VIDA Sign Dipakai 17.000 Akun, Manufaktur Tertinggi

VIDA Sign

VIDA Sign Tembus 17.000 Akun, Manufaktur Jadi Pengguna Terbesar
Pengguna VIDA Sign Mencapai 17.000 Akun

PT Indonesia Digital Identity (VIDA) mencatat pertumbuhan penggunaan VIDA Sign sepanjang 2026. Hingga Agustus 2026, platform tanda tangan digital tersebut telah digunakan oleh sekitar 17.000 akun dari berbagai sektor usaha.

Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, menyebut manufaktur, ritel, dan teknologi menjadi tiga sektor dengan jumlah pengguna terbesar. Ketiga sektor tersebut menunjukkan kebutuhan yang tinggi terhadap proses administrasi dan penandatanganan dokumen secara digital.

Baca Juga “Capai Produksi 3 Juta Unit, Pabrik Baru Midea Perkuat Investasi Manufaktur di Indonesia

Sektor keuangan juga mencatat adopsi yang signifikan. Menurut Niki, perusahaan di sektor tersebut menggunakan tanda tangan digital terutama untuk dokumen dan proses yang membutuhkan keamanan serta perlindungan terhadap risiko fraud.

“ Sementara itu sektor keuangan menjadi salah satu area dengan adopsi yang signifikan, terutama untuk penggunaan tanda tangan digital pada dokumen dan proses yang membutuhkan tingkat keamanan serta perlindungan terhadap risiko fraud yang tinggi,” kata Niki kepada Bisnis, Rabu (16/9/2026).

VIDA Sign Integrasikan Tanda Tangan Digital dan e-Meterai

VIDA Sign merupakan platform tanda tangan elektronik tersertifikasi yang dikembangkan VIDA. Layanan tersebut dirancang untuk mendukung proses penandatanganan dokumen secara digital.

Platform ini juga menggabungkan tanda tangan elektronik dengan e-Meterai dalam satu alur kerja. Integrasi tersebut memungkinkan pengguna mengelola dua kebutuhan administratif dalam satu platform.

VIDA menyebut tanda tangan elektronik pada platformnya memiliki kekuatan hukum yang setara dengan tanda tangan basah sesuai ketentuan UU ITE di Indonesia. Aspek legalitas tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penggunaan dokumen elektronik untuk kegiatan bisnis.

Digitalisasi proses juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap dokumen fisik. Perusahaan dapat mengelola proses persetujuan dan penandatanganan tanpa harus melalui seluruh tahapan administrasi berbasis kertas.

Miniso Kelola Ratusan Dokumen Secara Digital

Penerapan VIDA Sign terlihat pada sektor ritel melalui PT Miniso Trading Indonesia. Perusahaan tersebut menggunakan layanan VIDA Sign untuk mendigitalisasi pengelolaan berbagai dokumen operasional.

VIDA mencatat Miniso Trading Indonesia menangani lebih dari 400 dokumen kontrak kerja dan pernyataan setiap bulan menggunakan sistem digital. Proses tersebut mencakup pengelolaan dokumen yang sebelumnya membutuhkan penanganan administratif secara manual.

Pemanfaatan tanda tangan digital memungkinkan proses dokumen berlangsung dalam alur kerja elektronik. Cara tersebut membantu perusahaan mengelola volume dokumen secara lebih terstruktur tanpa bergantung sepenuhnya pada pencetakan dokumen.

Kyrim Pangkas Waktu Pemrosesan Dokumen hingga 80 Persen

Implementasi lainnya dilakukan PT Kiriman Dana Pandai atau Kyrim. Perusahaan yang bergerak sebagai Penyedia Jasa Pembayaran tersebut menggunakan VIDA Sign untuk mendigitalisasi proses penandatanganan dan pembubuhan e-Meterai.

Setelah proses tersebut dialihkan ke sistem digital, Kyrim mencatat waktu pemrosesan dokumen berkurang hingga 80 persen. Durasi yang sebelumnya mencapai satu hingga dua minggu menjadi sekitar satu hingga tiga hari.

Sebelum menggunakan VIDA Sign, Kyrim masih menjalankan penandatanganan dan pembubuhan meterai secara manual. Prosedur tersebut membutuhkan sejumlah tahapan administratif sebelum dokumen dapat dinyatakan selesai.

Proses manual juga melibatkan pencetakan dan pengiriman dokumen. Selain menambah waktu pengerjaan, mekanisme tersebut menghadirkan risiko seperti dokumen hilang atau informasi yang terdapat di dalamnya terekspos.

Integrasi e-Meterai Memangkas Tahapan Administrasi

Kyrim kini menggabungkan proses tanda tangan elektronik dan e-Meterai melalui satu platform. Perubahan tersebut membuat penyelesaian dokumen tidak lagi bergantung pada rangkaian proses fisik.

Integrasi tersebut juga membantu memastikan kebutuhan pembubuhan meterai masuk dalam alur kerja digital. Dengan demikian, proses administrasi dapat berlangsung lebih terkoordinasi dari tahap penandatanganan hingga penyelesaian dokumen.

Fadli dari Kyrim mengatakan pertimbangan perusahaan dalam memilih solusi digital tidak hanya berkaitan dengan administrasi. Faktor keamanan dan kenyamanan para pihak yang terlibat dalam penandatanganan juga menjadi perhatian.

“Pertimbangan utama kami bukan hanya kemudahan administrasi, tetapi juga kenyamanan dan keamanan bagi pihak-pihak yang melakukan penandatanganan,” ujar Fadli.

Adopsi Digital Mendorong Efisiensi Pengelolaan Dokumen

Pertumbuhan pengguna VIDA Sign menunjukkan kebutuhan perusahaan terhadap proses penandatanganan dokumen yang semakin terdigitalisasi. Manufaktur, ritel, dan teknologi tercatat sebagai sektor dengan jumlah pengguna terbesar hingga Agustus 2026.

Sementara itu, sektor keuangan memiliki kebutuhan khusus karena sebagian prosesnya berkaitan dengan keamanan dokumen dan pengendalian risiko fraud. Integrasi tanda tangan digital serta e-Meterai menjadi salah satu pendekatan yang ditawarkan untuk kebutuhan tersebut.

Contoh penggunaan di Miniso dan Kyrim memperlihatkan penerapan teknologi dalam skala operasional yang berbeda. Miniso memanfaatkannya untuk mengelola ratusan dokumen setiap bulan, sedangkan Kyrim mencatat pengurangan waktu pemrosesan setelah proses manual didigitalisasi.

Ke depan, perkembangan layanan tanda tangan digital akan berkaitan dengan kebutuhan perusahaan terhadap efisiensi, keamanan, dan pengelolaan dokumen elektronik. Bagi penyedia layanan seperti VIDA, pertumbuhan penggunaan juga menjadi bagian dari perluasan penerapan identitas digital dalam aktivitas bisnis.

Baca Juga “Resmikan Pabrik Grease, Shell Perkuat Kapasitas Manufaktur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *