<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gas Archives - arventra.id</title>
	<atom:link href="https://arventra.id/tag/gas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arventra.id/tag/gas/</link>
	<description>Wawasan Inovasi Industri &#38; Teknologi Manufaktur Masa Depan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Jun 2026 10:40:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Skema Distribusi CNG ke Rumah Tangga, Ini Penjelasannya</title>
		<link>https://arventra.id/2026/06/27/skema-distribusi-cng-ke-rumah-tangga-ini-penjelasannya/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/06/27/skema-distribusi-cng-ke-rumah-tangga-ini-penjelasannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 10:40:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi Material & Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[CNG]]></category>
		<category><![CDATA[Gas]]></category>
		<category><![CDATA[LPG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=369</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemerintah Siapkan Skema Distribusi CNG untuk Rumah Tangga, Penyaluran Mengikuti Sistem LPG Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mematangkan program penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif energi untuk rumah tangga. Salah satu langkah yang disiapkan adalah membangun sistem distribusi CNG yang mengadopsi mekanisme penyaluran liquefied petroleum gas (LPG), sehingga masyarakat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/27/skema-distribusi-cng-ke-rumah-tangga-ini-penjelasannya/">Skema Distribusi CNG ke Rumah Tangga, Ini Penjelasannya</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Pemerintah Siapkan Skema Distribusi CNG untuk Rumah Tangga, Penyaluran Mengikuti Sistem LPG</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mematangkan program penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif energi untuk rumah tangga. Salah satu langkah yang disiapkan adalah membangun sistem distribusi CNG yang mengadopsi mekanisme penyaluran liquefied petroleum gas (LPG), sehingga masyarakat dapat menggunakan energi baru tersebut tanpa harus membeli tabung gas sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Skema distribusi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG sekaligus meningkatkan pemanfaatan gas bumi yang tersedia melimpah di dalam negeri. Selain menekan impor, program tersebut juga diharapkan mampu mengurangi beban subsidi energi dan memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa distribusi CNG akan memanfaatkan pola yang selama ini telah diterapkan pada LPG. Pemerintah akan melibatkan PT Pertamina (Persero) bersama jaringan agen dan pangkalan agar proses penyaluran kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Laode, penggunaan sistem distribusi yang sudah dikenal masyarakat akan memudahkan implementasi program saat mulai dijalankan. Dengan demikian, pemerintah tidak perlu membangun mekanisme distribusi yang benar-benar baru dari awal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Polanya mengikuti LPG. Ada fungsi agen dan pangkalan, sehingga harus dikerjasamakan dengan Pertamina,&#8221; kata Laode di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (26/6/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam skema tersebut, tabung CNG tidak akan dijual kepada masyarakat. Seluruh tabung menjadi aset badan usaha yang ditunjuk pemerintah atau perusahaan penyedia energi. Konsumen cukup membawa tabung kosong ke pangkalan untuk ditukarkan dengan tabung yang telah berisi gas, sebagaimana mekanisme pertukaran tabung LPG saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan sistem tersebut, masyarakat hanya membayar isi gas yang digunakan. Model ini dinilai mampu menjaga standar keamanan tabung sekaligus mempermudah proses pengawasan terhadap kelayakan peralatan yang beredar di masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tabung itu milik badan usaha. Masyarakat tinggal tukar tabung dan hanya membeli isi gasnya,&#8221; ujar Laode.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah menilai konsep tersebut dapat memberikan kepastian mengenai kualitas tabung yang digunakan. Seluruh proses pemeriksaan, perawatan, hingga penggantian tabung yang sudah tidak layak pakai menjadi tanggung jawab badan usaha, sehingga aspek keselamatan pengguna tetap terjaga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://arventra.id/2026/06/25/serbuk-sorgum-jadi-sumber-energi-baru-untuk-pltu/"><strong><em>Serbuk Sorgum Jadi Sumber Energi Baru untuk PLTU</em></strong></a>&#8220;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Distribusi CNG Memanfaatkan Infrastruktur Agen dan Pangkalan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pemanfaatan jaringan agen dan pangkalan LPG menjadi salah satu alasan utama pemerintah memilih model distribusi tersebut. Infrastruktur distribusi LPG telah menjangkau berbagai wilayah Indonesia sehingga dinilai lebih efisien dibandingkan membangun sistem distribusi baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui kerja sama dengan Pertamina, pemerintah berharap distribusi CNG dapat dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan infrastruktur di masing-masing daerah. Tahapan implementasi juga akan mempertimbangkan ketersediaan pasokan gas serta kesiapan fasilitas pengisian tabung CNG.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain mempercepat penyaluran kepada masyarakat, penggunaan jaringan distribusi yang sudah ada juga diharapkan dapat menekan biaya investasi awal. Dengan demikian, proses transisi dari LPG menuju CNG dapat berlangsung lebih efisien tanpa mengganggu pasokan energi rumah tangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah juga akan menyiapkan standar operasional mengenai penyimpanan, pengangkutan, dan pengisian tabung CNG. Langkah tersebut diperlukan karena CNG menggunakan tekanan tinggi sehingga membutuhkan prosedur keselamatan yang berbeda dibandingkan LPG.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Program Konversi CNG Bertujuan Mengurangi Impor LPG</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan program konversi sebagian konsumsi LPG menjadi CNG. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi energi nasional sekaligus upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama ini kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus mengalokasikan anggaran subsidi yang cukup tinggi setiap tahun. Dengan memanfaatkan gas bumi domestik, pemerintah berharap pengeluaran negara dapat ditekan secara bertahap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Bahlil, Indonesia memiliki cadangan gas yang sangat besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Gas dengan kandungan metana dan etana atau C1 dan C2 dinilai sangat sesuai untuk diolah menjadi compressed natural gas sebagai bahan bakar rumah tangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kita harus melakukan bauran energi. Salah satunya dengan mendorong penggunaan CNG karena bahan bakunya melimpah di Indonesia,&#8221; kata Bahlil dalam Energy Forum di Hotel Borobudur, Kamis (25/6/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, kebutuhan gas untuk menggantikan konsumsi LPG nasional diperkirakan tidak lebih dari 800 million standard cubic feet per day (MMSCFD). Dengan kapasitas tersebut, pemerintah menilai pasokan gas domestik mampu memenuhi kebutuhan program konversi apabila dijalankan secara bertahap.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Cadangan Gas Baru Dinilai Mampu Mendukung Program CNG</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Optimisme pemerintah terhadap program konversi juga didukung oleh penemuan sejumlah cadangan gas baru. Salah satunya berasal dari temuan perusahaan energi ENI di Kalimantan Timur yang memiliki potensi sekitar 5 triliun kaki kubik (TCF).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, masih terdapat tambahan potensi sekitar 2 TCF yang diperkirakan dapat dikembangkan dalam beberapa tahun mendatang. Lapangan gas tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada periode 2028 hingga 2029 sehingga dapat memperkuat pasokan gas untuk kebutuhan domestik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah menilai peningkatan produksi gas nasional akan membuka peluang lebih besar untuk mengurangi impor energi sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dalam negeri. Tidak hanya sektor rumah tangga, pemanfaatan gas bumi juga diproyeksikan mendukung sektor industri dan transportasi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Uji Coba CNG Masih Berlangsung Sebelum Implementasi Nasional</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum diterapkan secara luas, pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) masih melaksanakan uji coba tahap ketiga penggunaan CNG untuk rumah tangga. Pengujian dilakukan guna memastikan aspek keamanan, keandalan distribusi, serta kenyamanan penggunaan oleh masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tabung yang digunakan memiliki ukuran setara LPG 3 kilogram agar mudah digunakan oleh rumah tangga. Teknologi tersebut menggunakan tekanan sekitar 200 hingga 250 bar dan telah dirancang kompatibel dengan kompor yang saat ini digunakan masyarakat sehingga tidak memerlukan penggantian peralatan memasak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil uji coba nantinya akan menjadi dasar penyempurnaan regulasi, standar teknis, serta sistem distribusi sebelum program diperluas ke berbagai daerah. Pemerintah juga akan mengevaluasi kesiapan fasilitas pengisian CNG, jaringan distribusi, hingga mekanisme pengawasan terhadap keselamatan penggunaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, program konversi CNG diharapkan mampu menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Selain mengurangi ketergantungan pada impor LPG, kebijakan ini juga berpotensi meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik, menghemat devisa negara, serta menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/7893909/tak-hanya-diekspor-gas-natuna-kini-mengalir-ke-dalam-negeri"><strong><em>Tak Hanya Diekspor, Gas Natuna Kini Mengalir ke Dalam Negeri</em></strong></a>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/27/skema-distribusi-cng-ke-rumah-tangga-ini-penjelasannya/">Skema Distribusi CNG ke Rumah Tangga, Ini Penjelasannya</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/06/27/skema-distribusi-cng-ke-rumah-tangga-ini-penjelasannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi Gas Nasional Capai 95% Target Tahun 2026</title>
		<link>https://arventra.id/2026/06/03/produksi-gas-nasional-capai-95-target-tahun-2026/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/06/03/produksi-gas-nasional-capai-95-target-tahun-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 12:01:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[energi]]></category>
		<category><![CDATA[Gas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=279</guid>

					<description><![CDATA[<p>Produksi Gas Nasional Dekati Target APBN 2026, Eksplorasi Baru Perkuat Optimisme Sektor Migas Kinerja Produksi Gas Mencapai 95 Persen dari Sasaran Tahun Ini Kinerja produksi gas bumi nasional menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Hingga akhir Mei 2026, realisasi produksi gas telah mencapai 6.550 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), atau sekitar 95 persen dari target [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/03/produksi-gas-nasional-capai-95-target-tahun-2026/">Produksi Gas Nasional Capai 95% Target Tahun 2026</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Produksi Gas Nasional Dekati Target APBN 2026, Eksplorasi Baru Perkuat Optimisme Sektor Migas</h2>



<h3 class="wp-block-heading">Kinerja Produksi Gas Mencapai 95 Persen dari Sasaran Tahun Ini</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kinerja produksi gas bumi nasional menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Hingga akhir Mei 2026, realisasi produksi gas telah mencapai 6.550 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), atau sekitar 95 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN 2026. Capaian tersebut memperkuat optimisme pemerintah terhadap kemampuan sektor hulu migas dalam memenuhi kebutuhan energi nasional sekaligus menjaga ketahanan energi jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa produksi gas nasional berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target tahunan sebesar 6.787 MMSCFD. Selain itu, pemerintah juga memproyeksikan penyaluran gas domestik mencapai 5.400 MMSCFD sepanjang tahun ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Djoko, capaian produksi saat ini menunjukkan tren yang menggembirakan setelah berbagai upaya optimalisasi produksi dilakukan oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di sejumlah wilayah operasi migas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Produksi gas saat ini sudah mendekati target APBN. Kami optimistis realisasi akan terus meningkat hingga akhir tahun dan mampu mencapai target yang telah ditetapkan,” ujar Djoko dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://arventra.id/2026/06/02/desa-keliki-manfaatkan-energi-surya-untuk-ketahanan-pangan/"><strong><em>Desa Keliki Manfaatkan Energi Surya untuk Ketahanan Pangan</em></strong></a>&#8220;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Tren Produksi Bulanan Menunjukkan Stabilitas Pasokan Energi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Data SKK Migas memperlihatkan produksi gas nasional relatif stabil sepanjang lima bulan pertama 2026. Pada Januari, produksi tercatat sekitar 6.459 MMSCFD. Angka tersebut meningkat menjadi 6.667 MMSCFD pada Februari dan berada di level 6.659 MMSCFD pada Maret.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi kemudian mencapai salah satu titik tertinggi pada April dengan volume sekitar 6.807 MMSCFD. Meski mengalami penyesuaian menjadi sekitar 6.179 MMSCFD pada Mei, rata-rata produksi masih berada pada level yang mendukung pencapaian target tahunan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Stabilitas produksi ini menjadi faktor penting karena gas bumi saat ini memainkan peran strategis dalam bauran energi nasional. Selain digunakan untuk pembangkit listrik, gas juga menjadi sumber energi utama bagi sektor industri manufaktur, pupuk, petrokimia, dan berbagai industri berbasis energi lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah terus mendorong peningkatan pemanfaatan gas domestik guna mengurangi ketergantungan terhadap energi impor sekaligus mendukung agenda transisi energi yang lebih bersih dibandingkan penggunaan bahan bakar fosil lainnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Temuan Cadangan Baru di Kalimantan Timur Berpotensi Jadi Motor Pertumbuhan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah upaya menjaga produksi eksisting, sektor eksplorasi juga memberikan sinyal positif. SKK Migas melaporkan perkembangan eksplorasi yang dilakukan perusahaan energi asal Italia, ENI, melalui sumur Geliga-1 di Blok Ganal, Cekungan Kutai, Kalimantan Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lokasi pengeboran tersebut berada sekitar 70 kilometer dari lepas pantai Kalimantan Timur dan menjadi bagian dari pengembangan kawasan Indonesia Deepwater Development (IDD). Hingga saat ini, progres pengeboran telah mencapai sekitar 13 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil awal eksplorasi menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan. ENI memperkirakan wilayah tersebut menyimpan sumber daya sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas bumi dan sekitar 300 juta barel kondensat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika potensi tersebut dapat dikonfirmasi melalui tahapan eksplorasi lanjutan dan pengembangan lapangan, temuan ini berpotensi menjadi salah satu penopang utama produksi gas nasional dalam beberapa dekade mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain proyek ENI, SKK Migas masih memiliki agenda pengeboran puluhan sumur eksplorasi lainnya sepanjang tahun ini. Sebanyak 34 sumur eksplorasi masih berada dalam daftar target pengeboran hingga akhir 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa proyek eksplorasi yang melibatkan perusahaan besar seperti Petronas, TotalEnergies, dan Pertamina juga diharapkan mampu menghasilkan penemuan migas skala besar yang dapat meningkatkan cadangan energi nasional.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Produksi Minyak Masih Menghadapi Tantangan Operasional</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan kinerja gas yang mendekati target, produksi minyak nasional masih menghadapi sejumlah kendala operasional. Hingga 31 Mei 2026, realisasi lifting minyak tercatat sekitar 576,2 ribu barel minyak per hari (BOPD).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Angka tersebut terdiri atas produksi minyak mentah sebesar 491,3 ribu BOPD, kondensat sekitar 55,8 ribu BOPD, serta natural gas liquid (NGL) sebesar 29,1 ribu BOPD.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski masih berada di bawah target lifting minyak APBN 2026 yang sebesar 610 ribu BOPD, SKK Migas memperkirakan produksi akan membaik pada semester kedua tahun ini. Outlook hingga akhir tahun diperkirakan berada pada kisaran 600 ribu hingga 610 ribu BOPD.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Djoko menjelaskan bahwa capaian produksi minyak sempat tertekan akibat sejumlah gangguan teknis yang terjadi sejak awal tahun. Salah satu faktor utama adalah kebocoran pipa milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang berdampak pada aktivitas beberapa kontraktor migas di wilayah Dumai dan Sumatra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah masalah tersebut teratasi, industri kembali menghadapi gangguan pasokan listrik yang memengaruhi operasi di wilayah Pertamina Hulu Rokan (PHR). Selain itu, terjadi penurunan produksi di Lapangan Banyuurip yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung produksi minyak nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gangguan beruntun tersebut menyebabkan realisasi produksi minyak belum mampu mencapai level optimal pada awal tahun. Namun, SKK Migas menilai kondisi tersebut bersifat sementara dan dapat diperbaiki melalui berbagai langkah teknis yang sedang dijalankan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Eksplorasi dan Optimalisasi Lapangan Jadi Kunci Ketahanan Energi Nasional</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kinerja produksi gas yang mendekati target APBN menunjukkan bahwa sektor hulu migas Indonesia masih memiliki daya tahan yang kuat di tengah tantangan global. Dukungan eksplorasi agresif, peningkatan teknologi pengeboran, serta optimalisasi lapangan eksisting menjadi faktor utama yang menjaga produksi tetap stabil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, keberhasilan menemukan cadangan baru seperti di Blok Ganal memberikan harapan bagi peningkatan produksi nasional pada masa depan. Temuan tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang membutuhkan energi dalam jumlah besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, pemerintah dan pelaku industri akan terus berupaya mempercepat eksplorasi, meningkatkan investasi migas, serta menjaga keandalan fasilitas produksi. Langkah tersebut diperlukan agar target produksi energi nasional dapat tercapai sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen gas penting di kawasan Asia Pasifik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/6954890/batu-bara-masih-jadi-sumber-energi-utama-pembangkit-listrik-hingga-2035"><strong><em>Batu Bara Masih Jadi Sumber Energi Utama Pembangkit Listrik hingga 2035</em></strong></a>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/03/produksi-gas-nasional-capai-95-target-tahun-2026/">Produksi Gas Nasional Capai 95% Target Tahun 2026</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/06/03/produksi-gas-nasional-capai-95-target-tahun-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
