AESC–NEXTES Sepakati Pasokan Energi 1,5 GWh di Jepang

AESC–NEXTES

KERJA SAMA AESC DAN NEXTES PERKUAT PASOKAN PENYIMPANAN ENERGI DI JEPANG
PESANAN 1,5 GWH JADI TONGGAK PASAR BESS DAN TRANSISI ENERGI

AESC dan NEXTES resmi menjalin kerja sama strategis selama tiga tahun untuk memasok sel sistem penyimpanan energi baterai (BESS) dengan total kapasitas 1,5 GWh mulai 2026. Kesepakatan ini diumumkan dalam ajang SMART ENERGY WEEK di Tokyo dan menjadi pesanan tunggal terbesar di pasar Jepang tahun ini.

Baca Juga “Jotun Investasikan Rp1 Triliun Bangun Pabrik Cat Water Based di Cikarang, Perkuat Kapasitas Produksi untuk Pasar Lokal

Kolaborasi ini menargetkan penyediaan sel baterai untuk proyek jaringan listrik di Jepang serta ekspansi ke pasar internasional. Langkah ini memperkuat posisi kedua perusahaan dalam mendukung kebutuhan penyimpanan energi skala besar di tengah percepatan transisi energi global.

Pasar penyimpanan energi di Jepang dikenal sangat ketat dalam standar teknis. Produk harus memenuhi sertifikasi Japanese Industrial Standards (JIS), kompatibel dengan karakteristik frekuensi dan tegangan lokal, serta mampu menjamin performa jangka panjang hingga 20 tahun. Hal ini menjadikan kualitas dan keandalan sebagai faktor utama dalam pemilihan mitra.

AESC dipilih karena keunggulannya dalam mengembangkan sel baterai berkapasitas besar. Perusahaan ini memimpin inovasi dari teknologi 300+ Ah menuju 500+ Ah hingga 700+ Ah. Selain itu, AESC telah mengantongi berbagai sertifikasi global seperti IEC dan UL, serta mencatatkan nol insiden kritis dari lebih dari 100 GWh pengiriman sel penyimpanan energi di seluruh dunia.

JARINGAN GLOBAL DAN TEKNOLOGI JADI KEUNGGULAN KOLABORASI

Kerja sama ini juga didukung oleh jaringan manufaktur global AESC yang tersebar di Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Dengan total 14 fasilitas produksi, AESC mampu memenuhi kebutuhan sertifikasi regional sekaligus menjaga stabilitas rantai pasok dalam proyek berskala besar.

Di Jepang, fasilitas riset dan pengembangan AESC di Yokohama memberikan dukungan teknis langsung bagi NEXTES. Kehadiran infrastruktur ini mempercepat integrasi sistem serta memastikan kualitas produk sesuai kebutuhan pasar domestik.

NEXTES sendiri dikenal sebagai integrator sistem penyimpanan energi yang mengembangkan teknologi pengendalian baterai lithium-ion secara mandiri. Perusahaan ini fokus pada solusi sistem yang efisien dan tahan lama, terutama untuk aplikasi jaringan listrik dan energi terbarukan.

Seiring ekspansi proyek di luar Jepang, NEXTES memanfaatkan kolaborasi ini untuk memperluas jangkauan globalnya. Dukungan produksi AESC memungkinkan perusahaan memenuhi permintaan yang terus meningkat di berbagai wilayah dengan standar yang berbeda.

PROSPEK PASAR DAN STRATEGI JANGKA PANJANG

Permintaan terhadap sistem penyimpanan energi di Jepang diperkirakan terus meningkat. Hal ini didorong oleh adopsi energi terbarukan yang semakin luas serta reformasi pasar listrik yang membuka peluang investasi baru.

Kemitraan antara AESC dan NEXTES menempatkan keduanya pada posisi strategis untuk memanfaatkan tren tersebut. Dengan mengedepankan keamanan, kualitas tersertifikasi, dan performa jangka panjang, kerja sama ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan energi yang semakin kompleks.

AESC, yang didirikan pada 2007 dan berbasis di Yokohama, telah mengirimkan lebih dari 100 GWh sel baterai untuk lebih dari 400 proyek di lebih dari 20 negara. Perusahaan ini juga bekerja sama dengan berbagai integrator global, memperkuat reputasinya sebagai pemain utama dalam industri baterai.

Sementara itu, NEXTES terus mengembangkan inovasi, termasuk inisiatif penggunaan kembali baterai untuk mendukung keberlanjutan. Perubahan nama perusahaan pada April 2026 menandai langkah baru dalam strategi pertumbuhan dan ekspansi globalnya.

Ke depan, kolaborasi ini diperkirakan tidak hanya memperkuat pasar domestik Jepang, tetapi juga mempercepat integrasi solusi penyimpanan energi di tingkat global. Sinergi teknologi, kapasitas produksi, dan visi keberlanjutan menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan energi masa depan.

Baca Juga “Presiden Putin Panik, PDB Rusia Terjun Bebas, Sektor Manufaktur Memburuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *