<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sawit Archives - arventra.id</title>
	<atom:link href="https://arventra.id/tag/sawit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arventra.id/tag/sawit/</link>
	<description>Wawasan Inovasi Industri &#38; Teknologi Manufaktur Masa Depan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Jun 2026 16:09:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>
	<item>
		<title>Limbah 3.000 Pabrik Sawit RI Berpotensi Jadi Energi</title>
		<link>https://arventra.id/2026/06/18/limbah-3-000-pabrik-sawit-ri-berpotensi-jadi-energi/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/06/18/limbah-3-000-pabrik-sawit-ri-berpotensi-jadi-energi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 16:09:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[energi terbarukan]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=336</guid>

					<description><![CDATA[<p>Limbah Pabrik Sawit Berpotensi Jadi Sumber Energi Rendah Karbon di Indonesia Limbah cair dari ribuan pabrik kelapa sawit di Indonesia memiliki peluang besar untuk diubah menjadi sumber energi terbarukan. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menilai pemanfaatan palm oil mill effluent (POME) menjadi compressed biomethane gas (CBG) dapat mendukung transisi energi sekaligus memperkuat kemandirian [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/18/limbah-3-000-pabrik-sawit-ri-berpotensi-jadi-energi/">Limbah 3.000 Pabrik Sawit RI Berpotensi Jadi Energi</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Limbah Pabrik Sawit Berpotensi Jadi Sumber Energi Rendah Karbon di Indonesia</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Limbah cair dari ribuan pabrik kelapa sawit di Indonesia memiliki peluang besar untuk diubah menjadi sumber energi terbarukan. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menilai pemanfaatan palm oil mill effluent (POME) menjadi compressed biomethane gas (CBG) dapat mendukung transisi energi sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengatakan Indonesia memiliki sumber daya yang besar untuk mengembangkan energi berbasis limbah sawit. Menurutnya, pemanfaatan POME tidak hanya menghasilkan energi rendah karbon, tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Indonesia memiliki potensi besar untuk mengubah limbah sawit menjadi sumber energi rendah karbon yang bernilai ekonomi,” ujar Hokkop pada Kamis (18/6/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://arventra.id/2026/06/17/bahlil-ajukan-anggaran-rp8155-m-untuk-kompor-listrik/"><strong><em>Bahlil Ajukan Anggaran Rp815,5 M untuk Kompor Listrik</em></strong></a>&#8220;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Potensi Limbah dari 3.000 Pabrik Sawit Masih Belum Optimal</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia saat ini memiliki sekitar 3.000 pabrik kelapa sawit yang menghasilkan limbah cair sekitar 130 juta meter kubik setiap tahun. Namun, sebagian besar potensi tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber energi domestik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, limbah POME merupakan salah satu penyumbang emisi gas metana yang cukup besar. PLN EPI memperkirakan emisi yang berasal dari limbah sawit dapat mencapai sekitar 20 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e) per tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemanfaatan limbah menjadi CBG dinilai mampu mengurangi emisi sekaligus mengubah persoalan lingkungan menjadi sumber energi yang lebih berkelanjutan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Pengembangan CBG Dukung Target Energi Terbarukan dan NZE 2060</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pengembangan gas biometana dari limbah sawit menjadi bagian dari upaya mencapai target bauran energi baru dan terbarukan (EBT) nasional sebesar 44 hingga 48 persen pada 2030. Langkah ini juga mendukung target Indonesia mencapai net zero emissions (NZE) pada 2060.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mempercepat realisasi proyek tersebut, PLN EPI membangun ekosistem CBG terintegrasi. Skema tersebut mencakup penyediaan bahan baku, pembangunan fasilitas produksi, pendanaan, hingga penciptaan pasar untuk penggunaan energi biometana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam rantai bisnis ini, PLN EPI berperan sebagai agregator dan pembeli energi yang menghubungkan pabrik kelapa sawit dengan penyedia teknologi, lembaga pembiayaan, sektor industri, dan pembangkit listrik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Produksi saja CBG-nya, nanti kami beli dan kami distribusikan ke pembangkit. Kami siap menjadi agregator sehingga investasi di sektor ini bisa berjalan lebih cepat,” jelas Hokkop.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Proyek CBG PLTGU Belawan Jadi Langkah Awal Implementasi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu proyek yang tengah disiapkan adalah penggunaan CBG sebagai bahan bakar campuran atau cofiring di PLTGU Belawan, Medan, Sumatera Utara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk satu turbin gas berkapasitas 130 megawatt (MW) dengan tingkat cofiring 2,5 persen, dibutuhkan sekitar 450 MMBTUD bio-CBG. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari sekitar 330.000 meter kubik POME per tahun atau setara dengan satu fasilitas produksi CBG.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memenuhi kebutuhan empat turbin di PLTGU Belawan, diperlukan empat fasilitas CBG dengan nilai investasi sekitar 20 juta dolar AS. Implementasi proyek ini diperkirakan mampu menekan emisi hingga sekitar 500 ribu ton CO2e.</p>



<h3 class="wp-block-heading">CBG Berpotensi Hadirkan Manfaat Ekonomi dan Lingkungan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selain membantu menurunkan emisi, pemanfaatan CBG memungkinkan penggunaan infrastruktur pembangkit gas yang sudah tersedia. Cara ini membuat peningkatan penggunaan energi terbarukan menjadi lebih efisien tanpa harus membangun pembangkit baru dalam jumlah besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PLN EPI memperkirakan satu proyek CBG mampu menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp1,7 triliun serta mengurangi emisi sekitar 700 ribu ton CO2e.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam roadmap perusahaan, kapasitas produksi CBG ditargetkan meningkat dari 1.000 MMBtu pada 2026 menjadi sekitar 2.957 BBTU pada 2030. Peningkatan kapasitas tersebut menunjukkan besarnya peluang pengembangan bioenergi dari sektor kelapa sawit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hokkop menegaskan bahwa bioenergi dapat menjadi penghubung antara transisi energi, ketahanan energi, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan dukungan teknologi, investasi, serta model bisnis yang tepat, limbah sawit yang sebelumnya menjadi sumber emisi berpotensi menjadi energi bersih yang memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/7892884/harga-minyak-kembali-turun-krisis-pasokan-mereda"><strong><em>Harga Minyak Kembali Turun, Krisis Pasokan Mereda</em></strong></a>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/18/limbah-3-000-pabrik-sawit-ri-berpotensi-jadi-energi/">Limbah 3.000 Pabrik Sawit RI Berpotensi Jadi Energi</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/06/18/limbah-3-000-pabrik-sawit-ri-berpotensi-jadi-energi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Sawit Anjlok, Petani Swadaya Hadapi Tekanan</title>
		<link>https://arventra.id/2026/06/02/harga-sawit-anjlok-petani-swadaya-hadapi-tekanan/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/06/02/harga-sawit-anjlok-petani-swadaya-hadapi-tekanan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 21:20:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=272</guid>

					<description><![CDATA[<p>Harga Sawit Turun, Petani Swadaya Hadapi Tekanan di Tengah Gejolak Tata Niaga Penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kembali menjadi perhatian dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan petani, terutama petani swadaya yang tidak memiliki kemitraan langsung dengan perusahaan perkebunan atau pabrik kelapa sawit (PKS). Anjloknya harga TBS terjadi di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/02/harga-sawit-anjlok-petani-swadaya-hadapi-tekanan/">Harga Sawit Anjlok, Petani Swadaya Hadapi Tekanan</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Harga Sawit Turun, Petani Swadaya Hadapi Tekanan di Tengah Gejolak Tata Niaga</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kembali menjadi perhatian dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan petani, terutama petani swadaya yang tidak memiliki kemitraan langsung dengan perusahaan perkebunan atau pabrik kelapa sawit (PKS).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anjloknya harga TBS terjadi di sejumlah daerah dan menyebabkan pendapatan petani tertekan. Pemerintah menilai situasi tersebut tidak hanya dipengaruhi dinamika pasar, tetapi juga adanya dugaan praktik pembelian TBS di bawah harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/7554690/respons-protes-petani-anak-usaha-bulog-jamin-tebu-lokal-terserap"><strong><em>Respons Protes Petani, Anak Usaha Bulog Jamin Tebu Lokal Terserap</em></strong></a>&#8220;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kementan Soroti Dugaan Pelanggaran Harga oleh Pabrik Kelapa Sawit</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kementerian Pertanian (Kementan) mengidentifikasi 139 PKS swasta yang diduga membeli TBS petani di bawah harga yang berlaku. Temuan tersebut mendorong pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan tata niaga sawit di berbagai daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wakil Menteri Pertanian Sudaryono meminta seluruh pelaku industri sawit, khususnya sektor hilir, tetap menjalankan transaksi sesuai mekanisme pasar yang sehat. Ia menegaskan harga transaksi sebaiknya mengacu pada referensi yang terbentuk secara wajar dan transparan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Sudaryono, pelaku usaha di sektor refinery dan eksportir perlu menjaga stabilitas pasar dengan tetap melakukan transaksi perdagangan sebagaimana mestinya. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah gejolak harga yang dapat merugikan petani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah juga membuka kemungkinan pemberian sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha bagi perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan dalam regulasi perkebunan. Jika ditemukan unsur pelanggaran hukum, Kementan akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk melakukan penindakan lebih lanjut.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Petani Swadaya Menjadi Kelompok yang Paling Rentan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dampak penurunan harga TBS paling besar dirasakan oleh petani swadaya. Berbeda dengan petani plasma yang memiliki hubungan kemitraan dengan perusahaan, petani swadaya umumnya bergantung pada pasar terbuka untuk menjual hasil panennya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika harga di tingkat pabrik turun atau terjadi pembatasan pembelian, posisi tawar petani menjadi lebih lemah. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pendapatan keluarga petani yang sebagian besar mengandalkan komoditas sawit sebagai sumber penghasilan utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri sawit memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Selain menjadi salah satu komoditas ekspor utama Indonesia, sektor ini juga menyerap jutaan tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung. Karena itu, stabilitas harga TBS menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat di daerah sentra perkebunan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">PTPN IV PalmCo Pastikan Serapan TBS Tetap Berjalan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah polemik harga, PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo memastikan aktivitas pembelian TBS dari masyarakat tetap berlangsung sesuai mekanisme yang berlaku. Perusahaan menyatakan komitmennya untuk menjaga rantai pasok dan mendukung keberlangsungan ekonomi petani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan hingga April 2026 perusahaan telah menyerap sekitar 1,03 juta ton TBS dari masyarakat dan mitra. Angka tersebut meningkat 2,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Jatmiko, peningkatan volume serapan menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan industri sawit nasional. Selain meningkatkan pembelian, perusahaan juga tetap menerapkan standar mutu yang ketat untuk menjaga kualitas produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data perusahaan menunjukkan rendemen CPO hingga April 2026 berada pada level 18,69 persen. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa kualitas bahan baku yang diterima tetap terjaga meski pasar sedang menghadapi tekanan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Koordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk Menjaga Stabilitas Harga</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, menjelaskan bahwa perusahaan terus berkoordinasi dengan dinas perkebunan di berbagai wilayah operasional. Tujuannya adalah memastikan implementasi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Arya, kehadiran perusahaan negara di sektor sawit tidak hanya berfokus pada aspek bisnis. BUMN juga memiliki fungsi menjaga stabilitas tata niaga dan menjadi referensi harga yang wajar ketika pasar mengalami gejolak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menciptakan keseimbangan antara kepentingan industri dan perlindungan terhadap petani. Dengan adanya acuan harga yang jelas, potensi praktik pembelian di bawah harga resmi dapat diminimalkan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Mekanisme Penetapan Harga TBS Dirancang Melindungi Petani</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Harga TBS yang diterima petani pada dasarnya ditetapkan melalui tim perumus harga di tingkat provinsi. Tim ini melibatkan pemerintah daerah, perusahaan pengolahan sawit, serta perwakilan petani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Skema tersebut bertujuan menciptakan harga yang mencerminkan kondisi pasar, termasuk perkembangan harga CPO dan produk turunannya. Melalui mekanisme itu, petani diharapkan memperoleh harga yang lebih adil dan terhindar dari praktik perdagangan yang merugikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberadaan sistem penetapan harga juga menjadi instrumen penting untuk menjaga transparansi dalam rantai pasok industri sawit nasional.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Stabilitas Harga Menjadi Kunci Keberlanjutan Industri Sawit</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Gejolak harga TBS menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani dalam menjaga stabilitas sektor sawit. Penegakan aturan tata niaga, kepastian serapan hasil panen, serta transparansi harga menjadi faktor utama untuk melindungi petani dari tekanan pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, pengawasan yang lebih ketat dan koordinasi yang berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri sawit yang lebih sehat. Dengan demikian, petani swadaya dapat memperoleh harga yang lebih adil dan keberlanjutan sektor sawit nasional tetap terjaga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://arventra.id/2026/05/29/sektor-manufaktur-masih-rawan-diterpa-gelombang-phk/"><strong><em>Sektor Manufaktur Masih Rawan Diterpa Gelombang PHK</em></strong></a>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/06/02/harga-sawit-anjlok-petani-swadaya-hadapi-tekanan/">Harga Sawit Anjlok, Petani Swadaya Hadapi Tekanan</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/06/02/harga-sawit-anjlok-petani-swadaya-hadapi-tekanan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Industri Sawit Makin Kompleks, SDM RI Harus Terampil</title>
		<link>https://arventra.id/2026/03/29/industri-sawit-makin-kompleks-sdm-ri-harus-terampil/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/03/29/industri-sawit-makin-kompleks-sdm-ri-harus-terampil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 13:18:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi Terbarukan untuk Industri]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=103</guid>

					<description><![CDATA[<p>KEBUTUHAN INDUSTRI SAWIT MENINGKAT, PENGEMBANGAN SDM JADI KUNCI DAYA SAING NASIONALProgram Beasiswa dan Pelatihan Dinilai Perlu Diperluas untuk Hadapi Tantangan Global Kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di industri kelapa sawit Indonesia semakin kompleks seiring perubahan teknologi, tuntutan keberlanjutan, dan persaingan global. Para pemangku kepentingan mendorong penguatan program pengembangan SDM agar mampu menjawab tantangan tersebut secara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/03/29/industri-sawit-makin-kompleks-sdm-ri-harus-terampil/">Industri Sawit Makin Kompleks, SDM RI Harus Terampil</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">KEBUTUHAN INDUSTRI SAWIT MENINGKAT, PENGEMBANGAN SDM JADI KUNCI DAYA SAING NASIONAL<br>Program Beasiswa dan Pelatihan Dinilai Perlu Diperluas untuk Hadapi Tantangan Global</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di industri kelapa sawit Indonesia semakin kompleks seiring perubahan teknologi, tuntutan keberlanjutan, dan persaingan global. Para pemangku kepentingan mendorong penguatan program pengembangan SDM agar mampu menjawab tantangan tersebut secara menyeluruh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute, Tungkot Sipayung, menegaskan bahwa kualitas SDM menjadi faktor penentu dalam menjaga keberlanjutan industri sawit nasional. Ia menilai pengembangan SDM tidak hanya soal jumlah tenaga kerja, tetapi juga mencakup peningkatan kompetensi dan keragaman keterampilan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<strong><em><a href="https://arventra.id/2026/03/29/konsumsi-bbm-pertamax-dan-avtur-naik-saat-lebaran/">Konsumsi BBM Pertamax dan Avtur Naik saat Lebaran</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, industri sawit kini menghadapi tantangan yang semakin beragam, mulai dari efisiensi produksi hingga standar keberlanjutan global. Oleh karena itu, SDM harus mampu beradaptasi dengan teknologi baru dan praktik ramah lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Pengembangan SDM kelapa sawit perlu mencakup aspek kualitas, keragaman keterampilan, serta ketersediaan tenaga kerja yang memadai,” ujar Tungkot dalam keterangannya.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Peran Strategis BPDP dalam Menyiapkan Generasi Sawit Masa Depan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) memiliki peran penting dalam mencetak SDM unggul melalui program pendidikan dan pelatihan. Lembaga ini mengelola dana dari pungutan ekspor sawit untuk mendukung pengembangan kapasitas tenaga kerja di sektor tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu program unggulan BPDP adalah pemberian beasiswa pendidikan sarjana bagi anak-anak petani sawit. Program ini bertujuan menciptakan regenerasi tenaga kerja yang memiliki keahlian di bidang agronomi, teknologi, dan manajemen perkebunan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelaksanaan program ini dilakukan bersama Direktorat Jenderal Perkebunan di bawah Kementerian Pertanian. Kolaborasi ini memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan industri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak diluncurkan, program beasiswa tersebut telah menjangkau 13.265 peserta hingga tahun 2025. Selain itu, pelatihan teknis telah diberikan kepada sekitar 32.152 petani kelapa sawit di berbagai daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Target 5.000 Mahasiswa Baru pada 2026 untuk Perkuat Kompetensi Teknis</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memasuki tahun 2026, BPDP menargetkan penerimaan 5.000 mahasiswa baru dalam program beasiswa. Fokus utama program ini adalah meningkatkan kompetensi di bidang teknis dan teknologi perkebunan yang semakin dibutuhkan industri modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, Tungkot menilai jumlah tersebut masih belum sebanding dengan kebutuhan SDM industri sawit yang terus berkembang. Ia mendorong agar skala program diperluas agar mampu memenuhi kebutuhan jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Jika dibandingkan dengan kebutuhan peningkatan SDM industri sawit, program yang ada saat ini masih perlu diperbesar,” ujarnya.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tantangan Global: SDM Sawit Indonesia Harus Lampaui Negara Pesaing</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks global, Indonesia menghadapi persaingan ketat dengan negara produsen lain seperti Malaysia. Oleh karena itu, peningkatan kualitas SDM menjadi langkah strategis untuk menjaga posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tungkot menekankan bahwa reinvestasi dana sawit harus diarahkan untuk menciptakan SDM yang lebih unggul, tidak hanya dibandingkan dengan negara pesaing, tetapi juga sektor industri lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai bahwa transformasi industri sawit menuju keberlanjutan memerlukan tenaga kerja yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memahami aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penutup: Investasi SDM Jadi Fondasi Masa Depan Industri Sawit</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penguatan SDM menjadi fondasi utama dalam menghadapi kompleksitas industri sawit modern. Program beasiswa dan pelatihan yang dijalankan BPDP menunjukkan langkah positif, namun masih memerlukan perluasan dan peningkatan kualitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, sinergi antara pemerintah, lembaga riset, dan pelaku industri akan menentukan keberhasilan Indonesia dalam membangun SDM sawit yang kompetitif dan berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat, Indonesia berpeluang memperkuat posisinya di pasar global sekaligus menjaga keberlanjutan industri dalam jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/6290345/jumlah-pelajar-indonesia-yang-lanjut-sekolah-di-luar-negeri-terus-meningkat"><strong><em>Jumlah Pelajar Indonesia yang Lanjut Sekolah di Luar Negeri Terus Meningkat</em></strong></a>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/03/29/industri-sawit-makin-kompleks-sdm-ri-harus-terampil/">Industri Sawit Makin Kompleks, SDM RI Harus Terampil</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/03/29/industri-sawit-makin-kompleks-sdm-ri-harus-terampil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani Sawit Tolak Tarif Ekspor CPO Naik 12,5% ke Purbaya</title>
		<link>https://arventra.id/2026/03/16/petani-sawit-tolak-tarif-ekspor-cpo-naik-125-ke-purbaya/</link>
					<comments>https://arventra.id/2026/03/16/petani-sawit-tolak-tarif-ekspor-cpo-naik-125-ke-purbaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 01:34:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi Material & Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[cpo]]></category>
		<category><![CDATA[purbaya]]></category>
		<category><![CDATA[sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arventra.id/?p=63</guid>

					<description><![CDATA[<p>Petani Sawit Tolak Kenaikan Tarif Pungutan Ekspor CPO ke 12,5% Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) menolak rencana kenaikan tarif pungutan ekspor CPO dari 10% menjadi 12,5% sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 9 Tahun 2026. Kenaikan ini dimaksudkan untuk mendukung program biodiesel B50, tetapi petani khawatir hal ini menekan harga tandan buah segar (TBS) dan pendapatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/03/16/petani-sawit-tolak-tarif-ekspor-cpo-naik-125-ke-purbaya/">Petani Sawit Tolak Tarif Ekspor CPO Naik 12,5% ke Purbaya</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Petani Sawit Tolak Kenaikan Tarif Pungutan Ekspor CPO ke 12,5%</p>



<p class="wp-block-paragraph">Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) menolak rencana kenaikan tarif pungutan ekspor CPO dari 10% menjadi 12,5% sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 9 Tahun 2026. Kenaikan ini dimaksudkan untuk mendukung program biodiesel B50, tetapi petani khawatir hal ini menekan harga tandan buah segar (TBS) dan pendapatan mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Umum SPKS, Sabarudin, menyatakan setiap kenaikan satu persen pungutan ekspor bisa menurunkan harga TBS sekitar Rp333 per kilogram. Dengan kenaikan 2,5%, harga TBS diperkirakan turun hingga Rp500–800 per kilogram, yang dapat berdampak signifikan terhadap pendapatan petani sawit rakyat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<strong><em><a href="https://arventra.id/2026/03/16/ppn-dan-bph-migas-pastikan-stok-bbm-dan-lpg-aman-di-timur/">PPN dan BPH Migas Pastikan Stok BBM dan LPG Aman di Timur</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dampak Kenaikan Tarif bagi Pendapatan Petani</p>



<p class="wp-block-paragraph">SPKS memperkirakan jika kebijakan ini diterapkan secara nasional, kerugian petani bisa mencapai Rp85–100 miliar per bulan atau sekitar Rp1,2 triliun per tahun. Tekanan ini datang di tengah kenaikan biaya produksi seperti pupuk, tenaga kerja, dan operasional kebun yang sudah tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Peningkatan pungutan ekspor justru menambah beban petani, sementara manfaat program biodiesel lebih banyak dinikmati korporasi besar,” kata Sabarudin. SPKS menekankan pemerintah perlu meninjau kembali kebijakan agar tidak merugikan petani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketimpangan dalam Rantai Pasar Sawit</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut SPKS, sebagian besar TBS petani dijual melalui tengkulak atau perantara ke pabrik yang terafiliasi dengan korporasi besar. Hal ini menyebabkan harga yang diterima petani 30–40% lebih rendah dari harga yang ditetapkan pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kondisi ini menunjukkan ketidakadilan dalam rantai perdagangan. Petani sering menjual sawit dengan harga jauh di bawah nilai sebenarnya,” jelas Sabarudin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dana Pungutan Ekspor: Proporsi untuk Petani Masih Rendah</p>



<p class="wp-block-paragraph">SPKS juga menyoroti penggunaan dana pungutan ekspor. Sekitar 90% dari dana yang terkumpul digunakan untuk subsidi biodiesel bagi perusahaan besar, sementara program yang langsung menyentuh petani, seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), masih terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sabarudin menekankan dana subsidi untuk industri biodiesel bisa mencapai Rp50–60 triliun per tahun. Sementara itu, dana untuk mendukung petani sawit hanya sebagian kecil dari total pungutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hambatan Program Peremajaan Sawit Rakyat</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelaksanaan PSR menghadapi berbagai kendala administratif. Petani sering kali diminta dokumen tambahan dari lembaga pemerintah, walaupun banyak lahan sudah memiliki sertifikat hak milik. Status kawasan hutan yang ditetapkan pemerintah juga kerap menyulitkan akses ke program ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">SPKS menilai dana bantuan peremajaan yang sekarang Rp60 juta per hektare perlu ditingkatkan menjadi Rp90 juta untuk membantu biaya hidup petani selama proses peremajaan kebun yang biasanya tidak menghasilkan pendapatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan Ekspor dan Pengentasan Kemiskinan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sabarudin menilai kenaikan pungutan ekspor tidak sejalan dengan upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Kebijakan ini dapat menekan ekonomi petani sawit rakyat di tengah ketidakpastian pasar global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jika diterapkan, petani sawit rakyat akan menghadapi tekanan ekonomi tambahan. Kebijakan ini bertentangan dengan semangat pemerintah mendorong pengentasan kemiskinan,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesimpulan: Evaluasi Mendalam Diperlukan</p>



<p class="wp-block-paragraph">SPKS menegaskan pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kenaikan tarif pungutan ekspor CPO dan program biodiesel B50. Peninjauan ulang sangat penting agar kebijakan mendukung keberlanjutan produksi sawit, menjaga pendapatan petani, dan memastikan distribusi manfaat lebih adil di seluruh rantai industri sawit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah strategis yang disarankan SPKS antara lain memperluas alokasi dana untuk program petani, menyederhanakan akses PSR, dan memastikan pendapatan petani tidak tergerus oleh kebijakan ekspor. Dengan begitu, sektor sawit nasional tetap produktif dan petani dapat terlindungi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga&#8221;<strong><em><a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/6297658/goncangan-geopolitik-batu-bara-tahan-banting#google_vignette">Goncangan Geopolitik, Batu Bara Tahan Banting</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://arventra.id/2026/03/16/petani-sawit-tolak-tarif-ekspor-cpo-naik-125-ke-purbaya/">Petani Sawit Tolak Tarif Ekspor CPO Naik 12,5% ke Purbaya</a> appeared first on <a href="https://arventra.id">arventra.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arventra.id/2026/03/16/petani-sawit-tolak-tarif-ekspor-cpo-naik-125-ke-purbaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
