<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nasional Archives - arventra.id</title>
	<atom:link href="https://arventra.id/tag/nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arventra.id/tag/nasional/</link>
	<description>Wawasan Inovasi Industri &#38; Teknologi Manufaktur Masa Depan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 May 2026 11:11:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Pelemahan Rupiah Tekan Industri Manufaktur Nasional</title>
		<link>https://arventra.id/2026/05/24/pelemahan-rupiah-tekan-industri-manufaktur-nasional/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/05/24/pelemahan-rupiah-tekan-industri-manufaktur-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2026 11:11:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Otomasi & Robotika Industri]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=251</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelemahan Rupiah Dinilai Membebani Industri Manufaktur dan Mendorong Kenaikan Harga Barang Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian pelaku industri nasional. Kondisi tersebut dinilai tidak selalu membawa keuntungan bagi perekonomian Indonesia, terutama bagi sektor manufaktur yang masih bergantung pada bahan baku impor. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pelemahan rupiah justru berpotensi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/05/24/pelemahan-rupiah-tekan-industri-manufaktur-nasional/">Pelemahan Rupiah Tekan Industri Manufaktur Nasional</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pelemahan Rupiah Dinilai Membebani Industri Manufaktur dan Mendorong Kenaikan Harga Barang</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian pelaku industri nasional. Kondisi tersebut dinilai tidak selalu membawa keuntungan bagi perekonomian Indonesia, terutama bagi sektor manufaktur yang masih bergantung pada bahan baku impor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pelemahan rupiah justru berpotensi meningkatkan biaya produksi industri. Dampaknya dapat meluas hingga memicu kenaikan harga barang di pasar domestik dan memperbesar tekanan inflasi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Ekonom PermataBank, Josua Pardede, menilai pandangan yang menyebut rupiah lemah otomatis menguntungkan ekonomi nasional perlu dilihat secara lebih objektif.&nbsp;<mark>Menurut dia, struktur industri Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada impor bahan baku dan barang penolong.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.vietnam.vn/id/tiep-suc-cho-doanh-nghiep-san-xuat-kinh-doanh">Mendukung perusahaan manufaktur dan bisnis</a></em></strong>.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketergantungan Impor Jadi Tantangan Besar Industri Manufaktur</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam paparannya di Makassar, Jumat (22/5/2026), Josua menjelaskan pelemahan rupiah memang dapat menguntungkan eksportir berbasis komoditas. Perusahaan yang menerima pendapatan dalam dolar AS akan memperoleh nilai tukar lebih tinggi ketika dikonversi ke rupiah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun kondisi tersebut tidak sepenuhnya berlaku bagi sektor manufaktur. Banyak industri di Indonesia masih mengimpor bahan baku utama untuk mendukung proses produksi dalam negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika rupiah melemah terhadap dolar AS, biaya pembelian bahan baku impor ikut meningkat. Perusahaan harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mempertahankan kapasitas produksi yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Kalau kita bicara industri manufaktur yang mesti mengimpor dulu bahan baku, ini pasti akan memberatkan,” ujar Josua.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan sebagian besar impor Indonesia bukan hanya digunakan untuk barang ekspor, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan produksi domestik. Karena itu, kenaikan harga impor akan langsung memengaruhi biaya produksi industri nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi ini memicu apa yang disebut sebagai import inflation atau inflasi impor. Ketika harga bahan baku naik akibat pelemahan rupiah, perusahaan cenderung menaikkan harga jual produk agar margin usaha tetap terjaga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan Biaya Produksi Bisa Tekan Daya Beli Masyarakat</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan biaya produksi dinilai dapat menciptakan efek berantai terhadap perekonomian nasional. Harga barang yang lebih mahal berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama pada kelompok konsumen menengah dan bawah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika daya beli melemah, konsumsi rumah tangga dapat melambat. Padahal konsumsi domestik masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, pelaku industri juga menghadapi tantangan tambahan berupa kenaikan biaya logistik dan energi. Kombinasi berbagai faktor tersebut membuat tekanan terhadap sektor manufaktur semakin besar ketika nilai tukar rupiah mengalami pelemahan tajam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Josua, anggapan bahwa rupiah lemah otomatis memberikan keuntungan bagi Indonesia menjadi kurang relevan jika melihat struktur ekonomi saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Pernyataan bahwa Indonesia diuntungkan dengan adanya kelemahan rupiah itu menyesatkan kalau kita melihat struktur ekonomi kita,” katanya.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Stabilitas Nilai Tukar Lebih Penting bagi Dunia Usaha</p>



<p class="wp-block-paragraph">Josua menilai dunia usaha sebenarnya lebih membutuhkan stabilitas nilai tukar dibanding rupiah yang terlalu kuat atau terlalu lemah. Kepastian kurs sangat penting agar perusahaan dapat menyusun strategi bisnis dan menghitung biaya operasional secara akurat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak perusahaan manufaktur merencanakan impor bahan baku untuk kebutuhan produksi beberapa bulan ke depan. Fluktuasi kurs yang terlalu tinggi membuat perusahaan sulit menentukan anggaran dan harga jual produk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Bagi para pebisnis, yang diharapkan adalah stabilitas.&nbsp;<mark>Mereka perlu mengatur impor tiga bulan lagi atau enam bulan lagi, sehingga ada kepastian dalam perencanaan biaya,” jelasnya.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketidakpastian nilai tukar juga dapat memengaruhi keputusan investasi. Investor cenderung menahan ekspansi usaha ketika kondisi pasar valuta asing terlalu bergejolak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam jangka panjang, situasi tersebut bisa memengaruhi penciptaan lapangan kerja dan kapasitas produksi industri nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peran Bank Indonesia Menjaga Stabilitas Rupiah</p>



<p class="wp-block-paragraph">Josua juga menekankan pentingnya peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Menurut dia, tugas utama bank sentral bukan mempertahankan rupiah pada angka tertentu, tetapi menjaga volatilitas agar tetap terkendali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Stabilitas kurs diperlukan untuk menjaga kepercayaan pasar dan menciptakan iklim usaha yang sehat. Nilai tukar yang terlalu fluktuatif dapat meningkatkan risiko bisnis dan mengganggu aktivitas perdagangan maupun investasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam beberapa tahun terakhir, pergerakan rupiah dipengaruhi berbagai faktor global. Kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, hingga perlambatan ekonomi dunia turut memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arus modal asing yang keluar dari pasar negara berkembang juga dapat memperburuk tekanan terhadap rupiah. Ketika investor global memilih aset yang dianggap lebih aman, permintaan dolar meningkat dan membuat mata uang domestik melemah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri Nasional Perlu Kurangi Ketergantungan Impor</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengamat ekonomi menilai pelemahan rupiah menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk memperkuat struktur industri dalam negeri. Ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor membuat sektor manufaktur rentan terhadap gejolak eksternal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan penggunaan bahan baku lokal dan pengembangan industri hulu dinilai dapat membantu mengurangi tekanan biaya produksi. Langkah tersebut juga penting untuk memperkuat ketahanan industri nasional dalam jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, diversifikasi sumber bahan baku dan peningkatan efisiensi produksi dapat menjadi strategi untuk menghadapi fluktuasi nilai tukar. Pelaku usaha juga perlu memperkuat manajemen risiko terhadap perubahan kurs mata uang asing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah dan pelaku industri diharapkan dapat bekerja sama mempercepat hilirisasi dan pengembangan sektor manufaktur domestik. Dengan struktur industri yang lebih kuat, dampak pelemahan rupiah terhadap ekonomi nasional dapat ditekan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelemahan Rupiah Jadi Alarm bagi Ketahanan Ekonomi Nasional</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelemahan rupiah tidak hanya berdampak pada sektor keuangan, tetapi juga memengaruhi aktivitas industri dan konsumsi masyarakat. Ketika biaya impor meningkat, tekanan terhadap harga barang dan inflasi menjadi semakin besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, stabilitas nilai tukar tetap menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Dunia usaha membutuhkan kepastian agar dapat menjalankan produksi, investasi, dan ekspansi bisnis secara lebih terukur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, penguatan industri dalam negeri menjadi langkah penting agar ekonomi Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak eksternal. Dengan ketahanan industri yang lebih baik, tekanan akibat pelemahan rupiah dapat diminimalkan di masa mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://id.investing.com/news/company-news/globalfoundries-meluncurkan-bisnis-manufaktur-kuantum-93CH-2971616">GlobalFoundries meluncurkan bisnis manufaktur kuantum</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/05/24/pelemahan-rupiah-tekan-industri-manufaktur-nasional/">Pelemahan Rupiah Tekan Industri Manufaktur Nasional</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/05/24/pelemahan-rupiah-tekan-industri-manufaktur-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kawan Lama Group Perluas Bisnis Manufaktur Nasional</title>
		<link>https://arventra.id/2026/05/11/kawan-lama-group-perluas-bisnis-manufaktur-nasional/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/05/11/kawan-lama-group-perluas-bisnis-manufaktur-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 14:57:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Kawan Lama Group]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=218</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kawan Lama Group Perkuat Bisnis Manufaktur untuk Dukung Ekosistem Industri Nasional Kawan Lama Groupmemperkuat lini bisnis manufaktur sebagai strategi utama dalam menghadapi persaingan produk impor sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional. Langkah tersebut dilakukan dengan memperluas kapasitas produksi dan memperkuat integrasi antara sektor manufaktur dan jaringan ritel perusahaan. Baca Juga &#8220;Langkah naik kelas industri manufaktur [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/05/11/kawan-lama-group-perluas-bisnis-manufaktur-nasional/">Kawan Lama Group Perluas Bisnis Manufaktur Nasional</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kawan Lama Group Perkuat Bisnis Manufaktur untuk Dukung Ekosistem Industri Nasional</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kawan Lama Group<br>memperkuat lini bisnis manufaktur sebagai strategi utama dalam menghadapi persaingan produk impor sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional. Langkah tersebut dilakukan dengan memperluas kapasitas produksi dan memperkuat integrasi antara sektor manufaktur dan jaringan ritel perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://sumsel.antaranews.com/berita/817339/langkah-naik-kelas-industri-manufaktur-indonesia">Langkah naik kelas industri manufaktur Indonesia</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan menempatkan manufaktur sebagai salah satu pilar penting dalam pengembangan bisnis jangka panjang. Strategi ini juga mendukung kebutuhan produk bagi unit usaha ritel yang telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekspansi Manufaktur Jadi Fokus Pengembangan Perusahaan<br>Kawan Lama Group Percepat Penguatan Produksi Dalam Negeri</p>



<p class="wp-block-paragraph">Strategic Marketing Services Director Adeline Ausy Setiawan mengatakan perusahaan saat ini memprioritaskan percepatan pengembangan sektor manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, penguatan produksi menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tengah tingginya produk impor di pasar domestik.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Pilar yang ingin kami accelerate lebih kencang adalah manufacturing, karena itu memang kita perlukan,” ujar Ausy dalam keterangan perusahaan, Senin (11/5/2026).</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini, Kawan Lama Group telah mengoperasikan tiga fasilitas produksi utama. Salah satunya berada di kawasan Cikande dengan luas sekitar 110 ribu meter persegi. Selain itu, perusahaan juga memiliki fasilitas produksi di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal seluas 31 ribu meter persegi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produk Manufaktur Diperluas ke Furnitur dan Peralatan Teknik<br>Perusahaan Produksi Sofabed hingga Sepatu Safety</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain memperkuat lini produk rumah tangga dan furnitur, perusahaan juga mulai memperluas produksi ke berbagai sektor lain. Kawan Lama Group kini memproduksi matras, sofabed, hingga sepatu safety untuk kebutuhan industri dan konsumen domestik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ausy menyebut perusahaan saat ini menjadi salah satu produsen sofabed terbesar di Indonesia. Diversifikasi produk dilakukan untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar manufaktur nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sekarang kita sudah mulai macam-macam juga. Kita juga buat sepatu safety,” kata Ausy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan profil perusahaan, unit manufaktur Kawan Lama juga memproduksi berbagai kebutuhan rumah tangga dan perkantoran, termasuk kursi kantor, bean bag, hingga peralatan teknis seperti kompor gas portabel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Transfer Teknologi Jadi Strategi Pengembangan Industri<br>Kawan Lama Group Gandeng Mitra Internasional</p>



<p class="wp-block-paragraph">Vice President of Corporate Affairs, Corporate Communications &amp; Sustainability Melinda Pudjo mengatakan perusahaan juga fokus meningkatkan penguasaan teknologi industri melalui kerja sama dengan mitra internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Melinda, skema joint venture atau kerja sama strategis dilakukan untuk mempercepat transfer pengetahuan dan pengembangan teknologi manufaktur modern, termasuk di bidang robotika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Percepatan transfer knowledge itu penting. Ada beberapa JV juga. Ahlinya datang, kita belajar, termasuk robotiknya,” ujar Melinda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kemampuan produksi industri nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekosistem Retail dan Produksi Jadi Keunggulan Perusahaan<br>Jaringan Ritel Dinilai Mempermudah Penyerapan Produk</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kawan Lama Group menilai sinergi antara fasilitas produksi dan jaringan ritel internal menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan. Produk hasil manufaktur dapat langsung diserap oleh berbagai unit bisnis ritel seperti AZKO<br>dan Informa<br>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Melinda, banyak perusahaan manufaktur menghadapi tantangan dalam distribusi produk. Namun, Kawan Lama Group memiliki ekosistem bisnis yang memungkinkan hasil produksi terserap secara berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ketika kita bicara produksi, banyak pabrik bingung mau jual ke mana. Makanya kami bicara ekosistem,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Model bisnis berbasis ekosistem ini dinilai membantu perusahaan menjaga efisiensi rantai pasok sekaligus memperkuat stabilitas produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Target Jangka Panjang Fokus pada Ekspor dan Penguatan SDM<br>Produk Lokal Didorong Masuk Pasar Internasional</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain memperkuat pasar domestik, perusahaan juga menargetkan peningkatan kapasitas ekspor dalam jangka panjang. Beberapa produk manufaktur Kawan Lama Group saat ini telah dipasarkan ke luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melinda mengatakan perusahaan berharap pengembangan industri manufaktur dapat mendorong peningkatan kemampuan tenaga kerja lokal melalui transfer teknologi dan investasi asing.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Harapannya kita punya scalability, transfer knowledge, dan kita bisa ekspor,” katanya.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski masih menggunakan sebagian produk impor untuk menjaga efisiensi operasional, perusahaan menilai penguatan industri dalam negeri tetap menjadi prioritas utama dalam strategi bisnis jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengamat industri menilai langkah ekspansi manufaktur yang dilakukan Kawan Lama Group mencerminkan tren perusahaan besar yang mulai memperkuat produksi domestik di tengah ketidakpastian rantai pasok global. Selain meningkatkan daya saing produk lokal, strategi tersebut juga berpotensi memperluas lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan industri nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://kagama.co/2026/04/01/jalan-sunyi-hendro-wijayanto-ubah-bengkel-jadi-perusahaan-manufaktur/">Jalan Sunyi Hendro Wijayanto, Ubah Bengkel Jadi Perusahaan Manufaktur</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/05/11/kawan-lama-group-perluas-bisnis-manufaktur-nasional/">Kawan Lama Group Perluas Bisnis Manufaktur Nasional</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/05/11/kawan-lama-group-perluas-bisnis-manufaktur-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
