<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PHK Archives - arventra.id</title>
	<atom:link href="https://arventra.id/tag/phk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arventra.id/tag/phk/</link>
	<description>Wawasan Inovasi Industri &#38; Teknologi Manufaktur Masa Depan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Sep 2026 09:49:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>Sektor Manufaktur Kontraksi, Risiko PHK Meningkat</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/14/sektor-manufaktur-kontraksi-risiko-phk-meningkat/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/14/sektor-manufaktur-kontraksi-risiko-phk-meningkat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 09:49:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Kontraksi]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[Sektor Manufaktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=565</guid>

					<description><![CDATA[<p>PMI Manufaktur Turun ke 49,8, DPR Ingatkan Risiko PHKAktivitas manufaktur Indonesia kembali mengalami tekanan pada Agustus 2026. PMI Manufaktur Indonesia turun ke level 49,8 dan membawa sektor industri nasional kembali berada di bawah ambang ekspansi. Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak meminta pemerintah tidak mengabaikan penurunan tersebut. Menurutnya, PMI dapat menjadi indikator awal untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/14/sektor-manufaktur-kontraksi-risiko-phk-meningkat/">Sektor Manufaktur Kontraksi, Risiko PHK Meningkat</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Turun ke 49,8, DPR Ingatkan Risiko PHK<br>Aktivitas manufaktur Indonesia kembali mengalami tekanan pada Agustus 2026. PMI Manufaktur Indonesia turun ke level 49,8 dan membawa sektor industri nasional kembali berada di bawah ambang ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak meminta pemerintah tidak mengabaikan penurunan tersebut. Menurutnya, PMI dapat menjadi indikator awal untuk melihat kondisi industri dan potensi dampaknya terhadap tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri padat karya menjadi perhatian karena sektor tersebut menampung jutaan pekerjaAmin mengatakan kontraksi PMI Agustus terutama berkaitan dengan penurunan produksi dan penyerapan tenaga kerja. Kedua indikator tersebut tercatat mengalami pele. Pelemahan aktivitas produksi yang berlangsung berulang berpotensi memengaruhi keputusan perusahaan dalam mempertahankan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://infobanknews.com/menavigasi-ulang-arah-kebijakan-di-tengah-ketidakpastian-global-yang-berkelanjutan">Menavigasi Ulang Arah Kebijakan di Tengah Ketidakpastian Global yang Berkelanjutan</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi dan Penyerapan Tenaga Kerja Melemah<br>Amin mengatakan kontraksi PMI Agustus terutama berkaitan dengan penurunan produksi dan penyerapan tenaga kerja. Kedua indikator tersebut tercatat mengalami pelemahan dalam lima dari enam periode survei terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pola tersebut menunjukkan tekanan terhadap industri cukup persisten. Kondisi itu berbeda dengan pelemahan yang hanya muncul akibat perubahan aktivitas dalam satu periode tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ketika PMI kembali terkontraksi, itu sinyal yang harus direspons cepat oleh pemerintah, bukan ditunggu sampai dampaknya membesar,” ujar Amin di Jakarta, Sabtu, 12 September 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai pemerintah perlu membaca perkembangan PMI sebagai sinyal terhadap kondisi sektor riil. Respons lebih awal dinilai penting agar tekanan terhadap industri tidak berkembang menjadi persoalan ketenagakerjaan yang lebih besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PMI Pernah Anjlok ke Level 46,9<br>Kekhawatiran terhadap kondisi manufaktur juga muncul setelah PMI sempat jatuh ke level 46,9 pada pertengahan 2026. Penurunan tersebut sebelumnya memicu perhatian ekonom terhadap kemungkinan meningkatnya PHK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Risiko tersebut diperkirakan dapat terjadi pada periode Agustus hingga Desember 2026. Industri padat karya seperti tekstil, alas kaki, dan produk konsumsi menjadi sektor yang paling mendapat perhatian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Amin menilai perkembangan PMI terbaru memperkuat kebutuhan untuk melakukan langkah antisipatif. Ia mengingatkan bahwa tekanan terhadap produksi dapat berlanjut ke pasar tenaga kerja apabila tidak segera diatasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Korelasi antara pelemahan PMI dan risiko PHK ini sudah mulai terlihat di lapangan,” kata Amin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi. Kebijakan konkret diperlukan untuk menjaga aktivitas industri sekaligus mencegah tekanan lebih besar terhadap pekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenperin Soroti Efisiensi Tenaga Kerja<br>Kementerian Perindustrian sebelumnya mengaitkan pelemahan PMI Agustus dengan langkah efisiensi yang dilakukan sejumlah pelaku industri. Kebijakan tersebut muncul di tengah persaingan pasar domestik yang semakin ketat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa tekanan manufaktur tidak hanya berkaitan dengan permintaan. Perusahaan juga melakukan penyesuaian internal untuk menjaga efisiensi dan daya saing bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Amin meminta pemerintah melihat dampak efisiensi tersebut secara lebih menyeluruh. Menurutnya, pengurangan kebutuhan tenaga kerja tetap dapat meningkatkan risiko hilangnya pekerjaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai istilah efisiensi tidak boleh membuat pemerintah mengabaikan kondisi pekerja. Jika perusahaan mengurangi jumlah tenaga kerja, dampaknya dapat merembet pada pendapatan rumah tangga dan daya beli masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Kontraksi<br>Penurunan PMI menjadi perhatian karena industri manufaktur memiliki keterkaitan luas dengan perekonomian. Aktivitas pabrik memengaruhi rantai pasok, distribusi, perdagangan, serta kebutuhan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, tekanan yang berlangsung dalam beberapa periode perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Upaya menjaga produksi sekaligus mempertahankan tenaga kerja menjadi penting ketika industri menghad PMI seharusnya menjadi salah satu indikator yang digunakan pemerintah untuk membaca perkembangan sektor riil. Respons kebijakan yang lebih cepat diharapkan dapat mencegah pelemahan industri berkembang menjadi gel tekanan produksi tidak berlanjut dan penyesuaian tenaga kerja tidak berkembang menjadi kehilangan pekerjaan dalam skala dalam menjaga permintaan, produksi, dan daya saing akan menentukan seberapa besar risiko PHK dapat ditekan.api persaingan yang semakin ketat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Amin menekankan bahwa PMI seharusnya menjadi salah satu indikator yang digunakan pemerintah untuk membaca perkembangan sektor riil. Respons kebijakan yang lebih cepat diharapkan dapat mencegah pelemahan industri berkembang menjadi gelombang PHK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan PMI Agustus yang kembali berada di zona kontraksi, kondisi manufaktur masih membutuhkan perhatian. Pemerintah perlu memastikan tekanan produksi tidak berlanjut dan penyesuaian tenaga kerja tidak berkembang menjadi kehilangan pekerjaan dalam skala lebih besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan PMI pada periode berikutnya akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah industri mampu kembali memasuki fase ekspansi. Di sisi lain, kebijakan pemerintah dalam menjaga permintaan, produksi, dan daya saing akan menentukan seberapa besar risiko PHK dapat ditekan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://industri.kontan.co.id/news/pasokan-gas-dibatasi-80-industri-keramik-kurangi-produksi-dan-tenaga-kerja">Pasokan Gas Dibatasi 80%, Industri Keramik Kurangi Produksi dan Tenaga Kerja</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/14/sektor-manufaktur-kontraksi-risiko-phk-meningkat/">Sektor Manufaktur Kontraksi, Risiko PHK Meningkat</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/14/sektor-manufaktur-kontraksi-risiko-phk-meningkat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PMI Manufaktur Agustus Kontraksi, DPR Soroti Risiko PHK</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 09:46:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Agustus]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Manufaktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=562</guid>

					<description><![CDATA[<p>PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 49,8, DPR Soroti Risiko PHKAktivitas industri manufaktur Indonesia kembali melemah pada Agustus 2026. PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis S&#38;P Global turun menjadi 49,8 dari 50,2 pada Juli. Penurunan tersebut membawa PMI kembali ke bawah ambang 50. Dalam indikator PMI, angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sedangkan angka di bawah 50 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/">PMI Manufaktur Agustus Kontraksi, DPR Soroti Risiko PHK</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 49,8, DPR Soroti Risiko PHK<br>Aktivitas industri manufaktur Indonesia kembali melemah pada Agustus 2026. PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis S&amp;P Global turun menjadi 49,8 dari 50,2 pada Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penurunan tersebut membawa PMI kembali ke bawah ambang 50. Dalam indikator PMI, angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sedangkan angka di bawah 50 menandakan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak meminta pemerintah merespons kondisi tersebut lebih cepat. Ia menilai pelemahan PMI perlu dibaca sebagai gambaran kondisi industri dan pasar tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi dan Tenaga Kerja Jadi Titik Tekanan<br>Pelemahan PMI Agustus terutama berkaitan dengan turunnya aktivitas produksi dan penyerapan tenaga kerja. Kedua komponen tersebut manufaktur belum sepenuhnya bersifat sementara. Penurunan produksi yang PMI harus menjadi sinyal bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan sebelum tekanan terhadapekhawatiran terhadap industri manufaktur juga berkaitan dengan penurunan PMI yang terjadi sebelumnya. Pada pert menyebut efisiensi tenaga kerja turut memengaruhi pelemahan PMI Agustus. Langkah tersebut dilakukan pelaku industri di tengah persaingan pasar domestik yang semakin aktivitas ekonomi lain. Ketika produksi melemah, dampaknya dapat terasa pada rantai pasok, distribusi, konsumsi, hingga pener birokrasi yang panjang berpotensi menambah biaya kepatuhan bagi perusahaan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi keputusan investor ketikaalah satu risiko berasal dari pelemahan nilai tukar rupiah. Depresiasi rupiah dapat meningkatkan biaya bahan baku impor bagi industri sentimen positif. Kebijakan yang mampu memperkuat produksi, menjaga biaya usaha, dan melindungi tenaga kerja menjadi pentingangan berikutnya adalah memastikan momentum tersebut berlanjut. Jika produksi kembali tumbuh dan perusahaan mampu mempertahankan tercatat melemah dalam lima dari enam periode survei terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8648072/sektor-manufaktur-ri-melemah-pengusaha-ungkap-biang-keroknya">Sektor Manufaktur RI Melemah, Pengusaha Ungkap Biang Keroknya</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pola itu menunjukkan tekanan terhadap manufaktur belum sepenuhnya bersifat sementara. Penurunan produksi yang berlangsung berulang dapat memengaruhi keputusan perusahaan dalam mempertahankan maupun menambah tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Amin mengingatkan bahwa dampak pelemahan industri dapat meluas jika pemerintah tidak segera mengambil langkah pencegahan. Industri padat karya menjadi perhatian karena sektor tersebut menampung tenaga kerja dalam jumlah besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“PMI ini bukan sekadar angka statistik. Ia mencerminkan denyut nadi sektor riil kita,” kata Amin dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 12 September 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, kontraksi PMI harus menjadi sinyal bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan sebelum tekanan terhadap perusahaan berkembang menjadi persoalan ketenagakerjaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kontraksi PMI Pernah Mencapai 46,9<br>Kekhawatiran terhadap industri manufaktur juga berkaitan dengan penurunan PMI yang terjadi sebelumnya. Pada pertengahan 2026, indeks tersebut sempat jatuh ke level 46,9.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelemahan itu kemudian memunculkan kekhawatiran mengenai potensi pemutusan hubungan kerja pada periode Agustus hingga Desember 2026. Industri tekstil, alas kaki, dan produk konsumsi menjadi sejumlah sektor yang mendapat perhatian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Amin menilai hubungan antara penurunan aktivitas manufaktur dan risiko PHK perlu diantisipasi sejak awal. Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya menunggu sampai perusahaan melakukan pengurangan pekerja dalam skala besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Korelasi antara pelemahan PMI dan risiko PHK ini sudah mulai terlihat di lapangan,” ujar Amin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia meminta pemerintah menyiapkan langkah konkret untuk menjaga aktivitas industri sekaligus mempertahankan lapangan pekerjaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Efisiensi Tenaga Kerja Tekan Aktivitas Industri<br>Kementerian Perindustrian sebelumnya menyebut efisiensi tenaga kerja turut memengaruhi pelemahan PMI Agustus. Langkah tersebut dilakukan pelaku industri di tengah persaingan pasar domestik yang semakin ketat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Amin menilai istilah efisiensi perlu dilihat lebih jauh dari sisi pekerja. Pengurangan tenaga kerja tetap berpotensi menekan pendapatan rumah tangga meskipun perusahaan tidak selalu menyebutnya sebagai PHK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berkurangnya pendapatan pekerja dapat menekan daya beli. Dampaknya kemudian berpotensi merembet ke konsumsi rumah tangga dan sektor perdagangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur juga memiliki keterkaitan dengan berbagai aktivitas ekonomi lain. Ketika produksi melemah, dampaknya dapat terasa pada rantai pasok, distribusi, konsumsi, hingga penerimaan negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biaya Logistik dan Birokrasi Masih Jadi Tantangan<br>Selain persoalan permintaan dan tenaga kerja, Amin menyoroti hambatan struktural yang memengaruhi daya saing manufaktur Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menempatkan biaya logistik dan beban birokrasi sebagai dua persoalan yang perlu mendapat perhatian. Ongkos logistik yang tinggi dapat meningkatkan biaya produksi dan mengurangi daya saing produk Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, proses birokrasi yang panjang berpotensi menambah biaya kepatuhan bagi perusahaan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi keputusan investor ketika menentukan lokasi ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia menghadapi persaingan dengan sejumlah negara di kawasan, termasuk Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Karena itu, kemampuan menawarkan biaya produksi yang kompetitif menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investasi manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selama biaya logistik dan hambatan birokrasi belum dibenahi secara serius, industri kita akan terus berada di posisi yang tidak menguntungkan,” kata Amin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesanan Baru Mulai Beri Sinyal Positif<br>Di tengah pelemahan PMI, masih terdapat sejumlah indikator yang memberikan harapan bagi sektor manufaktur. Tingkat kepercayaan pelaku bisnis meningkat hingga posisi tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indeks pesanan baru juga menunjukkan perbaikan tipis. Indikator tersebut kembali berada di atas level 50 untuk pertama kalinya dalam tiga bulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi itu menunjukkan sebagian pelaku usaha mulai melihat peluang pemulihan permintaan. Namun, peningkatan pesanan belum otomatis meningkatkan produksi dan kebutuhan tenaga kerja dalam waktu singkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan membutuhkan waktu untuk mengubah pesanan menjadi aktivitas produksi. Setelah produksi meningkat secara konsisten, kebutuhan tenaga kerja berpotensi mengikuti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Perlu Menjaga Momentum Pemulihan<br>Amin memandang peningkatan pesanan baru dan kepercayaan bisnis sebagai modal awal bagi pemulihan manufaktur. Namun, ia menilai momentum tersebut masih rentan terhadap tekanan ekonomi lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu risiko berasal dari pelemahan nilai tukar rupiah. Depresiasi rupiah dapat meningkatkan biaya bahan baku impor bagi industri yang masih bergantung pada pasokan dari luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suku bunga kredit juga menjadi perhatian. Biaya pembiayaan yang tinggi dapat membatasi kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan modal kerja maupun melakukan ekspansi kapasitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini modal awal yang baik untuk pemulihan, tapi momentum ini masih rapuh dan belum tentu terealisasi,” ujar Amin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, pemerintah perlu menjaga agar perbaikan pesanan baru tidak berhenti sebagai sentimen positif. Kebijakan yang mampu memperkuat produksi, menjaga biaya usaha, dan melindungi tenaga kerja menjadi penting untuk mengubah sinyal pemulihan menjadi pertumbuhan nyata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kontraksi PMI Manufaktur Indonesia pada Agustus menunjukkan industri masih menghadapi tekanan. Namun, membaiknya pesanan baru dan kepercayaan bisnis memberikan ruang bagi pemulihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tantangan berikutnya adalah memastikan momentum tersebut berlanjut. Jika produksi kembali tumbuh dan perusahaan mampu mempertahankan tenaga kerja, risiko PHK dapat ditekan sekaligus memperkuat kontribusi manufaktur terhadap perekonomian nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.cnbcindonesia.com/research/20260901075927-128-763844/kabar-buruk-awal-september-pmi-manufaktur-ri-kontraksi-phk-naik">Kabar Buruk Awal September: PMI Manufaktur RI Kontraksi, PHK Naik</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/">PMI Manufaktur Agustus Kontraksi, DPR Soroti Risiko PHK</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/14/pmi-manufaktur-agustus-kontraksi-dpr-soroti-risiko-phk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PMI Manufaktur RI Kontraksi, PHK Naik Awal September</title>
		<link>https://arventra.id/2026/09/01/pmi-manufaktur-ri-kontraksi-phk-naik-awal-september/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/09/01/pmi-manufaktur-ri-kontraksi-phk-naik-awal-september/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 14:18:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keamanan Kerja (K3) Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Kontraksi]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Manufaktur RI]]></category>
		<category><![CDATA[September]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=533</guid>

					<description><![CDATA[<p>PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 49,8 pada Agustus 2026Kinerja industri manufaktur Indonesia melemah pada Agustus 2026. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia turun ke level 49,8 dan kembali masuk zona kontraksi setelah mencatat ekspansi pada Juli 2026. Data S&#38;P Global yang dirilis pada Selasa (1/9/2026) menunjukkan aktivitas manufaktur kembali menghadapi tekanan. Pelemahan produksi dan penyerapan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/01/pmi-manufaktur-ri-kontraksi-phk-naik-awal-september/">PMI Manufaktur RI Kontraksi, PHK Naik Awal September</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 49,8 pada Agustus 2026<br>Kinerja industri manufaktur Indonesia melemah pada Agustus 2026. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia turun ke level 49,8 dan kembali masuk zona kontraksi setelah mencatat ekspansi pada Juli 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data S&amp;P Global yang dirilis pada Selasa (1/9/2026) menunjukkan aktivitas manufaktur kembali menghadapi tekanan. Pelemahan produksi dan penyerapan tenaga kerja menjadi faktor utama yang menahan kinerja sektor tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Kembali di Bawah Level 50<br>PMI menggunakan angka 50 sebagai batas antara ekspansi dan kontraksi. Angka di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://money.kompas.com/read/2026/09/01/181059226/pmi-manufaktur-masuk-zona-kontraksi-kemenperin-waspadai-banjir-produk-impor">PMI Manufaktur Masuk Zona Kontraksi, Kemenperin Waspadai Banjir Produk Impor</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, angka di bawah 50 menandakan aktivitas sektor manufaktur mengalami penurunan. Dengan PMI sebesar 49,8, kondisi industri Indonesia pada Agustus berada tipis di bawah level netral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">S&amp;P Global menilai kondisi bisnis manufaktur Indonesia secara umum kembali relatif stabil pada pertengahan kuartal III 2026. Namun, penurunan produksi membuat performa sektor secara keseluruhan masih terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi manufaktur kembali turun pada Agustus meski penurunannya relatif ringan. Persaingan bisnis yang semakin ketat, permintaan yang lesu, dan kenaikan harga barang menjadi sejumlah faktor yang menekan produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesanan Baru Mulai Menguat, tetapi Masih Tipis<br>Di tengah penurunan produksi, permintaan menunjukkan tanda pemulihan terbatas. Pesanan baru meningkat untuk pertama kalinya dalam tiga bulan dan kembali berada sedikit di atas level netral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketahanan pada permintaan domestik maupun pelanggan manufaktur. Namun, peningkatannya masih terlalu kecil untuk mendorong pemulihan sektor secara menyeluruh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagian perusahaan mencatat kenaikan permintaan dan tambahan pesanan dari pelanggan. Di sisi lain, perusahaan lain masih menghadapi permintaan yang lemah, persaingan yang lebih ketat, serta daya beli pelanggan yang menurun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maryam Baluch, Ekonom S&amp;P Global Market Intelligence, mengatakan data terbaru menunjukkan sedikit penurunan kondisi manufaktur Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Maryam, penurunan produksi dan tenaga kerja kembali terjadi setelah sektor tersebut sempat membaik pada bulan sebelumnya. Sementara itu, kondisi permintaan secara umum masih berada dalam keadaan relatif netral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PHK dan Pengunduran Diri Menekan Ketenagakerjaan<br>Pelemahan aktivitas produksi turut berdampak pada pasar tenaga kerja manufaktur. Sejumlah perusahaan kembali mengurangi jumlah pekerja karena kebutuhan produksi mengalami penurunan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tingkat ketenagakerjaan kembali masuk zona kontraksi pada Agustus. Perusahaan melakukan pengurangan tenaga kerja melalui kombinasi PHK dan pengunduran diri secara sukarela.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagian perusahaan juga melaporkan kesulitan mempertahankan jumlah karyawan. Pengunduran diri sukarela menjadi salah satu faktor yang ikut menekan tingkat ketenagakerjaan sektor manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan tersebut menunjukkan tekanan pada industri tidak hanya terlihat dari sisi produksi. Perusahaan juga mulai menyesuaikan struktur tenaga kerja dengan kondisi pesanan dan kebutuhan operasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Backlog Meningkat untuk Bulan Kedua<br>Pekerjaan yang belum terselesaikan atau backlog kembali meningkat pada Agustus. Kenaikan tersebut menjadi yang kedua secara berturut-turut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, laju penumpukan pekerjaan masih berada pada tingkat moderat. Pertumbuhannya juga lebih lambat dibandingkan Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan backlog terjadi ketika perusahaan menghadapi kombinasi permintaan yang belum sepenuhnya pulih dan kapasitas operasional yang masih terbatas. Perkembangan ini menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam melihat arah produksi berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktivitas Pembelian Berhenti Menurun<br>Aktivitas pembelian perusahaan manufaktur stabil pada Agustus setelah mengalami penurunan selama lima bulan berturut-turut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagian perusahaan meningkatkan pembelian untuk memenuhi kenaikan pesanan baru. Namun, perusahaan lain masih mengurangi pembelian karena arus pesanan belum cukup kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan juga menghadapi waktu pengiriman bahan baku yang lebih panjang. Meski demikian, tingkat keterlambatan pemasok masih tergolong ringan dan hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persediaan Bahan Baku Mulai Ditambah<br>Perusahaan manufaktur meningkatkan persediaan bahan baku pada Agustus. Kenaikan tersebut menjadi yang pertama dalam lima bulan terakhir, meski skalanya masih tipis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah perusahaan memilih membangun stok pengaman untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan baku. Strategi tersebut menunjukkan pelaku industri mulai mengantisipasi risiko biaya produksi pada periode mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan bahan baku, persediaan produk jadi kembali turun. Penurunan tersebut telah berlangsung selama empat bulan berturut-turut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Laju pengurangan persediaan produk jadi berada pada tingkat moderat. Namun, kecepatannya menyamai penurunan pada Mei 2025 dan menjadi yang tercepat dalam lebih dari empat tahun terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan Harga Mulai Mereda<br>Tekanan inflasi di sektor manufaktur kembali mereda pada Agustus. Meski demikian, kenaikan harga bahan baku dan harga jual produk masih berada pada level yang tinggi secara historis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan harga bahan baku serta biaya dari pemasok tetap meningkatkan beban operasional perusahaan. Sebagian produsen kemudian meneruskan kenaikan biaya tersebut kepada konsumen melalui harga jual yang lebih tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlambatan tekanan harga menjadi salah satu perkembangan positif dalam laporan terbaru. Kondisi tersebut dapat memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengelola biaya apabila tren penurunan inflasi berlanjut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepercayaan Bisnis Mencapai Level Tertinggi dalam Tujuh Bulan<br>Di tengah lemahnya aktivitas manufaktur, pelaku usaha justru menunjukkan optimisme yang lebih kuat. Tingkat kepercayaan bisnis meningkat ke level tertinggi dalam tujuh bulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelaku usaha berharap permintaan membaik dalam 12 bulan mendatang. Mereka juga melihat kondisi pasar yang lebih stabil dapat mendukung peningkatan produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maryam Baluch menilai pemulihan kepercayaan bisnis menjadi sinyal positif. Kepercayaan tersebut terus meningkat sejak mencapai titik terendah pada April.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut S&amp;P Global, optimisme pelaku usaha menunjukkan produsen masih melihat peluang perbaikan meski kinerja manufaktur saat ini terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prospek Manufaktur Masih Bergantung pada Pemulihan Permintaan<br>PMI Manufaktur Indonesia sebesar 49,8 pada Agustus menunjukkan sektor industri kembali menghadapi kontraksi. Pelemahan produksi dan tenaga kerja menjadi perhatian utama dalam laporan terbaru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kenaikan pesanan baru memberikan sinyal bahwa permintaan mulai menunjukkan ketahanan. Stabilnya aktivitas pembelian dan meningkatnya stok bahan baku juga menunjukkan perusahaan mulai menyiapkan diri menghadapi perubahan biaya serta permintaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, pemulihan manufaktur akan sangat bergantung pada kekuatan pesanan baru, perkembangan biaya input, dan kemampuan perusahaan mempertahankan tenaga kerja. Jika permintaan membaik secara konsisten, sektor manufaktur berpeluang kembali melewati level PMI 50.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, tekanan terhadap produksi dan tenaga kerja dapat berlanjut jika permintaan tetap lemah. Data PMI pada bulan-bulan berikutnya akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah kontraksi Agustus hanya bersifat sementara atau menjadi awal pelemahan yang lebih panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<em><strong><a href="https://industri.kontan.co.id/news/lemahnya-integrasi-industri-dari-hulu-hingga-hilir-bayangi-sektor-manufaktur">Lemahnya Integrasi Industri dari Hulu hingga Hilir Bayangi Sektor Manufaktur</a></strong></em>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/09/01/pmi-manufaktur-ri-kontraksi-phk-naik-awal-september/">PMI Manufaktur RI Kontraksi, PHK Naik Awal September</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/09/01/pmi-manufaktur-ri-kontraksi-phk-naik-awal-september/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PMI Manufaktur Anjlok, Kemnaker Antisipasi PHK</title>
		<link>https://arventra.id/2026/07/05/pmi-manufaktur-anjlok-kemnaker-antisipasi-phk/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/07/05/pmi-manufaktur-anjlok-kemnaker-antisipasi-phk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 11:11:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Otomasi & Robotika Industri]]></category>
		<category><![CDATA[kemnaker]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Manufaktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=392</guid>

					<description><![CDATA[<p>PMI Manufaktur Indonesia Kembali Kontraksi, Kemnaker Siapkan Antisipasi Potensi Gelombang PHK Aktivitas manufaktur Indonesia kembali menunjukkan pelemahan pada Juni 2026. Penurunan Purchasing Managers&#8217; Index (PMI) Manufaktur ke level kontraksi memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi industri nasional, termasuk potensi meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengakui perlambatan tersebut dapat memengaruhi penyerapan tenaga kerja [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/07/05/pmi-manufaktur-anjlok-kemnaker-antisipasi-phk/">PMI Manufaktur Anjlok, Kemnaker Antisipasi PHK</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Indonesia Kembali Kontraksi, Kemnaker Siapkan Antisipasi Potensi Gelombang PHK</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktivitas manufaktur Indonesia kembali menunjukkan pelemahan pada Juni 2026. Penurunan Purchasing Managers&#8217; Index (PMI) Manufaktur ke level kontraksi memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi industri nasional, termasuk potensi meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengakui perlambatan tersebut dapat memengaruhi penyerapan tenaga kerja dan telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data terbaru menunjukkan sektor manufaktur menghadapi tekanan dari melemahnya permintaan domestik, penurunan pesanan ekspor, serta kenaikan biaya produksi. Kombinasi faktor tersebut membuat aktivitas produksi melambat dan meningkatkan risiko efisiensi tenaga kerja di berbagai perusahaan manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://journalarta.com/news/2026/07/05/pmi-manufaktur-juni-2026-turun-sinyal-kontraksi-sektor-industri/">PMI Manufaktur Juni 2026 Turun ke 46,9: Sinyal Serius Sektor Industri Masuk Zona Kontraksi</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemnaker Antisipasi Dampak Pelemahan Industri dengan Reskilling dan Peluang Kerja Baru</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyatakan perlambatan sektor manufaktur berpotensi berdampak langsung terhadap pasar tenaga kerja. Menurutnya, ketika aktivitas produksi menurun, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri juga dapat berkurang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengakui kemungkinan terjadinya peningkatan PHK seiring melemahnya aktivitas manufaktur. Namun, pemerintah berupaya menekan dampak tersebut agar tidak berkembang menjadi gelombang PHK yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai langkah antisipasi, Kemnaker menyiapkan berbagai program penempatan kerja di sektor lain yang masih membutuhkan tenaga kerja. Pemerintah juga memperkuat program pelatihan bagi pekerja terdampak agar memiliki kompetensi baru yang sesuai dengan kebutuhan industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program reskilling dan upskilling menjadi salah satu fokus utama. Melalui pelatihan tersebut, pekerja yang kehilangan pekerjaan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan atau menguasai bidang baru sehingga memiliki peluang lebih besar untuk kembali bekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain pelatihan, pemerintah juga terus memperluas akses informasi lowongan kerja dan mendorong kolaborasi dengan dunia usaha untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Klaim JKP Meningkat, Sinyal Pasar Tenaga Kerja Perlu Diwaspadai</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>Kemnaker juga mencermati perkembangan data Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sebagai salah satu indikator kondisi pasar tenaga kerja.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, sekitar 36.000 pekerja mengajukan klaim manfaat JKP selama Mei 2026. Angka tersebut menjadi perhatian pemerintah karena mencerminkan adanya pekerja yang kehilangan pekerjaan dan membutuhkan perlindungan sosial selama masa transisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program JKP memberikan manfaat berupa bantuan uang tunai, akses informasi pasar kerja, serta pelatihan kerja bagi peserta yang memenuhi persyaratan. Skema tersebut diharapkan dapat membantu pekerja memperoleh pekerjaan baru dalam waktu yang lebih cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, pemerintah terus memantau perkembangan jumlah klaim untuk memastikan kondisi ketenagakerjaan tetap terkendali di tengah perlambatan sektor manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PMI Manufaktur Turun ke Level 46,9, Kontraksi Terdalam dalam Setahun</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan terhadap industri tercermin dari hasil survei S&amp;P Global Market Intelligence yang menunjukkan PMI Manufaktur Indonesia turun menjadi 46,9 pada Juni 2026. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan level 50,0 pada Mei 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam metodologi PMI, angka di atas 50 menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur, sedangkan angka di bawah 50 menandakan kontraksi. Dengan capaian 46,9, industri manufaktur Indonesia kembali memasuki fase perlambatan setelah sempat berada di ambang ekspansi pada bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekonom S&amp;P Global Market Intelligence, Usamah Bhatti, menyebut kontraksi Juni menjadi yang terdalam dalam satu tahun terakhir. Penurunan tersebut juga merupakan kontraksi kedua dalam tiga bulan terakhir yang menutup kinerja sektor manufaktur sepanjang semester pertama 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, melemahnya pesanan baru menjadi penyebab utama penurunan aktivitas industri. Berkurangnya permintaan membuat perusahaan mengurangi volume produksi sehingga laju output mengalami penurunan terbesar sejak April 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Permintaan Domestik dan Ekspor Sama-sama Melemah</p>



<p class="wp-block-paragraph">S&amp;P Global menilai lemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang menekan aktivitas manufaktur nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan harga berbagai kebutuhan membuat konsumsi rumah tangga melambat sehingga permintaan terhadap produk manufaktur ikut menurun. Kondisi tersebut berdampak langsung pada berkurangnya pesanan baru yang diterima perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, pasar ekspor juga belum memberikan dukungan yang kuat. Permintaan dari luar negeri tercatat mengalami penurunan paling dalam sejak Agustus 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelemahan permintaan global terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi internasional, perlambatan aktivitas perdagangan dunia, serta perubahan kebijakan perdagangan di sejumlah negara mitra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Turunnya permintaan dari pasar domestik dan ekspor secara bersamaan mempersempit ruang pertumbuhan industri manufaktur. Akibatnya, banyak perusahaan memilih menyesuaikan kapasitas produksi sambil menunggu perbaikan kondisi pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biaya Produksi Naik, Produsen Hadapi Tekanan Ganda</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menghadapi penurunan permintaan, pelaku industri juga dibebani oleh meningkatnya biaya produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harga bahan baku yang lebih tinggi serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing membuat biaya operasional perusahaan meningkat. Kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap margin keuntungan produsen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menjaga keberlangsungan usaha, sebagian perusahaan terpaksa menyesuaikan harga jual produknya. Namun, kenaikan harga juga berpotensi menekan permintaan karena daya beli konsumen belum sepenuhnya pulih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan dari sisi biaya dan permintaan menciptakan tantangan ganda bagi industri manufaktur. Situasi ini membuat perusahaan harus lebih selektif dalam mengelola produksi, investasi, hingga kebutuhan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prospek Industri Bergantung pada Pemulihan Permintaan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor manufaktur memiliki peran strategis terhadap perekonomian Indonesia karena menjadi salah satu penyumbang utama produk domestik bruto (PDB), investasi, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, perbaikan kinerja manufaktur akan sangat bergantung pada pemulihan konsumsi domestik, membaiknya permintaan ekspor, serta stabilitas biaya produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi ketenagakerjaan, langkah pemerintah melalui program reskilling, upskilling, dan perluasan kesempatan kerja menjadi bagian penting untuk mengurangi dampak perlambatan industri terhadap pekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, pelaku usaha akan mencermati perkembangan permintaan pasar, inflasi, nilai tukar, serta kebijakan ekonomi yang dapat mendukung aktivitas produksi. Jika indikator tersebut mulai membaik, sektor manufaktur berpeluang kembali memasuki fase ekspansi dan memperkuat penyerapan tenaga kerja pada paruh kedua 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://industri.kontan.co.id/news/bogasari-perkuat-bisnis-pangan-lewat-umkm-dorong-nilai-tambah-produk-lokal">Bogasari Perkuat Bisnis Pangan Lewat UMKM, Dorong Nilai Tambah Produk Lokal</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/07/05/pmi-manufaktur-anjlok-kemnaker-antisipasi-phk/">PMI Manufaktur Anjlok, Kemnaker Antisipasi PHK</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/07/05/pmi-manufaktur-anjlok-kemnaker-antisipasi-phk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sektor Manufaktur Masih Rawan Diterpa Gelombang PHK</title>
		<link>https://arventra.id/2026/05/29/sektor-manufaktur-masih-rawan-diterpa-gelombang-phk/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/05/29/sektor-manufaktur-masih-rawan-diterpa-gelombang-phk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 14:53:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[rawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=269</guid>

					<description><![CDATA[<p>Industri Manufaktur Tertekan, Ancaman PHK dan Penutupan Pabrik Kian Meningkat Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih membayangi sektor manufaktur Indonesia sepanjang 2026. Tekanan berasal dari pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan biaya bahan baku impor, meningkatnya ongkos energi, hingga perlambatan permintaan ekspor yang membuat sejumlah perusahaan kesulitan mempertahankan operasional. Baca Juga &#8220;PHK dan Biaya Produksi Manufaktur [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/05/29/sektor-manufaktur-masih-rawan-diterpa-gelombang-phk/">Sektor Manufaktur Masih Rawan Diterpa Gelombang PHK</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Industri Manufaktur Tertekan, Ancaman PHK dan Penutupan Pabrik Kian Meningkat</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih membayangi sektor manufaktur Indonesia sepanjang 2026. Tekanan berasal dari pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan biaya bahan baku impor, meningkatnya ongkos energi, hingga perlambatan permintaan ekspor yang membuat sejumlah perusahaan kesulitan mempertahankan operasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://industri.kontan.co.id/news/phk-dan-biaya-produksi-manufaktur-naik-bahaya-investasi-asing-keluar-dari-indonesia">PHK dan Biaya Produksi Manufaktur Naik, Bahaya Investasi Asing Keluar dari Indonesia</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut tidak hanya mendorong perusahaan melakukan efisiensi tenaga kerja, tetapi dalam beberapa kasus juga berujung pada penutupan pabrik. Industri padat karya seperti elektronik, tekstil, garmen, dan alas kaki menjadi sektor yang paling rentan menghadapi tekanan saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penutupan Pabrik Elektronik Jadi Sinyal Beratnya Tekanan Industri</p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengungkapkan bahwa PT Xacti Indonesia yang beroperasi di Depok, Jawa Barat, telah menghentikan kegiatan usahanya dan melakukan PHK terhadap sekitar 350 pekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, penutupan perusahaan tersebut telah melalui proses perundingan antara manajemen dan serikat pekerja. Berbeda dengan efisiensi biasa, kasus ini menunjukkan perusahaan tidak lagi mampu bertahan di tengah tekanan biaya dan persaingan usaha yang semakin ketat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PT Xacti Indonesia dikenal sebagai produsen perangkat elektronik, termasuk kamera dan berbagai produk teknologi lainnya. Pelemahan permintaan dari pasar ekspor disebut menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri Padat Karya Hadapi Risiko PHK Lebih Besar</p>



<p class="wp-block-paragraph">KSPI sebelumnya memperingatkan bahwa sekitar 10 perusahaan berpotensi melakukan PHK dalam tiga bulan setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Total pekerja yang berisiko terdampak diperkirakan mencapai 9.000 orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ancaman tersebut terutama berasal dari sektor tekstil, garmen, alas kaki, dan manufaktur padat karya lainnya yang beroperasi di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, serta Jawa Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain PT Xacti Indonesia, PHK juga dilaporkan terjadi di sejumlah perusahaan di Banten, termasuk PT Shin Hwa, PT Lung Cheong, dan PT Parkland World Indonesia. Sementara itu, PT Nikomas Gemilang di Serang disebut telah mengurangi sekitar 279 pekerja meskipun masih melanjutkan operasional bisnisnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Said Iqbal, perang yang berlangsung di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga bahan bakar industri non-subsidi dan bahan baku impor. Akibatnya, biaya produksi meningkat dan margin keuntungan perusahaan semakin tertekan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor Otomotif Mulai Merasakan Dampak Pelemahan Daya Beli</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan ekonomi tidak hanya dirasakan sektor manufaktur tradisional. Industri otomotif juga mulai menghadapi tantangan akibat melemahnya daya beli masyarakat dan naiknya harga kendaraan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Sidoarjo, Jawa Timur, CV Asri yang bergerak di bidang showroom dan bengkel kendaraan dilaporkan melakukan PHK terhadap sekitar 200 pekerja. Penurunan permintaan kendaraan menjadi faktor utama yang memengaruhi kinerja perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketergantungan industri otomotif terhadap komponen impor membuat pelemahan rupiah berdampak langsung pada harga jual kendaraan.&nbsp;<mark>Ketika harga meningkat, konsumen cenderung menunda pembelian sehingga permintaan pasar melemah.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dunia Usaha Mendorong Perbaikan Daya Saing dan Iklim Investasi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Subchan Gatot, mengakui bahwa sejumlah perusahaan mulai menghentikan operasional karena tidak mampu menghadapi tekanan biaya dan persaingan usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa daya saing industri nasional perlu segera diperkuat. Perbaikan regulasi, peningkatan kualitas tenaga kerja, dan kepastian investasi dinilai menjadi faktor penting untuk memulihkan kinerja sektor manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menekankan bahwa kepercayaan investor memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja baru dan menjaga keberlangsungan industri domestik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">CORE: Risiko PHK Bertambah Hingga 20 Ribu Pekerja</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekonom Yusuf Rendy Manilet dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menilai tekanan terhadap industri manufaktur masih cukup dalam. Pelemahan rupiah, kenaikan biaya input produksi, dan belum pulihnya permintaan menjadi faktor yang membuat banyak perusahaan menahan ekspansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">CORE memperkirakan jumlah PHK nasional dapat bertambah antara 15.300 hingga 20.300 pekerja pada kuartal II 2026. Dalam proyeksi tersebut, sektor manufaktur menjadi yang paling rentan dengan potensi kehilangan pekerjaan mencapai 8.700 hingga 12.100 orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, sektor jasa diperkirakan menyumbang tambahan PHK sekitar 3.300 hingga 4.500 pekerja. Adapun sektor pertanian berpotensi mengalami pengurangan tenaga kerja sebanyak 3.300 hingga 3.600 orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proyeksi tersebut menggunakan asumsi bahwa gangguan distribusi global di Selat Hormuz masih berlangsung selama dua hingga tiga bulan ke depan dan nilai tukar rupiah terus melemah hingga melampaui Rp17.400 per dolar AS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melambatnya Lapangan Kerja Formal Jadi Tantangan Jangka Panjang</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain meningkatnya angka PHK, para ekonom juga menyoroti perlambatan penciptaan lapangan kerja formal sebagai persoalan yang lebih mendasar. Ketika perusahaan mengurangi produksi dan menahan investasi, peluang kerja baru menjadi semakin terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut CORE, sektor manufaktur saat ini berperan penting sebagai penopang tenaga kerja formal. Jika tekanan terhadap sektor ini terus berlanjut, risiko perpindahan pekerja ke sektor informal akan semakin besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, pemerintah dinilai perlu menyiapkan langkah jangka pendek untuk meredam dampak guncangan global terhadap industri. Di sisi lain, strategi jangka menengah juga diperlukan untuk mengurangi ketergantungan industri nasional terhadap bahan baku impor dan fluktuasi ekonomi global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan memperkuat daya saing manufaktur akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasar tenaga kerja, menarik investasi baru, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih berkelanjutan di masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.propertynbank.com/midea-buka-pabrik-kulkas-terbesar-di-indonesia/">Midea Buka Pabrik Kulkas Terbesar di Indonesia, Perkuat Komitmen Investasi dan Produksi Lokal</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/05/29/sektor-manufaktur-masih-rawan-diterpa-gelombang-phk/">Sektor Manufaktur Masih Rawan Diterpa Gelombang PHK</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/05/29/sektor-manufaktur-masih-rawan-diterpa-gelombang-phk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
