Airlangga: Manufaktur RI Tetap Ekspansif Saat Global Lesu

manufaktur

Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif, Airlangga Sebut PMI Ungguli China dan Malaysia

Sektor manufaktur Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah perlambatan ekonomi global. Pemerintah menyatakan aktivitas industri nasional masih berada pada fase ekspansi, ditopang permintaan domestik dan momentum konsumsi dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di level 52,9. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan China yang mencatat 51,4 dan Malaysia sebesar 49,0.

Baca Juga “Simak! 8 Inovasi Industri Manufaktur Terkini

PMI Manufaktur di Atas 50 Tanda Ekspansi Berlanjut

Airlangga menjelaskan bahwa PMI merupakan indikator penting untuk membaca kinerja sektor manufaktur. Indeks ini diperoleh dari survei bulanan terhadap manajer pembelian di berbagai perusahaan industri.

PMI mengukur komponen utama seperti pesanan baru, tingkat produksi, penyerapan tenaga kerja, waktu pengiriman pemasok, dan persediaan barang. Skor di atas 50 menandakan ekspansi, sedangkan di bawah 50 menunjukkan kontraksi.

Dengan capaian 52,9, Indonesia dinilai masih berada pada jalur pertumbuhan. Semakin tinggi angka PMI, semakin cepat laju ekspansi sektor manufaktur.

Menurut Airlangga, capaian tersebut mencerminkan daya tahan industri nasional di tengah tekanan global. Banyak negara menghadapi perlambatan akibat penurunan permintaan eksternal dan ketidakpastian geopolitik.

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2024 Capai 5,11 Persen

Kinerja manufaktur yang positif berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Pada kuartal I 2024, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen secara tahunan.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,03 persen. Pemerintah menilai peningkatan ini dipengaruhi momentum Idul Fitri dan penyelenggaraan pemilihan umum.

Airlangga menyebut aktivitas Pemilu turut mendorong konsumsi domestik. Belanja masyarakat dan aktivitas ekonomi meningkat selama periode tersebut.

Ia menegaskan pertumbuhan di atas lima persen tergolong kuat di tengah kondisi global yang melambat. Banyak negara mitra dagang utama Indonesia mengalami tekanan ekonomi lebih dalam.

Penyerapan Tenaga Kerja Menguat, Pengangguran Menurun

Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah mencatat perkembangan positif pada pasar tenaga kerja. Jumlah penduduk bekerja meningkat 3,5 juta orang menjadi 142,18 juta jiwa.

Sementara itu, jumlah pengangguran turun 800 ribu orang dibandingkan akhir 2023. Total pengangguran tercatat sekitar 7,2 juta jiwa.

Porsi pekerja formal juga meningkat menjadi 40,8 persen dari total tenaga kerja. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data ini menunjukkan sektor riil, termasuk manufaktur, masih menyerap tenaga kerja secara signifikan. Stabilitas industri menjadi faktor penting dalam menjaga momentum penyerapan kerja.

Konteks Global dan Strategi Pemerintah

Perlambatan global dipicu berbagai faktor, termasuk pengetatan kebijakan moneter di negara maju dan melemahnya permintaan ekspor. Dalam situasi ini, ketahanan pasar domestik menjadi penopang utama ekonomi Indonesia.

Pemerintah terus mendorong hilirisasi industri dan peningkatan nilai tambah. Kebijakan ini bertujuan memperkuat struktur manufaktur agar tidak bergantung pada ekspor bahan mentah.

Selain itu, pemerintah mendorong investasi di sektor strategis dan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku industri. Upaya ini diharapkan menjaga PMI tetap berada di zona ekspansi.

Kesimpulan: Optimisme Industri di Tengah Ketidakpastian

Capaian PMI 52,9 menegaskan sektor manufaktur Indonesia masih tumbuh di tengah tekanan global. Pertumbuhan ekonomi 5,11 persen dan perbaikan pasar tenaga kerja memperkuat sinyal positif tersebut.

Ke depan, tantangan eksternal tetap perlu diantisipasi. Namun, dengan dukungan konsumsi domestik, kebijakan hilirisasi, dan penguatan industri, manufaktur Indonesia berpeluang mempertahankan momentum ekspansinya.

Baca Juga “Indeks Kepercayaan Industri Cetak Rekor Tertinggi dalam 49 Bulan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *