<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ekspansif Archives - arventra.id</title>
	<atom:link href="https://arventra.id/tag/ekspansif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arventra.id/tag/ekspansif/</link>
	<description>Wawasan Inovasi Industri &#38; Teknologi Manufaktur Masa Depan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Oct 2026 11:35:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Kemenperin: IKI September 2026 Masih Ekspansif</title>
		<link>https://arventra.id/2026/10/01/kemenperin-iki-september-2026-masih-ekspansif/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/10/01/kemenperin-iki-september-2026-masih-ekspansif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2026 11:35:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[ekspansif]]></category>
		<category><![CDATA[IKI]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[September]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=593</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kinerja Manufaktur Tetap Ekspansif pada September 2026 Aktivitas industri manufaktur Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan pada September 2026. Kementerian Perindustrian mencatat Indeks Kepercayaan Industri atau IKI berada di level 51,93. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan capaian Agustus 2026 yang mencapai 52,30. Namun, posisi IKI masih berada di atas level 50 yang menjadi batas antara ekspansi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/10/01/kemenperin-iki-september-2026-masih-ekspansif/">Kemenperin: IKI September 2026 Masih Ekspansif</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kinerja Manufaktur Tetap Ekspansif pada September 2026</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktivitas industri manufaktur Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan pada September 2026. Kementerian Perindustrian mencatat Indeks Kepercayaan Industri atau IKI berada di level 51,93.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan capaian Agustus 2026 yang mencapai 52,30. Namun, posisi IKI masih berada di atas level 50 yang menjadi batas antara ekspansi dan kontraksi aktivitas industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut menunjukkan sektor manufaktur tetap memiliki aktivitas produksi dan permintaan yang relatif terjaga. Perkembangan ini berlangsung ketika pelaku industri menghadapi perubahan kondisi ekonomi, baik dari pasar dalam negeri maupun perdagangan global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://otomotif.kompas.com/read/2026/10/01/151200115/industri-motor-jadi-penopang-ekspansi-manufaktur-september-2026">Industri Motor Jadi Penopang Ekspansi Manufaktur September 2026</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mayoritas Subsektor Masih Mencatat Pertumbuhan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan kinerja manufaktur nasional masih bertahan di zona ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Febri, perkembangan IKI September memperlihatkan bahwa aktivitas industri pengolahan tetap berjalan meski menghadapi berbagai tekanan. Perlambatan indeks juga tidak mengubah posisi mayoritas subsektor yang masih mencatat pertumbuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenperin mencatat 15 dari 23 subsektor industri pengolahan berada dalam fase ekspansi pada September. Delapan subsektor lainnya mengalami kontraksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lima belas subsektor yang masih tumbuh memiliki kontribusi sebesar 84,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto industri pengolahan nonmigas pada kuartal II 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komposisi tersebut menunjukkan bahwa subsektor yang mengalami ekspansi masih memiliki peran besar terhadap keseluruhan aktivitas industri pengolahan nonmigas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri minuman menjadi salah satu subsektor dengan capaian IKI tertinggi. Industri alat angkutan lainnya juga mencatat kinerja yang kuat pada periode yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, kontraksi terjadi pada sejumlah subsektor. Beberapa di antaranya mencakup industri kulit, kayu, kertas, karet dan plastik, komputer, elektronik dan optik, peralatan listrik, serta mesin dan perlengkapan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesanan Industri Naik, Produksi Mengalami Perlambatan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pergerakan IKI September 2026 juga terlihat dari tiga variabel utama pembentuk indeks, yaitu pesanan, produksi, dan persediaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks pesanan meningkat menjadi 53,40 dari 53,13 pada Agustus. Kenaikan tersebut menunjukkan permintaan terhadap produk industri masih memberikan dukungan terhadap aktivitas manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, indeks produksi tercatat 53,78. Angka tersebut masih menunjukkan ekspansi, meski mengalami penurunan sebesar 1,32 poin dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan pesanan dan produksi, indeks persediaan masih berada dalam zona kontraksi. Indikator tersebut tercatat sebesar 45,45 pada September.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perbedaan pergerakan ketiga indikator tersebut menggambarkan kondisi manufaktur yang tidak sepenuhnya seragam. Permintaan masih tumbuh, tetapi sebagian pelaku industri menghadapi penyesuaian pada tingkat produksi dan pengelolaan stok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasar Domestik dan Ekspor Sama-Sama Ekspansif</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kinerja industri berdasarkan orientasi pasar juga masih menunjukkan kondisi positif. Industri yang berorientasi ekspor mencatat IKI sebesar 52,60 pada September 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, kelompok industri yang menyasar pasar domestik mencatat indeks 50,94. Kedua kelompok tersebut masih berada di atas ambang ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, capaian September menunjukkan perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pelaku industri perlu mempertahankan permintaan dari kedua pasar untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tantangan juga datang dari persaingan dengan produk impor, kenaikan biaya produksi, serta perubahan kondisi perdagangan internasional. Faktor tersebut dapat memengaruhi keputusan produksi dan ekspansi industri dalam beberapa bulan berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan IKI yang masih berada di zona ekspansi, perkembangan manufaktur pada akhir 2026 akan sangat dipengaruhi kemampuan industri mempertahankan pesanan, mengelola biaya, dan menyesuaikan kapasitas produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenperin menilai kondisi tersebut perlu terus dipantau agar aktivitas industri tetap terjaga. Penguatan pasar domestik dan kemampuan mempertahankan pasar ekspor menjadi bagian penting dalam menjaga momentum manufaktur nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://epaper.mediaindonesia.com/detail/manufaktur-masih-di-fase-ekspansi">Manufaktur masih di Fase Ekspansi</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/10/01/kemenperin-iki-september-2026-masih-ekspansif/">Kemenperin: IKI September 2026 Masih Ekspansif</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/10/01/kemenperin-iki-september-2026-masih-ekspansif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPS Sebut Industri Manufaktur RI Masih Ekspansif</title>
		<link>https://arventra.id/2026/05/26/bps-sebut-industri-manufaktur-ri-masih-ekspansif/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/05/26/bps-sebut-industri-manufaktur-ri-masih-ekspansif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 13:13:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[ekspansif]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[manufkatur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=259</guid>

					<description><![CDATA[<p>BPS Sebut Industri Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif pada Triwulan I-2026 Badan Pusat Statistik menyatakan sektor manufaktur Indonesia masih berada di zona ekspansi pada Triwulan I-2026 meski menghadapi tantangan ekonomi dan dinamika geopolitik global. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas industri nasional masih tumbuh dan menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia. Baca Juga &#8220;Manufaktur RI Tetap Ekspansif [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/05/26/bps-sebut-industri-manufaktur-ri-masih-ekspansif/">BPS Sebut Industri Manufaktur RI Masih Ekspansif</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">BPS Sebut Industri Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif pada Triwulan I-2026</p>



<p class="wp-block-paragraph">Badan Pusat Statistik menyatakan sektor manufaktur Indonesia masih berada di zona ekspansi pada Triwulan I-2026 meski menghadapi tantangan ekonomi dan dinamika geopolitik global. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas industri nasional masih tumbuh dan menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://sumbawanews.com/berita/nasional/manufaktur-ri-tetap-ekspansif-meski-global-terguncang/">Manufaktur RI Tetap Ekspansif Meski Global Terguncang</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan Indeks Keyakinan Bisnis Manufaktur atau IKBM pada periode tersebut tetap berada di atas level 50, yang menandakan mayoritas pelaku industri masih optimistis terhadap kondisi usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Di triwulan I itu Indeks Keyakinan Bisnis Manufaktur kita di dalam zona ekspansi,” kata Amalia di Jakarta, Selasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri Pengolahan Tumbuh 5,04 Persen pada Awal 2026</p>



<p class="wp-block-paragraph">BPS mencatat industri pengolahan tumbuh sebesar 5,04 persen secara tahunan pada Triwulan I-2026. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional di awal tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Amalia, peningkatan aktivitas produksi di sejumlah subsektor manufaktur mendorong pertumbuhan industri pengolahan. Faktor investasi dan permintaan domestik juga dinilai menjadi pendorong utama ekspansi sektor manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa subsektor yang mencatat pertumbuhan tinggi antara lain industri komputer, barang elektronik, dan optik yang tumbuh 10,35 persen. Sementara itu, industri barang galian bukan logam tumbuh sebesar 9,12 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Amalia menjelaskan pertumbuhan subsektor tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan barang modal untuk mendukung aktivitas produksi dan ekspansi usaha di berbagai sektor industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Impor Barang Modal Naik Seiring Aktivitas Produksi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan investasi industri juga tercermin dari kenaikan impor barang modal pada Triwulan I-2026. BPS mencatat impor barang modal tumbuh sebesar 14,27 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Amalia, kenaikan impor barang modal menunjukkan perusahaan masih aktif melakukan ekspansi kapasitas produksi dan penguatan operasional bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi ini dinilai menjadi sinyal positif bagi aktivitas manufaktur nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks Keyakinan Bisnis Manufaktur Tetap di Zona Ekspansi</p>



<p class="wp-block-paragraph">BPS mencatat Indeks Keyakinan Bisnis Manufaktur berada pada level 51,37 pada Triwulan I-2026. Angka tersebut menunjukkan mayoritas pelaku usaha masih menilai kondisi bisnis lebih baik dibanding triwulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Amalia menjelaskan BPS menyusun IKBM menggunakan sekitar 8.561 sampel perusahaan manufaktur di berbagai subsektor industri untuk menggambarkan kondisi bisnis secara lebih komprehensif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks di atas level 50 umumnya mencerminkan fase ekspansi, sedangkan angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak Semua Subsektor Manufaktur Mengalami Pertumbuhan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski secara umum manufaktur masih tumbuh, BPS mengakui pemulihan industri belum merata di seluruh subsektor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa industri masih mengalami tekanan pada Triwulan I-2026. Industri alat angkut tercatat mengalami kontraksi sebesar 5,4 persen, sedangkan industri pengolahan tembakau tumbuh negatif 2,8 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, komponen waktu pengiriman dalam IKBM masih berada pada fase kontraksi. Kondisi tersebut dipengaruhi keterlambatan distribusi barang selama periode Ramadan dan Idul Fitri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Karena ternyata waktu pengiriman selama Ramadan dan Lebaran itu relatif lebih lama,” ujar Amalia.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Permintaan Domestik Jadi Penopang Utama Industri</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut BPS, daya tahan sektor manufaktur nasional masih cukup baik karena didukung konsumsi domestik dan aktivitas investasi yang terus tumbuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data BPS menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada Triwulan I-2026.&nbsp;<mark>Pertumbuhan tersebut ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan percepatan belanja pemerintah pada awal tahun.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Amalia menilai kondisi manufaktur saat ini perlu dibaca secara lebih rinci agar kebijakan pemerintah dapat diarahkan secara tepat pada subsektor yang masih membutuhkan dukungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih granular dalam membaca perkembangan industri nasional di tengah perubahan kondisi global yang dinamis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, sektor manufaktur diperkirakan tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, pemerintah dan pelaku industri dinilai perlu terus memperkuat daya saing, efisiensi produksi, dan ketahanan rantai pasok agar ekspansi industri dapat berlangsung lebih merata di seluruh subsektor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://investor.id/business/440291/manufaktur-masih-jadi-motor-ekonomi">Manufaktur Masih Jadi Motor Ekonomi</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/05/26/bps-sebut-industri-manufaktur-ri-masih-ekspansif/">BPS Sebut Industri Manufaktur RI Masih Ekspansif</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/05/26/bps-sebut-industri-manufaktur-ri-masih-ekspansif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manufaktur RI Tetap Ekspansif di Tengah Tantangan Global</title>
		<link>https://arventra.id/2026/04/05/manufaktur-ri-tetap-ekspansif-di-tengah-tantangan-global/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/04/05/manufaktur-ri-tetap-ekspansif-di-tengah-tantangan-global/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 14:17:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[ekspansif]]></category>
		<category><![CDATA[global]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=122</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEKTOR MANUFAKTUR INDONESIA TETAP EKSPANSIF MESKI TEKANAN GLOBAL MENINGKATPMI Maret 2026 Bertahan di Zona Ekspansi di Tengah Perlambatan Sektor manufaktur Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan ekonomi global. Data terbaru menunjukkan Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret 2026 berada di level 50,1, yang menandakan aktivitas industri masih berada dalam fase ekspansi. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/04/05/manufaktur-ri-tetap-ekspansif-di-tengah-tantangan-global/">Manufaktur RI Tetap Ekspansif di Tengah Tantangan Global</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">SEKTOR MANUFAKTUR INDONESIA TETAP EKSPANSIF MESKI TEKANAN GLOBAL MENINGKAT<br>PMI Maret 2026 Bertahan di Zona Ekspansi di Tengah Perlambatan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor manufaktur Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan ekonomi global. Data terbaru menunjukkan Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret 2026 berada di level 50,1, yang menandakan aktivitas industri masih berada dalam fase ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<em><a href="https://www.vietnam.vn/id/doanh-nghiep-viet-lot-xac-nho-san-xuat-thong-minh">Bisnis-bisnis di Vietnam sedang mengalami transformasi berkat manufaktur cerdas.</a></em>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, angka tersebut mengalami moderasi dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 53,8. Penurunan ini mencerminkan adanya perlambatan aktivitas, namun belum mengarah pada kontraksi. Level di atas 50 tetap menjadi indikator bahwa sektor manufaktur masih tumbuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan Permintaan dan Biaya Produksi Jadi Faktor Utama</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menjelaskan bahwa moderasi PMI dipengaruhi oleh melemahnya permintaan baru, terutama dari pasar ekspor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, kenaikan biaya input akibat harga energi yang fluktuatif serta gangguan rantai pasok global turut menekan aktivitas produksi. Kondisi ini membuat pelaku industri lebih berhati-hati dalam meningkatkan kapasitas produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Perlambatan dipengaruhi penurunan permintaan dan kenaikan biaya input, termasuk energi dan distribusi global,” ujarnya dalam keterangan resmi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan Permintaan Global dan Optimisme Pelaku Usaha</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, prospek sektor manufaktur tetap didukung oleh kondisi global yang relatif membaik. Sejumlah negara mitra dagang utama Indonesia, seperti Vietnam, Thailand, India, dan Amerika Serikat, masih mencatatkan PMI di zona ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kawasan Eurozone juga menunjukkan tanda pemulihan. Kondisi ini memberikan sinyal positif terhadap permintaan global, yang pada akhirnya dapat mendorong ekspor manufaktur Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Optimisme pelaku usaha tetap terjaga, terutama karena adanya harapan perbaikan permintaan dalam beberapa bulan ke depan. Faktor ini menjadi penopang penting bagi keberlanjutan ekspansi sektor manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inflasi Terkendali dan Neraca Perdagangan Surplus</p>



<p class="wp-block-paragraph">Stabilitas ekonomi domestik turut mendukung kinerja sektor manufaktur. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,5 persen secara tahunan, turun dari 4,8 persen pada Februari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penurunan inflasi dipengaruhi oleh meredanya tekanan harga pangan dan komponen yang diatur pemerintah. Kondisi ini membantu menjaga daya beli masyarakat, yang menjadi faktor penting bagi permintaan domestik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi eksternal, kinerja perdagangan Indonesia juga menunjukkan hasil positif. Neraca perdagangan mencatat surplus selama 70 bulan berturut-turut. Pada Februari 2026, surplus mencapai 1,27 miliar dolar AS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara kumulatif, surplus Januari hingga Februari 2026 mencapai 2,23 miliar dolar AS. Kinerja ini didorong oleh ekspor komoditas unggulan seperti besi baja, minyak nabati, dan bahan bakar mineral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan sektor manufaktur melalui berbagai kebijakan. Langkah yang disiapkan meliputi pengendalian inflasi, penguatan investasi, serta peningkatan ketahanan energi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan ini dirancang untuk menghadapi ketidakpastian global yang semakin kompleks. Dengan bauran kebijakan yang tepat, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Analisis Ekonom: Risiko Cost-Price Squeeze Perlu Diwaspadai</p>



<p class="wp-block-paragraph">Strategic Research Manager Center of Reform on Economics Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, memprediksi PMI manufaktur akan bergerak dalam pola moderasi ke depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menyoroti risiko cost-price squeeze, yaitu kondisi ketika biaya produksi meningkat tetapi harga jual sulit naik. Situasi ini berpotensi menekan margin perusahaan dan menghambat ekspansi industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, stabilitas harga energi, daya beli domestik, dan permintaan ekspor akan menjadi faktor kunci. Ia juga menekankan pentingnya kebijakan yang seimbang antara sisi fiskal, moneter, dan pasokan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penutup: Ketahanan Manufaktur Jadi Penopang Ekonomi Nasional</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor manufaktur Indonesia menunjukkan daya tahan yang solid di tengah tekanan global. Meskipun terjadi moderasi, indikator utama masih berada di zona ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, sinergi kebijakan pemerintah dan stabilitas ekonomi domestik akan menjadi faktor penentu. Dengan strategi yang tepat, sektor manufaktur berpotensi terus menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.asatunews.co.id/aktivitas-jasa-as-kontraksi-manufaktur-asia">Aktivitas Jasa AS Kontraksi Akibat Perang, Sektor Manufaktur Asia Melambat</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/04/05/manufaktur-ri-tetap-ekspansif-di-tengah-tantangan-global/">Manufaktur RI Tetap Ekspansif di Tengah Tantangan Global</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/04/05/manufaktur-ri-tetap-ekspansif-di-tengah-tantangan-global/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Airlangga: Manufaktur RI Tetap Ekspansif Saat Global Lesu</title>
		<link>https://arventra.id/2026/02/21/airlangga-manufaktur-ri-tetap-ekspansif-saat-global-lesu/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/02/21/airlangga-manufaktur-ri-tetap-ekspansif-saat-global-lesu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 13:23:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[ekspansif]]></category>
		<category><![CDATA[global lesu]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=17</guid>

					<description><![CDATA[<p>Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif, Airlangga Sebut PMI Ungguli China dan Malaysia Sektor manufaktur Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah perlambatan ekonomi global. Pemerintah menyatakan aktivitas industri nasional masih berada pada fase ekspansi, ditopang permintaan domestik dan momentum konsumsi dalam negeri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di level [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/02/21/airlangga-manufaktur-ri-tetap-ekspansif-saat-global-lesu/">Airlangga: Manufaktur RI Tetap Ekspansif Saat Global Lesu</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif, Airlangga Sebut PMI Ungguli China dan Malaysia</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor manufaktur Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah perlambatan ekonomi global. Pemerintah menyatakan aktivitas industri nasional masih berada pada fase ekspansi, ditopang permintaan domestik dan momentum konsumsi dalam negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di level 52,9. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan China yang mencatat 51,4 dan Malaysia sebesar 49,0.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://mile.app/id/blog/inovasi-terkini-dalam-produksi-industri-manufaktur">Simak! 8 Inovasi Industri Manufaktur Terkini</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur di Atas 50 Tanda Ekspansi Berlanjut</p>



<p class="wp-block-paragraph">Airlangga menjelaskan bahwa PMI merupakan indikator penting untuk membaca kinerja sektor manufaktur. Indeks ini diperoleh dari survei bulanan terhadap manajer pembelian di berbagai perusahaan industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PMI mengukur komponen utama seperti pesanan baru, tingkat produksi, penyerapan tenaga kerja, waktu pengiriman pemasok, dan persediaan barang. Skor di atas 50 menandakan ekspansi, sedangkan di bawah 50 menunjukkan kontraksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan capaian 52,9, Indonesia dinilai masih berada pada jalur pertumbuhan. Semakin tinggi angka PMI, semakin cepat laju ekspansi sektor manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Airlangga, capaian tersebut mencerminkan daya tahan industri nasional di tengah tekanan global. Banyak negara menghadapi perlambatan akibat penurunan permintaan eksternal dan ketidakpastian geopolitik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2024 Capai 5,11 Persen</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kinerja manufaktur yang positif berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Pada kuartal I 2024, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen secara tahunan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,03 persen. Pemerintah menilai peningkatan ini dipengaruhi momentum Idul Fitri dan penyelenggaraan pemilihan umum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Airlangga menyebut aktivitas Pemilu turut mendorong konsumsi domestik. Belanja masyarakat dan aktivitas ekonomi meningkat selama periode tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menegaskan pertumbuhan di atas lima persen tergolong kuat di tengah kondisi global yang melambat. Banyak negara mitra dagang utama Indonesia mengalami tekanan ekonomi lebih dalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyerapan Tenaga Kerja Menguat, Pengangguran Menurun</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah mencatat perkembangan positif pada pasar tenaga kerja. Jumlah penduduk bekerja meningkat 3,5 juta orang menjadi 142,18 juta jiwa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, jumlah pengangguran turun 800 ribu orang dibandingkan akhir 2023. Total pengangguran tercatat sekitar 7,2 juta jiwa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Porsi pekerja formal juga meningkat menjadi 40,8 persen dari total tenaga kerja. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data ini menunjukkan sektor riil, termasuk manufaktur, masih menyerap tenaga kerja secara signifikan. Stabilitas industri menjadi faktor penting dalam menjaga momentum penyerapan kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konteks Global dan Strategi Pemerintah</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlambatan global dipicu berbagai faktor, termasuk pengetatan kebijakan moneter di negara maju dan melemahnya permintaan ekspor. Dalam situasi ini, ketahanan pasar domestik menjadi penopang utama ekonomi Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah terus mendorong hilirisasi industri dan peningkatan nilai tambah. Kebijakan ini bertujuan memperkuat struktur manufaktur agar tidak bergantung pada ekspor bahan mentah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, pemerintah mendorong investasi di sektor strategis dan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku industri. Upaya ini diharapkan menjaga PMI tetap berada di zona ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesimpulan: Optimisme Industri di Tengah Ketidakpastian</p>



<p class="wp-block-paragraph">Capaian PMI 52,9 menegaskan sektor manufaktur Indonesia masih tumbuh di tengah tekanan global. Pertumbuhan ekonomi 5,11 persen dan perbaikan pasar tenaga kerja memperkuat sinyal positif tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, tantangan eksternal tetap perlu diantisipasi. Namun, dengan dukungan konsumsi domestik, kebijakan hilirisasi, dan penguatan industri, manufaktur Indonesia berpeluang mempertahankan momentum ekspansinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;Indeks Kepercayaan Industri Cetak Rekor Tertinggi dalam 49 Bulan&#8221;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/02/21/airlangga-manufaktur-ri-tetap-ekspansif-saat-global-lesu/">Airlangga: Manufaktur RI Tetap Ekspansif Saat Global Lesu</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/02/21/airlangga-manufaktur-ri-tetap-ekspansif-saat-global-lesu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
