Astra Otoparts Perluas Bisnis Otomasi Manufaktur ke Filipina
WINTEQ Kirim Mesin Otomasi ke Pasar Filipina
PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mulai memperluas kapabilitas engineering dan otomasi manufaktur yang dikembangkan di Indonesia ke pasar Asia Tenggara. Ekspansi tersebut dilakukan melalui Divisi WINTEQ dengan mengirim sejumlah mesin industri ke Filipina.
Mesin yang dikirim mencakup Automation Machining Line, Automation Casting Line, dan Special Purpose Machinery. Peralatan tersebut ditujukan untuk Astra Otoparts Philippines Inc. (AOPP), yang merupakan anak usaha AUTO di Filipina.
Baca Juga “Astra Otoparts (AUTO) Bawa Teknologi Otomasi Manufaktur ke Filipina“
Pengiriman tersebut menjadi bagian dari strategi WINTEQ untuk mengembangkan bisnis otomasi dan special purpose machinery di luar Indonesia. Perusahaan juga membawa kemampuan engineering lokal dalam proses ekspansi tersebut.
Chief Operating Officer WINTEQ, Fadli Hari Purnomo, mengatakan ekspansi regional menjadi bagian dari pengembangan jangkauan bisnis perusahaan.
“Ekspansi ini merupakan langkah penting bagi WINTEQ dalam memperluas kapabilitas dan jangkauan bisnis otomasi dan special purpose machinery ke pasar regional,” ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).
Engineering Indonesia Dibawa ke Rantai Produksi Regional
WINTEQ tidak hanya mengirim produk berupa mesin ke Filipina. Divisi tersebut turut menawarkan kemampuan engineering yang telah dikembangkan selama beroperasi di Indonesia.
Kemampuan itu mencakup perancangan mesin, integrasi sistem, serta penyediaan solusi otomasi sesuai kebutuhan industri. Pendekatan tersebut membuat ekspansi WINTEQ tidak berhenti pada aktivitas perdagangan mesin.
Pengembangan solusi berdasarkan kebutuhan pengguna menjadi bagian dari kemampuan WINTEQ selama menjalankan bisnis engineering. Kompetensi tersebut kini diarahkan untuk mendukung kebutuhan manufaktur di pasar Asia Tenggara.
WINTEQ sendiri telah beroperasi sekitar dua dekade dalam bidang engineering, system integration, dan factory automation. Selama periode tersebut, perusahaan mengembangkan lebih dari 1.800 unit produk dan solusi untuk berbagai sektor industri.
Filipina Jadi Bagian dari Ekspansi Asia Tenggara
Filipina bukan merupakan pasar pertama di kawasan yang dijangkau WINTEQ. Sebelumnya, divisi engineering AUTO tersebut telah mengirim mesin precision grinding ke Thailand dan Vietnam.
Perluasan pasar ke tiga negara tersebut memperlihatkan arah pengembangan bisnis WINTEQ di kawasan Asia Tenggara. Kompetensi yang dibangun di Indonesia mulai digunakan untuk memenuhi kebutuhan manufaktur di luar pasar domestik.
Ekspansi ini juga beriringan dengan pengembangan basis produksi Astra Otoparts di Filipina. Kondisi tersebut menciptakan kebutuhan terhadap dukungan engineering dan solusi manufaktur untuk menunjang aktivitas produksi.
Bagi AUTO, pengembangan bisnis regional menjadi salah satu bagian dari diversifikasi sumber pertumbuhan. Perseroan tidak hanya mengandalkan bisnis komponen otomotif di pasar domestik.
Pertumbuhan Pasar Motor Filipina Buka Peluang Otomasi
Potensi pasar Filipina turut dipengaruhi perkembangan industri kendaraan roda dua. Data Motorcycle Development Program Participants Association Inc. (MDPPA) menunjukkan penjualan sepeda motor di Filipina mencapai sekitar 939.528 unit hingga Juni 2026.
Jumlah tersebut meningkat 3,58% dibandingkan periode yang sama pada 2025. Dalam periode 2020 hingga 2025, pasar kendaraan roda dua Filipina juga mencatat rata-rata pertumbuhan sekitar 7,5% per tahun.
Pertumbuhan pasar kendaraan dapat meningkatkan kebutuhan kapasitas produksi. Produsen juga menghadapi kebutuhan untuk menjaga efisiensi proses ketika volume produksi berkembang.
Kondisi tersebut menciptakan ruang bagi teknologi otomasi dalam kegiatan manufaktur. Mesin dan sistem otomatis dapat menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kapasitas serta mengoptimalkan proses produksi.
Kinerja AUTO Semester I-2026 Tetap Tumbuh
Ekspansi WINTEQ berlangsung ketika kinerja keuangan Astra Otoparts menunjukkan pertumbuhan pada semester I-2026. AUTO membukukan laba bersih konsolidasian Rp1,2 triliun.
Laba tersebut meningkat 22,6% dibandingkan capaian Rp939 miliar pada semester I-2025. Pada periode yang sama, pendapatan bersih konsolidasian AUTO tumbuh 13,2% menjadi Rp10,9 triliun.
Sebelumnya, pendapatan bersih perseroan tercatat Rp9,6 triliun pada semester I-2025. Pertumbuhan tersebut berasal dari sejumlah aktivitas bisnis yang dijalankan perseroan.
Segmen manufaktur menyumbang pendapatan Rp5,6 triliun atau tumbuh 11,6% secara tahunan. Sementara itu, segmen perdagangan menghasilkan pendapatan Rp5,3 triliun dengan pertumbuhan 15,1%.
Manufaktur dan Perdagangan Jadi Penopang Pendapatan
Kinerja segmen perdagangan turut memperoleh dukungan dari permintaan aftermarket di dalam negeri. Kontribusi ekspor juga menjadi salah satu faktor yang menopang pertumbuhan segmen tersebut.
Presiden Direktur Astra Otoparts, Yusak Kristian Solaeman, mengatakan perseroan akan melanjutkan penguatan kemampuan manufaktur. AUTO juga akan meningkatkan sinergi dengan pelanggan OEM serta memperluas jaringan dan portofolio aftermarket.
“Pertumbuhan kinerja positif pada semester I 2026 mencerminkan resiliensi fundamental usaha Perseroan di tengah dinamika berbagai faktor eksternal seperti kenaikan harga bahan baku dan volatilitas nilai tukar Rupiah,” ujar Yusak.
Pernyataan tersebut menggambarkan fokus perseroan dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis di tengah perubahan kondisi eksternal. Penguatan manufaktur menjadi salah satu bagian dari strategi pengembangan AUTO.
AUTO Kembangkan Komponen Kendaraan Listrik
Selain menjalankan bisnis komponen kendaraan konvensional, Astra Otoparts juga memperluas portofolio ke kendaraan listrik atau xEV. Produk yang dikembangkan mencakup general parts dan specific parts.
Perseroan juga memproduksi perangkat pengisian daya kendaraan listrik melalui merek ALTRO. Pengembangan tersebut memperluas cakupan produk AUTO seiring perubahan teknologi pada industri otomotif.
Diversifikasi juga dilakukan di luar sektor otomotif. Astra Otoparts mengembangkan sejumlah bisnis nonotomotif, termasuk alat kesehatan dan bidang industri lainnya.
Langkah tersebut menunjukkan upaya perseroan memperluas sumber pendapatan melalui portofolio bisnis yang lebih beragam. Di sisi lain, WINTEQ berperan dalam pengembangan kemampuan engineering dan otomasi yang dapat digunakan lintas sektor.
WINTEQ Perluas Solusi Engineering ke Pasar Regional
Pengiriman mesin ke Filipina memperkuat posisi WINTEQ sebagai salah satu bagian dari pengembangan kapabilitas teknologi Astra Otoparts. Solusi yang dikembangkan di Indonesia mulai diarahkan untuk menjangkau pelanggan dan kebutuhan manufaktur di kawasan.
Ekspansi ke Filipina, Thailand, dan Vietnam juga memperluas penggunaan kemampuan engineering WINTEQ. Pasar yang dituju tidak hanya berasal dari lingkungan Grup Astra, tetapi juga mencakup pelanggan eksternal.
Bagi AUTO, pengembangan tersebut menjadi bagian dari agenda memperkuat bisnis dan mencari sumber pertumbuhan baru. Penguasaan teknologi, kemampuan manufaktur, dan ekspansi regional menjadi beberapa aspek yang dikembangkan secara bersamaan.
Yusak mengatakan Astra Otoparts akan terus bertransformasi menjadi “Diversified Components Powerhouse”. Strategi tersebut dilakukan melalui penguatan bisnis, pengembangan teknologi, serta penciptaan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan.
Dengan masuknya solusi otomasi WINTEQ ke Filipina, kemampuan yang dikembangkan di Indonesia memperoleh ruang untuk diterapkan di pasar regional. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada kebutuhan manufaktur, ekspansi bisnis, dan penerimaan solusi otomasi di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga “Kinza Masuk Asia Tenggara, Buka Peluang Kemitraan Manufaktur hingga Distribusi di Indonesia“