Daihatsu Perkuat Manufaktur Indonesia dan Perluas Pasar Ekspor
PT Astra Daihatsu Motor (ADM) terus memperkuat perannya sebagai salah satu basis produksi otomotif di Indonesia. Strategi tersebut dijalankan melalui pengembangan fasilitas, peningkatan kapasitas manufaktur, serta perluasan pasar kendaraan produksi dalam negeri.
Baca Juga “PMI manufaktur Australia menyusut di September, jasa melambat“
Selama lima tahun terakhir, produksi ADM rata-rata menyumbang sekitar 35% terhadap keseluruhan produksi otomotif nasional. Angka tersebut menunjukkan besarnya peran fasilitas Daihatsu dalam mendukung rantai industri kendaraan bermotor di Indonesia.
Marketing Director & Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor Rokky Irvayandi mengatakan perusahaan ingin mempertahankan kontribusi tersebut melalui penguatan manufaktur dan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
“Selama 48 tahun hadir di Indonesia, Daihatsu terus tumbuh bersama masyarakat dan industri otomotif nasional,” ujar Rokky dalam Astra Media Day 2026, Rabu (23/9/2026).
Kapasitas Produksi Daihatsu Mencapai 530.000 Unit per Tahun
ADM telah membangun basis produksi di Indonesia sejak mulai beroperasi pada 1978. Saat ini, perusahaan mengoperasikan 10 fasilitas yang mendukung kegiatan manufaktur dan operasional perusahaan.
Enam fasilitas produksi Daihatsu berada di Jakarta, Cibitung, dan Karawang. Seluruh fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 530.000 unit kendaraan setiap tahun.
Pengembangan kapasitas menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar. ADM juga menambah fasilitas produksi melalui pembangunan pabrik baru di Karawang pada 2025.
Pabrik tersebut dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp2,9 triliun. Kehadiran fasilitas baru diharapkan memperkuat kemampuan produksi Daihatsu sekaligus meningkatkan daya saing manufakturnya di Indonesia.
Produksi Kumulatif ADM Tembus 9 Juta Unit
Perjalanan panjang ADM di Indonesia turut tercermin dari jumlah produksi kumulatif perusahaan. Hingga Agustus 2025, total produksi ADM telah mencapai 9 juta unit kendaraan.
Produksi tersebut tidak seluruhnya ditujukan untuk pasar domestik. Selama lima tahun terakhir, sekitar 70% kendaraan yang diproduksi ADM diserap konsumen Indonesia.
Sementara itu, sekitar 30% produksi dialokasikan untuk kebutuhan ekspor. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa fasilitas manufaktur ADM juga berfungsi sebagai bagian dari rantai pasok kendaraan untuk pasar internasional.
Ekspor Daihatsu dari Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026
Pasar ekspor menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan manufaktur ADM. Kendaraan yang diproduksi di Indonesia kini telah menjangkau lebih dari 60 negara.
Wilayah tujuan ekspor mencakup ASEAN, Asia Selatan, Asia Timur, Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Selatan. Perluasan pasar tersebut membuat Indonesia memiliki peran dalam jaringan produksi dan distribusi Daihatsu secara global.
Volume Ekspor Naik 11 Persen
Hingga Agustus 2026, ADM mencatat volume ekspor lebih dari 85.000 unit. Jumlah tersebut meningkat sekitar 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
SUV menjadi kelompok kendaraan dengan kontribusi terbesar terhadap ekspor ADM. Jenis kendaraan tersebut menyumbang sekitar 50% dari keseluruhan ekspor.
Hatchback berada di posisi berikutnya dengan kontribusi sekitar 26%. Sementara itu, kendaraan komersial menyumbang sekitar 24% dari total ekspor perusahaan.
Dari sisi negara tujuan, sekitar 60% ekspor ADM terkonsentrasi di tiga pasar. Filipina menyumbang sekitar 29%, Jepang 18%, dan Peru 12%.
Jaringan Ekspor Menjangkau Berbagai Kawasan
Sebaran negara tujuan ekspor menunjukkan bahwa kendaraan produksi ADM memiliki pasar yang cukup beragam. Produk tersebut tidak hanya dikirim ke negara-negara Asia, tetapi juga menjangkau kawasan lain.
Perluasan pasar ekspor memberikan ruang bagi manufaktur Indonesia untuk meningkatkan pemanfaatan kapasitas produksi. Aktivitas tersebut juga mendukung keterhubungan industri komponen lokal dengan kebutuhan produksi kendaraan untuk pasar internasional.
Bagi ADM, penguatan ekspor menjadi bagian dari strategi mempertahankan daya saing manufaktur. Perusahaan dapat memanfaatkan basis produksi Indonesia untuk melayani permintaan dari berbagai negara.
Penjualan Daihatsu Domestik Capai 97.000 Unit
Selain mengandalkan pasar ekspor, ADM tetap mempertahankan fokus pada konsumen Indonesia. Penjualan ritel Daihatsu hingga Agustus 2026 tercatat lebih dari 97.000 unit.
Angka tersebut tumbuh sekitar 9% secara tahunan. Pada periode yang sama, penjualan ritel otomotif nasional mencapai sekitar 594.000 unit atau meningkat 14% dibandingkan periode sebelumnya.
Dengan realisasi tersebut, Daihatsu mencatat pangsa pasar domestik sebesar 16,3%. Posisi tersebut menempatkan Daihatsu pada peringkat kedua dalam penjualan otomotif nasional.
Gran Max Menjadi Kontributor Utama Penjualan
Komposisi penjualan Daihatsu di pasar domestik masih didominasi oleh beberapa kelompok produk. Lebih dari 90% penjualan perusahaan berasal dari tiga kelompok kendaraan.
Gran Max Series memberikan kontribusi terbesar dengan sekitar 52% penjualan. Produk LCGC yang terdiri atas Sigra dan Ayla menyumbang sekitar 30%.
Sementara itu, SUV Terios memberikan kontribusi sekitar 10%. Komposisi tersebut menunjukkan peran kendaraan komersial, mobil LCGC, dan SUV dalam portofolio penjualan Daihatsu di Indonesia.
Penjualan Tersebar hingga Luar Jawa
Pasar Daihatsu juga tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sekitar 55% penjualan perusahaan berasal dari wilayah luar Jawa.
Dari sisi karakter wilayah, sekitar 45% penjualan berasal dari kawasan rural. Sebaran tersebut memperlihatkan pentingnya jaringan distribusi dalam menjangkau konsumen di berbagai daerah.
ADM mendukung distribusi kendaraan melalui jaringan yang mencakup lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia. Jaringan tersebut menjadi bagian penting dalam mendekatkan produk dan layanan Daihatsu kepada konsumen.
Rantai Pasok Daihatsu Libatkan Ribuan Pemasok Lokal
Aktivitas manufaktur ADM juga memberikan dampak terhadap ekosistem industri pendukung. Perusahaan melibatkan lebih dari 2.000 pemasok dan UMKM lokal dalam rantai pasok produksinya.
Tingkat local purchase ADM tercatat lebih dari 80%. Penggunaan komponen dan pasokan dari dalam negeri memperkuat keterlibatan industri lokal dalam kegiatan manufaktur kendaraan.
Ekosistem industri Daihatsu juga disebut memiliki potensi membuka sekitar 1 juta lapangan kerja. Dampaknya tidak hanya berasal dari aktivitas pabrik, tetapi juga dari jaringan pemasok dan kegiatan pendukung lainnya.
Keterlibatan pemasok lokal menjadi salah satu faktor penting dalam membangun industri otomotif yang terintegrasi. Rantai pasok yang kuat juga dapat mendukung keberlanjutan produksi ketika perusahaan meningkatkan kapasitas manufaktur.
Investasi Menjadi Penopang Pengembangan Industri
Investasi pabrik baru di Karawang senilai Rp2,9 triliun menjadi salah satu langkah ADM dalam memperkuat basis produksinya. Pengembangan tersebut berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas dan perluasan pasar.
Rokky mengatakan perusahaan ingin menjaga kontribusi Daihatsu terhadap industri nasional melalui manufaktur yang kompetitif. Pengembangan produk dan kemudahan akses mobilitas masyarakat juga menjadi bagian dari arah perusahaan.
“ Kami ingin menjaga kontribusi tersebut melalui manufaktur yang kompetitif, produk yang relevan, serta dukungan mobilitas yang semakin mudah diakses oleh masyarakat,” kata Rokky.
Dengan kapasitas produksi hingga 530.000 unit per tahun, ADM memiliki basis manufaktur yang cukup besar untuk mendukung pasar domestik dan ekspor. Pertumbuhan volume ekspor serta jaringan distribusi domestik menjadi bagian dari strategi perusahaan ke depan.
Baca Juga “ALLPrint Indonesia 2026: Menjadi Pusat B2B Cetak Digital hingga Manufaktur Cerdas“