Xi Jinping Dorong Manufaktur Canggih untuk Modernisasi

Xi Jinping

Xi Jinping Dorong Penguatan Manufaktur Canggih China

Presiden China Xi Jinping menyerukan penguatan berkelanjutan terhadap sektor manufaktur canggih untuk mendukung proses modernisasi China.

Seruan tersebut disampaikan Xi dalam instruksi yang dibacakan pada konferensi nasional mengenai manufaktur canggih di Beijing pada 17 September 2026.

Baca Juga “Pelajari Inovasi Toyota di Nagoya, Kemenko Perekonomian Dorong Penguatan Manufaktur dan Ekosistem EV

Xi juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis China dan Ketua Komisi Militer Pusat.

Dalam arahannya, Xi menekankan pentingnya menjaga pembangunan industri berkualitas tinggi sekaligus memperkuat keamanan sektor industri.

China juga diarahkan untuk mengembangkan manufaktur yang lebih cerdas, hijau, dan terintegrasi. Pemerintah China turut mendorong penguatan rantai industri dan pasokan agar lebih mandiri serta tangguh menghadapi berbagai risiko.

Manufaktur Teknologi Tinggi Tumbuh Lebih Cepat

Penguatan manufaktur canggih berlangsung ketika sektor tersebut semakin berperan dalam pertumbuhan industri China.

Dalam delapan bulan pertama 2026, nilai tambah output industri perusahaan-perusahaan besar meningkat 5,3 persen secara tahunan.

Pada periode yang sama, manufaktur teknologi tinggi mencatat pertumbuhan sebesar 14,2 persen.

Data tersebut menunjukkan perbedaan laju pertumbuhan antara manufaktur secara umum dan sektor berteknologi tinggi.

Para pakar melihat manufaktur cerdas, hijau, dan terintegrasi sebagai arah penting transformasi industri China.

Teknologi pintar berperan meningkatkan efisiensi produksi. Sementara itu, teknologi hijau diarahkan untuk mengurangi penggunaan sumber daya dan emisi.

Integrasi teknologi juga membantu industri tradisional meningkatkan kemampuan produksi tanpa harus meninggalkan peran ekonominya.

AI Percepat Transformasi Industri China

Bian Yongzu, Wakil Pemimpin Redaksi Eksekutif Modernization of Management, mengatakan teknologi cerdas menjadi fondasi penting dalam transformasi manufaktur.

Menurut Bian, kecerdasan buatan atau AI semakin terintegrasi dengan big data, peralatan pintar, dan robotika.

Penggabungan teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan efisiensi, presisi, serta otomatisasi proses produksi.

Penerapan AI juga mengubah kebutuhan industri terhadap kemampuan tenaga kerja. Perusahaan semakin membutuhkan pekerja yang mampu mengoperasikan dan mengembangkan teknologi produksi berbasis digital.

Bian menilai aspek lingkungan juga menjadi bagian penting dalam perkembangan manufaktur.

Proses produksi yang lebih hemat sumber daya dan rendah karbon dapat membantu perusahaan menghadapi tuntutan efisiensi sekaligus meningkatkan daya saing dalam jangka panjang.

Integrasi Teknologi Dorong Industri Tradisional

China memiliki basis manufaktur yang sangat besar dengan karakteristik industri yang beragam.

Di satu sisi, negara tersebut memiliki perusahaan dengan teknologi produksi maju. Di sisi lain, industri tradisional masih menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi.

Karena itu, transformasi manufaktur tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas baru.

Teknologi pintar dan teknologi hijau juga diterapkan pada sistem produksi yang telah berjalan.

Chen Jing, Wakil Presiden Technology and Strategy Research Institute, mengatakan berbagai elemen peningkatan manufaktur dapat saling memperkuat.

Teknologi cerdas dapat meningkatkan kemampuan teknologi sekaligus membantu mengurangi emisi. Sementara itu, agenda manufaktur hijau menciptakan permintaan terhadap teknologi dengan nilai tambah lebih tinggi.

Persaingan industri juga semakin bergeser dari faktor kapasitas produksi dan harga.

Kemampuan inovasi, kualitas produk, keamanan industri, kekuatan merek, dan efisiensi emisi menjadi aspek yang semakin penting dalam persaingan manufaktur global.

Robot Humanoid Mulai Masuk Lini Produksi

Penerapan teknologi baru menjadi salah satu bukti perkembangan manufaktur canggih China.

AGIBOT menyebut robot humanoid Genie G2 telah digunakan pada lini produksi tablet di Nanchang, Provinsi Jiangxi.

Robot tersebut menjalankan tugas pemuatan dan pembongkaran dengan tingkat keberhasilan yang dilaporkan mencapai 99 persen.

Yao Maoqing, salah satu pendiri AGIBOT sekaligus CEO Maniformer Technology, menyebut penerapan tersebut sebagai contoh integrasi AI dengan manufaktur canggih.

Perkembangan robotika China juga mencakup sektor di luar proses perakitan.

DEEP Robotics mengembangkan teknologi yang menggabungkan AI dengan kendali gerak, persepsi lingkungan, dan navigasi otonom.

Teknologi tersebut diarahkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk sektor energi, inspeksi jaringan listrik, tanggap darurat, dan operasi di lingkungan kompleks.

Ekosistem Robotika China Terus Berkembang

Pertumbuhan robotika turut didukung oleh terbentuknya ekosistem industri yang mencakup berbagai komponen teknologi.

Robot Valley di Shenzhen memiliki luas sekitar 28 kilometer persegi dan telah menghimpun lebih dari 200 perusahaan yang berkaitan dengan robotika.

Di dalam kawasan tersebut terdapat lebih dari 25 produsen robot humanoid.

Rantai industri robotika mencakup model AI, sensor taktil, lidar, motor servo, modul sendi, lengan robot, hingga tangan robotik.

Tingkat lokalisasi komponen utama disebut telah melampaui 90 persen.

Kondisi tersebut memperlihatkan upaya China membangun rantai pasok teknologi robotika yang semakin terintegrasi di dalam negeri.

Produksi Robot Industri Tumbuh Pesat

Perkembangan manufaktur canggih juga tercermin dalam data produksi industri pada Agustus 2026.

Output manufaktur peralatan meningkat 12,1 persen secara tahunan. Sementara itu, manufaktur teknologi tinggi tumbuh 16,7 persen.

Produksi robot industri bahkan meningkat 34,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Manufaktur teknologi tinggi dan manufaktur produk digital menyumbang lebih dari 60 persen pertumbuhan output industri pada bulan tersebut.

Pertumbuhan tersebut berlangsung bersamaan dengan kemajuan sejumlah proyek teknologi dan manufaktur strategis.

China, misalnya, melanjutkan pengembangan kereta cepat CR450 yang telah menyelesaikan pengujian kendaraan secara menyeluruh.

China juga mencatat perkembangan pada teknologi antariksa melalui roket pembawa yang dapat digunakan kembali Zhuque-3 Y2.

Di sektor maritim, kapal pesiar besar kedua buatan China, Adora Flora City, dijadwalkan diserahkan pada November.

China Percepat Pengembangan Manufaktur Hijau

Selain digitalisasi dan otomatisasi, China mempercepat transformasi menuju manufaktur yang lebih ramah lingkungan.

Dalam periode Rencana Lima Tahun ke-15 2026-2030, pemerintah China berencana membangun 500 pabrik tanpa emisi karbon.

Pemerintah juga mendorong pengembangan model manufaktur hijau yang dapat diterapkan secara lebih luas.

Industri tradisional seperti baja, logam nonferrous, dan petrokimia akan diarahkan untuk menggunakan bahan baku serta bahan bakar yang lebih bersih.

Perusahaan juga didorong mengoptimalkan struktur produk dan menerapkan teknologi rendah karbon dalam proses produksinya.

China menargetkan output dari pabrik hijau di berbagai tingkatan mencapai 45 persen dari total output perusahaan manufaktur besar pada 2030.

Target tersebut menunjukkan bahwa agenda transformasi manufaktur tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas.

Aspek efisiensi energi, pengurangan emisi, dan penggunaan sumber daya juga menjadi bagian dari kebijakan industri China.

Manufaktur Canggih Jadi Bagian Strategi Modernisasi

Bian Yongzu menilai peningkatan kapasitas manufaktur canggih China semakin berhubungan dengan daya saing negara tersebut di pasar global.

Kemampuan teknologi, efisiensi produksi, dan kualitas produk menjadi faktor penting dalam memperluas pasar internasional.

Produsen China tidak hanya diarahkan memenuhi kebutuhan domestik. Industri juga dituntut menghasilkan produk berteknologi tinggi yang mampu bersaing di pasar global.

Perubahan tersebut memperlihatkan pergeseran fokus manufaktur China dari sekadar memperbesar skala produksi menuju peningkatan kandungan teknologi dan nilai tambah.

Penguatan manufaktur canggih juga berkaitan dengan ketahanan rantai pasok. China berupaya meningkatkan kemandirian industri sekaligus mengurangi kerentanan terhadap gangguan eksternal.

Baca Juga “Kenaikan Bunga The Fed Bisa Tekan Industri Manufaktur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *