Wahana Interfood (COCO) Modernisasi Manufaktur Kakao dan Cokelat Bersama IBM
PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&Co Group mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional. Perusahaan menggandeng IBM Consulting untuk memodernisasi sistem enterprise resource planning (ERP) menggunakan SAP S/4HANA berbasis RISE with SAP.
Baca Juga “Nasib Industri Manufaktur Kita“
Langkah tersebut bertujuan mengintegrasikan berbagai proses bisnis dalam satu platform. Cakupannya meliputi keuangan, pengadaan, rantai pasok, manufaktur, hingga manajemen kualitas.
Win&Co Integrasikan Proses Bisnis dalam Satu Platform ERP
Sebelum melakukan modernisasi, Win&Co menjalankan beberapa platform ERP secara terpisah. Kondisi tersebut membuat data perusahaan tersebar di sejumlah sistem dan membatasi visibilitas terhadap kegiatan operasional secara menyeluruh.
Sejumlah aktivitas penting juga masih mengandalkan spreadsheet. Proses tersebut mencakup perencanaan produksi, pemantauan persediaan, serta pengendalian kualitas.
Ketergantungan pada sistem yang tidak terhubung membuat proses rekonsiliasi dan pelaporan membutuhkan pekerjaan manual. Kondisi ini juga dapat memperlambat perusahaan saat membutuhkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan.
Melalui implementasi RISE with SAP, Win&Co mengintegrasikan data dan alur kerja berbagai entitas anak perusahaan. Platform terpusat tersebut memberikan visibilitas operasional secara real-time dari satu sumber data.
Integrasi ini memungkinkan perusahaan memperoleh informasi yang lebih menyeluruh mengenai aktivitas produksi, persediaan, kualitas, serta pelaporan. Perusahaan juga dapat mengurangi proses manual yang sebelumnya muncul akibat penggunaan sistem berbeda.
Transformasi Digital Perkuat Transparansi dan Tata Kelola
President Director Win&Co Group Sugianto Soenario mengatakan transformasi digital menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun sistem operasional yang terintegrasi dan berbasis data.
“Sebagai perusahaan terbuka yang tercatat di BEI, membangun sistem berbasis data merupakan langkah penting untuk memperkuat transparansi, tata kelola, serta kualitas pelaporan dan pengambilan keputusan,” ujar Sugianto dalam keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).
Menurut Sugianto, penggunaan platform terintegrasi membantu Win&Co meningkatkan visibilitas di berbagai area operasional. Perusahaan dapat memantau proses produksi, pengendalian kualitas, hingga aktivitas pelaporan melalui sistem yang saling terhubung.
Dari sisi operasional, integrasi tersebut diarahkan untuk memperbaiki perencanaan produksi dan pengelolaan persediaan. Sistem baru juga ditujukan untuk mempercepat proses pelaporan serta mengurangi kebutuhan rekonsiliasi manual.
IBM Siapkan Fondasi Digital untuk AI dan Otomatisasi
Managing Director IBM Indonesia Juvanus Tjandra mengatakan modernisasi ERP dapat membantu perusahaan manufaktur menyatukan data, proses, dan tim. Integrasi tersebut berlaku di berbagai fungsi bisnis dalam satu fondasi digital.
“Dengan memodernisasi infrastruktur ERP, Win&Co telah membangun fondasi digital yang terhubung dan terukur, yang dapat menyatukan data, proses, serta tim di seluruh fungsi bisnis,” ujar Juvanus.
Menurut dia, fondasi digital yang terintegrasi juga membuka ruang bagi pengembangan kapabilitas artificial intelligence (AI) dan otomatisasi. Teknologi tersebut dapat dikembangkan perusahaan untuk mendukung kebutuhan operasional pada tahap berikutnya.
Sementara itu, Managing Director SAP Indonesia Sianto Wongjoyo menilai perusahaan manufaktur membutuhkan fondasi digital yang mampu menghubungkan data dan proses bisnis.
Integrasi tersebut penting untuk meningkatkan kelincahan operasional sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok. Menurut Sianto, implementasi RISE with SAP di Win&Co menjadi bagian dari upaya membangun operasional yang lebih adaptif.
Sistem Terintegrasi Dukung Rencana Ekspansi Win&Co
Transformasi ERP tidak hanya berfokus pada efisiensi proses internal. Win&Co juga menyiapkan fondasi operasional untuk mendukung pengembangan bisnis sebagai perusahaan makanan dan fast-moving consumer goods (FMCG) terintegrasi di tingkat regional.
Kebutuhan tersebut semakin relevan bagi industri manufaktur makanan. Perusahaan harus mengelola produksi, persediaan, kualitas, rantai pasok, dan pelaporan secara terkoordinasi.
Dalam konteks Win&Co, sistem yang terintegrasi dapat membantu perusahaan mengurangi kesenjangan informasi antarentitas. Data yang tersentralisasi juga memberikan dasar yang lebih konsisten untuk pemantauan kinerja dan pengambilan keputusan.
Modernisasi ERP menjadi langkah penting karena proses manufaktur melibatkan banyak fungsi yang saling berkaitan. Perubahan pada produksi dapat berdampak pada kebutuhan bahan baku, persediaan, pengadaan, kualitas, hingga pelaporan keuangan.
Modernisasi ERP Jadi Fondasi Pengembangan Operasional
Penerapan SAP S/4HANA berbasis RISE with SAP menandai perubahan dari penggunaan sistem yang terpisah menuju platform operasional yang lebih terintegrasi. Perubahan ini memberikan dasar bagi Win&Co untuk mengelola data dan proses secara lebih terstruktur.
Ke depan, perusahaan memiliki peluang memperluas pemanfaatan otomatisasi dan AI di atas fondasi digital tersebut. Pengembangan teknologi dapat diarahkan untuk mendukung efisiensi, visibilitas, serta kemampuan perusahaan merespons perubahan kebutuhan bisnis.
Bagi Win&Co, modernisasi sistem juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi kompleksitas industri makanan dan FMCG. Integrasi data dan proses diharapkan dapat memperkuat operasional sekaligus mendukung rencana pertumbuhan perusahaan di tingkat regional.
Baca Juga “Kebijakan untuk mendukung pengembangan industri manufaktur peralatan yang melayani sektor energi.“