Mini LNG Plant Tuban Siap Pasok Energi Jawa hingga Sulawesi

Mini LNG Plant Tuban Perkuat Pasokan Energi untuk Jawa, Bali, dan Sulawesi

Pemerintah terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan infrastruktur gas bumi. Salah satu langkah terbaru adalah peresmian Mini LNG Plant milik PT Sumber Aneka Gas (SAG) di Tuban, Jawa Timur, yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan energi sektor industri dan pembangkit listrik di berbagai wilayah Indonesia.

Peresmian fasilitas tersebut dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Kehadiran Mini LNG Plant menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, terutama liquefied petroleum gas (LPG).

baca juga”Biodiesel B50 Segera Berlaku, Ini Perkiraan Harganya

Mini LNG Plant Dukung Ketahanan Energi Nasional

Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pembangunan Mini LNG Plant merupakan wujud nyata investasi di sektor energi yang memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan dalam negeri.

Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya memproduksi liquefied natural gas (LNG), tetapi juga menghasilkan compressed natural gas (CNG), LPG, kondensat, serta memiliki rencana pengembangan produksi karbon dioksida cair (liquid CO2).

Keberadaan berbagai produk tersebut diharapkan memperkuat bauran energi nasional sekaligus mendukung target pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, pemanfaatan sumber daya energi domestik dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Kapasitas Produksi dan Pasokan Gas Hingga 2035

Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas memperoleh pasokan gas dari Lapangan Sumber yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java. Kontrak pasokan tersebut berlangsung hingga 2035 dengan volume sekitar 15 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi LNG hingga sekitar 55.300 ton per tahun dengan kapasitas penyimpanan mencapai 1.600 meter kubik. Selain LNG, pabrik tersebut mampu memproduksi sekitar 9.800 ton LPG per tahun, 19.600 barel kondensat per tahun, serta direncanakan menghasilkan sekitar 21.000 ton liquid CO2 setiap tahun.

Diversifikasi produk tersebut membuat Mini LNG Plant memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi di berbagai sektor industri.

Pasok Industri dan Pembangkit Listrik di Berbagai Wilayah

Seluruh hasil produksi Mini LNG Plant dirancang untuk memasok kebutuhan industri, sektor komersial, serta pembangkit listrik di wilayah Jawa, Bali, hingga Sulawesi. Distribusi dilakukan melalui jaringan logistik berbasis transportasi darat yang mendukung efisiensi rantai pasok LNG skala kecil.

Menurut Bahlil, tambahan pasokan LNG diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan energi bagi industri, terutama di wilayah yang mengalami penurunan pasokan gas pipa sehingga harus beralih menggunakan LNG.

Ia juga meminta PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java menjaga kesinambungan pasokan gas hingga masa kontrak berakhir pada 2035 agar investasi yang telah dilakukan dapat berjalan optimal.

Kepastian pasokan dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus mendukung pengembangan industri hilir berbasis gas bumi.

Dorong Daya Saing Industri dan Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah menilai Mini LNG Plant memberikan manfaat yang lebih luas dibanding sekadar menambah kapasitas produksi energi. Fasilitas ini diharapkan meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik, mengurangi penggunaan bahan bakar yang lebih mahal dan menghasilkan emisi lebih tinggi, serta memperkuat daya saing industri nasional.

Ketersediaan pasokan energi yang lebih andal juga diyakini mampu meningkatkan efisiensi operasional sektor manufaktur dan pembangkitan listrik, sehingga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Ke depan, pemerintah berkomitmen terus mendorong pembangunan proyek strategis di sektor energi melalui kolaborasi antara pemerintah, badan usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran Mini LNG Plant Tuban diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

baca juga”Prabowo Bakal Tutup 750 BUMN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *