ALLPrint 2026 Integrasikan Teknologi Cetak 2D dan 3D

ALLPrint 2026 Integrasikan Teknologi Cetak 2D dan 3D

ALLPrint Indonesia 2026 Padukan Teknologi Cetak 2D dan 3D

Industri percetakan dan manufaktur Indonesia mulai memperluas pemanfaatan teknologi melalui integrasi proses cetak dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D). Kolaborasi tersebut akan ditampilkan dalam ajang ALLPrint Indonesia 2026 di Jakarta.

Asosiasi PRINTRIDI menggandeng Krista Exhibitions Group melalui PT Kristamedia Pratama untuk mengembangkan kolaborasi jangka panjang di bidang percetakan dan manufaktur. Kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi cetak lintas sektor.

Baca Juga “Target Ekonomi 8%, Kontribusi Manufaktur Wajib Tembus 30% PDB“

ALLPrint Indonesia 2026 akan berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran tersebut akan menghadirkan sesi berbagi wawasan dan demonstrasi yang memperlihatkan penerapan teknologi 2D serta 3D dalam berbagai kebutuhan industri.

Integrasi Teknologi Cetak Perluas Aplikasi Industri

Penggabungan teknologi 2D dan 3D memungkinkan pelaku industri melihat percetakan dari perspektif yang lebih luas. Teknologi 2D selama ini banyak digunakan untuk kebutuhan grafika, kemasan, promosi, dan berbagai produk berbasis permukaan.

Sementara itu, teknologi 3D memungkinkan proses produksi objek dengan bentuk dan struktur tiga dimensi. Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat prototipe, komponen, produk personalisasi, hingga kebutuhan produksi dengan desain tertentu.

Kolaborasi kedua teknologi membuka peluang penerapan secara lintas sektor. Pelaku usaha dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi sesuai kebutuhan produksi, skala bisnis, serta karakteristik produk yang dikembangkan.

Melalui ALLPrint Indonesia 2026, integrasi tersebut akan diperlihatkan melalui showcase interaktif. Pengunjung dapat melihat bagaimana teknologi cetak diterapkan dalam proses produksi secara langsung.

ALLPrint 2026 Hadirkan Demonstrasi Teknologi

CEO Krista Exhibitions Group, Daud D Salim, mengatakan kolaborasi dengan Asosiasi PRINTRIDI bertujuan memperluas ekosistem industri percetakan dan manufaktur nasional.

“Melalui ALLPrint Indonesia 2026, kami ingin mempertemukan teknologi, pelaku industri, dan pengguna dalam satu platform untuk berbagi pengetahuan, melihat perkembangan teknologi secara langsung, serta membuka peluang kolaborasi dan bisnis baru,” ujar Daud.

Konsep pameran tidak hanya menampilkan mesin dan peralatan percetakan. Pengunjung juga dapat menyaksikan contoh penerapan teknologi 2D dan 3D dalam sejumlah kebutuhan produksi.

Beberapa contoh aplikasi yang akan diperlihatkan mencakup pembuatan prototipe, mainan, merchandise, signage, hingga komponen alat produksi. Teknologi tersebut juga memiliki peluang penerapan dalam bidang medis.

Format demonstrasi secara langsung memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk memahami proses dan potensi teknologi. Pendekatan tersebut juga dapat membantu pelaku usaha mengidentifikasi aplikasi yang relevan dengan kebutuhan bisnis mereka.

PRINTRIDI Dorong Pemanfaatan 3D Printing

Ketua Asosiasi PRINTRIDI, Eric Rudolf Thedjasurya, menilai kolaborasi tersebut dapat membuka peluang pemanfaatan 3D printing yang lebih luas di Indonesia.

“Ini adalah kali pertama pameran 2D printing dan 3D printing berkolaborasi secara terintegrasi di Indonesia,” ujar Eric.

Menurut Eric, penggabungan teknologi 2D dan 3D dapat menciptakan ruang baru untuk pengembangan produk. Pelaku industri juga dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi tersebut untuk meningkatkan efisiensi dan mendorong inovasi.

ALLPrint Indonesia 2026 menjadi salah satu ruang untuk memperlihatkan penerapan teknologi secara praktis. Pengunjung dari berbagai sektor dapat melihat kemungkinan penggunaan 3D printing tanpa harus memisahkannya dari ekosistem percetakan yang sudah berkembang.

Integrasi tersebut juga dapat mendukung proses pengembangan produk. Teknologi 3D, misalnya, dapat digunakan untuk menghasilkan prototipe sebelum produk masuk ke tahapan produksi atau penyempurnaan lebih lanjut.

Pameran B2B Buka Peluang Kolaborasi Industri

Asosiasi PRINTRIDI mengundang praktisi, akademisi, produsen, serta pengguna teknologi 3D printing untuk berpartisipasi dalam ALLPrint Indonesia 2026.

Keterlibatan berbagai kelompok tersebut dapat mempertemukan kebutuhan industri dengan perkembangan teknologi. Produsen dapat memperoleh masukan dari pengguna, sedangkan pelaku usaha dapat mengenal solusi yang sesuai dengan kebutuhan produksinya.

Format Business to Business (B2B) juga membuka ruang untuk membangun jaringan bisnis. Pertemuan antara pelaku industri, penyedia teknologi, dan pengguna dapat menghasilkan peluang kerja sama baru di tingkat nasional maupun internasional.

Bagi UMKM, pengenalan teknologi produksi juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pengembangan produk. Pemanfaatan teknologi yang sesuai dapat membantu pelaku usaha menghasilkan produk dengan desain dan spesifikasi yang lebih beragam.

ALLPrint Indonesia 2026 Perkuat Ekosistem Manufaktur

Kolaborasi PRINTRIDI dan Krista Exhibitions Group menunjukkan bahwa perkembangan industri percetakan semakin beririsan dengan teknologi manufaktur digital. Integrasi 2D dan 3D memperluas ruang pemanfaatan teknologi dari sekadar proses cetak menjadi bagian dari pengembangan produk.

ALLPrint Indonesia 2026 akan menjadi ruang untuk memperlihatkan perkembangan tersebut secara langsung. Selain menyaksikan mesin dan peralatan, pengunjung dapat mempelajari contoh penggunaan teknologi untuk berbagai kebutuhan industri.

Ke depan, pengembangan ekosistem percetakan dan manufaktur membutuhkan kolaborasi antara pelaku usaha, penyedia teknologi, akademisi, dan pengguna. Pertukaran pengetahuan dapat membantu industri memahami teknologi sekaligus menentukan penerapan yang sesuai.

Dengan agenda pada 7–10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, ALLPrint Indonesia 2026 diarahkan menjadi wadah pertemuan teknologi, pelaku industri, dan pengguna. Integrasi cetak 2D dan 3D diharapkan membuka peluang baru bagi inovasi, pengembangan produk, dan jaringan bisnis manufaktur Indonesia.

Baca Juga “Keterampilan Jadi Bekal, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Tekuni Mebel dan Manufaktur“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *