<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ekonom Archives - arventra.id</title>
	<atom:link href="https://arventra.id/tag/ekonom/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arventra.id/tag/ekonom/</link>
	<description>Wawasan Inovasi Industri &#38; Teknologi Manufaktur Masa Depan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Aug 2026 13:37:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>
	<item>
		<title>Ekonom: Perlambatan Manufaktur Bisa Tekan Pajak 2026</title>
		<link>https://arventra.id/2026/08/15/ekonom-perlambatan-manufaktur-bisa-tekan-pajak-2026/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/08/15/ekonom-perlambatan-manufaktur-bisa-tekan-pajak-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 13:37:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[ekonom]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=491</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ekonom Ingatkan Perlambatan Manufaktur Bisa Tekan Pajak 2026 Perlambatan industri pengolahan pada kuartal II-2026 mulai menjadi perhatian karena dapat memengaruhi penerimaan pajak pada semester II. Meski demikian, kinerja penerimaan pajak dari sektor manufaktur hingga semester I masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan penerimaan pajak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/15/ekonom-perlambatan-manufaktur-bisa-tekan-pajak-2026/">Ekonom: Perlambatan Manufaktur Bisa Tekan Pajak 2026</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ekonom Ingatkan Perlambatan Manufaktur Bisa Tekan Pajak 2026</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlambatan industri pengolahan pada kuartal II-2026 mulai menjadi perhatian karena dapat memengaruhi penerimaan pajak pada semester II. Meski demikian, kinerja penerimaan pajak dari sektor manufaktur hingga semester I masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan penerimaan pajak industri pengolahan tumbuh 19,9 persen secara tahunan pada semester I-2026. Kontribusinya mencapai sekitar 22,8 persen terhadap total penerimaan pajak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Yusuf, pertumbuhan penerimaan yang lebih tinggi daripada pertumbuhan produksi menunjukkan basis pajak manufaktur masih relatif kuat. Kondisi tersebut antara lain didukung aktivitas impor bahan baku, kenaikan PPN impor, dan pemulihan permintaan pada sejumlah rantai pasok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://surabaya.bisnis.com/read/20260812/531/1995809/barata-indonesia-tuntaskan-proyek-reaktor-biodiesel-b100">Barata Indonesia Tuntaskan Proyek Reaktor Biodiesel B100</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kinerja produksi dan penerimaan pajak tidak selalu bergerak bersamaan. Profitabilitas perusahaan, restitusi, serta kebijakan insentif perpajakan juga dapat memengaruhi penerimaan negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlambatan Produksi Berisiko Menekan Basis Pajak</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yusuf mengingatkan perlambatan manufaktur yang berlanjut dapat memberikan tekanan terhadap penerimaan pajak. Risiko tersebut semakin besar jika pelemahan terjadi pada subsektor berorientasi ekspor atau permintaan dari pasar global menurun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jika perlambatan manufaktur berlanjut, margin perusahaan bisa ikut tertekan dan pada akhirnya berdampak pada PPh badan maupun PPN dalam negeri,” ujar Yusuf kepada KONTAN, Selasa (11/8/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelemahan margin perusahaan menjadi perhatian karena laba merupakan salah satu dasar penting dalam penerimaan Pajak Penghasilan Badan. Penurunan penjualan juga dapat memengaruhi transaksi domestik yang menjadi basis penerimaan Pajak Pertambahan Nilai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, dampaknya tidak selalu muncul secara langsung. Terdapat jeda antara perubahan aktivitas produksi, penjualan, dan laba dengan realisasi penerimaan pajak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur Masih Punya Prospek Pertumbuhan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah kekhawatiran tersebut, sejumlah indikator masih menunjukkan peluang pemulihan manufaktur. Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Manufaktur disebut berada di level 52,31.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Purchasing Managers’ Index atau PMI manufaktur juga kembali berada di zona ekspansi pada Juli 2026. Posisi di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan indikator tersebut memberikan sinyal bahwa pelemahan pada kuartal II belum otomatis menunjukkan kontraksi berkepanjangan. Namun, pemerintah tetap perlu mencermati kualitas pertumbuhan dan kondisi masing-masing subsektor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai konteks, BPS mencatat industri pengolahan menjadi salah satu penopang penting ekspor nonmigas pada awal 2026. Ekspor produk industri pengolahan pada Januari tumbuh 8,19 persen secara tahunan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indef Soroti Risiko terhadap Penerimaan Pajak</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman melihat perlambatan industri pengolahan pada kuartal II sebagai sinyal yang perlu diwaspadai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Rizal, manufaktur merupakan salah satu basis penerimaan pajak terbesar. Pelemahan sektor tersebut berpotensi memengaruhi beberapa jenis pajak sekaligus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Perlambatan industri pengolahan pada kuartal II-2026 perlu menjadi warning bagi penerimaan pajak,” kata Rizal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menyebut dampaknya dapat merambah PPh Badan, PPh Pasal 21, dan PPN. Ketika produksi, penjualan, serta margin perusahaan menurun, basis pemajakan berpotensi ikut menyusut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dampak Perlambatan Pajak Bisa Muncul Semester II</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rizal menjelaskan pelemahan aktivitas manufaktur tidak selalu langsung tercermin dalam penerimaan pajak pada periode yang sama. Perusahaan membutuhkan waktu untuk merasakan dampak perubahan produksi terhadap penjualan dan keuntungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut membuat efek perlambatan kuartal II berpotensi lebih terlihat pada penerimaan pajak semester II. Pemerintah perlu memperhatikan perkembangan sektor riil sekaligus indikator penerimaan secara berkala.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pelemahan manufaktur pada kuartal II berpotensi semakin terlihat pada penerimaan pajak semester II,” ujar Rizal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, evaluasi penerimaan pajak tidak cukup hanya melihat capaian nominal. Pemerintah juga perlu memahami perubahan aktivitas ekonomi yang menjadi sumber penerimaan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kualitas Pertumbuhan Manufaktur Jadi Perhatian</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rizal menilai kontribusi manufaktur belum menunjukkan kehilangan tenaga secara struktural. Tekanan yang terjadi saat ini lebih mencerminkan pelemahan momentum pertumbuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah karena itu perlu melihat kualitas pertumbuhan industri pengolahan. Pertumbuhan yang hanya terkonsentrasi pada subsektor tertentu belum tentu mencerminkan kondisi seluruh industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri padat karya menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian. Tekanan permintaan, kenaikan biaya produksi, rendahnya utilisasi kapasitas, dan pemutusan hubungan kerja dapat memengaruhi kemampuan sektor tersebut menghasilkan penerimaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tenaga kerja juga memiliki hubungan dengan penerimaan pajak. Pelemahan lapangan kerja formal dapat berdampak pada basis PPh Pasal 21 sekaligus menekan konsumsi rumah tangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Diminta Perkuat Sektor Riil</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rizal mengingatkan pemerintah agar tidak merespons potensi penurunan penerimaan pajak hanya dengan meningkatkan tekanan pemungutan kepada industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat fondasi sektor riil. Langkah tersebut dapat dilakukan dengan menjaga permintaan domestik, memperbaiki daya saing biaya produksi, meningkatkan utilisasi kapasitas, dan mendorong investasi manufaktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Basis pajak yang sehat lahir dari sektor riil yang tumbuh dan menghasilkan laba, bukan semata-mata dari intensifikasi pemungutan,” katanya.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan tersebut penting karena penerimaan pajak pada dasarnya mengikuti perkembangan aktivitas ekonomi. Ketika perusahaan tumbuh dan mencetak laba, ruang penerimaan negara juga cenderung semakin besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlambatan Manufaktur Bisa Berdampak Lebih Luas</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rizal menilai risiko dari pelemahan manufaktur tidak hanya berkaitan dengan penerimaan pajak. Investasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja juga dapat ikut terpengaruh apabila perlambatan berlangsung lebih lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor lain melalui rantai pasok. Penurunan produksi dapat mengurangi permintaan terhadap bahan baku, logistik, jasa pendukung, hingga tenaga kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut membuat kebijakan menjaga momentum manufaktur menjadi penting. Pemerintah perlu memastikan industri tetap kompetitif ketika menghadapi perubahan permintaan dan tekanan biaya produksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data BPS menunjukkan industri pengolahan memiliki peran penting dalam perekonomian dan ekspor. Pada awal 2026, sektor tersebut bahkan menjadi bantalan ekspor nonmigas ketika ekspor sejumlah sektor lain melemah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banggar DPR Soroti Perlambatan Industri Pengolahan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah sebelumnya turut menyoroti perlambatan industri pengolahan. Ia mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II-2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Said mengingatkan pemerintah agar tidak lengah terhadap sejumlah sektor strategis yang mulai kehilangan momentum. Industri pengolahan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan industri pengolahan disebut turun dari 5,04 persen pada kuartal I-2026 menjadi 4,52 persen pada kuartal II. Perlambatan tersebut dinilai penting karena sektor manufaktur memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Industri pengolahan menyumbangkan 18,5 persen dari PDB, sekaligus kontributor 13,5 persen tenaga kerja nasional,” kata Said.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data statistik BPS juga menempatkan industri manufaktur sebagai salah satu komponen utama dalam struktur perekonomian Indonesia. BPS menyediakan data pertumbuhan PDB industri manufaktur secara berkala sebagai indikator perkembangan sektor tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Perlu Jaga Momentum Manufaktur</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlambatan manufaktur pada kuartal II-2026 belum berarti penerimaan pajak akan langsung mengalami penurunan. Kinerja penerimaan pada semester I masih tumbuh kuat dan menunjukkan basis pajak sektor tersebut tetap besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.vietnam.vn/id/ket-noi-cong-nghe-nen-tang-voi-cac-giai-phap-ung-dung-trong-san-xuat-thuong-mai-va-doi-song">Menghubungkan teknologi platform dengan solusi aplikasi di bidang manufaktur, perdagangan, dan kehidupan sehari-hari.</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/08/15/ekonom-perlambatan-manufaktur-bisa-tekan-pajak-2026/">Ekonom: Perlambatan Manufaktur Bisa Tekan Pajak 2026</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/08/15/ekonom-perlambatan-manufaktur-bisa-tekan-pajak-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekonom Sebut Manufaktur-Pertanian Dorong Ekonomi RI Resilien</title>
		<link>https://arventra.id/2026/04/21/ekonom-sebut-manufaktur-pertanian-dorong-ekonomi-ri-resilien/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/04/21/ekonom-sebut-manufaktur-pertanian-dorong-ekonomi-ri-resilien/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 13:54:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[ekonom]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[resilien]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=165</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ekonom: Manufaktur dan Pertanian Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI ResilienBank Mandiri Dorong Akselerasi Sektor Riil untuk Capai Pertumbuhan Berkelanjutan Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menilai sektor manufaktur dan pertanian menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih resilien dan berkelanjutan. Kedua sektor tersebut merupakan penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Baca [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/04/21/ekonom-sebut-manufaktur-pertanian-dorong-ekonomi-ri-resilien/">Ekonom Sebut Manufaktur-Pertanian Dorong Ekonomi RI Resilien</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ekonom: Manufaktur dan Pertanian Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI Resilien<br>Bank Mandiri Dorong Akselerasi Sektor Riil untuk Capai Pertumbuhan Berkelanjutan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menilai sektor manufaktur dan pertanian menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih resilien dan berkelanjutan. Kedua sektor tersebut merupakan penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan berlanjut di triwulan I 2026">BI: Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan berlanjut di triwulan I 2026</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Andry, Indonesia perlu mempercepat pertumbuhan sektor-sektor riil yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian. Ia menekankan bahwa strategi pembangunan ekonomi harus berfokus pada penguatan basis produksi domestik agar mampu menghadapi tekanan global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau ditanya apa strateginya agar Indonesia tumbuh secara resilien dan berkelanjutan, ya memang harus menumbuhkan sektor-sektor yang memiliki kontribusi besar buat perekonomian Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Rabu malam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan Manufaktur dan Pertanian Masih di Bawah Potensi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Andry mencatat bahwa dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan sektor manufaktur serta pertanian, kehutanan, dan perikanan masih relatif rendah. Rata-rata pertumbuhan sektor manufaktur tercatat sekitar 4,8 persen, sementara sektor pertanian hanya sekitar 2,4 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai angka tersebut belum mencerminkan potensi penuh kedua sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Terutama sektor pertanian yang masih membutuhkan akselerasi lebih kuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, jika sektor pertanian mampu tumbuh hingga 4 persen, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan berpotensi menembus di atas 5,5 persen. Kondisi tersebut akan membuat struktur ekonomi lebih stabil dan tahan terhadap guncangan eksternal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peran Manufaktur dan Pertanian dalam Penyerapan Tenaga Kerja</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain kontribusinya terhadap PDB, Andry menekankan pentingnya kedua sektor ini dalam menciptakan lapangan kerja. Industri manufaktur dan pertanian memiliki peran besar dalam menyerap tenaga kerja di berbagai daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini, sebagian besar tenaga kerja di sektor pertanian masih berada dalam kategori informal. Hal ini menunjukkan adanya tantangan dalam peningkatan kualitas pekerjaan di sektor tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan pengelolaan yang tepat, sektor pertanian berpotensi menciptakan lebih banyak lapangan kerja formal. Hal ini sekaligus dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Potensi Devisa dari Komoditas Ekspor</p>



<p class="wp-block-paragraph">Andry juga menyoroti potensi besar sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dalam menghasilkan devisa negara. Komoditas seperti kopi, kakao, kelapa, cengkeh, dan pala menjadi produk unggulan Indonesia di pasar global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produk-produk tersebut memiliki permintaan tinggi di berbagai negara, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap neraca perdagangan. Penguatan hilirisasi juga dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah ekspor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan strategi yang tepat, sektor ini tidak hanya memperkuat ekonomi domestik tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketimpangan Wilayah dan Tantangan Pemerataan Ekonomi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam analisisnya, Andry juga menyoroti ketimpangan kontribusi ekonomi antarwilayah. Dalam kurun 40 tahun terakhir, kontribusi PDRB Sumatra dan Kalimantan terhadap ekonomi nasional cenderung menurun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, kedua wilayah tersebut merupakan pusat produksi komoditas utama nasional. Sebaliknya, kontribusi Pulau Jawa justru terus meningkat secara signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi ini menunjukkan perlunya pemerataan pembangunan ekonomi antarwilayah. Penguatan infrastruktur, investasi, dan industri di luar Jawa menjadi faktor penting untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih seimbang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proyeksi Ekonomi 2026 dan Tantangan Pertumbuhan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait proyeksi ekonomi 2026, Andry menilai tantangan utama terletak pada menjaga momentum pertumbuhan di kuartal II dan III. Kuartal III biasanya menjadi periode dengan minim sentimen musiman yang dapat mendorong pertumbuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, kuartal I 2026 diperkirakan mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan kuartal IV 2025. Hal ini dipengaruhi oleh faktor musiman seperti Ramadan dan Idulfitri, serta efek basis rendah dari periode sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, akselerasi belanja pemerintah juga diperkirakan turut mendukung pertumbuhan ekonomi awal tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jadi, tiga poin ini yang kemungkinan besar membuat pertumbuhan kuartal I sedikit lebih tinggi dibandingkan kuartal IV 2025,” jelas Andry.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penutup: Penguatan Sektor Riil sebagai Fondasi Ekonomi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara keseluruhan, penguatan sektor manufaktur dan pertanian menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi Indonesia. Kedua sektor ini tidak hanya berkontribusi besar terhadap PDB, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan devisa negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kebijakan yang tepat dan pemerataan pembangunan, Indonesia memiliki peluang untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil, inklusif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260421110343-4-728426/pengusaha-ri-lagi-ngerem-rekrut-karyawan-baru-alasannya-terbongkar">Pengusaha RI Lagi Ngerem Rekrut Karyawan Baru, Alasannya Terbongkar</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/04/21/ekonom-sebut-manufaktur-pertanian-dorong-ekonomi-ri-resilien/">Ekonom Sebut Manufaktur-Pertanian Dorong Ekonomi RI Resilien</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/04/21/ekonom-sebut-manufaktur-pertanian-dorong-ekonomi-ri-resilien/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekonom Nilai Manufaktur dan Pertanian Kunci Resilien</title>
		<link>https://arventra.id/2026/02/26/ekonom-nilai-manufaktur-dan-pertanian-kunci-resilien/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/02/26/ekonom-nilai-manufaktur-dan-pertanian-kunci-resilien/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 12:54:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suplai Rantai & Logistik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[ekonom]]></category>
		<category><![CDATA[resilien]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=20</guid>

					<description><![CDATA[<p>Manufaktur dan Pertanian Jadi Pilar Utama Pertumbuhan Ekonomi RI yang ResilienAndry Asmoro Tekankan Percepatan Sektor untuk Stabilitas dan Lapangan Kerja Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menekankan percepatan sektor manufaktur dan pertanian sebagai kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia yang resilien dan berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu malam di Jakarta, menyoroti peran kedua sektor dalam menjaga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/02/26/ekonom-nilai-manufaktur-dan-pertanian-kunci-resilien/">Ekonom Nilai Manufaktur dan Pertanian Kunci Resilien</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Manufaktur dan Pertanian Jadi Pilar Utama Pertumbuhan Ekonomi RI yang Resilien<br>Andry Asmoro Tekankan Percepatan Sektor untuk Stabilitas dan Lapangan Kerja</p>



<p class="wp-block-paragraph">Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menekankan percepatan sektor manufaktur dan pertanian sebagai kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia yang resilien dan berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu malam di Jakarta, menyoroti peran kedua sektor dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional menghadapi ketidakpastian global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam tiga tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan sektor manufaktur tercatat 4,8 persen, sementara pertanian hanya 2,4 persen. Asmoro menilai angka ini masih belum optimal, terutama sektor pertanian yang memiliki keterkaitan erat dengan program ketahanan pangan pemerintah. “Pertumbuhan pertanian masih tertinggal dan perlu didorong agar mampu mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Asmoro.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://news.ddtc.co.id/berita/nasional/1811624/manufaktur-global-makin-tertekan-sri-mulyani-waspadai-hal-ini">Manufaktur Global Makin Tertekan, Sri Mulyani Waspadai Hal Ini</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Asmoro menambahkan, jika pertumbuhan sektor pertanian bisa mencapai 4 persen, potensi pertumbuhan ekonomi nasional dapat menembus lebih dari 5,5 persen. “Kedua sektor ini tidak hanya penting untuk PDB, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja formal,” katanya. Saat ini, mayoritas pekerja pertanian masih bekerja di sektor informal, sehingga pengelolaan yang tepat dapat meningkatkan kualitas lapangan kerja sekaligus pendapatan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor Manufaktur dan Pertanian Dorong Devisa dan Ekspor</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain kontribusi terhadap pertumbuhan dan lapangan kerja, percepatan manufaktur dan pertanian juga meningkatkan pasokan devisa negara. Komoditas ekspor unggulan seperti kopi, kakao, kelapa, cengkeh, dan pala menjadi andalan Indonesia di pasar global. Menurut Asmoro, ekspor ini tidak hanya menambah devisa, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di perdagangan internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pertumbuhan manufaktur dan pertanian yang stabil membuat ekonomi lebih tangguh menghadapi guncangan eksternal. Produk ekspor unggulan memberikan kontribusi nyata terhadap neraca perdagangan dan pertumbuhan jangka panjang,” kata Asmoro. Ia menekankan pentingnya inovasi dan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing kedua sektor ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pentingnya Pembangunan Wilayah yang Merata</p>



<p class="wp-block-paragraph">Asmoro juga menyoroti ketimpangan kontribusi wilayah terhadap ekonomi nasional. Selama 40 tahun terakhir, kontribusi produk domestik regional bruto (PDRB) Sumatra dan Kalimantan menurun, meski kedua wilayah ini merupakan penghasil komoditas utama. Sementara itu, Pulau Jawa terus mendominasi PDRB nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kondisi ini menunjukkan perlunya pembangunan yang lebih merata. Sumatra dan Kalimantan harus didorong agar mampu meningkatkan produksi dan nilai tambah komoditas,” jelas Asmoro. Strategi pembangunan regional yang lebih seimbang diharapkan dapat mengurangi ketimpangan ekonomi dan memperkuat resiliensi nasional terhadap guncangan eksternal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Asmoro, pengembangan infrastruktur, akses ke teknologi pertanian modern, serta pendampingan usaha mikro dan kecil di wilayah luar Jawa menjadi faktor kunci dalam pemerataan pembangunan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi secara nasional, tetapi juga inklusif di berbagai wilayah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 dan Tantangan Kuartal III</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengenai proyeksi ekonomi 2026, Asmoro menyebut tantangan utama terdapat pada kuartal II dan III, terutama kuartal III yang biasanya minim sentimen musiman. Sementara kuartal I diperkirakan lebih tinggi dibanding kuartal IV 2025, didorong faktor musiman Ramadhan dan Lebaran, efek low base, serta akselerasi belanja pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pertumbuhan kuartal I terlihat positif karena konsumsi rumah tangga meningkat seiring musim perayaan, ditambah akselerasi belanja pemerintah,” kata Asmoro. Ia menambahkan, menjaga momentum pertumbuhan sepanjang tahun memerlukan koordinasi antara pemerintah, sektor swasta, dan percepatan sektor strategis seperti manufaktur dan pertanian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Asmoro juga menyoroti pentingnya inovasi dalam sektor manufaktur untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi energi, dan nilai tambah produk. Dalam sektor pertanian, penerapan teknologi digital, modernisasi alat produksi, dan penguatan rantai pasok menjadi kunci untuk meningkatkan hasil dan kualitas produk ekspor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dampak Lapangan Kerja dan Peningkatan Pendapatan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Percepatan manufaktur dan pertanian juga memiliki efek langsung pada penyerapan tenaga kerja. Dengan transformasi sektor pertanian menuju formalisasi pekerjaan, masyarakat dapat memperoleh penghasilan lebih stabil dan akses terhadap jaminan sosial. Di sisi manufaktur, peningkatan kapasitas produksi membuka peluang pekerjaan di industri pengolahan, logistik, dan distribusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Asmoro menekankan, investasi pada kedua sektor ini tidak hanya meningkatkan PDB, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi.&nbsp;<mark>“Ekonomi yang kuat dan merata dapat menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan mengurangi kerentanan terhadap guncangan global,” ujarnya.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesimpulan: Ekonomi Resilien Memerlukan Strategi Terpadu</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara keseluruhan, percepatan sektor manufaktur dan pertanian menjadi fondasi utama untuk menciptakan ekonomi Indonesia yang resilien. Dengan penguatan inovasi, pemerataan pembangunan wilayah, dan strategi penyerapan tenaga kerja yang tepat, Indonesia memiliki peluang mencetak pertumbuhan berkelanjutan di atas lima persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Asmoro menegaskan bahwa strategi terpadu antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat akan memastikan ekonomi Indonesia tetap tangguh menghadapi volatilitas global, sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah. Resiliensi ekonomi bukan sekadar angka pertumbuhan, tetapi kemampuan menghadapi tantangan sambil menciptakan peluang baru bagi masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260225104712-4-713731/mie-sedaap-batal-phk-massal-buruh-ungkap-manajemen-minta-maaf">Mie Sedaap Batal PHK Massal, Buruh Ungkap Manajemen Minta Maaf</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/02/26/ekonom-nilai-manufaktur-dan-pertanian-kunci-resilien/">Ekonom Nilai Manufaktur dan Pertanian Kunci Resilien</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/02/26/ekonom-nilai-manufaktur-dan-pertanian-kunci-resilien/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
