut dalam CRL Juni 2026 meningkatkan ketidakpastian mengenai waktu persetujuan obat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi perusahaan bioteknologi, persoalan manufaktur dapat menjadi faktor penting dalam proses persetujuan. FDA tidak hanya menilai keamanan dan efektivitas obat, tetapi juga konsistensi serta kemampuan proses produksi memenuhi standar yang ditetapkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saham Unicycive Turun 39% Setelah Keputusan FDA<br>Perkembangan tersebut berdampak langsung terhadap saham Unicycive. Saham perusahaan dilaporkan turun sekitar 39% setelah pasar merespons penerbitan CRL oleh FDA.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penurunan tersebut mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek persetujuan obat. Penundaan regulasi dapat berdampak terhadap jadwal komersialisasi, kebutuhan pendanaan, serta ekspektasi pendapatan perusahaan bioteknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perusahaan tahap pengembangan, valuasi saham sering kali sangat dipengaruhi perkembangan kandidat obat. Keputusan regulator yang menunda proses persetujuan dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap potensi produk tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, penurunan harga saham tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran hukum oleh perusahaan. Dugaan dalam gugatan class action tetap harus dibuktikan melalui proses hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Investor Periode Desember 2025 hingga Juni 2026 Jadi Fokus Gugatan<br>Gugatan tersebut ditujukan kepada investor yang membeli saham Unicycive selama periode tertentu. Investor yang melakukan pembelian antara Desember 2025 dan Juni 2026 disebut dapat menjadi bagian dari class action.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggugat mendalilkan bahwa Unicycive gagal mengungkapkan informasi material mengenai persoalan manufaktur. Informasi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi keputusan investasi dan harga saham perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Class action memungkinkan sejumlah investor dengan klaim yang serupa mengajukan perkara secara bersama. Dalam perkara sekuritas, pengadilan akan menilai berbagai aspek, termasuk informasi yang disampaikan perusahaan dan dampaknya terhadap investor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Investor yang masuk dalam periode gugatan perlu mengikuti perkembangan resmi perkara. Status keanggotaan, batas waktu, serta persyaratan untuk bergabung dapat berubah berdasarkan proses hukum yang berjalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masalah Manufaktur Menjadi Risiko Penting bagi Bioteknologi<br>Kasus Unicycive menunjukkan bahwa pengembangan obat tidak berhenti pada keberhasilan penelitian klinis. Perusahaan juga harus memastikan fasilitas produksi dan rantai pasok mampu memenuhi persyaratan regulator.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Vendor pihak ketiga dapat menjadi bagian penting dari strategi manufaktur perusahaan bioteknologi. Namun, ketergantungan tersebut juga menciptakan risiko apabila fasilitas atau proses produksi vendor menghadapi persoalan kepatuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">FDA dapat meminta perusahaan memperbaiki persoalan manufaktur sebelum memberikan persetujuan. Perbaikan tersebut dapat membutuhkan evaluasi tambahan, perubahan proses produksi, atau inspeksi fasilitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi itu berpotensi memperpanjang waktu menuju komersialisasi. Dampaknya dapat meluas ke kebutuhan modal kerja, strategi peluncuran produk, serta proyeksi keuangan perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prospek Unicycive Bergantung pada Penyelesaian Persoalan FDA<br>Unicycive masih menghadapi pekerjaan untuk menanggapi kekhawatiran FDA terkait proses manufaktur. Penyelesaian persoalan tersebut menjadi faktor penting dalam menentukan perkembangan berikutnya dari pengajuan obat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan perlu menunjukkan bahwa proses produksinya mampu memenuhi persyaratan regulator secara konsisten. Respons terhadap FDA juga dapat menjadi perhatian utama investor dalam menilai prospek perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi pasar, perkembangan selanjutnya kemungkinan akan bergantung pada langkah regulator dan respons Unicycive. Kejelasan mengenai penyelesaian masalah manufaktur dapat membantu mengurangi ketidakpastian terkait jadwal persetujuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, gugatan class action akan berjalan melalui jalur hukum tersendiri. Investor perlu membedakan proses gugatan dengan proses regulasi FDA karena keduanya memiliki tujuan dan mekanisme yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa risiko investasi perusahaan bioteknologi tidak hanya berasal dari hasil uji klinis. Persoalan manufaktur, kepatuhan regulasi, dan ketergantungan pada pihak ketiga juga dapat memengaruhi prospek bisnis serta nilai saham.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://surabaya.suaramerdeka.com/ekonomi/106117606847/sinergi-pln-uit-jbm-dan-industri-manufaktur-di-hari-pelanggan-nasional">Sinergi PLN UIT JBM dan Industri Manufaktur di Hari Pelanggan Nasional</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/08/unicycive-digugat-saham-anjlok-39-usai-masalah-fda/">Unicycive Digugat, Saham Anjlok 39% Usai Masalah FDA</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/08/unicycive-digugat-saham-anjlok-39-usai-masalah-fda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wahana Interfood (COCO) Gandeng IBM Modernisasi Manufaktur</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/08/wahana-interfood-coco-gandeng-ibm-modernisasi-manufaktur/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/08/wahana-interfood-coco-gandeng-ibm-modernisasi-manufaktur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 15:11:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[IBM]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[Modernisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Wahana Interfood (COCO)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=549</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wahana Interfood (COCO) Modernisasi Manufaktur Kakao dan Cokelat Bersama IBMPT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&#38;Co Group mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional. Perusahaan menggandeng IBM Consulting untuk memodernisasi sistem enterprise resource planning (ERP) menggunakan SAP S/4HANA berbasis RISE with SAP. Baca Juga &#8220;Nasib Industri Manufaktur Kita&#8220; Langkah tersebut bertujuan mengintegrasikan berbagai proses [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/08/wahana-interfood-coco-gandeng-ibm-modernisasi-manufaktur/">Wahana Interfood (COCO) Gandeng IBM Modernisasi Manufaktur</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Wahana Interfood (COCO) Modernisasi Manufaktur Kakao dan Cokelat Bersama IBM<br>PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&amp;Co Group mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional. Perusahaan menggandeng IBM Consulting untuk memodernisasi sistem enterprise resource planning (ERP) menggunakan SAP S/4HANA berbasis RISE with SAP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<em><strong><a href="https://www.kompas.id/artikel/nasib-industri-manufaktur-kita">Nasib Industri Manufaktur Kita</a></strong></em>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah tersebut bertujuan mengintegrasikan berbagai proses bisnis dalam satu platform. Cakupannya meliputi keuangan, pengadaan, rantai pasok, manufaktur, hingga manajemen kualitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Win&amp;Co Integrasikan Proses Bisnis dalam Satu Platform ERP<br>Sebelum melakukan modernisasi, Win&amp;Co menjalankan beberapa platform ERP secara terpisah. Kondisi tersebut membuat data perusahaan tersebar di sejumlah sistem dan membatasi visibilitas terhadap kegiatan operasional secara menyeluruh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah aktivitas penting juga masih mengandalkan spreadsheet. Proses tersebut mencakup perencanaan produksi, pemantauan persediaan, serta pengendalian kualitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketergantungan pada sistem yang tidak terhubung membuat proses rekonsiliasi dan pelaporan membutuhkan pekerjaan manual. Kondisi ini juga dapat memperlambat perusahaan saat membutuhkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui implementasi RISE with SAP, Win&amp;Co mengintegrasikan data dan alur kerja berbagai entitas anak perusahaan. Platform terpusat tersebut memberikan visibilitas operasional secara real-time dari satu sumber data.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Integrasi ini memungkinkan perusahaan memperoleh informasi yang lebih menyeluruh mengenai aktivitas produksi, persediaan, kualitas, serta pelaporan. Perusahaan juga dapat mengurangi proses manual yang sebelumnya muncul akibat penggunaan sistem berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Transformasi Digital Perkuat Transparansi dan Tata Kelola<br>President Director Win&amp;Co Group Sugianto Soenario mengatakan transformasi digital menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun sistem operasional yang terintegrasi dan berbasis data.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sebagai perusahaan terbuka yang tercatat di BEI, membangun sistem berbasis data merupakan langkah penting untuk memperkuat transparansi, tata kelola, serta kualitas pelaporan dan pengambilan keputusan,&#8221; ujar Sugianto dalam keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Sugianto, penggunaan platform terintegrasi membantu Win&amp;Co meningkatkan visibilitas di berbagai area operasional. Perusahaan dapat memantau proses produksi, pengendalian kualitas, hingga aktivitas pelaporan melalui sistem yang saling terhubung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi operasional, integrasi tersebut diarahkan untuk memperbaiki perencanaan produksi dan pengelolaan persediaan. Sistem baru juga ditujukan untuk mempercepat proses pelaporan serta mengurangi kebutuhan rekonsiliasi manual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IBM Siapkan Fondasi Digital untuk AI dan Otomatisasi<br>Managing Director IBM Indonesia Juvanus Tjandra mengatakan modernisasi ERP dapat membantu perusahaan manufaktur menyatukan data, proses, dan tim. Integrasi tersebut berlaku di berbagai fungsi bisnis dalam satu fondasi digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dengan memodernisasi infrastruktur ERP, Win&amp;Co telah membangun fondasi digital yang terhubung dan terukur, yang dapat menyatukan data, proses, serta tim di seluruh fungsi bisnis,&#8221; ujar Juvanus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut dia, fondasi digital yang terintegrasi juga membuka ruang bagi pengembangan kapabilitas artificial intelligence (AI) dan otomatisasi. Teknologi tersebut dapat dikembangkan perusahaan untuk mendukung kebutuhan operasional pada tahap berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Managing Director SAP Indonesia Sianto Wongjoyo menilai perusahaan manufaktur membutuhkan fondasi digital yang mampu menghubungkan data dan proses bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Integrasi tersebut penting untuk meningkatkan kelincahan operasional sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok. Menurut Sianto, implementasi RISE with SAP di Win&amp;Co menjadi bagian dari upaya membangun operasional yang lebih adaptif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sistem Terintegrasi Dukung Rencana Ekspansi Win&amp;Co<br>Transformasi ERP tidak hanya berfokus pada efisiensi proses internal. Win&amp;Co juga menyiapkan fondasi operasional untuk mendukung pengembangan bisnis sebagai perusahaan makanan dan fast-moving consumer goods (FMCG) terintegrasi di tingkat regional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebutuhan tersebut semakin relevan bagi industri manufaktur makanan. Perusahaan harus mengelola produksi, persediaan, kualitas, rantai pasok, dan pelaporan secara terkoordinasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks Win&amp;Co, sistem yang terintegrasi dapat membantu perusahaan mengurangi kesenjangan informasi antarentitas. Data yang tersentralisasi juga memberikan dasar yang lebih konsisten untuk pemantauan kinerja dan pengambilan keputusan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Modernisasi ERP menjadi langkah penting karena proses manufaktur melibatkan banyak fungsi yang saling berkaitan. Perubahan pada produksi dapat berdampak pada kebutuhan bahan baku, persediaan, pengadaan, kualitas, hingga pelaporan keuangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Modernisasi ERP Jadi Fondasi Pengembangan Operasional<br>Penerapan SAP S/4HANA berbasis RISE with SAP menandai perubahan dari penggunaan sistem yang terpisah menuju platform operasional yang lebih terintegrasi. Perubahan ini memberikan dasar bagi Win&amp;Co untuk mengelola data dan proses secara lebih terstruktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, perusahaan memiliki peluang memperluas pemanfaatan otomatisasi dan AI di atas fondasi digital tersebut. Pengembangan teknologi dapat diarahkan untuk mendukung efisiensi, visibilitas, serta kemampuan perusahaan merespons perubahan kebutuhan bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Win&amp;Co, modernisasi sistem juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi kompleksitas industri makanan dan FMCG. Integrasi data dan proses diharapkan dapat memperkuat operasional sekaligus mendukung rencana pertumbuhan perusahaan di tingkat regional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.vietnam.vn/id/chinh-sach-ho-tro-phat-trien-cong-nghiep-che-tao-thiet-bi-phuc-vu-nganh-dien-luc">Kebijakan untuk mendukung pengembangan industri manufaktur peralatan yang melayani sektor energi.</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/08/wahana-interfood-coco-gandeng-ibm-modernisasi-manufaktur/">Wahana Interfood (COCO) Gandeng IBM Modernisasi Manufaktur</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/08/wahana-interfood-coco-gandeng-ibm-modernisasi-manufaktur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Subang Smartpolitan Jadi Basis Ekosistem Kendaraan Listrik</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/06/subang-smartpolitan-jadi-basis-ekosistem-kendaraan-listrik/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/06/subang-smartpolitan-jadi-basis-ekosistem-kendaraan-listrik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 08:38:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[Kendaraan Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Subang Smartpolitan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=546</guid>

					<description><![CDATA[<p>Subang Smartpolitan Jadi Basis Ekosistem Kendaraan Listrik NasionalSubang Smartpolitan mulai memainkan peran penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik Indonesia. Kehadiran fasilitas manufaktur BYD Indonesia di kawasan tersebut menjadi bagian dari penguatan rantai industri kendaraan energi baru di Jawa Barat. Baca Juga &#8220;Pabrik BYD Beroperasi, Menperin: Perkuat Basis Manufaktur EV Dalam Negeri&#8220; Kawasan industri ini diproyeksikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/06/subang-smartpolitan-jadi-basis-ekosistem-kendaraan-listrik/">Subang Smartpolitan Jadi Basis Ekosistem Kendaraan Listrik</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Subang Smartpolitan Jadi Basis Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional<br>Subang Smartpolitan mulai memainkan peran penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik Indonesia. Kehadiran fasilitas manufaktur BYD Indonesia di kawasan tersebut menjadi bagian dari penguatan rantai industri kendaraan energi baru di Jawa Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.hetanews.com/article/310659/pabrik-byd-beroperasi-menperin-perkuat-basis-manufaktur-ev-dalam-negeri">Pabrik BYD Beroperasi, Menperin: Perkuat Basis Manufaktur EV Dalam Negeri</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kawasan industri ini diproyeksikan menjadi salah satu basis produksi kendaraan energi baru untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan mendukung peluang ekspor. Pengembangan tersebut juga berpotensi mendorong pertumbuhan industri pendukung di sekitar kawasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah tersebut memperlihatkan arah pengembangan industri otomotif Indonesia yang semakin terintegrasi. Tidak hanya produksi kendaraan, pemerintah dan pelaku industri juga mendorong terbentuknya rantai pasok yang mendukung kebutuhan kendaraan listrik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Nilai Subang Punya Posisi Strategis<br>Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita menilai Subang memiliki posisi yang strategis dalam peta manufaktur nasional. Lokasi tersebut dinilai dapat mendukung pengembangan industri otomotif sekaligus memperkuat konektivitas rantai pasok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemilihan Subang sebagai basis manufaktur juga sejalan dengan kebutuhan industri kendaraan energi baru. Produsen membutuhkan kawasan yang mampu menyediakan infrastruktur dan akses terhadap jaringan industri pendukung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengembangan kawasan industri secara terintegrasi dapat memberikan keuntungan bagi produsen. Infrastruktur yang tersedia dapat membantu perusahaan mengoptimalkan kegiatan produksi sekaligus memperluas jaringan pemasok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Luhut Soroti Pentingnya Pembangunan Ekosistem<br>Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan turut menyoroti pentingnya pembangunan ekosistem dalam pengembangan industri kendaraan listrik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Luhut, kehadiran fasilitas manufaktur tersebut tidak hanya berkaitan dengan produksi kendaraan. Investasi tersebut juga dapat menjadi pemicu terbentuknya berbagai industri pendukung di sekitar kawasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hal ini merupakan momentum penting, karena mereka membangun ekosistem,” ujar Luhut dalam peresmian fasilitas produksi di Subang, 3 September 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan tersebut menggambarkan pentingnya pendekatan berbasis ekosistem dalam membangun industri kendaraan listrik. Produksi kendaraan membutuhkan dukungan berbagai sektor, mulai dari komponen hingga layanan pendukung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pabrik Kendaraan Listrik Berpotensi Dorong Industri Pendukung<br>Pengembangan manufaktur kendaraan energi baru dapat menciptakan kebutuhan terhadap berbagai komponen dan jasa industri. Kondisi tersebut membuka peluang bagi perusahaan lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok otomotif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri pendukung dapat mencakup penyedia komponen kendaraan, logistik, manufaktur material, hingga berbagai layanan teknis. Pertumbuhan sektor tersebut berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitar kawasan industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keterlibatan industri lokal juga dapat memperluas manfaat investasi. Selain menciptakan lapangan kerja, penguatan rantai pasok domestik dapat membantu meningkatkan kemampuan industri nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Subang Berpeluang Menjadi Klaster Otomotif Masa Depan<br>Pengembangan Subang Smartpolitan sebagai basis manufaktur kendaraan energi baru dapat mendorong terbentuknya klaster industri otomotif. Konsep tersebut menghubungkan produsen utama dengan pemasok dan berbagai industri pendukung dalam satu kawasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Model kawasan industri terintegrasi dapat membantu memperpendek rantai distribusi dan meningkatkan efisiensi produksi. Kedekatan antara produsen dan pemasok juga memungkinkan koordinasi industri berlangsung lebih efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Indonesia, terbentuknya klaster kendaraan listrik memiliki arti strategis. Pemerintah dapat memperkuat kapasitas manufaktur sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah di dalam negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekosistem Kendaraan Listrik Membutuhkan Rantai Pasok yang Kuat<br>Pengembangan kendaraan listrik tidak berhenti pada pembangunan pabrik perakitan. Industri tersebut membutuhkan rantai pasok yang mampu menyediakan berbagai komponen secara konsisten dan memenuhi standar kualitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, pengembangan industri pendukung menjadi faktor penting dalam keberlanjutan ekosistem kendaraan listrik. Semakin banyak pemasok yang terlibat di dalam negeri, semakin besar peluang terciptanya nilai tambah domestik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain komponen kendaraan, ekosistem kendaraan listrik juga membutuhkan infrastruktur pendukung. Pengembangan fasilitas pengisian daya dan layanan purnajual menjadi bagian penting untuk mendukung pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Subang Smartpolitan Perkuat Arah Industri Otomotif Indonesia<br>Hadirnya pabrik manufaktur BYD di Subang Smartpolitan menandai perkembangan penting dalam pembangunan industri kendaraan energi baru Indonesia. Kawasan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai lokasi produksi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem industri yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembangunan rantai pasok terpadu dapat memberikan dampak lanjutan terhadap kawasan sekitar. Industri pendukung berpeluang tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan manufaktur kendaraan energi baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, keberhasilan Subang Smartpolitan sebagai basis ekosistem kendaraan listrik akan bergantung pada kemampuan kawasan tersebut menarik industri pendukung dan memperkuat kapasitas manufaktur lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika pengembangan tersebut berjalan konsisten, Subang berpotensi menjadi salah satu pusat penting industri otomotif masa depan Indonesia. Kehadiran produsen kendaraan energi baru dapat menjadi penggerak awal bagi terbentuknya ekosistem manufaktur yang lebih lengkap dan berdaya saing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://investasi.kontan.co.id/news/kembangkan-bisnis-terintegrasi-aman-agrindo-tbk-gula-perkuat-manufaktur-gula">Kembangkan Bisnis Terintegrasi, Aman Agrindo Tbk (GULA) Perkuat Manufaktur Gula</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/06/subang-smartpolitan-jadi-basis-ekosistem-kendaraan-listrik/">Subang Smartpolitan Jadi Basis Ekosistem Kendaraan Listrik</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/06/subang-smartpolitan-jadi-basis-ekosistem-kendaraan-listrik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teknologi Manufaktur BYD di Subang dan Cara Kerjanya</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/06/teknologi-manufaktur-byd-di-subang-dan-cara-kerjanya/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/06/teknologi-manufaktur-byd-di-subang-dan-cara-kerjanya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 08:33:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[subang]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Manufaktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=543</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengintip Teknologi Manufaktur BYD di SubangBYD Motor Indonesia memperkuat ekspansinya di pasar kendaraan energi baru melalui pembangunan fasilitas manufaktur di Subang, Jawa Barat. Pabrik ini dipersiapkan untuk mendukung produksi kendaraan listrik sekaligus memperkuat ekosistem industri kendaraan energi baru di Indonesia. Fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi kendaraan. BYD juga mengarahkannya untuk membangun kemampuan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/06/teknologi-manufaktur-byd-di-subang-dan-cara-kerjanya/">Teknologi Manufaktur BYD di Subang dan Cara Kerjanya</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Mengintip Teknologi Manufaktur BYD di Subang<br>BYD Motor Indonesia memperkuat ekspansinya di pasar kendaraan energi baru melalui pembangunan fasilitas manufaktur di Subang, Jawa Barat. Pabrik ini dipersiapkan untuk mendukung produksi kendaraan listrik sekaligus memperkuat ekosistem industri kendaraan energi baru di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi kendaraan. BYD juga mengarahkannya untuk membangun kemampuan manufaktur dan meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan kehadiran fasilitas manufaktur tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang BYD di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dengan menjadikan Indonesia sebagai bagian dari jaringan manufaktur BYD, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan BYD juga dapat menciptakan nilai yang semakin besar bagi Indonesia,” ujar Eagle Zhao saat dijumpai awak media di pabrik BYD, Kamis (4/9/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="Subang Jadi Pusat Kendaraan Listrik, Merek China Diminta Bangun Pabrik, hingga Evolusi Manufaktur Otomotif">Terpopuler: Subang Jadi Pusat Kendaraan Listrik, Merek China Diminta Bangun Pabrik, hingga Evolusi Manufaktur Otomotif</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pengembangan fasilitas tersebut akan berjalan seiring dengan peningkatan kapabilitas manufaktur di Indonesia. BYD juga mempersiapkan pengembangan fasilitas baterai dan berbagai elemen pendukung ekosistem kendaraan energi baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tiga Tahap Utama Produksi Kendaraan BYD<br>Fasilitas manufaktur BYD di Subang mencakup tiga proses utama. Ketiganya meliputi welding, painting, dan final assembly.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap area menjalankan fungsi berbeda dalam rangkaian produksi kendaraan. Proses tersebut dimulai dari pembentukan bodi, dilanjutkan pengecatan, perakitan berbagai komponen, hingga pemeriksaan akhir kendaraan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Integrasi ketiga proses tersebut memungkinkan kegiatan manufaktur berlangsung secara terstruktur. Sistem produksi juga dirancang untuk menjaga kualitas kendaraan sebelum unit dikirim kepada konsumen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teknologi Robotik Mendukung Proses Welding<br>Area welding menjadi tahap awal dalam rangkaian manufaktur kendaraan. Pada tahap ini, komponen bodi disatukan untuk membentuk struktur kendaraan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BYD menerapkan sistem produksi fleksibel multi-model pada area tersebut. Sistem ini memungkinkan beberapa model kendaraan diproduksi dalam lini produksi yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses welding juga memanfaatkan teknologi otomatisasi dan robotik. Teknologi tersebut membantu menjaga tingkat presisi serta konsistensi ketika membentuk bodi kendaraan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan otomatisasi menjadi bagian penting dalam menjaga standar produksi. Sistem tersebut juga memungkinkan proses manufaktur berjalan lebih terukur ketika menangani berbagai model kendaraan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Painting Menjaga Perlindungan dan Tampilan Bodi<br>Setelah struktur bodi terbentuk, kendaraan memasuki area painting. Tahap ini tidak hanya berkaitan dengan tampilan eksterior, tetapi juga perlindungan permukaan bodi kendaraan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BYD mengintegrasikan sistem produksi dengan quality control dalam proses pengecatan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan permukaan kendaraan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kontrol kualitas pada tahap painting menjadi penting karena hasil pengecatan memengaruhi tampilan akhir kendaraan. Proses tersebut juga berperan dalam memberikan perlindungan pada permukaan bodi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Final Assembly Menyatukan Seluruh Komponen<br>Final assembly menjadi tahapan ketika berbagai komponen kendaraan disatukan menjadi kendaraan utuh. Proses ini mencakup pemasangan komponen, pemeriksaan, penyetelan, hingga pengecekan akhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap kendaraan menjalani pemeriksaan sebelum meninggalkan fasilitas produksi. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan kendaraan memenuhi standar sebelum dikirim kepada pelanggan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tahap final assembly menjadi bagian penting dalam keseluruhan proses manufaktur. Kesalahan pada tahap ini dapat memengaruhi fungsi dan kualitas kendaraan ketika digunakan konsumen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pabrik Subang Disiapkan untuk Ekosistem Kendaraan Energi Baru<br>BYD tidak hanya mempersiapkan fasilitas produksi kendaraan melalui pembangunan pabrik di Subang. Perusahaan juga menyatakan komitmen untuk mengembangkan kapabilitas manufaktur, fasilitas baterai, serta elemen pendukung ekosistem kendaraan energi baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah tersebut sejalan dengan pertumbuhan pasar kendaraan energi baru di Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikan BYD, pangsa kendaraan energi baru meningkat dari sekitar 1 persen pada 2022 menjadi 23 persen pada Juli 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan tersebut menunjukkan perubahan minat konsumen terhadap kendaraan energi baru. Kondisi pasar juga membuka peluang bagi produsen untuk memperkuat kapasitas produksi dan rantai pasok di dalam negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penjualan BYD Indonesia Terus Bertumbuh<br>Sejak memasuki pasar Indonesia pada Januari 2024, BYD terus memperluas jaringan penjualan dan layanan. Perusahaan mencatat penjualan 32.800 unit pada periode Januari hingga Juli 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BYD menyebut angka tersebut menghasilkan pangsa pasar sekitar 35 persen. Perusahaan juga telah mengirimkan lebih dari 100.000 kendaraan energi baru kepada konsumen Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mendukung layanan kepada konsumen, BYD kini memiliki lebih dari 100 jaringan penjualan dan layanan di berbagai wilayah Indonesia. Perluasan jaringan tersebut menjadi bagian penting dari pengembangan bisnis kendaraan energi baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur Lokal Menjadi Bagian dari Strategi Jangka Panjang<br>Kehadiran fasilitas manufaktur di Subang menunjukkan bahwa strategi BYD di Indonesia tidak hanya berfokus pada penjualan kendaraan. Perusahaan juga mulai membangun kapasitas produksi dan ekosistem pendukung kendaraan energi baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eagle Zhao menegaskan bahwa pengembangan kemampuan manufaktur dan tenaga kerja lokal menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Investasi pada fasilitas dan sumber daya manusia diharapkan menciptakan nilai yang lebih besar bagi industri nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sejalan dengan perjalanan tersebut, kami terus mempersiapkan pengembangan kapabilitas manufaktur di Indonesia, termasuk pengembangan fasilitas baterai dan berbagai elemen pendukung ekosistem kendaraan energi baru untuk menghadirkan nilai tambah yang dapat dirasakan dalam jangka panjang,” kata Eagle Zhao.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan tiga proses utama berupa welding, painting, dan final assembly, pabrik Subang menjadi bagian penting dari strategi manufaktur BYD di Indonesia. Penggunaan otomatisasi, robotik, serta sistem kontrol kualitas mendukung proses produksi yang lebih konsisten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, pengembangan fasilitas manufaktur dan ekosistem kendaraan energi baru akan menjadi faktor penting dalam memperkuat industri kendaraan listrik Indonesia. Bagi BYD, Subang tidak hanya menjadi lokasi produksi, tetapi juga bagian dari upaya membangun basis manufaktur dan kemampuan industri di pasar Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.blackxperience.com/blackauto/autonews/byd-resmi-operasikan-fasilitas-mufaktur-subang-kapasitas-produksinya-mampu-150-ribu-unit">BYD Resmi Operasikan Fasilitas Manufaktur Subang, Kapasitas Produksinya Mampu 150 ribu Unit</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/06/teknologi-manufaktur-byd-di-subang-dan-cara-kerjanya/">Teknologi Manufaktur BYD di Subang dan Cara Kerjanya</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/06/teknologi-manufaktur-byd-di-subang-dan-cara-kerjanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PMI Manufaktur ASEAN Menguat, Optimisme Tertinggi 4 Tahun</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/03/pmi-manufaktur-asean-menguat-optimisme-tertinggi-4-tahun/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/03/pmi-manufaktur-asean-menguat-optimisme-tertinggi-4-tahun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2026 09:16:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[optimisme]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Manufaktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=539</guid>

					<description><![CDATA[<p>PMI Manufaktur ASEAN Tetap Ekspansif pada Agustus 2026Aktivitas manufaktur di kawasan ASEAN mempertahankan pertumbuhan solid pada Agustus 2026. PMI manufaktur ASEAN tercatat 52,3, meski turun dari 52,8 pada Juli. Angka di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.&#160;Perlambatan indeks utama terutama dipengaruhi pertumbuhan produksi yang sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/03/pmi-manufaktur-asean-menguat-optimisme-tertinggi-4-tahun/">PMI Manufaktur ASEAN Menguat, Optimisme Tertinggi 4 Tahun</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur ASEAN Tetap Ekspansif pada Agustus 2026<br>Aktivitas manufaktur di kawasan ASEAN mempertahankan pertumbuhan solid pada Agustus 2026. PMI manufaktur ASEAN tercatat 52,3, meski turun dari 52,8 pada Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>Angka di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.</mark>&nbsp;Perlambatan indeks utama terutama dipengaruhi pertumbuhan produksi yang sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah perlambatan tersebut, kondisi permintaan tetap kuat. Pertumbuhan pesanan baru mendekati rekor survei, menunjukkan aktivitas manufaktur masih memperoleh dukungan dari permintaan domestik dan pasar yang relatif tangguh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi Melambat, tetapi Tetap Tumbuh Solid<br>S&amp;P Global mencatat pertumbuhan produksi manufaktur ASEAN sedikit melambat pada Agustus. Meski demikian, laju produksi masih tergolong kuat dan menunjukkan aktivitas industri tetap berkembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penurunan PMI utama tidak mencerminkan pelemahan menyeluruh pada sektor manufaktur. Sejumlah indikator justru menunjukkan perusahaan masih menghadapi permintaan yang kuat dan tekanan terhadap kapasitas produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maryam Baluch, Ekonom S&amp;P Global Market Intelligence, mengatakan kondisi manufaktur ASEAN masih menunjukkan perbaikan yang solid.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Perbaikan didukung oleh kondisi permintaan yang tetap tangguh, terutama di pasar domestik,” ujar Baluch dalam rilis S&amp;P Global, Kamis (3/9/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, penguatan keyakinan bisnis dan meredanya tekanan harga turut memberikan ruang bagi sektor manufaktur untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesanan Baru Mendekati Rekor Survei<br>Pesanan baru menjadi salah satu pendorong utama kinerja manufaktur ASEAN pada Agustus. Pertumbuhan pesanan tercatat cepat dan mendekati rekor yang pernah dicapai dalam survei.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Laju pertumbuhan pesanan baru hanya sedikit berada di bawah rekor yang tercatat pada Februari. Kondisi ini menunjukkan permintaan terhadap produk manufaktur masih relatif kuat meski pertumbuhan produksi sedikit melambat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kuatnya pesanan baru juga memberikan sinyal positif terhadap aktivitas produksi pada periode berikutnya. Perusahaan memiliki basis permintaan yang dapat mendukung peningkatan output apabila kapasitas produksi mampu mengikuti pertumbuhan pesanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktivitas Pembelian Tetap Meningkat<br>Perusahaan manufaktur ASEAN masih meningkatkan aktivitas pembelian pada Agustus. Pertumbuhan aktivitas tersebut tetap solid meski kecepatannya sedikit menurun dibandingkan periode sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktivitas pembelian menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kebutuhan perusahaan terhadap bahan baku dan input produksi. Peningkatan pembelian menunjukkan perusahaan masih mempersiapkan aktivitas produksi di tengah permintaan yang kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, persediaan pembelian kembali mengalami penurunan marginal. Penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan penurunan tenaga kerja yang juga relatif terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Backlog Meningkat dan Tekanan Kapasitas Tetap Tinggi<br>Pekerjaan yang belum terselesaikan atau backlog terus meningkat pada Agustus. Laju kenaikannya tercatat sama dengan Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan backlog menunjukkan perusahaan masih menghadapi tekanan dalam memenuhi seluruh pekerjaan yang masuk. Kondisi tersebut dapat mencerminkan tingginya permintaan dibandingkan kapasitas produksi yang tersedia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://akurat.co/riil/887059/pmi-manufaktur-indonesia-turun-ke-49-8-pada-agustus-2026">PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 49,8 pada Agustus 2026</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baluch menilai perlambatan produksi tidak serta-merta menghilangkan prospek penguatan sektor manufaktur. Tekanan terhadap kapasitas dan aktivitas pembelian masih menunjukkan adanya permintaan yang berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pertumbuhan produksi sedikit melambat, tetapi tetap solid secara keseluruhan,” kata Baluch.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai penurunan tenaga kerja dan persediaan pembelian kemungkinan bersifat sementara. Tekanan kapasitas, aktivitas pembelian, serta tanda-tanda pemulihan rantai pasok menjadi sejumlah faktor pendukung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keyakinan Bisnis Capai Level Tertinggi Hampir Empat Tahun<br>Optimisme perusahaan manufaktur ASEAN terhadap produksi dalam 12 bulan mendatang meningkat pada Agustus. Indeks Aktivitas Masa Depan naik selama dua bulan berturut-turut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks tersebut mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun. Kenaikan ini menunjukkan pelaku usaha semakin percaya diri terhadap prospek produksi meskipun kondisi ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan keyakinan bisnis menjadi sinyal positif bagi aktivitas manufaktur kawasan. Optimisme yang lebih tinggi dapat mendorong perusahaan mempersiapkan kapasitas dan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan Harga Mulai Mereda<br>Selain permintaan yang kuat, tekanan harga juga menunjukkan perkembangan yang lebih positif. S&amp;P Global mencatat tekanan harga mereda pada Agustus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut dapat memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengelola biaya produksi dengan lebih baik. Meredanya tekanan harga juga menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan keyakinan pelaku usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baluch mengatakan kondisi tersebut menempatkan kawasan ASEAN pada posisi yang cukup baik untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Tingkat keyakinan juga menguat, sementara tekanan harga mereda, menunjukkan bahwa kawasan ini berada dalam posisi yang baik untuk terus meningkatkan momentum,” ujarnya.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Prospek Manufaktur ASEAN Tetap Positif<br>Kinerja manufaktur ASEAN pada Agustus memperlihatkan kombinasi antara perlambatan produksi dan penguatan permintaan. PMI memang turun dari 52,8 menjadi 52,3, tetapi indeks tetap berada dalam zona ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan pesanan baru yang mendekati rekor memberikan dukungan terhadap prospek aktivitas industri. Peningkatan backlog juga menunjukkan kapasitas produksi masih menghadapi tekanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Optimisme bisnis yang mencapai level tertinggi hampir empat tahun menjadi faktor tambahan yang memperkuat prospek kawasan. Perkembangan tersebut menunjukkan pelaku usaha melihat peluang pertumbuhan produksi dalam beberapa bulan mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">S&amp;P Global menilai kondisi manufaktur ASEAN memiliki peluang mempertahankan momentum pada paruh kedua 2026. Triwulan ketiga juga diperkirakan dapat mencatat kinerja lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, kekuatan permintaan, kemampuan perusahaan meningkatkan produksi, kondisi rantai pasok, serta perkembangan harga akan menjadi faktor penting. Kombinasi faktor tersebut akan menentukan apakah ekspansi manufaktur ASEAN dapat bertahan hingga akhir 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://vibiznews.com/index.php/2026/09/02/indeks-kospi-rabu-ditutup-turun-tajam-saham-teknologi-dan-manufaktur-merosot/">Indeks Kospi Rabu Ditutup Turun Tajam; Saham Teknologi dan Manufaktur Merosot</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/03/pmi-manufaktur-asean-menguat-optimisme-tertinggi-4-tahun/">PMI Manufaktur ASEAN Menguat, Optimisme Tertinggi 4 Tahun</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/03/pmi-manufaktur-asean-menguat-optimisme-tertinggi-4-tahun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manufaktur Tertekan, Penyerapan Tenaga Kerja Berpotensi Turun</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/03/manufaktur-tertekan-penyerapan-tenaga-kerja-berpotensi-turun/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/03/manufaktur-tertekan-penyerapan-tenaga-kerja-berpotensi-turun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2026 09:12:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[Tenaga Kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=536</guid>

					<description><![CDATA[<p>Manufaktur Indonesia Masuk Kontraksi, Penyerapan Tenaga Kerja TertekanAktivitas manufaktur Indonesia kembali melemah pada Agustus 2026. Kondisi tersebut tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang turun ke 49,8 dari 50,2 pada Juli 2026. Penurunan PMI ke bawah level 50 menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi dibandingkan bulan sebelumnya. Pelemahan produksi dan permintaan juga meningkatkan tekanan terhadap [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/03/manufaktur-tertekan-penyerapan-tenaga-kerja-berpotensi-turun/">Manufaktur Tertekan, Penyerapan Tenaga Kerja Berpotensi Turun</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur Indonesia Masuk Kontraksi, Penyerapan Tenaga Kerja Tertekan<br>Aktivitas manufaktur Indonesia kembali melemah pada Agustus 2026. Kondisi tersebut tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang turun ke 49,8 dari 50,2 pada Juli 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penurunan PMI ke bawah level 50 menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi dibandingkan bulan sebelumnya. Pelemahan produksi dan permintaan juga meningkatkan tekanan terhadap perusahaan, termasuk dalam menjaga tingkat penyerapan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="Agustus 2026, Sektor Manufaktur Indonesia Kembali Terkontraksi">Video: Agustus 2026, Sektor Manufaktur Indonesia Kembali Terkontraksi</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Turun ke Level 49,8<br>S&amp;P Global mencatat PMI manufaktur Indonesia berada di level 49,8 pada Agustus 2026. Angka tersebut turun 0,4 poin dibandingkan posisi 50,2 pada Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam indikator PMI, angka di atas 50 menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur. Sebaliknya, angka di bawah 50 mengindikasikan kontraksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pergerakan PMI menjadi salah satu indikator yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi operasional sektor manufaktur. Penurunan pada Agustus menunjukkan aktivitas industri kembali menghadapi tekanan setelah sempat berada di zona ekspansi pada bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena manufaktur memiliki keterkaitan dengan berbagai aktivitas ekonomi. Perubahan produksi dapat memengaruhi kebutuhan tenaga kerja, pembelian bahan baku, distribusi, hingga aktivitas pemasok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi Manufaktur Kembali Mengalami Penurunan<br>S&amp;P Global mencatat produksi manufaktur Indonesia menurun pada Agustus. Pelemahan tersebut antara lain dipengaruhi persaingan yang semakin ketat dan permintaan yang masih lemah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan harga barang juga menjadi salah satu faktor yang membebani kondisi industri. Tekanan biaya dan permintaan dapat membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam meningkatkan kapasitas produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika pesanan baru tidak tumbuh kuat, perusahaan cenderung menyesuaikan aktivitas produksi dengan kondisi pasar. Penyesuaian tersebut dapat mencakup pengaturan kapasitas, jam operasional, hingga kebutuhan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyerapan Tenaga Kerja Menurun dalam Lima dari Enam Periode<br>Pelemahan aktivitas industri turut terlihat pada indikator ketenagakerjaan. Penyerapan tenaga kerja sektor manufaktur Indonesia tercatat menurun dalam lima dari enam periode survei terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut menunjukkan perusahaan manufaktur masih menghadapi tantangan dalam mempertahankan atau meningkatkan kebutuhan tenaga kerja. Penurunan produksi menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan perusahaan dalam merekrut pekerja baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, data tersebut tidak serta-merta menunjukkan terjadinya pemutusan hubungan kerja secara luas. Penurunan ketenagakerjaan dalam survei dapat mencerminkan berkurangnya perekrutan atau penyesuaian jumlah pekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">S&amp;P Global Nilai Kondisi Permintaan Masih Netral<br>Economist at S&amp;P Global Market Intelligence Maryam Baluch mengatakan kondisi sektor manufaktur Indonesia sedikit memburuk pada Agustus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Data PMI terbaru menunjukkan kondisi sektor manufaktur Indonesia sedikit memburuk karena produksi kembali menurun dan ketenagakerjaan membalikkan perbaikan yang tercatat pada bulan sebelumnya,” kata Maryam dalam rilisnya, Selasa (1/9/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, kondisi permintaan secara umum masih berada dalam kategori netral. Situasi tersebut menunjukkan belum adanya penguatan permintaan yang cukup untuk mendorong peningkatan aktivitas produksi secara signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kombinasi permintaan yang belum kuat dan persaingan yang meningkat dapat membuat produsen mengambil langkah lebih hati-hati. Perusahaan perlu menjaga efisiensi sekaligus menyesuaikan produksi dengan kemampuan pasar menyerap barang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Efisiensi Berpotensi Menjadi Pilihan Perusahaan<br>Pelemahan manufaktur dapat meningkatkan kemungkinan perusahaan melakukan efisiensi operasional. Langkah tersebut dapat dilakukan untuk menjaga arus kas dan menyesuaikan biaya dengan tingkat produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Efisiensi tidak selalu berarti pengurangan jumlah pekerja. Perusahaan dapat melakukan penyesuaian melalui pengaturan jam kerja, pengurangan lembur, penundaan perekrutan, atau optimalisasi proses produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika tekanan berlangsung lebih lama, perusahaan dapat mempertimbangkan langkah yang lebih besar terhadap struktur tenaga kerja. Karena itu, perkembangan PMI dalam beberapa bulan mendatang menjadi penting untuk melihat apakah pelemahan tersebut bersifat sementara atau berlanjut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan Permintaan Menjadi Faktor Kunci<br>Pemulihan permintaan akan menjadi salah satu faktor penting bagi perbaikan aktivitas manufaktur. Peningkatan pesanan dapat mendorong perusahaan kembali meningkatkan produksi dan kebutuhan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, permintaan yang tetap lemah dapat mempertahankan tekanan terhadap sektor industri. Perusahaan kemungkinan akan lebih fokus menjaga efisiensi sambil menunggu kondisi pasar membaik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah dan pelaku industri juga perlu memperhatikan daya saing produk manufaktur. Persaingan yang semakin ketat menuntut produsen meningkatkan produktivitas, menjaga biaya, serta mempertahankan kualitas produk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur Perlu Menjaga Produktivitas dan Daya Saing<br>Pelemahan PMI manufaktur pada Agustus menunjukkan tantangan yang masih dihadapi sektor industri Indonesia. Produksi yang menurun dan tekanan terhadap ketenagakerjaan menjadi sinyal bahwa pemulihan sektor manufaktur belum sepenuhnya stabil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi ini juga menunjukkan pentingnya menjaga permintaan domestik dan daya saing industri. Perusahaan membutuhkan pasar yang sehat agar dapat mempertahankan produksi serta menciptakan peluang kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, perkembangan pesanan baru, produksi, harga input, dan ketenagakerjaan akan menjadi indikator penting. Jika permintaan kembali menguat, manufaktur berpeluang meningkatkan produksi dan penyerapan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, apabila tekanan permintaan berlanjut, perusahaan kemungkinan tetap mengutamakan efisiensi. Karena itu, data PMI pada periode berikutnya akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat arah manufaktur dan pasar kerja Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://sulsel.disway.id/bantaeng/read/16649/48-mahasiswa-baru-ak-manufaktur-bantaeng-mulai-pendidikan-vokasi-siap-hadapi-dunia-industri">48 Mahasiswa Baru AK-Manufaktur Bantaeng Mulai Pendidikan Vokasi, Siap Hadapi Dunia Industri</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/03/manufaktur-tertekan-penyerapan-tenaga-kerja-berpotensi-turun/">Manufaktur Tertekan, Penyerapan Tenaga Kerja Berpotensi Turun</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/03/manufaktur-tertekan-penyerapan-tenaga-kerja-berpotensi-turun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
