SES (ERAL) Serahkan Bisnis Manufaktur EV ke XPENG

XPENG

XPENG Resmi Kuasai Bisnis Manufaktur EV SES (ERAL) di Indonesia
Alih Kendali EIDO Jadi Langkah Strategis Perkuat Produksi Kendaraan Listrik Nasional

PT Sinar Eka Selaras Tbk (SES/ERAL) resmi mengalihkan kendali bisnis manufaktur dan perakitan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) kepada XPENG International Limited. Keputusan ini menjadi bagian dari strategi penguatan kolaborasi jangka panjang antara Erajaya Active Lifestyle dan XPENG dalam mengembangkan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Pengalihan kendali dilakukan melalui perubahan struktur kepemilikan saham PT Era Industri Otomotif (EIDO), perusahaan yang selama ini menangani kegiatan manufaktur dan perakitan kendaraan listrik premium merek XPENG di Indonesia. Sebelum transaksi berlangsung, ERAL menguasai hampir seluruh saham EIDO.

Dalam struktur terbaru, XPENG International Limited kini menjadi pemegang saham mayoritas EIDO dengan kepemilikan sebesar 90,1 persen. Sementara itu, porsi kepemilikan ERAL turun signifikan dari 99,99 persen menjadi hanya 9,9 persen. Komisaris Utama ERAL, Budiarto Halim, juga tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham di perusahaan tersebut.

Baca Juga “Penjualan EV Melonjak Drastis, Vietnam Ingin Perpanjang Insentif Pajak hingga 2030

Kesepakatan perubahan kepemilikan itu tertuang dalam Perjanjian Jual Beli Saham EIDO yang ditandatangani oleh ERAL dan XPENG. Perubahan struktur saham tersebut telah memperoleh pengesahan resmi dari Menteri Hukum Republik Indonesia pada 13 Mei 2026.

Corporate Secretary ERAL, Badar Teguh Mancik Alam, menegaskan bahwa perubahan kepemilikan saham tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perseroan. Menurutnya, seluruh kegiatan distribusi, penjualan, hingga layanan purna jual kendaraan XPENG tetap dijalankan oleh entitas usaha Erajaya lainnya.

Distribusi dan pemasaran kendaraan XPENG di Indonesia saat ini masih ditangani oleh PT Era Inovasi Otomotif (EIVO). Sementara layanan dealer dan purna jual tetap dikelola oleh PT Era Dealer Otomotif (EDOO). Dengan demikian, perubahan hanya terjadi pada lini bisnis manufaktur dan perakitan kendaraan listrik yang berada di bawah EIDO.

Badar menjelaskan bahwa struktur baru tersebut memberi ruang lebih besar bagi XPENG untuk memperkuat kapabilitas produksi kendaraan listrik di Indonesia. Kehadiran XPENG sebagai pemegang saham mayoritas dinilai dapat mempercepat transfer teknologi, pengembangan fasilitas perakitan, hingga peningkatan standar manufaktur kendaraan listrik premium.

Menurut perseroan, langkah strategis ini juga mencerminkan keseriusan XPENG dalam memperluas investasinya di pasar Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Pasar otomotif nasional dinilai memiliki potensi besar seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik dan dukungan pemerintah terhadap percepatan ekosistem EV.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia memang terus mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan. Dukungan tersebut meliputi insentif pajak kendaraan listrik, pengembangan infrastruktur pengisian daya, hingga penguatan industri baterai berbasis sumber daya mineral domestik.

Indonesia juga dipandang sebagai pasar strategis karena memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Komoditas tersebut menjadi bahan utama dalam produksi baterai kendaraan listrik. Kondisi itu membuat banyak produsen otomotif global mulai memperluas investasi manufaktur EV di Tanah Air.

Masuknya XPENG sebagai pengendali mayoritas EIDO diperkirakan akan memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik di kawasan regional. XPENG dapat memanfaatkan fasilitas produksi lokal untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok sekaligus mempercepat distribusi kendaraan ke pasar domestik dan regional.

XPENG sendiri dikenal sebagai produsen kendaraan listrik premium asal China yang fokus mengembangkan teknologi mobilitas cerdas. Perusahaan tersebut memiliki lini kendaraan berbasis teknologi artificial intelligence (AI), autonomous driving, serta sistem konektivitas digital yang menjadi daya tarik utama di pasar global.

Kolaborasi dengan Erajaya Active Lifestyle sebelumnya telah membuka jalan bagi XPENG untuk memperluas jaringan bisnisnya di Indonesia. Erajaya dinilai memiliki kekuatan distribusi dan pengalaman membangun jaringan ritel yang luas, termasuk dalam menghadirkan produk teknologi premium kepada konsumen nasional.

ERAL menilai penguatan kerja sama dengan XPENG akan menciptakan sinergi yang lebih solid antara sektor manufaktur, distribusi, dan pengembangan teknologi kendaraan listrik. Perusahaan juga optimistis kolaborasi tersebut mampu menghadirkan solusi mobilitas modern yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Selain memperkuat kapasitas produksi, XPENG diperkirakan akan mendorong pengembangan sumber daya manusia di sektor kendaraan listrik nasional. Kehadiran investasi manufaktur baru biasanya diikuti peningkatan kebutuhan tenaga kerja terampil, transfer teknologi, dan pengembangan ekosistem industri pendukung.

Pengamat industri otomotif menilai langkah XPENG mengambil alih kendali manufaktur EV di Indonesia menunjukkan perubahan strategi produsen kendaraan listrik global. Banyak perusahaan kini memilih membangun basis produksi langsung di negara tujuan untuk memperkuat efisiensi biaya dan mendekatkan layanan kepada konsumen.

Tren tersebut juga terlihat dari meningkatnya investasi otomotif asal China di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia menjadi salah satu tujuan utama karena memiliki pasar otomotif terbesar di kawasan serta dukungan regulasi yang relatif kompetitif untuk pengembangan kendaraan listrik.

Dengan struktur kepemilikan baru ini, XPENG memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan arah pengembangan manufaktur kendaraan listrik di Indonesia. Di sisi lain, ERAL tetap mempertahankan perannya pada sektor distribusi dan layanan konsumen yang menjadi kekuatan utama perseroan.

Ke depan, kerja sama antara XPENG dan Erajaya diproyeksikan tidak hanya berfokus pada penjualan kendaraan listrik premium. Kolaborasi tersebut juga berpotensi berkembang ke sektor teknologi mobilitas cerdas, ekosistem digital kendaraan, hingga layanan berbasis konektivitas.

Perubahan struktur kepemilikan EIDO menjadi sinyal bahwa industri kendaraan listrik Indonesia terus berkembang dan semakin menarik bagi investor global. Dengan dukungan teknologi dan investasi dari XPENG, Indonesia berpeluang memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan industri kendaraan listrik di Asia Tenggara.

Baca Juga “Mobil Wuling EV Van Bakal Dirakit di Cikarang, Target 120.000 Unit Per Tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *