Kadin: RI Jadi Basis Manufaktur Alat Berat Asal China

Kadin

Kadin Sebut Indonesia Jadi Basis Manufaktur dan Hub Ekspor Alat Berat LiuGong
Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai tujuan investasi sektor manufaktur. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan bahwa Indonesia telah dipilih sebagai basis manufaktur sekaligus pusat ekspor (export hub) perusahaan alat berat asal China, LiuGong. Langkah ini dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan industri nasional dan peningkatan daya saing Indonesia di pasar global.

Baca Juga “Perbedaan PMI Menguji Potret Riil Manufaktur

Pernyataan tersebut disampaikan Anindya Novyan Bakrie saat menghadiri dimulainya pembangunan fasilitas manufaktur alat berat terpadu LiuGong di Karawang. Menurutnya, keputusan perusahaan memilih Indonesia sebagai pusat produksi dan ekspor menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap iklim investasi di Tanah Air.

Investasi Rp5,2 Triliun Perkuat Industri Alat Berat Nasional
Anindya mengapresiasi komitmen investasi LiuGong yang mencapai sekitar Rp5,2 triliun. Fasilitas manufaktur tersebut dibangun di atas lahan seluas 27 hektare dengan kapasitas produksi hingga 3.000 unit alat berat setiap tahun.

Ia menilai investasi tersebut memiliki nilai strategis karena mampu memperkuat industri manufaktur nasional sekaligus memenuhi kebutuhan alat berat yang terus meningkat. Permintaan tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring percepatan program hilirisasi dan industrialisasi, terutama pada sektor pertambangan dan mineral.

Menurut Anindya, Kadin bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi terus mendorong masuknya investasi produktif yang mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI berupaya menghadirkan investasi seperti ini karena akan mendukung kebutuhan alat berat seiring percepatan hilirisasi dan industrialisasi di Indonesia,” ujarnya.

Indonesia Dipilih Sebagai Hub Ekspor ke Pasar Global
Selain menjadi lokasi produksi, Indonesia juga akan berperan sebagai pusat ekspor produk LiuGong ke berbagai negara. Anindya menyebut penunjukan tersebut sebagai pencapaian berpotensi memperluas kontribusi sektor manufaktur terhadap ekspor nonmigas dan memper penting yang menunjukkan daya saing industri manufaktur Indonesia semakin diakui di tingkat internasional.

Keberadaan fasilitas produksi berorientasi ekspor diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah industri nasional. Langkah ini juga berpotensi memperluas kontribusi sektor manufaktur terhadap ekspor nonmigas dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Menurutnya, status sebagai export hub memberikan manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar investasi, karena mampu membuka akses pasar internasional sekaligus meningkatkan aktivitas industri dalam negeri.

Kolaborasi Pengembangan SDM dan Peluang Lapangan Kerja
Anindya turut mengapresiasi kerja sama LiuGong dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam pengembangan sumber daya manusia. Kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi dinilai penting untuk menciptakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan royong dalam pembangunan ekonomi. Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri diyakini dapat menc tiga manfaat utama bagi Indonesia. Selain meningkatkan investasi, proyek tersebut diperkirakan membuka lap sama ekonomi Indonesia dan China. Anindya optimistis proyek tersebut dapat mendorong lebih banyak perusahaan asal China untuk menjadikan Indonesia sebagai lokasi investasi dan basis sektor manufaktur modern.

Ia juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam pembangunan ekonomi. Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri diyakini dapat menciptakan pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Menurut Anindya, investasi LiuGong setidaknya memberikan tiga manfaat utama bagi Indonesia. Selain meningkatkan investasi, proyek tersebut diperkirakan membuka lapangan kerja baru dan mempercepat pembangunan infrastruktur yang memberikan efek berganda terhadap perekonomian nasional.

Diharapkan Menarik Lebih Banyak Investasi dari China
Kadin berharap investasi LiuGong menjadi contoh keberhasilan kerja sama ekonomi Indonesia dan China. Anindya optimistis proyek tersebut dapat mendorong lebih banyak perusahaan asal China untuk menjadikan Indonesia sebagai lokasi investasi dan basis produksi regional.

Dengan dukungan investasi di sektor manufaktur, Indonesia memiliki peluang memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, serta memperbesar kontribusi ekspor bernilai tambah. Jika tren investasi terus berlanjut, sektor manufaktur diproyeksikan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga “Ford bermitra dengan Geely untuk mendirikan usaha patungan dalam bidang manufaktur mobil di Spanyol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *