Transformasi Ganda Dorong Bisnis Manufaktur Vietnam Lebih Kompetitif
Bisnis manufaktur Vietnam menghadapi tuntutan baru ketika berpartisipasi dalam pasar dan rantai pasokan internasional. Perusahaan kini perlu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memenuhi kebutuhan terkait data, ketertelusuran, emisi, dan transparansi informasi.
Baca Juga “Menaker Buka-bukaan Jurus Cegah Badai PHK di Industri Manufaktur“
Tuntutan tersebut semakin relevan bagi perusahaan yang berorientasi ekspor. Regulasi seperti Mekanisme Penyesuaian Batas Karbon (CBAM) dan Regulasi Uni Eropa tentang Deforestasi (EUDR) mendorong bisnis memperkuat kemampuan pengelolaan data serta aspek keberlanjutan dalam operasional.
Kondisi itu membuat transformasi digital dan transformasi hijau semakin sulit dipisahkan. Perusahaan perlu menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi, sekaligus mengurangi penggunaan energi, bahan baku, dan sumber daya yang tidak diperlukan.
Usaha kecil dan menengah (UKM) di Vietnam telah mulai mengambil langkah tersebut. Sejumlah perusahaan mengoptimalkan proses produksi, mengurangi konsumsi energi, menghemat bahan baku, mendigitalisasi data, serta menerapkan teknologi untuk memperbaiki manajemen.
Namun, menerapkan gagasan menjadi solusi yang benar-benar berjalan masih menjadi tantangan. Keterbatasan sumber daya, akses terhadap keahlian, dan metode untuk menentukan prioritas membuat sejumlah inisiatif belum menghasilkan dampak optimal.
TTC 2026 Hadir untuk Menjembatani Ide dan Implementasi
Kesenjangan antara ide dan penerapan menjadi salah satu fokus Vietnam Twin Transition Challenge 2026 atau TTC 2026. Program ini berada dalam kerangka proyek Twin Transition Hub (TTH) yang mendorong transformasi digital dan inovasi untuk perlindungan lingkungan serta iklim di Vietnam.
TTC 2026 dirancang untuk membantu bisnis mengembangkan inisiatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasional. Program tidak hanya menilai gagasan, tetapi juga membantu peserta memahami kondisi awal dan menentukan langkah implementasi yang realistis.
Program tersebut dilaksanakan oleh Departemen Pengembangan Ekonomi Swasta dan Kolektif (APED) Kementerian Keuangan. Pelaksanaannya dilakukan bersama Organisasi Kerja Sama Internasional Jerman atas nama Kementerian Federal untuk Kerja Sama Pembangunan Jerman.
Pendekatan tersebut menempatkan transformasi ganda sebagai proses bertahap. Perusahaan tidak harus langsung melakukan investasi besar untuk memulai perubahan dalam operasional.
Optimalisasi proses, digitalisasi data, dan penggunaan energi yang lebih efisien dapat menjadi langkah awal. Setelah itu, perusahaan dapat mengembangkan solusi berdasarkan hasil evaluasi dan kebutuhan aktual.
Tiga Sektor Manufaktur Menjadi Sasaran Program
TTC 2026 menargetkan UKM manufaktur yang bergerak dalam tiga kelompok sektor. Sektor tersebut mencakup pengolahan pertanian, pengolahan kayu dan kertas, serta tekstil dan alas kaki.
Pemilihan sektor tersebut berkaitan dengan kebutuhan peningkatan efisiensi sumber daya dan penguatan kemampuan menghadapi tuntutan rantai pasokan. Perusahaan di sektor tersebut juga berhadapan dengan kebutuhan pengelolaan data dan aspek lingkungan yang semakin penting.
Program mendorong perusahaan menghubungkan digitalisasi dengan tujuan keberlanjutan. Teknologi tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dan membantu perusahaan mengurangi dampak lingkungan.
Inisiatif yang dihasilkan dapat mencakup perbaikan proses produksi, pengelolaan energi, penggunaan bahan baku, hingga digitalisasi informasi. Setiap solusi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kapasitas masing-masing perusahaan.
Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi UKM untuk memilih prioritas berdasarkan kebutuhan mereka. Dengan demikian, transformasi tidak harus mengikuti satu pola yang sama untuk seluruh perusahaan.
Penilaian Kematangan Ganda Menjadi Tahap Awal
Salah satu komponen penting TTC 2026 adalah Twin Maturity Assessment atau TMA. Penilaian ini dilakukan sejak tahap pendaftaran untuk membantu perusahaan memahami tingkat kesiapan transformasi digital dan hijau.
TMA mengidentifikasi kondisi perusahaan, keterbatasan yang dihadapi, serta area yang masih membutuhkan peningkatan. Hasil penilaian kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan inisiatif yang lebih relevan.
Proses tersebut juga membantu perusahaan melihat tingkat urgensi dan kelayakan sebuah inisiatif. Dengan informasi tersebut, pelaku usaha dapat menentukan langkah yang lebih terarah daripada sekadar menjalankan proyek berdasarkan asumsi.
Pendekatan berbasis penilaian dapat membantu mengurangi risiko investasi pada solusi yang belum sesuai kebutuhan. Perusahaan juga memperoleh gambaran mengenai aspek yang perlu diperkuat sebelum menerapkan teknologi atau perubahan proses.
TMA pada akhirnya berfungsi sebagai alat untuk menghubungkan kondisi awal dengan rencana transformasi. Hasilnya dapat menjadi dasar penyusunan prioritas yang lebih realistis dan terukur.
Peserta Mendapat Pelatihan dan Konsultasi Ahli
Seluruh bisnis yang mendaftar TTC 2026 akan memperoleh pelatihan mengenai tata kelola data yang diarahkan untuk mendukung transformasi ganda. Kemampuan mengelola data menjadi semakin penting ketika perusahaan perlu memenuhi tuntutan transparansi dan ketertelusuran.
Peserta yang lolos ke tahap berikutnya mendapatkan dukungan lebih intensif. Program menyediakan konsultasi satu lawan satu, pendampingan penyusunan peta jalan transformasi, serta pengembangan rencana aksi.
Pendampingan tersebut membantu perusahaan mengubah gagasan menjadi langkah implementasi. Peserta dapat mengevaluasi kebutuhan teknologi, sumber daya, serta tahapan yang diperlukan sebelum solusi diterapkan.
Bagi UKM, akses terhadap konsultasi khusus dapat membantu mengatasi keterbatasan sumber daya internal. Pendekatan ini juga memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk memperoleh perspektif dari pihak yang memiliki pengalaman di bidang transformasi digital dan keberlanjutan.
Program kemudian memperluas akses peserta terhadap ekosistem pendukung. Jaringan tersebut mencakup pakar, organisasi pendukung bisnis, universitas, penyedia teknologi, serta mitra yang bergerak dalam transformasi ganda.
Tiga Bisnis Teratas Dapat Dukungan Implementasi
TTC 2026 tidak berhenti pada tahap pengembangan gagasan. Tiga bisnis teratas akan memperoleh dukungan lanjutan untuk mengimplementasikan inisiatif mereka dalam bentuk proyek percontohan.
Program juga akan menghubungkan bisnis terpilih dengan penyedia solusi teknologi yang sesuai. Langkah tersebut dapat membantu perusahaan menemukan teknologi yang relevan dengan kebutuhan operasional dan tujuan transformasinya.
Implementasi percontohan menjadi penting karena sebuah solusi perlu diuji dalam kondisi nyata. Hasil pengujian dapat menunjukkan apakah sebuah inisiatif mampu meningkatkan efisiensi, mengurangi penggunaan sumber daya, atau memberikan manfaat operasional lainnya.
Pengalaman dari tahap tersebut juga dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain. Solusi yang berhasil diterapkan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi model yang dapat diadaptasi oleh bisnis dengan kebutuhan serupa.
Transformasi Ganda Tidak Harus Dimulai dengan Investasi Besar
Konsep transformasi ganda menggabungkan perubahan digital dan keberlanjutan dalam satu arah strategis. Perusahaan dapat memulai proses tersebut melalui perubahan sederhana yang memberikan dampak nyata terhadap operasional.
Digitalisasi data menjadi salah satu contoh langkah awal. Data yang tersusun dengan baik dapat membantu perusahaan memantau proses, mengidentifikasi pemborosan, dan meningkatkan kemampuan membuat keputusan.
Efisiensi energi juga dapat menjadi titik awal transformasi hijau. Perusahaan dapat mengevaluasi penggunaan energi dalam proses produksi sebelum menentukan teknologi atau metode yang dapat mengurangi konsumsi.
Optimalisasi bahan baku juga memberikan peluang serupa. Pengurangan limbah dapat menekan biaya sekaligus membantu perusahaan menggunakan sumber daya secara lebih efisien.
Pendekatan bertahap membuat transformasi lebih mudah disesuaikan dengan kemampuan UKM. Perusahaan dapat memulai dari kebutuhan yang paling mendesak, kemudian memperluas perubahan setelah memperoleh hasil yang terukur.
Baca Juga “PMI Manufaktur Indonesia Kembali Ekspansi, Tembus 50,2 pada Juli 2026“